Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Malam pertama yang menggairahkan


__ADS_3

Resor indah itu berada di bibir pantai dan dikelilingi hutan buatan di sekelilingnya.


Adam berdiri, membuka daun jendela lebar lebar. Membiarkan angin malam menerpa masuk ke dalam kamar.


Bintang gemintang terlihat mempesona, suara debur ombak memecah pantai terdengar bernyanyi berpadu dengan bising suara kunang kunang.


Lelaki itu lalu mendekati ranjang tempat istrinya duduk mengeringkan rambut setelah mandi. Ia memeluk Dena dari belakang, membuat Dena mulai tersengal karena merasakan getaran hebat bersentuhan dengan suaminya.


" Masih terlalu awal untuk melakukan nya sekarang, sebentar lagi jam makan malam. Haris dan yang lain nya pasti menunggu kita di Restoran", ucap Dena ketika Adam mulai menggigit kecil daun telinga nya memberikan rangsangan.


Adam tersenyum, menyentuh jemari istrinya. Lengang, menatap wajah elok yang dengan perempuan itu ia akan menghabiskan sisa umur, melalui hari demi hari kehidupan dengan kondisi apapun.


Mereka lalu menuju Restoran kecil di halaman Resor, Haris dan yang lain nya sudah menunggu disitu.


Makan malam sempurna dengan hidangan lezat milik Resor.


Dihiasi perbincangan kecil, makan malam kali itu tidak berlangsung lama. Wajah wajah lelah mengisyaratkan ingin cepat kembali ke kamar untuk melepas lelah. Namun tidak untuk pasangan pengantin baru, Adam dan Dena. Mereka baru akan memulai malam yang melelahkan di kamar setelah makan malam ini.


Malam semakin matang, serunai nyanyian ombak dan kunang kunang terdengar semakin sendu ketika Adam dan Dena kembali ke kamar.


Hujan lebat benar benar turun saat mereka masuk ke kamar..Air hujan membuncah di atap resor.


Malam ini hujan pertama turun di Gili Trawangan.


Namun hujan lebat turun tak terlalu lama, hanya sekitar dua puluh menit.


Hujan mulai mereda, hanya menyisakan rintik rintik kecil. Adam dan Dena memilih duduk di teras Resor kamar mereka.


Bukan main, Adam menelan ludah menatap lampion lampion yang terpasang di sekeliling Resor memberikan nuansa berbeda.


Siluet cahaya yang keluar dari lampu lampu itu bergabung dengan denting kristal gerimis. Kerlap kerlip begitu mempesona, menciptakan suasana yang romantis malam itu.


Lampion lampion yang disangkutkan di bilah bilah bambu sepanjang bibir pantai juga tak kalah ingin terlihat indah dengan lampion di atas bubungan Resor.


Dena kemudian berdiri memandang bibir pantai, berpegangan pada kayu berpelitur dan berukir, pembatas teras. Adam memeluknya dari belakang, ikut asyik menatap lampion lampion.


Debur ombak di pantai seolah bersaing dengan suara gerimis, begitu menyenangkan.


Adam mencumbu leher istrinya yang terlihat jenjang karena perempuan itu mengikat tinggi rambutnya.


" Aku sudah tak tahan, ayo kita masuk ke kamar", pinta Adam berbisik sambil terus mengecup lembut kulit leher yang putih dan ditumbuhi rambut rambut halus.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke kamar, menutup pintu.


Adam menggendong tubuh istrinya kemudian meletakkan nya dengan lembut di atas ranjang.


Mereka berciuman, saling menggamit bibir. Istrinya itu sudah jauh lebih lihai membalas ciuman dan cumbuan Adam.


Dari bibir kemudian turun ke leher, membuat tanda merah yang terus menjalar hingga ke dada.


Suara desa*an mulai terdengar ketika tangan dan mulut Adam bermain di kedua bukit kenyal berukuran besar yang masih terlihat kencang itu.


" Tubuh yang begitu indah", ucap Adam pada istrinya.


Tangan nya lalu turun ke perut, meraba bekas operasi transplantasi ginjal istrinya.


Penutup terakhir yang masih melekat di bagian bawah istrinya lalu dibuka paksa oleh Adam, dilempar sembarang ke lantai. Terpampang di hadapan nya sebuah liang kenikmatan yang dulu pernah ia jamah ketika masih perawan.


Dena menutup malu wajah nya, sementara Adam terus melakukan serangan lembut dengan jemari jemarinya di sekitar ******** perempuan itu. Membuat lenguhan panjang memenuhi langit langit kamar.


" Emmpphh... Aahhh.." , desa*an itu terus terdengar ketika bibir lelaki itu menyentuh bagian intim milik istrinya, merasakan cairan bening yang mulai keluar.


Adam sudah di awang awang, merasakan benda milik nya yang sudah sedari tadi mengeras.


Ia pun melepaskan celana nya, membuat Dena menelan ludah menatap ukuran besar milik suaminya yang siap menembus liang nya yang sudah lama tidak di jamah.


Dena memejamkan matanya, menautkan kedua kaki melingkar di pinggang suaminya.


Hentakan lembut yang tidak tergesa gesa terus dilancarkan oleh Adam.


" Aahhh...emmpphh..lagi sayang, lakukan dengan kencang" ,Dena terus meracau dengan kata katanya karena nikmat yang tak terkendali lagi.


Adam semakin kencang melakukan nya sesuai permintaan perempuan itu.


Udara yang tadi dingin selepas hujan, sekarang berubah menjadi panas. Keringat mulai membasahi tubuh mereka, berkali kali Dena menggelin*ang hebat mengeluarkan cairan miliknya.


Namun Mas Adam masih terlihat belum ingin mengakhiri semua ini.


" Adrian pasti sudah membuatmu pintar seperti ini", ketika Dena ada di posisi diatas tubuh Mas Adam.


Perempuan itu kali ini yang memegang kendali permainan, mulai bergerak erotis maju mundur dan gerakan memutar seirama.


Adam begitu menikmati posisi ini, istrinya terlihat berpengalaman sekali melakukan nya.

__ADS_1


Benda keras miliknya semakin liar menghujam liang yang sudah sedari tadi basah oleh cairan, berganti posisi miring sambil memeluk dan mere*as bukit kenyal istrinya yang ikut berguncang karena hentakan lembut nya.


Beberapa kali berganti posisi, hampir satu jam lebih lamanya benda keras itu bertahan. Lalu dengan mempercepat gerakan nya, Adam menuntaskan permainan panjang pertama mereka malam ini dengan memuntahkan begitu banyak cairan kental yang sudah lama ia tahan.


Dena merasakan hangat kembali di rahimnya, melenguh panjang dan sama sama berteriak ketika Mas Adam melepaskan benih miliknya.


Diakhiri ciuman di bibir milik istrinya, Adam kemudian mencabut milik nya dari liang sempit itu.


Dena menarik selimut menutupi tubuhnya.


" Terima kasih sayang untuk malam pertama yang hebat ini. Milikmu masih sama rasanya ketika dulu kita pertama kali melakukan nya ".


" Kau masih seperti perawan saja" , Adam memuji betapa nikmat milik istrinya itu.


Dena menutup malu wajahnya dengan kedua telapak tangan.


" Kau merasa puas denganku?", tanya Dena malu malu.


" Tentu saja, kau sempurna. Tak hanya cantik parasmu, namun sekarang kau begitu pintar memuaskan ku. Apa kau juga puas dengan milik ku, sayang?", Mas Adam menyeringai tipis mengingat tadi selama bercinta istrinya itu terus mencengkram ujung sprei menahan nikmat yang begitu dahsyat.


Dena mengangguk malu malu.


" Bagaimana aku tidak puas milikmu besar sekali. Sempurna memenuhi liang ku yang kecil" , ucap Dena dalam hati.


" Aku masih belum cukup dengan satu kali permainan", Adam berucap sambil terkekeh di ujung kalimatnya.


Dena mengerti sekali bagaimana keinginan laki laki, dulu bersama Adrian bahkan mereka bisa melakukan nya hingga tiga atau empat kali selama satu malam.


" Baiklah, aku akan patuh melayani sebanyak yang kau minta", balas Dena.


Membuat Adam kembali menyeringai tipis, mengisyaratkan istrinya bahwa sebentar lagi ia ingin kembali menikmati tubuhnya.


" Salah sendiri kenapa milikmu begitu nikmat, aku jadi ketagihan kan", ucap Mas Adam ketika Dena terbelalak saat Mas Adam mulai bemain main di bukit besar miliknya.


Malam pertama yang begitu menggairahkan bagi pasangan ini, hujan gerimis terus membungkus hingga tengah malam. Pasangan suami istri ini baru selesai dengan permainan ketiga nya selepas tengah malam. Lalu terkulai tidur sambil berpelukan dengan tubuh telanjang ditutupi selimut.


...----------------...


Ini baru malam pertama ya di Gili Trawangan, episode berikutnya ada yang lebih romantis lagi.


Dan tentunya lebih panas lagi, hehehe..

__ADS_1


Lanjut dan ikutin terus ya up nya. Terima kasih vote mingguan nya buat karya thor, yuk bantu dukung terus biar populer🙏🥰


__ADS_2