Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Kehadiran Masa Lalu


__ADS_3

Usia kandungan Laras sudah memasuki bulan ketiga, perutnya meski belum terlihat begitu besar namun sudah sedikit membuncit.


Hari itu ia dan Hasbi datang ke dokter kandungan untuk kontrol bulanan.


Gejala morning sick yang di awal cukup merepotkan Laras dan tentu saja suaminya sudah banyak berkurang.


Hasbi terlihat begitu bersemangat ketika melihat layar hitam putih saat USG kandungan Laras, ia menatap gambar janin yang mulai berkembang di rahim istrinya lewat monitor itu.


Banyak hal yang mereka tanyakan tentang kesehatan Laras kepada dokter kandungan, dan tak tertinggal sebuah pertanyaan tentang urusan ranjang dari pasangan itu.


" Dok, apakah aman kalau setiap hari saya dan suami selalu berhubungan?", Laras tanpa malu malu bertanya.


Belum sempat dokter menjawab, Hasbi sudah melanjutkan pertanyaan Laras.


" Begini dok, kami selalu melakukan hubungan setiap hari dan itu tidak hanya satu kali tapi bisa tiga kali dalam sehari".


Dokter kandungan itu tersenyum mendengar kalimat Hasbi barusan, dasar pasangan muda, begitulah mungkin yang ada di pikiran nya.


" Selagi berhubungan nya dengan hati hati sebenarnya aman aman saja kok, yang penting perut istri anda jangan sampai tertekan", ucap sang dokter.


Laras menyeringai tipis ke arah Hasbi, mendengar jawaban dokter.


" Kau dengar kan apa kata dokter, itu aman. Jadi nanti sampai di rumah aku akan merengek lagi minta dilayani", begitulah kira kira maksud seringai Laras.


Mereka sudah selesai dan keluar dari Ruangan dokter kandungan.


"Sayang, aku pengen makan ayam geprek", Laras menyebutkan nama tempat di plaza dekat kota mereka.


" Iya, tapi berjanjilah kau sungguhan ingin makan. Jangan mengerjai ku dengan alasan tidak nafsu makan lagi setelah kita sampai di sana", Hasbi hafal kebiasaan istrinya sejak hamil.


" OK sayang, ayo buruan aku lapar", Laras menarik tangan Hasbi agar mempercepat langkahnya.


Laras sudah duduk dengan dua porsi ayam geprek di hadapan nya. Akhir akhir ini nafsu makan nya berkali kali lipat.


" Makanlah, biar dedek bayi nya cepat besar", Hasbi mengelus perut Laras.


Disaat Hasbi sedang asyik melihat Laras yang lahap sekali dengan makanannya, tubuh Hasbi terasa gemetar.


Di ujung sana, tepat di kasir Food court Hasbi melihat seorang perempuan.


Perempuan yang pernah lima tahun menjadi penghuni hatinya. Ia mematung saat perempuan itu juga melihatnya dan mereka bersitatap untuk sekian detik.


Jauh sebelum pagi membuka dengan fajarnya


Aku jadi bintang pada malam malam mu


Aku tidak hanya menerangimu dengan redupku


Atau jadi teman kala sepi malam malam mu


Tapi lebih dari itu.


Perempuan itu berjalan ke arah Hasbi dan Laras, semakin dekat langkah kaki perempuan itu semakin tak menentu debaran di dada Hasbi.


Perempuan itu sudah berdiri di hadapan Hasbi .


" Hasbi... kau disini, bagaimana kabarmu?", suara lembut perempuan itu membuat Laras yang sedang asyik makan ikut menoleh.


Hasbi gemetar rasanya, setelah perempuan ini menghilang tanpa kabar membuat ia hampir tak punya semangat hidup dan sekarang tanpa permisi ia hadir saat Hasbi sudah menemukan cinta lagi.

__ADS_1


Ada perasaan yang mencuat dari lubuk hati Hasbi.


" Amira... kau mungkin bisa tersenyum saat melihat indah nya daun berguguran, tapi apa kau tau bagaimana perasaan ranting yang di tinggalkan?".


Hasbi berkata pilu dalam hati.


" A...Amira, kau?", seolah Hasbi masih tak percaya perempuan yang ada di hadapan nya saat ini adalah Amira.


" Aku baik baik saja, kau bagaimana kabarmu?", tanya Hasbi terbata .


Sebenarnya yang ingin ia ucap kan adalah


" Kemana saja selama ini kau meninggalkan ku tanpa ada kabar sedikitpun".


Namun Hasbi sadar saat ini ada Laras yang sudah menjadi istrinya.


Belum sempat Amira menjawab, Laras sudah bertanya pada Hasbi .


" Sayang, ini siapa?".


" Ohh iya, kenalin ini Amira. Ia teman lamaku".


" Amira, ini Laras dia istriku".


Hasbi tak mengatakan pada Laras kalau perempuan di hadapan nya inilah yang dulu sudah meninggalkan nya .


Amira dan Laras saling berjabat tangan.


Laras dengan keceriaan nya menyapa Amira dan mempersilahkan nya duduk untuk gabung bersama mereka .


Namun berbeda dengan Laras, Amira tak banyak bicara. Dari raut wajahnya ia masih menyimpan kecewa.


" Iya, maaf tidak mengabarimu karena aku tak tau kau dimana", jawaban Hasbi seperti menampar Amira dengan sebuah kenyataan bahwa dirinya lah yang pergi tanpa kabar.


" Aku tinggal di luar kota, bersama pamanku", Amira hanya menjawab singkat.


Ia tampaknya masih menyimpan perasaan kepada laki laki yang sekarang sudah menjadi mantan kekasihnya.


Meskipun tak ada kata putus dalam hubungan mereka, namun status Hasbi yang sekarang sudah memiliki istri membuat Amira tak pantas lagi menganggap Hasbi menjadi orang yang spesial dalam hidupnya.


Ia tak ingin berlama lama melihat Hasbi dan istrinya. Meskipun sebenarnya ia kembali ke kota ini karena ia benar benar rindu pada Hasbi.


Ia memang berniat menemui dan menghubungi laki laki itu, namun sebuah kebetulan sudah mempertemukan mereka terlebih dahulu disini.


Semua tak sesuai harapan Amira, ia pikir laki laki itu masih setia dengan perasaan nya.


Namun sekarang yang ia dapati lelaki ini bahkan sudah mempunyai istri.


" Secepat itukah kau mendapat pengganti, sementara aku masih saja sendiri", gumam Amira di dalam hati.


Ia meremas jarinya sendiri, ia tau perpisahan mereka adalah karena kesalahannya yang tak mau menunggu. Lalu menghilang tanpa mengabari, dan sekarang ia kembali lagi berharap Hasbi masih menerimanya dengan tangan terbuka. Tak mungkin lagi rasanya.


" Hasbi, aku pulang ya. Senang bertemu denganmu lagi", Hasbi tau kalimat Amira itu terdengar hanya basa basi.


Ia tau sorot mata perempuan itu berkata lain.


" Laras, senang berkenalan dengan mu", Amira lalu pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.


Padahal ia rindu dengan lelaki itu, ia baru dua hari kembali ke kota ini.

__ADS_1


Niat nya hanya untuk bertemu Hasbi, ia pikir saat bertemu ia akan melepas rindu dengan saling berpelukan dan menyatakan perasaan masing masing yang masih saling cinta .


Namun semua di luar prediksi Amira.


Jangan bilang lega setelah bertemu,


karena nyatanya pertemuan bukan obat


dari kerinduan tapi hanya penenang


menjelang pulang .


Laras tak menangkap curiga sama sekali, ia melanjutkan makan nya.


Sedangkan Hasbi hanya duduk mematung , ia tak menyangka Amira akan hadir lagi di hidupnya.


Jujur ia merasa perasaan nya terusik dengan kehadiran Amira.


Bagaimanapun perempuan itu pernah lama menetap di hati Hasbi. Mereka pernah mengikat janji, dan perpisahan mereka pun begitu saja tanpa salah siapa siapa.


" Amira kenapa kau hadir lagi sekarang, saat aku sudah mempunyai Laras?".


" Tuhan, ujian apa lagi ini?".


" Jujur, aku pun rindu tapi aku tau tak kan mungkin aku meneruskan itu".


Hasbi sekarang merasakan bagaimana rasanya jadi Kak Dena, ketika di hadapkan dengan dua orang yang sama sama ada di dalam hati.


" Laras, cepat selesaikan makan mu. Kepala ku pusing aku ingin cepat pulang", Hasbi mengusap lembut kepala istrinya itu.


Ia benar benar lemas rasanya dengan kejutan hari ini.


Tapi memang dasar Hasbi dan Laras, sampai di rumah bukan nya beristirahat malah ingat dengan jawaban dari dokter kandungan tadi.


Laras menyeringai tipis, menarik suaminya untuk segera naik ke tempat tidur .


" Laras, kau mau apa siang bolong begini", Hasbi pura pura tak tau.


Laras tak mempedulikan pertanyaan suaminya, ia sudah melepas semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Dan melakukan hal yang sama pada suami nya.


Kemudian siang itu, Laras membuat Hasbi lupa akan pertemuan nya tadi dengan Amira.


Ia kembali memberikan kepuasan batin pada suaminya.


" Dasar nakal, kau terus saja menggodaku. Rasakan ini...", kali ini Hasbi yang membuat istrinya tak berdaya dengan serangan gila yang terus ia lancarkan.


Bayangan Amira kini menghilang dari pikiran nya kala menatap wajah istrinya yang kelelahan mengimbangi permainan nya yang dahsyat.


" Maaf Amira, saat ini hanya Laras yang bisa membuatku mabuk kepayang seperti ini".


...----------------...


Hhhhmmm masa lalu itu ternyata Amira .


Mudah mudahan pertemuan Hasbi dan Amira tak pernah berlanjut lagi ya readers.


Maunya sih begitu, tapi kayak nya seru deh kalau Laras cemburu dan marah.


Paling juga dikasih jatah di kamar seharian sudah bikin Laras lupa akan cemburu nya, hehehe🤭

__ADS_1


Jangan lupa pencet jempol n tinggal jejak komen ya. Semangat senin, jangan lupa vote ny yuk buat karya otor🥰🥰🙏


__ADS_2