Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Resmi bercerai


__ADS_3

Titik terakhir dari menyerah adalah membebaskan.


Tidak lagi mengatur, mengiyakan segalanya


dan berhenti untuk peduli.


Dan mulai hari itu, kita tak lagi menyukai


perdebatan.


Semua perkataan mu aku iyakan


dan semua keinginanmu aku persilahkan.


Termasuk perceraian.


Tangis Lisa tertahan di ujung kelopak matanya, ia menatap Juna yang sudah lelap tertidur di kamar ketika ia baru saja pulang bekerja.


Anak laki laki itu harus menjadi korban atas perceraian kedua orang tuanya.


Meski Adam dan Lisa tetap memberikan perhatian penuh kepada Juna seolah tak terjadi apa apa di antara mereka, namun naluri anak itu begitu kuat atas apa yang menimpa kedua orang tuanya.


Ia terlihat sering melamun, tak tertarik untuk makan bahkan bermain. Senin kemarin Lisa datang ke sekolah Juna karena panggilan dari guru Juna yang ingin menanyakan hal apa yang membuat bocah periang itu sekarang berubah menjadi pendiam.


Akhirnya Lisa terpaksa menceritakan mengenai perceraian nya dengan Adam.


Guru pembimbing Juna itu turut prihatin, dan berjanji akan terus mengawasi perilaku Juna setiap harinya di sekolah.


Lisa mengelus pelan kepala Juna, tak ingin membuat nya terbangun .


Ia mengecup lembut pipi anak lelaki nya itu, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah juga.


" Mama janji nak, mama tidak akan membiarkan Juna bersedih".


" Mama akan selalu bahagiain Juna", Lisa menyebut satu persatu janji dan harapan nya kelak di masa depan bersama putra nya.


Tak ada yang boleh bersedih atas perpisahan ini, termasuk Adam. Itulah harapan lisa.


" Berbahagialah Mas, agar hancur ku tak sia sia".


Besok adalah sidang kedua perceraian mereka.


Adam dan Lisa sudah mendapat surat panggilan untuk menghadiri sidang esok hari.


Meskipun Lisa yakin, hanya ia dan pengacaranya yang akan hadir.


Ahh sudahlah bukan nya lebih baik memang lelaki itu tak usah datang di persidangan.


Agar semua prosesnya berjalan cepat tanpa ada mediasi.


Lisa kemudian tertidur di sebelah Juna dengan pakaian kerja yang masih melekat karena begitu lelah dengan semua yang ia hadapi.


Pengadilan Agama


Ini kedua kalinya Lisa mendatangi Pengadilan Agama di kota mereka .


Dulu, saat rumah tangga nya bersama Adam masih harmonis ia sering melewati pengadilan agama ini.


Namun ia tak pernah menyangka sama sekali kalau sekarang ia justru berada di dalam nya, di dalam Ruangan Persidangan .


Lisa melihat jam di pergelangan tangan nya, sebentar lagi sidang akan di mulai.

__ADS_1


Hakim dan pengacara nya juga sudah ada di ruangan itu.


Lisa masih saja menatap ke arah pintu ruangan, entah mengapa ia masih mengharap laki laki itu hadir di menit menit terakhir menunggu meskipun ia tau Adam tak akan pernah datang.


" Baiklah, sidang hari ini kita mulai saja karena sudah masuk waktu persidangan dan tergugat belum juga hadir".


Setelah membacakan beberapa keputusan dan menanyakan sekali lagi apakah Lisa selaku tergugat tidak akan mengubah keputusan nya lagi untuk bercerai, hakim mengetuk palu dan memutuskan bahwa pasangan suami istri itu resmi bercerai.


Lisa memegang erat kursi tempatnya duduk, ia merasa ingin jatuh mendengar keputusan yang memang ia tunggu tapi begitu menyakitkan baginya.


" Mas Adam, sekarang kau sedang apa?".


" Taukah kau kalau sekarang kita sudah resmi berpisah, kau sudah menjadi mantan suamiku".


" Tuhan.... kenapa aku sakit sekali rasanya menerima kenyataan ini".


Lisa keluar dari Ruangan Persidangan bersama pengacaranya .


Akta perceraian nanti akan dikirim ke alamat masing masing oleh Pengadilan Agama.


Pengacaranya berusaha menguatkan hati klien nya itu. Walau bagaimanapun, perceraian adalah bukan hal yang begitu mudah untuk diterima.


Pengadilan telah menimbang dan memutuskan bahwa hak asuh anak jatuh ke tangan Lisa.


Meskipun Lisa akan tetap menganggap Juna adalah hak mereka untuk diasuh bersama.


" Adam...."


Harus bagaimana lagi agar aku bisa berhenti teringat akan kenangan tujuh tahun berumah tangga denganmu.


Bukankah harusnya aku melupakan?


Tidak cukupkah luka yang kau berikan?


Setelah pamit mu dari sebuah kehadiran yang hingga kini selalu aku sesalkan.


Karena bagaimanapun caramu berpamitan, perpisahan akan selalu terasa sangat menyakitkan.


*** Sepulang dari pengadilan Agama, Lisa tidak langsung pulang ke rumah namun ia memutuskan untuk kembali ke kantor menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda.


Ia tidak enak hati kalau terlalu sering izin karena urusan pribadi, meskipun Radit selalu memberi nya izin untuk tidak masuk bekerja.


Ia datang ke kantor kemudian menyiapkan berkas berkas yang perlu di tanda tangani bos nya itu.


" Lisa, kenapa kau ada disini?", Radit bertanya heran karena kemarin ia izin untuk ke pengadilan agama lagi .


" Iya dit, aku sudah selesai"


" Maksudku hubungan kami yang telah selesai".


" Tadi hakim sudah mengetuk palu, aku dan Adam sudah resmi bercerai", suara Lisa bergetar.


" Yang sabar ya Lis".


" Ini mungkin yang terbaik untuk dirimu", Radit memeluk menenangkan perempuan di hadapan nya yang sedang menahan tangis.


" Menangis lah, jangan kau tahan".


" Terkadang air mata yang keluar tak selalu menunjukkan kita orang yang lemah"


" Aku yakin kau bisa hidup tanpa laki laki itu", Radit mengusap kepala Lisa yang masih berada dalam pelukan nya.

__ADS_1


" Lisa, sekarang kau sudah dengan status barumu, aku rasa aku berhak suatu saat nanti menyatakan perasaanku", ucap Radit di dalam hati.


Lisa melepas pelukan Radit, ia mengusap air matanya.


" Terima kasih Dit, aku sudah merasa sedikit tenang".


" Ini berkas berkas yang perlu di tanda tangani".


" Aku kembali ke ruangan ku ya".


Lisa masuk ke ruangan kerjanya kemudian mengambil ponsel di tas nya.


Panggilan terhubung,


" Hallo selamat siang Adam", ini untuk pertama kalinya ia menyebut lelaki itu dengan nama nya tanpa embel embel panggilan Mas .


" Iya ada apa?", suara itu lagi lagi terdengar datar.


" Sekarang kau sudah bebas, kita bukan siapa siapa lagi" .


" Tadi pagi di persidangan kedua kita yang tak kau hadiri, hakim telah memutuskan kita resmi bercerai".


" Akta perceraian baru akan keluar satu atau dua minggu lagi, jadi kau bersabarlah jika ingin bersama Dena".


Adam yang tadinya hanya diam, kali ini bersuara karena Lisa menyebut nama Dena.


" Lisa, dengar aku!!".


" Jangan kau bawa Dena dalam perceraian kita".


" Ia tidak salah, aku yang mencintainya".


" Ia tidak menganggap ku siapa siapa, ia sudah punya kekasih".


" Ingat itu".


Lisa semakin dibuat geram oleh perkataan Adam yang masih saja tak ingin Dena ikut di salahkan .


" Itu bukan urusanku, Adam", Lisa menekankan nada bicaranya ketika menyebut nama Adam.


Seolah ingin membuktikan ia tak perlu menghormati laki laki itu lagi .


" Aku harap kau tetap memberikan waktumu untuk Juna, meskipun kita sudah berpisah".


Adam tak menjawab apa apa, diam....


Hening ..


Dan kemudian telepon ia tutup.


...----------------...


Lisa sudah resmi jadi janda..


Apa Radit serius ingin kembali pada Lisa??


Ikutin terus ya up berikutnya..


Mudah mudahan otor nya sehat terus jd bs up 2 atau 3 dalam sehari.


Pencet like n kasih vote ya untuk karya author 🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2