Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Malam pertama lagi


__ADS_3

Hampir setiap hari Dena datang mengunjungi Noah di ruang NICU.


Hampir satu bulan usia Noah saat ini.


Hari itu Dena datang bersama Adrian, mereka mendapat kabar bahagia ketika sampai di ruangan.


" Bu, bayi Ibu sudah melewati beberapa tahapan observasi dan dokter mengizinkan Ibu untuk mulai menggendong nya dengan metode Kangooroo Mother Care", perawat di ruangan itu membuka semua tutup inkubator kemudian dengan cekatan memasang bedong di tubuh telanjang Noah.


Ia membawa Noah dan Dena ke Ruangan khusus menyusui di dalam Ruangan NICU. Perawat meminta Dena melepas kancing baju hingga meletakkan tubuh Noah di dada ibunya hingga kontak skin to skin terjadi.


Kemudian perawat melilit tubuh Noah dengan kain panjang melingkar di tubuh Dena sehingga terlihat seperti Ibu Kangoroo menggendong anaknya.


Untuk pertama kali Dena takjub, ia bisa menggendong bayi mungil nya.


Ia terus memeluk bayi nya hingga merasakan hangat antara kulit mereka yang bersentuhan.


" Sayang, lihat lah Noah nyaman di dalam dekapanmu", ucap Adrian.


Dema mengelus kepala mungil bayinya yang ditumbuhi rambut hitam yang cukup lebat.


Perawat mengatakan Noah harus sering digendong dengan metode ini agar suhu tubuhnya cepat stabil dan tetap hangat.


Dena juga hari itu diberi kesempatan untuk melatih Noah menghisap susu dari botol dot.


Noah kelihatan kesulitan melakukannya, bayi mungil itu lebih banyak tidur dan mengantuk di saat sesi minum susu. Membuat Dena dan Adrian tertawa lucu melihat wajah Noah yang susah sekali untuk bangun.


" Hey sayang mama, ayo lah minum susu nya anak pintar. Kalau noah sudah bisa minum susu di botol ini Noah sudah bisa pulang, tidurnya sama mama dan papa nak", Dena terus mencoba membangunkan Noah dengan menggelitik telapak kaki dan telinga nya sesuai yang di ajarkan perawat.


Namun bayi mungil yang sekarang sudah berbobot 1,6 kg itu hanya terbangun sebentar, menghisap sedikit susu nya lalu berhenti dan tidur lagi.


Hari itu sudah cukup Dena menghabiskan waktu 1 jam di ruangan menyusui bersama Noah. Bayi itu kemudian di letakkan kembali ke dalam inkubator.


Waktu kebersamaan yang begitu singkat tadi membuat Dena bahkan tak bisa tidur di malam hari karena kembali terus mengingatnya.


" Sayang, sudah malam. Tidurlah", Adrian melihat Dena masih saja belum memejamkan matanya.


Dena tak menjawab, hanya senyum senyum sendiri mengingat kelakuan lucu Noah tadi siang. Dena memeluk erat Adrian.


" Aku rindu Noah, hehe".


Adrian membalas pelukan istrinya, tentu saja ia tak tahan dengan sentuhan yang terjadi antara mereka berdua saat itu.


" Sayang, apa kau sudah selesai dengan masa nifasmu?", Adrian bertanya.


Dena tertawa, ia mengerti sekali maksud suaminya.


" Hahaha, sudah sayang. kenapa memangnya?", Dena masih ingin melihat suaminya merengek.

__ADS_1


" Hhmm, kau tidak kasihan dengan suami mu yang sudah cukup lama berpuasa ini?" , Adrian mengingat kembali kapan ia terakhir bercinta dengan istrinya.


Sepertinya saat Dena hamil 6 bulan, itu pun Adrian melakukan nya dengan sangat pelan karena kondisi kandungan Dena yang lemah saat itu. Itu berarti ia sudah berpuasa dua bulan lama nya.


" Kau mau melakukan nya malam ini?" , dena balik bertanya.


" Tentu saja, itupun kalau kau tidak lelah. Tapi kalau kau lelah tidak apa apa, aku tak akan memaksa", ucap Adrian


Dena kembali dibuat tertawa oleh suami nya.


" Hey...kenapa kau bertingkah seperti saat dulu kita masih pacaran? Ayolah jadi Adrian yang seperti kemarin saat ingin bercinta terus memaksa dan melakukan nya dengan liar", pinta Dena.


" Oohhh, jadi kau menantangku Hah?", Adrian menggelitik perut istrinya.


Dena menggeliat geli.


" Baiklah kalau kau minta aku untuk melakukan nya dengan liar".


Adrian mulai mengecup bibir sensual milik istrinya, dilumat nya dengan penuh hasrat hingga tak memberi waktu untuk Dena menarik nafas hingga membuat istrinya itu sedikit gelagapan.


Ia kemudian melancarkan kecupan kecupan keras di leher yang beberapa bulan terakhir ini bersih dari bekas merah.


Malam ini Adrian kembali membuat stempel kepemilikan nya di leher dan dada milik istrinya, membuat perempuan itu berkali kali mengerang kecil karena nikmat.


Ia menyusuri perut Dena dan meraba bekas jahitan operasi nya, sedikit mengingatkan tentang perjuangan perempuan itu untuk melahirkan benih milik nya.


Hasrat nya sudah sampai ke ubun ubun, ia kembali menunjukkan betapa panas nya dirinya saat sedang bercinta.


Adrian sudah tak tahan ingin buka puasa sepertinya, hehehe


Ia mulai menikmati liang sempit milik istrinya yang sudah lama tak ia jamah.


Seperti biasa, ia melakukannya dengan penuh gelora. Selalu memakai segala tenaga yang ia punya, membuat lawan main nya berguncang hebat di atas ranjang.


Ruangan kamar yang remang remang malam itu dipenuhi suara teriakan Dena yang kewalahan menghadapi Adrian yang semakin tak terkendali.


Ia benar benar sudah menahan untuk waktu yang lama, hingga membuatnya semakin gila menghentak hentak kan tubuh istrinya .


" Kau ingin aku melakukan nya dengan liar kan?", Adrian tak berhenti dengan gerakan memompa nya, dengan posisi istrinya membelakangi tubuh nya kala itu.


Bantal dan selimut sudah berserakan kemana mana, tubuh mereka sudah di penuhi keringat.


Adrian masih belum berhenti dengan liarnya membuat istrinya berkali kali minta ampun, namun ia malah semakin menjadi.


Ia baru menuntaskan permainan nya setelah 1 jam lebih, ia menggerakkan pinggulnya lebih cepat lalu kemudian memuntahkan begitu banyak cairan kental di dalam tubuh istrinya .


" Aaaahhhhh......" ,mereka sama sama berteriak nikmat.

__ADS_1


Diakhiri kecupan di bibir istrinya.


" Terima kasih sayang, aku mencintaimu".


Ia hanya mengizinkan istrinya beristirahat sebentar. Lalu kembali menggila, hingga malam itu mereka melakukan 4 ronde permainan panas itu.


Dena dibuat lemas oleh Adrian, bahkan untuk berjalan ke kamar mandi pun ia seperti menyeret langkahnya karena menahan perih.


Suaminya memang benar benar menggila malam ini. Bekas kecupan memenuhi hampir seluruh tubuhnya, hingga paha nya yang putih mulus tak lepas dari bekas merah.


Adrian berkali kali minta maaf saat ia melihat istrinya masih meringis menahan sakit bekas percintaan mereka.


" Jangan bilang kau akan seperti ini saat nanti Noah sudah boleh pulang ke rumah", Dena membayangkan bayi nya pasti akan terganggu dengan aktivitas mereka yang berisik.


Adrian hanya terkekeh.


" Hehehe, tapi kau suka kan kalau aku memperlakukan mu dengan liar di atas ranjang?".


Pertanyaan Adrian membuat Dena malu.


Reaksi tubuhnya tak bisa berbohong saat mereka sedang bercinta. Ia bahkan beberapa kali menggelinjang hebat dan mulut nya terus meracau meminta Adrian semakin gila melakukan nya.


Nampaknya ia sudah terbiasa dengan permainan kasar Adrian dari awal mereka menikah. Dan ia menikmati itu semua.


Malam itu, mereka benar benar merindukan kehangatan malam pertama.


Melesapkan seurai daging pada daging berbentuk liang bara.


Melepaskan rangsangan pada hasrat yang bergelora.


Dan lemas terkapar terkulai dibelai jemari.


...----------------...


Adrian... jangan sampe bikin adek buat Noah ya😂 bahaya...


Punya satu Noah aja udah bikin Dena bertaruh nyawa.


Mereka lupa sepertinya untuk segera menunda kehamilan dengan program KB😂🤭


Udah ya Adrian, malam ini cukup 4 ronde aja.


Hahaha, sedikit informasi ya.. Adrian menggenapkan nya jadi 5 ronde saat bangun tidur pagi hari.


Ckckck... geleng geleng deh sama Adrian, tapi Dena suka lho dengan kelakuan suaminya yang tampan dan bertubuh atletis itu🥰😍🥰


Lanjut baca terus ya di episode berikutnya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2