Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Transfusi


__ADS_3

" Apa yang terjadi dengan kakak ku?"


" Kau...kenapa bisa bersama Kak Dena"


Hasbi yang datang dengan tergopoh gopoh segera menodong Adam dengan pertanyaan nya yang penuh kecurigaan.


" Ia pingsan di kantin saat makan siang"


" Mereka yang membawa kakak mu kesini"


Adam menunjuk ke arah Puji dan Adrian yang masih berdiri mematung.


Hasbi baru menyadari kalau ada orang lain selain Adam disitu. Amarah nya terkendali saat mendengar cerita Puji bagaimana kejadian yang sebenarnya.


Ia merasa tak enak hati kepada Adam karena telah berprasangka buruk pada lelaki itu


" Terima kasih telah menghubungiku", Hasbi tak ingin menjadi lelaki yang tak tau diri karena bagaimana pun juga Mas Adam sudah berbaik hati menghubungi nya.


" Aku akan menjaga kakak ku dan sudah menghubungi keluargaku, kalian bisa pulang", ucap Hasbi pada Puji dan Adrian.


" Sekali lagi terima kasih sudah membantu membawakan kakak ku kesini".


Adrian dan Puji kemudian pamit untuk segera kembali ke kantor .


Tentu saja Puji senang bukan kepalang, ia bisa berdua di mobil bersama idola nya .


Meskipun sepanjang perjalanan Adrian hanya diam dan tak berniat berbincang sedikit pun pada nya.


Dasar Puji, standar bahagia nya rendah sekali. Di cuekin seperti ini pun ia sudah sangat senang.


" Bodoh amat", fikir nya yang penting ia punya cerita yang bisa ia banggakan kepada perempuan perempuan di kantor nya kalau ia pernah berdua di dalam mobil milik sang idola.


Adam masih berdiri mematung di sebelah Dena yang terbaring. Hasbi terus membangunkan kakak nya, berbisik lembut. Ia sebenar nya ingin mengusir Adam dari sini, namun ia masih punya rasa sopan mengingat lelaki ini yang tadi menghubunginya untuk datang kesini.


Dena nampaknya mulai sadar dari pingsan nya, tangan kiri nya bergerak di ikuti mata nya yang terbuka perlahan.


" Aku kenapa?", ia bertanya pada Hasbi, orang pertama yang ia lihat saat membuka mata .


" Kak Dena, kakak ada di rumah sakit sekarang"


" Kakak tadi pingsan dan di bawa kesini oleh dua rekan kerja kak Dena" .


Dena berusaha mengingat kejadian terakhir yang ia alami. Terakhir rasa nya dia ada di kantin untuk makan siang


Dua orang yang Hasbi maksud pasti lah Adrian dan Puji, begitu fikir Dena.


" Dena, apa yang kau rasakan sekarang?"


" Apa kau pusing", Dena terkejut menyadari Mas adam ada disitu dan masih dengan hal yang sama terus saja bertanya mengkhawatirkan nya.


Dena tak menjawab, ia hanya bertanya dalam hati " kenapa lelaki ini selalu ada di setiap kejadian dalam hidupku?".

__ADS_1


Kehadiran Mas Adam di sisi Dena membuat ia kembali teringat akan pertemuan nya dengan Lisa kala itu yang membuat Dena beberapa hari ini terbebani oleh fikiran fikiran buruk.


" Mas Adam, kembali lah bekerja"


" Terima kasih atas kehadiranmu disini untuk alasan apapun itu"


" Tinggalkan aku dan adik ku saja disini", Dena mengusir lelaki itu secara halus .


Adam menghargai permintaan Dena, ia segera kembali ke ruangan Hemodialisa. Namun sebelum pergi ia masih saja menyempatkan memberikan perhatian kepada Dena,


" Semoga kau baik baik saja dan lekas membaik ya Den", ucapnya dengan memberi senyuman hangat yang lagi lagi masih di rindukan Dena


Mungkin dengan tidak mengetahui segala hal tentang mu aku akan merasa lebih baik,gumam Dena.


*** Dena sudah berada di Ruangan Rawat inap lantai tiga Rumah sakit. Berada disini mengingatkan Dena beberapa bulan lalu saat pertama ia di vonis penyakit gagal ginjal stadium lima.


Ayah, Ibu dan Kak Anjani datang setelah mendapat kabar dari Hasbi.


Ibu memeluk Dena yang terbaring lemah masih dengan selang infus di pergelangan tangan kanan nya.


" Dena, kenapa kau memaksakan diri untuk bekerja kalau kau sedang sakit?", Ibu adalah orang yang paling terlihat khawatir.


" Aku baik baik saja bu, ibu jangan cemas", Dena masih saja ingin menunjukkan pada ibunya kalau ia seorang yang kuat .


Ia tak mau ibu jadi melarang nya untuk bekerja lagi hanya karena ia pingsan di tempat kerja.


Ia tak ingin siapa pun yang tau kalau kondisi nya menurun seperti ini bukan karena ia lelah bekerja, tapi karena beban fikiran yang membuatnya tak bisa tidur selama beberapa malam.


Ya...kondisi psikis seorang pasien gagal ginjal sangat mempengaruhi kondisi kesehatannya juga.


" Dari hasil lab menunjukkan bahwa nona Dena harus segera di transfusi karena kadar hemoglobin nya hanya ada di angka 6,9" , dokter itu membacakan hasil lab yang ia terima.


Pantas saja Dena pingsan, ia kekurangan darah dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah . Harusnya untuk ukuran normal kadar hemoglobin minimal berkisar di angka dua belas.


" Besok pagi kita akan menambah tiga kantong darah untuk membantu menaikkan kadar hemoglobin mu", ucap dokter tersebut .


" Apa kau sering tidur larut malam dan kurang istirahat?"


" Atau mungkin kurang mengkonsumsi protein dan vitamin penambah darah?", dokter tersebut bertanya untuk mencari penyebab nya.


Meskipun pada dasar nya kadar hemoglobin yang rendah, umum terjadi pada pasien cuci darah karena kemampuan ginjal untuk memproduksi sel darah merah sudah tidak berfungsi dengan baik .


" Ia rutin minum vitamin, rutin suntik Hemapo setiap selesai cuci darah, ( suntikan untuk penambah darah),untuk makan pun selalu saya kontrol asupan protein nya", ucap Ibu pada dokter karena ia hafal sekali apa yang setiap hari di konsumsi Dena.


" Hhmm..kalau begitu mungkin Dena kurang istirahat dan kelelahan atau mungkin saja terlalu banyak fikiran", dokter berkata lagi yang membuat Dena semakin cemas keluarga nya akan menyalahkan nya karena memilih kembali bekerja .


" Ayah sudah bilang kan padamu, kamu sementara tidak usah bekerja dulu".


" Istirahat saja di rumah", benar kan apa yang di cemaskan Dena, ayah nya pasti akan melarang nya bekerja.


" Tapi yah....aku tidak merasa lelah di kantor ku, aku hanya susah tidur selama beberapa hari ini, mungkin itu yang menyebabkan hemoglobin ku rendah", Dena berusaha membela diri.

__ADS_1


Hanya Hasbi yang bisa menebak apa yang terjadi pada kakak nya. Hasbi yakin ini ada hubungan nya dengan Mas Adam . Ini pasti karena kak Dena terbebani dengan perasaan nya pada lelaki itu hingga membuatnya banyak fikiran dan suli tidur.


Dokter dan perawat itu meninggalkan ruangan. Hanya ada Dena dan keluarganya sekarang di dalam ruangan itu .


" Ayah...aku mohon jangan pinta aku untuk berhenti bekerja", Dena memasang wajah memelas.


Ayah hanya diam, tak tega mendengar rengekan putri nya itu


" Baiklah, kau masih boleh tetap bekerja".


" Tapi berjanjilah untuk selalu menjaga kesehatanmu".


" Ayah dan Ibu hanya tak ingin melihatmu terbaring lemah di rumah sakit".


" Sungguh?? Terima kasih ayah", mata Dena berbinar bahagia.


Malam ini ia harus beristirahat di rumah sakit, ia harus memastikan bisa tidur nyenyak. Besok ia akan transfusi darah, ia tak ingin lama lama berada di ruangan rawat inap ini.


Ia ingin segera kembali bekerja, untuk kemudian menyiapkan kejujuran bercerita kepada Adrian dan Puji yang telah mengetahui kenyataan yang sebenar nya bahwa ia seorang penderita gagal ginjal .


Sedangkan Mas Adam...entah apa yang akan ia katakan pada lelaki itu jika bertemu lagi di ruangan Hemodialisa. Lelaki itu pasti tak kalah khawatir untuk tau apa yang terjadi pada dirinya. "Apa aku harus mengatakan kalau istri nya lah yang membuatku seperti seorang pesakitan yang hina?".


" Apa perlu aku katakan pada ku kalau istrimu bertemu denganku dan berusaha mencerca dengan kalimat halus nya?".


Dena harus siap untuk jawaban jawaban dari pertanyaan laki laki itu atau lagi lagi hanya bersikap diam.


*** Perlahan lahan lukaku memudar


Perih yang dulu pernah ku rasa kini pun terlihat samar .


Meski pada kenyataannya masih meninggalkan memar.


Namun kini ku sadar bahwa cinta tak perlu ku kejar.


Semesta pun kini terasa lebih lapang.


Walaupun kita berdua sudah tak lagi saling berbincang .


Namun hatiku merasa sedikit memiliki ruang yang tenang.


Untuk sekedar mengenang atau menyimpan rasa sayang.


Terima kasih sudah hadir menjadi bagian dari cerita pada lembaran kehidupanku.


Kau adalah hal baik yang Tuhan kirimkan untuk menjadi pembelajaran bagiku.


Bahwa segala hal yang tergenggam pun pada kenyataan nya hanyalah ilusi yang semu.


Dan pada cintamu aku menitipkan rindu tanpa temu.


...****************...

__ADS_1


Selamat malam pembaca setia " Cinta dalam jarum kupu kupu", ikuti terus ya episode selanjutnya .


Bocoran sedikit next episode akan mengisahkan hubungan Adrian dan Dena yang mulai dekat. Tunggu ya update nya, terima kasih🥰🥰


__ADS_2