Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Pulang ke kampung halaman


__ADS_3

Selepas kepulangan Mas Adam malam itu, Dena mengutuk dirinya sendiri. Bisa bisa nya ia memasrahkan diri menuruti segala hasratnya.


" Adrian, maafkan aku yang lagi lagi mengkhianatimu, jujur aku butuh semua itu", Dena memukul bantal yang sedari tadi ia peluk.


Dena mengingat lagi kejadian di kamar bersama Mas Adam, ia tak memungkiri kalau sebenarnya ia menikmati setiap sentuhan lembut dari laki laki itu.


" Aahhh..kenapa aku jadi dilema seperti ini, aku belum ingin menikah lagi tapi aku begitu ingin disentuh oleh lelaki itu ", umpat Dena di dalam hatinya.


Satu minggu sudah berlalu sejak kejadian malam itu, satu minggu pula Mas Adam dan Dena tidak saling berkomunikasi apalagi bertemu.


Sebenarnya mereka sama sama memendam rindu, namun Mas Adam sengaja tidak menyapa Dena. Biarlah, biar perempuan itu diolok olok inginkan temu. Biar lah ia tertidur tanpa harus digauli bayangan dirinya, terlelap sampai esok pagi hingga mentari datang sirnakan pilu. Atau mungkin kembali di kencani jemu, atas cinta yang ambigu.


Pagi itu, akhirnya Dena menerima pesan singkat dari Mas Adam. Tangan nya bergetar, ia menggigit bibirnya karena merasa panik.


" Selamat pagi Dena, aku ingin mengabarimu kalau aku akan berangkat pagi ini. Aku harus pulang ke kampung halamanku selama beberapa bulan. Maaf aku tidak bisa pamit langsung padamu, jaga dirimu baik baik ya", begitulah isi pesan yang dikirimkan Mas Adam.


Dena membalas pesan itu dengan menelepon Mas Adam.


" Mas, kau dimana sekarang?", tanya Dena tanpa basa basi.


" Aku sudah di perjalanan menuju Bandara ".


" Tunggu aku sebentar di Bandara Mas, aku ingin bertemu denganmu ", Dena langsung menutup telepon nya dan bergegas melajukan kendaraan menuju Bandara.


Dena berlari menuju terminal keberangkatan, berharap Mas Adam masih menunggunya di luar. Matanya tajam menyapu ke segala penjuru , mencari laki laki itu diantara lalu lalang orang orang.


Akhirnya matanya tertuju pada apa yang ia cari, laki laki itu tampak berdiri dan mencari keberadaan Dena, satu tangan nya memegang sebuah koper besar.


" Mas Adam ", suara Dena membuat laki laki itu menoleh.


" Syukurlah Mas Adam masih menunggu ".


" Kenapa tiba tiba Mas Adam pulang ke kampung halaman?", tanya Dena.


" Sebenarnya sudah lama aku ingin kembali kesana, beberapa usaha ku mulai aku rintis di kampung halamanku. Tapi beberapa bulan terakhir ini, aku punya tugas lebih penting yaitu menjaga kau dan Noah. Jadi aku mengurungkan niatku itu".


Dena menarik nafas panjang.


" Maafkan aku mas, kau tak harus melakukan ini semua untuk ku. Aku bisa menjaga diriku dan Noah".


" Tidak apa apa, ini semua sudah kewajibanku. Aku yang minta maaf karena selama beberapa bulan tidak bisa di dekatmu dan Noah. Ibuku sakit keras, jadi Ayahku memintaku untuk pulang ".


Dena menunduk, ia ingin sekali mengatakan pada laki laki ini bahwa ia tak ingin ditinggalkan. Namun apalah daya, ia tak punya hak untuk itu.


" Mas Adam ingat, pertama kali kita bertemu di Bandara ini?".

__ADS_1


" Tentu saja, aku selalu mengingat hal sekecil apapun tentang mu", kali ini Mas Adam meraih tangan perempuan itu lalu menggenggamnya.


" Aku akan menunggumu, dan aku harap kau juga sabar menunggu kepulangan ku. Jika nanti aku kembali ke kota ini, aku ingin ada perkembangan untuk hubungan kita".


Dena mengangguk, matanya berkaca kaca.


Mas Adam melirik jam di pergelangan tangan nya.


" Aku harus masuk sekarang, jaga dirimu baik baik ya. Dan jaga Noah ", Mas Adam memeluk erat tubuh perempuan itu lalu mengecup kening nya.


Mata Dena yang sedari tadi berkaca kaca akhirnya meneteskan bulir bulir bening membasahi pipinya.


" Hey, jangan menangis", Mas Adam mengusap pipi Dena.


" Aku masih kembali ke kota ini, doakan Ibu ku cepat sembuh ".


Dena semakin mengencangkan pelukan nya, seolah takut dengan kepergian lelaki ini .


" Aku sudah pernah merasakan kehilangan orang yang aku sayang, kali ini aku takut itu terjadi lagi dalam hidupku", Dena masih terisak.


Tak lama ia mengendorkan dekapan nya, ia mendongak menatap wajah Mas Adam.


" Aku mencintaimu Mas, masih sama seperti dulu. Namun entah mengapa aku takut untuk memulainya kembali ".


" Yang perlu kau lakukan saat ini hanyalah menungguku pulang, aku janji kita akan menikah saat aku kembali ke kota ini ".


Dena akhirnya mengikat hubungan dengan laki laki itu justru saat mereka harus saling berjauhan.


Sebuah kecupan lembut di bibir nya menutup perpisahan mereka pagi ini. Mereka tak menghiraukan lagi orang orang di sekitar yang menatap tajam akibat ciuman singkat tadi.


Mas Adam melambaikan tangan nya ketika masuk ke ruangan kaca di hadapan Dena.


Dena masih menunggu sampai tubuh laki laki itu hilang dari pandangan nya.


Ia merasakan kekosongan dalam hatinya, separuh dari dirinya terasa ikut dibawa pergi oleh lelaki itu.


Sementara Mas Adam di dalam ruang tunggu Bandara sana, terlihat tersenyum penuh kebahagiaan. Akhirnya, Dena menerima perasaan yang sudah tumbuh subur sejak dulu dengan pernyataan cintanya.


Dua jam mengudara, Adam akhirnya mendarat di tanah kelahiran nya. Ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara, ia. mempunyai seorang adik perempuan yang masih duduk di bangku kuliah.


Kedatangan nya di sambut haru oleh Ayah nya.


" Cepatlah temui Ibu mu di kamar ", pinta Ayah.


Adam mendapati perempuan berumur 60 tahun itu terbaring lemah di atas tempat tidur.

__ADS_1


Sudah lima tahun terakhir Ibunya menderita stroke, hingga segala aktifitas nya hanya ia lakukan di atas tempat tidur. Dan akhir akhir ini kondisi nya semakin menurun karena penyakit diabetes nya.


" Akhirnya kau pulang juga Nak, Ibu rindu ", Ibu Adam terlihat berkaca kaca ketika putra satu satunya mencium dan memeluknya.


" Maafkan aku bu, baru bisa pulang sekarang menjenguk Ibu ", Mas Adam ingat sekali ia terakhir pulang satu tahun lalu saat menemani Adrian ke jakarta.


" Kenapa kau tidak membawa Juna? Ibu rindu pada cucu Ibu ", Ibu berkata lemah sambil menatap putra kesayangan nya.


" Juna tidak bisa ikut bu, ia tidak libur sekolah. Aku janji nanti aku akan membawa nya kesini ", dalam hati ia berharap nanti tak hanya membawa Juna, tapi juga membawa Dena dan Noah yang akan ia kenalkan sebagai calon istrinya.


Ayah masuk ke kamar, bergabung bersama Ibu dan Adam.


" Istirahatlah dulu, nanti malam kita akan kedatangan tamu ".


" Ada hal yang mau Ayah sampaikan padamu".


Adam menautkan kedua alis nya, berpikir hal apa yang akan disampaikan oleh Ayahnya, dan tamu? Siapa nanti yang akan datang ke rumah?


Ia beristirahat, berbaring di kamar nya. Kamar masa remaja nya yang tidak banyak berubah.


Ia meraih ponsel, menghubungi Dena mengabarkan kalau ia sudah tiba di kampung halaman nya.


" Aku merindukan mu ", ucap nya lembut.


Lama sekali mereka berbincang di telepon, Adam mengatakan rencana rencana nya setelah kembali dari kampung halaman nanti.


" Aku akan benar benar menepati janjiku pada Adrian untuk menjagamu, dengan cara menghalalkan mu sebagai istriku. Aku harap kau benar benar sudah siap saat aku kembali nanti".


Perempuan itu tak banyak berbicara, hanya mengiyakan dengan kalimat kalimat singkat.


Aahhh...kau dari dulu tak banyak berubah. Tak pernah panjang mengutarakan semua yang kau rasakan dengan kata katamu.


Semoga kita berdua tidak berada dalam kesalahan, kau tidak salah memahami caraku mencintaimu dan aku pun tak salah mengartikan bagaimana caranya dirimu ingin di cintai.


...----------------...


Begitulah akhirnya, mereka harus menjalani hubungan jarak jauh selama beberapa bulan ke depan.


Apakah semua nya akan mulus mulus saja seperti yang direncanakan Adam?


Atau masih ada penghalang lain nya?


Kayak nya mereka berdua harus bersabar lagi karena ujian belum selesai.


Jangan lupa like komen nya, tunggu up nya lagi nanti malam ya 🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2