Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Sidang pertama


__ADS_3

Pagi itu Lisa sedang menyiapkan beberapa berkas yang diminta Radit untuk meninjau proyek besar yang Perusahaan itu garap selama hampir setahun penuh.


Sebelum tutup tahun, Radit ingin memastikan semuanya selesai sesuai jadwal .


Lisa sudah selesai dengan tugas nya, namun ia masih belum beranjak dari ruangan Radit sang pemilik Perusahaan.


" Pak Radit, maaf apa besok saya bisa izin untuk tidak masuk kerja?", tanya Lisa.


Radit terkekeh mendengar ucapan Lisa.


" Hey...jangan panggil aku bapak kalau hanya ada kita berdua".


Lisa menghargai kedudukan lelaki ini sebagai Pemilik Perusahaan tempat ia bekerja, makanya ia membiasakan diri untuk memanggil dengan panggilan bapak jika mereka sedang berada di kantor.


" Ehh iya, Radit bolehkah besok aku izin tidak masuk kerja satu hari?".


" Kau ada keperluan apa memangnya Lisa?".


" Besok aku akan datang ke pengadilan agama untuk sidang perceraian ku", ucap Lisa dengan nada sedikit sedih.


Seperti apapun perasaan nya terhadap Adam sekarang, namun perceraian adalah hal yang tak mudah untuk diterima baginya terlebih ia memiliki seorang anak.


" Ohh ya?"


" Baiklah besok kau boleh libur dulu, aku berharap semua berjalan lancar".


Tentu saja itu harapan yang paling jujur di dalam hati Radit. Ia menunggu status baru Lisa, agar ia lebih mudah menentukan langkah jika ingin menyatakan perasaan dengan perempuan itu.


" Terima kasih Radit, aku akan lembur malam ini untuk menyelesaikan pekerjaanku".


" Tidak usah lembur Lis, kau beristirahat lah agar besok di persidangan kondisi tubuh mu benar benar fit".


" Sekali lagi terima kasih Dit untuk segala pengertian mu", Lisa membalas nya dengan senyuman penuh rasa keberuntungan.


" Lis, apa Adam akan datang di persidangan mu besok?", Radit berusaha ingin tau.


Lisa mengangkat kedua bahunya.


" Entah lah, tapi surat panggilan untuk persidangan sudah dikirim kerumahnya".


" Dan aku sudah menghubunginya, mengingatkan agar ia datang di persidangan besok".


" Lalu dia jawab apa Lis?".


" Dia hanya diam Dit, tak ada jawaban apa apa darinya".


" Pasti sesungguhnya Lisa sangat hancur dengan perceraian ini", ucap Radit dalam hati.


" Adam, kau laki laki bodoh ".


" Kenapa kau sia sia kan perempuan baik seperti Lisa".


" Aku penasaran bagaimana cantik dan baik nya perempuan yang kau sukai hingga kau rela melepas istrimu".


Radit memaki maki kebodohan Adam .


Lisa kembali ke ruangan kerjanya, ia masih melamun memikirkan jalan hidup nya yang seperti ini.


" Dena, perempuan itu apa kabarnya?".


" Apa dia tau dan senang dengan perpisahan ku dengan Mas Adam?".

__ADS_1


" Tapi bukankah dia juga sekarang sudah punya kekasih?".


Lisa masih penasaran dengan hubungan Dena dan Mas Adam saat ini. Meski Mas Adam menceraikan nya, bukan berarti suami yang sebentar lagi jadi mantan suaminya itu menjalin hubungan dengan Dena.


Lisa tau bagaimana prinsip Adam, ia tau hati suaminya. Laki laki itu akan ikhlas mencintai walaupun tidak pernah memiliki. Baginya urusan mencintai tak seperti kita membeli sebuah barang.


" Aku ingin fokus dengan perceraian ku dulu, nanti saat aku sudah resmi bercerai dengan Adam aku akan menemui Dena", ucap Lisa dalam hati.


Pengadilan Agama, Rabu pagi


Lisa pagi pagi sekali sudah tiba di pengadilan agama setempat .


Ia datang bersama pengacaranya, padahal sidang perceraian nya baru akan berlangsung dua jam lagi.


Pengadilan agama pagi itu ramai di penuhi pasangan yang juga akan menjalani sidang perceraian. Nampaknya perceraian di negeri ini sedang marak maraknya entah karena perselingkuhan, KDRT atau juga karena himpitan ekonomi.


Lisa dan pengacara nya menunggu di depan ruangan sidang. Duduk di sebuah kursi panjang.


" Ibu Lisa apa Ibu tetap mau hadir nanti di ruangan persidangan?", tanya pengacaranya.


" Jika ibu tidak ingin hadir juga tidak masalah bu, bisa diwakilkan dengan saya selaku kuasa hukum Bu lisa".


" Saya akan tetap ingin hadir di persidangan Pak, meskipun sudah tidak ada harapan untuk rujuk tapi saya ingin mengikuti semua proses nya".


Sidang akan dimulai 10 menit lagi, tapi Adam belum tampak hadir di Pengadilan Agama.


Lisa menghubungi Adam untuk menanyakan keberadaan nya.


" Hallo Mas, kau tidak lupa kan hari ini hari persidangan pertama kita?".


" Kau dimana?".


" Aku di rumah sakit, sibuk dengan pekerjaanku", jawab Adam tanpa ada ucapan maaf sama sekali karena tidak bisa hadir .


Lisa ingin sekali membanting ponsel yang ia pegang karena kecewa sekali dengan lelaki yang masih sah jadi suaminya itu.


Ia kecewa bukan karena ia masih berharap suaminya berubah fikiran saat persidangan dan meminta rujuk, namun ia kecewa bahkan di saat terakhir keputusan pernikahan mereka akan berakhir pun lelaki itu tak mau hadir.


Setidak nya ia datang untuk menghargai keputusan bercerai mereka secara baik baik, tidakkah waktu tujuh tahun yang mereka lalui bersama sudah ia buang semuanya menjadi kenangan buruk.


" Kenapa kau tidak mau hadir Mas?".


" Apa karena hari ini hari rabu, kau tak ingin kehilangan momen satu hari tak melihat perempuan yang kau cintai itu?", tanya Lisa dengan nada bergetar.


" Tidak ada hubungan nya sama sekali dengan Dena, ia tidak tau apa apa tentang perceraian kita".


" Bukan nya kau juga ingin semua ini cepat selesai kan?".


" Jadi aku tak perlu datang agar proses nya bisa di percepat", Adam berkata datar tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


" Ya, aku sudah muak dengan laki laki tak punya hati sepertimu", Lisa berkata kasar, ia tak ingin harga dirinya dijatuhkan lagi.


" Bukankah kau juga senang jika berpisah denganku?".


" Kau bisa kembali lagi dengan mantan kekasih mu yang sekarang jadi Bos mu".


Lisa tergagap mendengar ucapan Adam barusan .


" Darimana dia tau kalau aku sekarang dekat dengan Radit?", tanya Lisa dalam hati.


" Jangan memutar balikkan fakta seolah aku yang berkhianat Mas".

__ADS_1


" Jangan kau lempar kesalahan padaku".


" Bukankah kau yang memulai semuanya?".


" Dan satu lagi, darimana kau tau kalau aku akan kembali pada Radit?", nada bicara Lisa semakin meninggi karena terpancing emosi .


" Sudahlah Lisa, kau tak perlu tau aku tau darimana".


" Lagi pula aku tak peduli dengan hal itu".


" Kau lebih baik hidup bersama lelaki yang mencintaimu, meskipun aku tidak bersama dengan Dena setelah kita bercerai tapi hatiku tak bisa lagi mencintai wanita lain termasuk dirimu".


" Jadi aku mohon jangan kau anggap pusing tentang ketidakhadiran ku di persidangan".


Kemudian tanpa menunggu jawaban Lisa, Adam menutup telepon nya.


Lisa memegang dada nya yang terasa jerih, sesak rasanya di saat hancur dan kecewa tapi air mata sudah tak mampu keluar.


" Tuan Adam Dirgantara dan Nyonya Lisa Harviya silahkan masuk ke ruang persidangan",


suara panggilan dari dalam ruangan menghentikan sakit di dada Lisa secara paksa.


Ia dan pengacara nya masuk ke dalam ruangan.


Sidang pertama ini akan mengagendakan proses mediasi antara penggugat yaitu Lisa dan tergugat yaitu Adam.


Namun karena tergugat tidak hadir di persidangan, hari itu hakim mengetuk palu dan memutuskan keputusan verstek.


Sidang pertama ini sudah selesai tanpa mediasi, tinggal menunggu sidang kedua yang diperkirakan dua minggu lagi.


Jika Adam tak hadir lagi di sidang kedua nanti maka hakim akan mengetuk palu bahwa mereka resmi bercerai.


Lisa keluar dari ruang persidangan dengan perasaan campur aduk. Ia lelah dengan semua ini dan ingin cepat selesai.


Pengacara nya melihat wajah Lisa yang hampir menangis.


" Ibu Lisa, jika Ibu tidak sanggup mengikuti sidang, nanti saat sidang kedua Ibu boleh tidak hadir".


" Cukup saya yang mewakilinya".


" Tidak Pak, saya akan tetap datang nanti di persidangan kedua".


" Saya ingin mendengar sendiri ketukan palu dari Hakim ketika memutuskan kami resmi bercerai", Lisa berusaha tegar dengan kalimat nya barusan .


...----------------...


Sederhanakan syarat bahagia mu,


agar secuil apapun nikmat dari Nya


terasa berlimpah ruah...


Peka dan syukurilah, sebelum nikmat


yang ada padamu beranjak pergi meninggalkanmu..


Hai Readers, sudah masuk episode ke 64 ya, planning minimal 100 episode atau bisa lebih.


Ikuti terus ya episode berikut nya.


Jangan lupa like n kasih vote nya🥰🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2