
" Apakah kau mau aku ajak ke suatu tempat yang sangat indah untuk bulan madu kita?", tanya Adam sore itu ketika ia dan Dena pergi berbelanja perlengkapan untuk acara pernikahan.
Dena hanya tersenyum mengangguk tanpa bertanya kemana calon suaminya itu akan mengajak nya pergi.
" Dulu, semasa aku masih kuliah. Aku beberapa kali mengunjungi tempat itu bersama rekan rekanku", Adam melanjutkan ucapan nya.
Kali ini Dena terlihat penasaran mendengar Mas Adam dengan masa remajanya yang sering mengunjungi tempat itu.
" Dimana memang nya?".
Adam menyeringai tipis.
" Kau mau dengar sekarang atau nanti jadi surprise di hari pernikahan kita?".
Dena nampak berpikir sebentar.
" Katakanlah, aku penasaran dengan tempat itu. Apa tempat itu punya banyak kenangan dengan seseorang yang spesial di hatimu?".
Adam tertawa mendengar pertanyaan Dena.
" Tidak semua yang spesial di hati kita adalah seorang kekasih kan? Tentu saja tempat itu spesial, banyak kenangan bersama sahabat sahabat seperjuangan. Terutama saat kami mendaki gunung itu", ucap Mas Adam.
" Hah, gunung? Jadi Mas Adam mau mengajakku mendaki gunung?", Dena terbelalak membayangkan itu.
Mas Adam kembali terkekeh.
" Hehe, tenang saja.. aku akan membawamu ke puncak gunung itu tanpa mendaki".
Dena mengernyitkan dahinya.
Lalu Mas Adam mengatakan rencana nya, ia ingin sekali mengunjungi Lombok setelah hampir 17 tahun lamanya ia terakhir kali datang ke tempat itu.
" Kita akan menghabiskan bulan madu di Gili Trawangan, gugusan pulau kecil di sebelah barat laut pulau Lombok".
" Lalu aku akan membawamu ke puncak Gunung Rinjani yang ada di Pulau Lombok, kau mau kan kita berkemah di Gunung Segara Anak yang terletak di kawah Puncak Gunung Rinjani?", Mas Adam sambil memejamkan matanya seolah masih bisa merasakan udara basah pegunungan itu.
__ADS_1
Mata Dena berbinar, membayangkan hal yang belum pernah ia lakukan seumur hidup nya. Berada di puncak gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia bersama lelaki yang ia cintai.
Mas Adam mengatakan mereka akan berangkat ke Gili Trawangan dari Denpasar, Haris dan Maya pasangan suami istri sahabat Adam semasa kuliah dulu akan ikut bersama mereka. Kedua orang itu dulu teman mendaki Adam, dan sekarang mereka menetap di Denpasar.
" Kita akan berangkat ke Gili Trawangan dengan helikopter milik Haris, mereka nampaknya ingin bernostalgia di Gili Trawangan dan Gunung Rinjani", kata Adam lagi melanjutkan cerita nya.
Baiklah, rencana bulan madu sudah tidak menjadi PR lagi bagi mereka. Tinggal menunggu beberapa hari lagi menjelang hari pernikahan mereka.
****
Rumah kediaman Dena sudah ramai dipenuhi sanak saudara yang akan menyaksikan akad nikah mereka.
Ayah Adam dan Hani sudah sejak kemarin tiba di kota itu, menginap di rumah Adam.
Pagi itu turut dihadiri beberapa rekan Dena dan Adam, nampak hadir Puji yang datang bersama Lukas. Dulu, beberapa bulan dari pernikahan Dena dan Adrian, Dena benar benar menepati janjinya untuk mendekatkan Puji dan Lukas.
Lukas yang kala itu memang sedang sendiri, menerima kehadiran Puji dalam hidupnya. Awalnya hanya berniat coba coba dengan hubungan itu, namun kelamaan Lukas semakin yakin dengan Puji. Tiga tahun lebih mereka menjalin hubungan, nampaknya tak lama lagi mereka juga akan menyusul ke jenjang yang lebih serius.
Tak ketinggalan hadir putra Mas Adam, Juna bocah kecil yang sekarang berusia hampir 9 tahun. Ia datang bersama Lisa dan Radit.
Acara sakral pagi itu berjalan lancar, Dena lah orang yang paling pertama menangis sesenggukan. Tangis haru nya dinikahi lelaki cinta pertama nya bercampur tangis kesedihan karena mengingat Adrian.
Lantunan ijab kabul kedua kali dalam hidup mereka, menghiasi Ruang tamu tempat keluarga berkumpul.
Dena mencium punggung tangan Adam, hari itu ia resmi menjadi istri dari laki laki itu. Namun diantara mereka, tetap tumbuh cinta Adrian yang tak pernah mati.
Selain janji suci pernikahan, Adam juga mengikat janji pada Dena untuk selalu menjaga Noah. Menyayangi bocah laki laki itu seperti menyayangi anak nya sendiri.
Rumah berangsur sepi di kala sore hari. Ayah Adam dan adik perempuan nya Hani memutuskan untuk kembali ke kampung halaman hari itu juga karena tidak bisa meninggalkan Ibu disana terlalu lama.
" Titip salam ku untuk Ibu, nanti aku akan merencanakan pulang ke kampung halaman membawa anak anak dan istriku", ucap Adam kepada Ayah nya sebelum pulang.
Ayah kembali mengatakan doa doa dan harapan nya untuk putra sulung nya itu. Untuk selalu menjaga pernikahan nya hingga akhir hayat. Ayah nampaknya menyukai Dena sebagai menantunya, terlebih lagi Hani. Gadis itu tak henti hentinya mengagumi kecantikan kakak ipar nya.
" Nanti kapan kapan Kak Dena harus datang ke kampung halaman kami, aku ingin bercerita banyak dengan Kak Dena", ucap Hani.
__ADS_1
Dena menyambut Hani dengan hangat, ia juga menyukai Hani yang sama ramah nya dengan Adam.
" Pasti, setelah bulan madu kami, nanti kami akan berkunjung kesana", Mas Adam yang menjawab permintaan Hani tersebut.
" Selamat menikmati bulan madu kalian Mas", Hani memeluk erat Mas Adam dan Dena bergantian sebelum pulang.
Adam tak ingin menunda keberangkatan bulan madu mereka, besok pagi pagi sekali mereka akan berangkat ke Denpasar dengan penerbangan pertama. Karena setiba disana mereka akan langsung berangkat bersama Haris dan Maya menuju Gili Trawangan. Haris yang berprofesi sebagai pilot sudah menyempatkan waktu selama satu minggu untuk ikut berbulan madu bersama Adam dan Dena. Mereka juga nanti akan kedatangan satu pasangan lagi, Rafael sahabat lama mereka juga akan ikut membawa istrinya. Rafael akan berangkat dari Jakarta menuju Denpasar, berjanji bertemu dengan teman mendaki nya dahulu Adam dan Haris.
Ini akan menjadi triple date Honey moon bagi ketiga pasangan ini. Noah tidak ikut dalam perjalanan kali ini, karena tidak memungkinkan rasanya membawa Noah untuk pergi ke Gunung Rinjani nantinya.
Noah akan tinggal bersama Laras dan Hasbi selama satu minggu nanti. Seperti biasa, Laras juga sebenarnya merengek ingin ikut dalam perjalanan Honey moon Dena. Namun Hasbi melarang, selain masih disibukkan dengan aktifitas kantor dan mengasuh Viola, Hasbi tak enak hati untuk kedua kalinya ikut dalam Honey moon kakak nya.
Hari pertama menikah, Adam langsung memboyong Dena untuk tinggal di rumahnya. Noah tak ikut bermalam bersama mereka, karena besok pagi pagi sekali mereka harus ke Bandara.
Malam itu, mereka sudah berada di kamar. Harusnya ini menjadi malam pertama bagi keduanya, namun Adam menahan untuk melakukan itu.
" Istirahatlah, kau pasti lelah. besok kita akan bangun pagi".
" Aku belum mau menyentuhmu malam ini, aku ingin malam pertama kita dilakukan di tempat spesial yang romantis", Adam hanya mengecup kening perempuan yang sekarang menjadi istrinya.
Dena tidak kecewa karena urung bertukar cairan dengan Mas Adam malam itu, baginya apa yang diinginkan Mas Adam adalah hal indah yang akan sabar ia tunggu.
Mas Adam hanya mencumbu kecil tubuh istrinya, meskipun bagian intinya sudah menegang dan menahan sakit untuk segera ditumpahkan. Namun ia tetap menahan nya. Ia mendekap erat perempuan yang sudah terlelap tidur itu.
Untuk pertama kalinya Dena tidur nyenyak dalam pelukan Mas Adam, setelah malam malam panjang ia habiskan sendirian selepas kematian Adrian.
Esok, lusa dan seterusnya wajah lelaki hangat serta teduh yang pertama kali bertemu dengan nya di Bandara inilah yang akan menjadi orang pertama ia lihat saat bangun tidur. Lelaki pemilik jarum kupu kupu yang menumbuhkan cinta pertama di hatinya.
...----------------...
Next episode Thor akan bikin bab yang tak kalah romantis dengan honey moon Adrian dan Dena di Bali waktu itu.
Setelah itu konflik Dena dan Adam kita sudahi dulu, karena cerita akan berkembang ke tokoh tokoh lain dalam cerita ini.
Semangat senin, jangan lupa dukungan vote untuk karya Author yang mungkin masih banyak kekurangan ini🙏🥰
__ADS_1