Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Ingkar


__ADS_3

Sore itu Adam menemani Juna bermain di taman tak jauh dari rumah. Ia memang sudah berjanji pada putranya itu dari minggu kemarin, namun karena kesibukan nya ia baru merealisasikan nya sore ini .


" Ini es cream dan permen lolypop yang kau minta tuan Raja, jangan bilang bilang Mama mu ya Papa membelikan mu permen".


" Nanti mama mu marah karena gigi mu akan semakin ompong dengan permen manis ini", ucap Adam seraya menggelitik kecil perut Juna.


" Siap Papa... terima kasih"


" Juna main ayunan di sebelah sana ya", ucap Juna sambil berlari kecil.


Adam tersenyum melihat betapa girang nya Juna meski hanya bermain ditemani dirinya. Lisa hari itu tidak bisa ikut bersama mereka karena harus mengantarkan makanan yang sengaja ia masak untuk Ibunya yang rumah nya masih di Kota yang sama.


Adam duduk di bangku kecil di pinggiran taman, mengawasi Juna yang sedang asyik bermain ayunan sambil menikmati es cream coklat yang sudah belepotan di pipi nya.


Fikiran lelaki itu tampak nya masih dipenuhi oleh sesuatu. Kemudian ia mengeluarkan ponsel dari saku celana nya.


" Apa aku telepon saja ya dia, menanyakan dia sakit apa", gumam Adam.


Dia yang Adam maksud adalah Dena, hari ini ia dibuat bingung dengan sikap Dena yang acuh.


Bahkan adik laki lakinya bersikap dingin kepada dirinya dan mengatakan kalau Dena sedang tidak enak badan. Padahal tadi selama di ruangan ia melihat Dena nampak baik baik saja,bahkan beberapa kali ia nampak bercanda dengan adiknya .


" Kenapa dia tiba tiba seolah menghindari ku?"


" Hey.. kenapa aku ini?"


" Sepenting itukah perempuan itu, sehingga membuatku gelisah hanya karena dia mengacuhkan ku", Adam menyadari ia mulai sering memikirkan Dena. Lebih dari yang ia janjikan dalam hati nya selama ini, hanya menganggap perempuan itu seperti adik nya. Tidak, Adam mulai menyadari ia memperhatikan perempuan itu lebih dari sekedar itu.


Dari kejauhan Juna tampak sudah berpindah dari ayunan menuju sebuah perosotan kecil di sudut taman .


" Ahhh...aku tidak boleh memikirkan perempuan lain selain Lisa istriku, bukankah kemarin ia memintaku untuk tidak terlalu dekat dengan Dena".


" Tapi kenapa saat ini aku seperti mengingkari nya, aku malah sibuk memikirkan ada apa dengan sikap Dena yang hari ini tidak seperti biasanya"..


Adam masih berperang dengan argumen argumen di kepalanya.


Ia kembali pada ponsel nya, kemudian mencari nama Dena di daftar kontak nya. Adam memutuskan untuk menelepon Dena, namun empat kali ia mencoba menghubungi tapi tidak ada jawaban sama sekali dari Dena.

__ADS_1


" Apa ia sedang sibuk?"


" Atau ia sengaja tak mengangkat telepon dariku"..


" Argh....", Adam berteriak kesal.


Ia kemudian mengirimkan pesan singkat kepada Dena.


" Dena apa kau baik baik saja, kenapa tak mengangkat telepon ku?"


Tak ada jawaban.. Adam yang biasa selalu bersikap tenang dalam segala situasi kali ini semakin dibuat resah.


Ia mengirimkan pesan lagi,


" Dena, kau sakit apa?"


Menunggu lagi, masih tak ada balasan dari Dena.


"Bahkan pesan terakhir dariku pun belum kau baca. Bagaimana mungkin aku membuka obrolan baru", Adam mengacak acak rambut nya menandakan ia kehilangan kesabaran.


" Maafkan aku Lisa, bolehkah sekali ini saja aku ingkar akan janjiku"


Juna berlari menghampiri Adam yang masih duduk termangu, bocah lelaki itu nampaknya sudah bosan bermain dan mengajak papa nya untuk pulang ke rumah .


" Baiklah jagoan kecil, ayo kita pulang...


Mama mu pasti sudah menunggu kita di rumah", Adam menggendong Juna mencium pipi bocah lelaki itu yang sudah kotor oleh bekas es cream.


...****************...


Adam berbaring sendiri di tempat tidur nya, Lisa sedang menemani Juna tidur di kamar nya. Seperti biasa membacakan dongeng sebelum tidur untuk bocah lelaki itu.


Adam merebahkan kepala di kedua tangan yang ia lipat, ia menatap langit langit kamar. Ia ingin sekali rasanya kembali menghubungi Dena, tapi urung ia lakukan karena takut Lisa akan curiga kepada nya .


Lisa masuk ke kamar mereka setelah memastikan Juna terlelap dalam tidurnya. Ia menghampiri suaminya yang sudah terlebih dahulu merebahkan diri.


" Bagaimana hari ini di kerjaan mu Mas?", ia bertanya seolah mencari tau apakah suaminya masih bersikap hangat dengan perempuan yang bernama Dena. Lisa hafal hari ini adalah jadwal Dena melakukan cuci darah.

__ADS_1


" Seperti biasa, semuanya lancar", Adam menjawab singkat.


Lisa memainkan rambut rambut halus di sekitar dagu dan rahang suaminya.


" Kau menuruti kemauanku kan untuk berhenti memperhatikan gadis itu?"


Adam tak menjawab, hanya diam.


Dalam hatinya berkata " Aku bahkan hampir gila hari ini karena Dena mengacuhkan ku".


Lisa mengecup mesra pipi suami nya kemudian beralih pada bibir suami nya yang masih membisu. Setengah berbisik ia berkata


" Aku yakin kau menghargai ku dan aku yakin hanya aku satu satu nya yang ada dalam fikiran mu".


Adam hanya mendesah pelan " Semoga".


Sementara Lisa sudah tak mampu menahan kobaran hasrat untuk bercinta dengan suaminya malam itu. Adam hanya pasrah ketika istrinya melakukan apa yang ia inginkan. Kamar itu hanya dipenuhi dengan suara ******* Lisa, sementara Adam memejamkan matanya menikmati serangan serangan yang diberikan istrinya . Dalam angan nya kemudian mengukir satu wajah,membayangkan istrinya dalam wujud seorang Dena.


" Tuhan, maafkan aku yang telah berdosa karena mengingkari apa yang seharusnya aku jaga !!!".


Menikah itu adalah sebuah nasib, namun mencintai adalah takdir. Manusia takkan pernah tau bagaimana sang pencipta membolak balikkan hati mereka. Mungkin pertemuan Adam dan Dena adalah salah satu konspirasi semesta. Atau bisa jadi mereka adalah ketidaksengajaan yang telah di atur baik oleh Tuhan.


Adam memandang istrinya yang telah tertidur karena lelah usai pertunjukan panas mereka tadi. Ia melihat dalam dalam wanita itu,kemudian mengusap rambutnya. Lihatlah,dia seorang istri yang bisa dibilang sempurna meskipun wajahnya tak secantik Dena. Tapi sifat keibuan nya yang selama tujuh tahun membina mahligai rumah tangga bersama Adam, membuat Adam tak pernah sekalipun mencoba berpaling. Namun entah kenapa akhir akhir ini Adam merasa keimanan nya sedang diuji dengan kehadiran Dena.


" Ciihh.. betapa serakahnya diriku.. Aku sudah mempunyai istri yang sempurna tapi kenapa aku bahkan berfikir untuk mempunyai cinta lagi selain dirinya", Adam memaki dirinya .


Adam menciumi kening istrinya kemudian mengecup lembut leher jenjang nya.Lisa menggeliat dalam tidur nya.


Ia kemudian ikut merebahkan diri di sebelah istrinya, membiarkan dada nya yang masih telanjang terbuka. Ia masih belum bisa tertidur, telunjuk nya mengusap dada yang penuh dengan rambut halus itu. Lalu jemarinya mengukir sebuah tulisan di dada nya sendiri, "Dena".. tak lupa ia membentuk gambar hati di sebelah nya.


" Hey...gadis polos ku saat ini kau sedang apa?"


Adam lalu terpejam, bermimpi indah malam itu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terus nantikan update episode berikut nya ya🙂, semoga segera rilis beberapa episode lanjutan.

__ADS_1


__ADS_2