Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Terbakar Cemburu


__ADS_3

Setelah mendapat undangan makan malam dari Julia, Adam berpikir untuk memberikan sesuatu kepada Julia sebagai hadiah ulang tahun.


Bukan karena perempuan itu berarti baginya, namun tak pantas saja rasanya kalau ia tidak memberikan sebuah kado kepada Julia di hari spesialnya.


" Bunga? tak mungkin rasanya aku memberi bunga karena aku tak ingin Julia salah paham dengan perasaanku", gumam Mas Adam dalam hati.


Kemudian ia teringat Dena, mungkin perempuan itu punya ide untuk kado ulang tahun Julia, pikir Adam.


" Hallo Dena, kau sedang sibuk?", tanya Mas Adam di telepon.


" Tidak Mas, aku baru selesai mandi. Ada apa?".


" Hhmm...begini, aku ingin minta pendapatmu. Menurutmu kado apa yang cocok untuk diberikan kepada perempuan yang berulang tahun?".


Dena menautkan kedua alisnya.


" Kado ulang tahun? Untuk perempuan? bukankah dia sekarang sedang tidak berulang tahun", tanya Dena dalam hati.


" Dena, kau dengar aku kan?", Mas Adam bertanya lagi karena tak ada suara yang diucapkan Dena.


" Ehh, iya Mas dengar. Hhmm, memang siapa yang ulang tahun Mas?", Dena menyelidik.


" Julia, kau ingat kan teman ku yang aku ceritakan waktu itu ", Mas Adam menjawab jujur, tidak peka sama sekali dengan kekhawatiran Dena.


" Ohh...", Dena hanya menjawab singkat.


" Hey bagaimana, apa menurutmu yang cocok untuk aku berikan padanya?".


" Kenapa sih kau harus bertanya padaku, apa kau ingin membuatku cemburu?", umpat Dena dalam hati.


" Aku tidak tahu Mas, karena aku bukan Julia".


" Sudah dulu ya, Noah menangis", Dena menutup sambungan telepon begitu saja.


Ia melempar ponsel nya ke tempat tidur karena kesal.


" Benar kan, Julia itu perempuan spesial buat Mas Adam. Kalau tidak, kenapa juga ia repot repot membelikan nya kado", gerutu dena.


Sementara itu Mas Adam kebingungan karena Dena yang tak seperti biasanya memutuskan sambungan telepon begitu saja.


Ia kemudian berpikir sendiri, lalu memutuskan untuk pergi ke sebuah toko boneka.


Ia memilih sebuah boneka Teddy bear berukuran besar. Ia tak ada ide lain selain itu, ia juga tak tahu kesukaan Julia karena memang ia tak berniat ingin tahu lebih dalam tentang perempuan itu


****


Malam harinya di sebuah cafe yang berada di Pusat kota, Julia sudah menunggu Mas Adam di sebuah meja yang dihiasi dengan begitu banyak lilin lilin kecil.


Nampak nya ia sengaja menciptakan suasana romantis dengan " Candle light dinner " bersama Mas Adam.


Dari kejauhan Julia bisa melihat laki laki berkharisma dan cukup dewasa itu datang sambil memeluk sebuah boneka.


" Selamat malam Julia, maaf menunggu", Mas Adam duduk di kursi di hadapan Julia.


" Aku belum lama kok Mas", ucap Julia.


" Selamat ulang tahun ya, ini untukmu", Adam memberikan boneka yang tadi ia bawa kepada Julia.


Julia tersenyum penuh arti, merasa diperlakukan spesial oleh laki laki itu. Padahal bagi Mas Adam kado itu tak berarti lebih dari sekedar hadiah ulang tahun.

__ADS_1


Mereka berbincang sambil menunggu hidangan yang mereka pesan.


Sementara jauh berkilo kilo meter disana, Dena sedang resah di kamarnya memikirkan Mas Adam yang tadi pagi berniat membeli kado untuk Julia.


Akhirnya Dena memberanikan diri untuk menghubungi laki laki itu, ia tak mengira kalau Mas Adam justru sedang bersama Julia.


" Malam Mas, kau dimana?", ucap Dena langsung pada pertanyaan nya.


" Malam Dena, ada apa? Aku sedang bersama Julia di sebuah cafe, hari ini ulang tahun nya jadi aku memenuhi undangan makan malam nya".


Lemas rasanya tubuh Dena mendengar itu, ia ingin marah tapi ia tak punya alasan yang kuat karena sampai saat ini hubungan nya dengan Mas Adam tanpa ada ikatan apa apa.


" Ohh, begitu. Maaf mengganggu kalian", ada nada cemburu dalam ucapan nya .


" Tidak apa apa, ini hanya makan malam biasa. Kau sendiri apa sudah makan malam?", Mas Adam masih tak ingin mengakhiri telepon nya meski Julia sedang menatap dan mendengar pembicaraan nya .


" Aku tidak lapar, ya sudah kalau begitu lanjutkan saja acara romantis kalian", Dena kembali memutuskan sambungan telepon.


Mas Adam mengernyitkan dahinya.


" Hey..ada apa ini. Apa kau sedang datang bulan?", tanya Mas Adam dalam hati.


" Siapa Mas?", Julia bertanya setelah tadi mendengar percakapan Mas Adam.


" Seseorang ", jawab Mas Adam singkat.


" Kekasih Mas Adam?", tanya Julia lagi.


Mas Adam menggeleng, membuat Julia berucap syukur dalam hatinya.


" Ia bukan kekasihku saat ini, tapi ia adalah perempuan yang tak pernah mati dalam hatiku", batin Mas Adam.


Namun ia masih tak berani mengungkapkan nya, ia takut kalau laki laki itu nanti menolak nya dan justru membuat hubungan mereka menjauh.


Makan malam kali itu terasa begitu cepat bagi Julia, karena ia masih ingin berlama lama berdua dengan Mas Adam. Namun bagi Mas Adam waktu sangat lambat sekali berputar, ia ingin cepat cepat pulang.Ia ingin menghubungi Dena menanyakan kenapa ia bersikap aneh sejak tadi pagi.


" Terima kasih ya Mas Adam, sudah mau memenuhi undangan makan malam ku. Dan terima kasih untuk ini", Julia menunjuk boneka yang tadi Mas Adam berikan.


" Sama sama Julia ", hanya itu yang diucapkan Mas Adam.


Padahal Julia sangat berharap ada adegan romantis yang laki laki itu lakukan, memegang tangan misalnya. Namun sampai mereka pulang Mas Adam tak menunjukkan bahwa ia ingin menyentuh Julia.


Ia mengendarai mobil nya menuju rumah dengan kecepatan tinggi. Setiba di rumah, hal yang pertama ia lakukan adalah menghubungi Dena.


Beberapa kali ia menelepon tapi tak ada jawaban dari Dena, perempuan itu sengaja tak ingin mengangkat telepon dari Mas Adam. Akhirnya ia hanya mengirimkan pesan singkat.


" Dena, kau dan Noah sedang apa? Aku sekarang sudah di rumah".


Pesan itu dibaca oleh Dena, kemudian di balasnya.


" Tak penting kau berada dimana, sudah puas dengan kencan romantis mu?".


Mas Adam yang membaca pesan dari Dena kemudian menepuk jidat nya lalu tertawa bahagia sambil menjatuhkan tubuh nya diatas kasur.


Ternyata ia baru menyadari kalau sikap aneh Dena karena ia berpikiran kalau dirinya menyukai Julia.


" Kenapa, kau cemburu?" Mas Adam kembali membalas pesan dari Dena.


" Cemburu? kenapa harus cemburu, kan aku bukan siapa siapa. Jadi aku tidak berhak untuk mengaturmu".

__ADS_1


Mas Adam semakin bersemangat melihat kecemburuan Dena.


" Aku jadinya membelikan Julia sebuah boneka, dia menyukainya", Mas Adam mengetik pesan itu sambil tertawa membayangkan wajah Dena yang terbakar cemburu.


Benar saja, perempuan itu dibuat panas oleh pesan Mas Adam barusan.


" Terserah kau mau memberinya apa, bukan urusanku"


" Ya, aku bisa memberi apapun itu yang ada di toko kado. Tapi sayang, aku tak pernah bisa memberi hatiku kepada siapa siapa kecuali pada perempuan pemilik bros kupu kupu ", balas Mas Adam lagi .


" Ciihhh, dasar gombal. Kau bahagia makan malam dengan perempuan itu bahkan memberinya sebuah kado, sekarang kau berbicara tentang hati", umpat Dena dalam hati.


" Apa kau mencintai Julia?", Dena akhirnya terang terangan menanyakan itu.


" Menurutmu bagaimana?", Mas Adam malah balik bertanya, sengaja ingin membuat Dena semakin kesal.


" Huuhh...menyebalkan. Sudahlah aku mau tidur, jangan ganggu aku dengan pesan mu yang hanya bercerita tentang Julia".


Mas Adam semakin keras tertawa membaca pesan yang dikirimkan Dena.


" Baiklah, selamat malam ".


" Mimpi indah ya ".


Malam ini berakhir dengan kekesalan Dena yang terbakar cemburu serta rasa gembira di hati Mas Adam karena menyadari Dena ternyata masih peduli dengan perasaan nya.


Satu hal yang paling aku suka darimu adalah rasa cemburu mu.


Menurutku itu sangat lucu,


Berkali kali kau mengirimkan pesan bertanya tentang ku


Namun di sisi lain,


Kau membalas pesan ku dengan jawaban jawaban singkat sebagai kode bahwa hatimu sedang tidak baik baik saja.


Saat aku bertanya pun, kau hanya akan menjawab singkat jelas padat seperti slogan kampanye yang sudah biasa ku baca.


Ayolah... jangan bercanda denganku...


Aku mengenalmu sudah cukup lama


Semua hal bisa aku rasakan tanpa perlu susah payah kau ungkapkan.


...----------------...


Hehehe, akhirnya kena juga kan Dena.


Terbakar cemburu karena keputusan nya sendiri yang menggantungkan perasaan Mas Adam.


Takut juga dia kalau Mas Adam berpaling.


Tapi thor yakin dengan cinta Mas Adam yang luar biasa😍


Next..Mas Adam masih bikin Dena cemburu nggak ya?


Kasih semangat buat author dong biar up nya gak lama lama.


Dukung terus karya thor dengan like, komen,vote dan masuk list favorit.

__ADS_1


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2