Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Buket bunga


__ADS_3

Tak sedikit para tamu undangan yang menatap ketika tadi Dena menangis memeluk Mas Adam.


Pemandangan haru itu bahkan membuat Laras meneteskan air mata. Ibu dan Ayah serta Kak Anjani nampaknya bisa menerka apa yang sebenarnya pernah terjadi antara Dena dan Adam.


Sementara Radit menghela nafas, memuji sikap adik laki lakinya, jika ia jadi Adrian belum tentu ia bisa melakukan semua itu.


Untung saja Lisa tak mau datang di pernikahan Dena dan Adrian, kalau tidak ia pasti akan mengorek lagi luka perceraian nya karena melihat Adam dan Dena.


Hasbi yang biasanya selalu melarang keras kakak nya dekat dengan Adam kali ini harus rela melunakkan sikap nya karena ia melihat sendiri Adrian saja tidak keberatan akan hal itu.


Adam sudah turun dari pelaminan , ia bergabung bersama Lukas dan rekan rekan perawatnya.


Lukas menepuk bahu lelaki itu .


" Sabar ya Mas, nanti kita sama sama mencari jodoh kita", Lukas masih saja menggoda mantan senior nya itu.


Adam tertawa, rindu sekali ia bercanda dengan Lukas seperti yang biasa ia lakukan ketika masih bekerja.


" Aku pikir Mas Adam tidak akan datang kesini", ucap Lukas.


" Iya, tadinya aku tidak berniat untuk datang. Tapi aku ingin melihat Dena memakai gaun pengantin nya, ia pasti cantik. Dan benar saja, ia lebih cantik dari yang kubayangkan tadi di rumah, hehehe", Adam terkekeh mencoba menutupi perasaan nya yang masih sakit dengan senyuman palsu.


Para tamu undangan nampak sedang menikmati hidangan yang tersedia.


Dena dan Adrian duduk di kursi pelaminan.


" Sayang, terima kasih untuk semuanya", Dena memegang erat tangan Adrian.


Adrian mengangguk, mengusap lembut sisa air mata di pipi istrinya.


" Aku harap ini yang terakhir kalinya kau menangis untuk Mas Adam", tentu saja Adrian punya harapan yang besar agar Dena bisa menghargainya.


" Iya, aku tak akan mengecewakanmu".


Nampak nya semua tamu undangan sudah hadir hari ini, acara resepsi pernikahan sudah hampir usai.


Sisa sisa tamu undangan yang masih ada di ruangan itu sebagian besar adalah para muda mudi.


Tentu saja mereka belum pulang karena menunggu acara lempar bunga oleh pengantin perempuan.


Momen ini salah satu momen seru yang di tunggu para kaum jomblo. Karena mitosnya bagi kaum jomblo atau belum memiliki kekasih diharapkan ketika mendapat bunga akan segera memiliki tambatan hati.


Mereka sudah bersiap siap berkumpul di tengah area ball room, Lukas menarik tangan Adam.

__ADS_1


" Hey..kenapa kau mengajakku", teriak Adam pada lukas diantara riuhnya sorak sorai para tamu yang minta sang pengantin segera melempar buket bunga.


" Tentu saja Mas Adam harus ikut, biarpun seorang duda tapi Mas Adam juga kan jomblo, hahaha", Lukas terkekeh melihat Mas Adam menggaruk kepala nya kebingungan.


Ia sudah berada di antara kerumunan, ada Puji yang sedari tadi mencuri pandang kepada Lukas.


Nampaknya nanti ia akan menagih janji Dena untuk menjadi Mak comblang antara ia dan Lukas.


" Lempar.. lempar... lempar", suara teriakan para muda mudi riuh memenuhi ruangan itu .


Adrian tertawa, memberikan seikat buket bunga yang sudah di siapkan kepada Dena.


" Lempar lah sayang, mereka semua sudah tak sabar menunggunya".


Dena memegang buket bunga. Ia membalikkan tubuh nya membelakangi para tamu.


" Satu.... dua... Tiga...", semua berteriak menghitung bersama. Dan dalam hitungan ke tiga Dena melempar buket bunga tersebut di antara kerumunan para tamu.


Adam hanya berdiri mematung tanpa berniat melihat kemana arah buket bunga di lemparkan.


Namun betapa terkejut nya ia, buket bunga itu jatuh di tubuh nya dan spontan ia tangkap.


Mungkinkah ini hanya sebuah kebetulan, kenapa mereka selalu saja terhubung bahkan dengan hal hal yang tidak di sengaja.


Dena membalikkan tubuhnya, ingin tau siapa yang mendapat bunga yang ia lemparkan.


Laki laki itu masih berdiri mematung dengan sebuah buket bungan di tangan nya.


" Untung kan aku mengajakmu Mas, itu tandanya tidak lama lagi Mas Adam akan mendapatkan jodoh lagi", Lukas menepuk nepuk bahu Mas Adam sambil tertawa.


Dena hanya tertunduk, ia juga tak mengira lemparan bunga nya akan jatuh di tangan Mas Adam. Ia kembali duduk di sebelah Adrian, Adrian hanya tersenyum ke arah Mas Adam.


" Ini, bunganya untukmu saja", Adam memberikan buket bunga itu kepada Lukas .


" Hey....kenapa untuk aku? Bukankah Mas Adam bisa menyimpan nya di kamar, anggap saja ini kenang kenangan dari Dena untuk yang terakhir kalinya", Lukas tertawa sambil menyerahkan kembali bunga itu kepada Mas Adam.


Adam kemudian berpikir


" Benar juga yang di katakan Lukas, ia akan menyimpan bunga ini di kamarnya".


Acara resepsi hari ini sudah selesai saat MC mengucapkan banyak terima kasih mewakili kedua mempelai karena sudah hadir di Acara pernikahan mereka.


Satu persatu tamu undangan pun meninggalkan ruangan dan berpamitan kepada pasangan pengantin.

__ADS_1


Adam juga akan pulang bersama Lukas, ia berpamitan kepada Adrian dan Dena kemudian mengucapkan sekali lagi selamat atas pernikahan mereka .


Sebelum meninggalkan pasangan pengantin itu, Adam sebenarnya ingin memberikan sesuatu kepada Dena namun ia merasa tak enak hati kepada Adrian karena ia ingin benda yang ia berikan itu selalu disimpan oleh Dena.


Ia mengurungkan niat nya, namun saat keluar dari Ruangan ia berpapasan dengan Laras.


" Laras, aku boleh minta tolong sesuatu kepadamu?", tanya Adam.


" Iya Mas Adam tentu saja boleh".


Adam mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah kotak kecil yang Laras pun tak tau apa isinya.


" Tolong berikan ini nanti kepada Dena, katakan padanya untuk selalu menyimpan nya", Adam menyerahkan kotak kecil itu.


" Baiklah, nanti akan aku sampaikan pada Kak Dena".


" Mas Adam yang sabar ya, aku yakin suatu hari ada perempuan baik di luar sana yang akan di pertemukan dengan Mas Adam", Laras menatap iba laki laki itu.


" Terima kasih Laras, aku pulang".


Mas Adam pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa sekuntum buket bunga dari Perempuan yang hari ini menikah dan menyisakan kenangan untuk nya.


Ia mencoba diam dari banyaknya bicara


Bertahan dari belantara sandiwara


Memelihara hati dari segala pura pura


Ia tetap mencoba untuk baik baik saja


Meski luka menghampiri dengan sengaja


" Dena, aku pulang hanya membawa seikat bunga ini. Semoga engkau bahagia dengan imam yang kau pilih".


...----------------...


Yang tegar, yang sabar ya Mas Adam😥


Ada yang bisa nebak gak benda apa yang diberikan Mas Adam kepada Dena?


Kepoin terus episode berikutnya ya..


Eittss... next episode nampaknya ada yang HOT lagi🤭 Malam pertama😁😁

__ADS_1


Ditunggu ya up nya🥰🥰🙏


__ADS_2