Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Kemarahan Ayah


__ADS_3

Dua malam sudah Hasbi tak bisa tidur nyenyak setelah mengetahui kehamilan Laras.


Ia tidak bisa mengundur waktu lebih lama lagi untuk segera menikahi kekasihnya itu.


Ia mencari waktu yang tepat untuk bicara kepada keluarganya .


" Ahhh..aku pasti mengecewakan mereka".


" Kasihan Kak Dena, aku takut rencana pernikahan nya jadi ikut terkena imbas akibat kejadian ini".


Mau tidak mau, Hasbi mengumpulkan keberanian untuk mengatakan nya .


Malam itu ia rasa waktu yang tepat untuk mengatakan pada keluarganya . Ayah, Ibu dan Dena sedang berada di rumah semuanya.


Saat sedang makan malam Hasbi patah patah bicara dengan Ayah nya.


" Ayah.... aku boleh.."


" Eemmm, aku boleh minta waktu Ayah , Ibu dan kak Dena setelah makan malam ini?".


" Ada apa?", tanya Ayah bingung.


" Eemmm.. ada yang mau aku bicarakan pada kalian semua".


Ibu dan Dena ikut dibuat bingung dengan ucapan Hasbi.


" Baiklah, selesaikan makan malam kalian


setelah itu berkumpul lah di ruang keluarga", ucap Ayah.


Semua menghabiskan makan malam dengan pikiran masing masing. Ibu, ayah dan Dena bertanya tanya apa yang akan dibicarakan Hasbi sampai ia minta waktu khusus untuk mengatakan nya.


Sementara Hasbi sibuk merangkai kalimat yang tepat, bagaimana ia harus memulai mengatakan berita memalukan ini.


Selesai makan malam semua berkumpul di ruang keluarga.


Hasbi tampak gugup hingga mengeluarkan keringat dingin .


" Hasbi, bicara lah apa yang kau ingin bicarakan", Ayah mulai dengan perkataan nya.


" Mungkin apa yang ingin aku katakan malam ini akan membuat kalian kecewa".


" Sebelumnya aku minta maaf", Hasbi tertunduk lesu.


" Hey, kenapa ini?".


" Apa maksudmu membuat kami kecewa, kau tidak melakukan hal yang aneh kan?", Dena memberondong adiknya dengan pertanyaan yang mungkin sama di kepala Ayah dan Ibunya.


" Maafkan aku" .


" Aku sudah melewati batas", kemudian Hasbi kembali terdiam dan tidak berani mengangkat wajahnya .


"Hasbi, katakan apa yang terjadi!!',suara Ayah terdengar lebih keras.


" Hasbi, angkat wajahmu dan lihat Ayah".


Hasbi yang sedari tadi menunduk memberanikan diri mengangkat kepala dan melihat ayahnya, ia tau suara Ayahnya semakin meninggi pertanda ia menahan emosi.


" Aku... aku... eeemm", suara Hasbi masih terputus.


" Katakan cepat", Ayah terlihat semakin gusar.


" Laras hamil", singkat sekali kalimat yang ia pilih .


Tadinya ia ingin sekali lagi mengucapkan minta maaf dan mengawali nya dengan basa basi ini dan itu. Tapi mendengar suara Ayah nya yang sedikit membentak, ia pasrah mengatakan inti dari persoalan runyam yang sedang ia hadapi .


" Kau bilang apa?", Ayah setengah berteriak.


" Laras hamil yah".


" Plaaakkk", sebuah tamparan mendarat di pipi Hasbi .

__ADS_1


" Kau bilang kekasihmu hamil?".


" Kau sudah gila?".


" Ayah tidak pernah mengajarimu menjadi lelaki bejat", Ayah sudah mengangkat tangan nya ingin mendaratkan satu tamparan lagi di pipi anak lelakinya itu .


Namun ditahan oleh Ibu, perempuan itu juga syok dengan perkataan anak nya tapi ia tidak setuju jika suaminya terus menampar wajah Hasbi.


" Aku minta maaf Yah, aku akan bertanggung jawab", Hasbi berkata sambil memohon dan berlutut di kaki ayahnya .


" Tolong maafkan aku dan restui aku menikahi Laras secepatnya".


Ayah masih mengeraskan rahang nya, tangan nya terkepal menahan marah .


Sedangkan Dena hanya terdiam, kehilangan kata kata untuk bicara.


" Ayah ..", Hasbi tak beranjak dari posisi berlutut nya .


" Aku mohon izinkan aku menikahi Laras secepatnya".


" Tentu kau harus menikahinya anak bodoh".


" Kau harus bertanggung jawab" .


" Kau urus saja pernikahan mu sendiri", Ayah melepas paksa tangan Hasbi dari kakinya .


Kemudian ia masuk ke kamar, meninggalkan Hasbi, Ibu dan Dena di ruangan itu.


" Bangunlah nak, duduk disini", Ibu menarik tangan Hasbi dan memintanya duduk di sebelah Ibu.


" Bagaimana keadaan Laras sekarang?",Ibu memang selalu sabar menghadapi anak anak nya.


" Ia seperti wanita hamil pada umum nya bu sedang mengalami gejala morning sick".


" Hasbi, sudah berapa bulan usia kandungan Laras?", Dena akhirnya buka suara juga.


" Belum tau kak, kita belum ke dokter kandungan".


" Bawa dia besok ke dokter kandungan, atau jika perlu Ibu akan ikut mengantarnya".


Hasbi mengangguk mendengar perintah Ibu.


" Kak Dena, aku minta maaf atas kecerobohan ku".


" Aku terpaksa harus menikah lebih dulu kak".


" Tapi berjanjilah untuk tidak membatalkan pernikahan kakak", Hasbi terlihat memohon.


" Sudahlah, kau tak perlu minta maaf".


" Menikahlah segera, tunjukkan tanggung jawab mu sebagai laki laki".


" Lagi pula rencana pernikahan kakak masih tiga bulan lagi".


Adrian memeluk kakak nya, mengucapkan terima kasih atas restu yang ia berikan.


" Aku bingung harus memulainya darimana, semua harus cepat dilaksanakan", ucap Hasbi.


"Besok setelah mengantar Laras ke dokter kandungan, kita langsung ke rumah orang tua Laras untuk mengatakan rencana pernikahan kalian".


" Ibu dan Kak Dena akan menemanimu kesana jika Ayah tak bersedia hadir", Ibu memberikan Hasbi petunjuk tentang apa yang harus ia lakukan.


" Terima kasih Bu".


Ibu kemudian meninggalkan Hasbi dan Dena di ruangan itu.


Ia harus menemui Ayah dan mencoba meredam amarah suaminya itu agar mau memaafkan Hasbi.


" Bagaimana bisa sampai begini Hasbi, apa kau sering melakukan nya dengan Laras?", Dena lebih leluasa berbicara pada Hasbi setelah Ibu tidak disitu.


Hasbi mengangguk .

__ADS_1


" Kami beberapa kali melakukan nya kak, kekhilafan itu membuatku tak mampu mengendalikan nafsuku", Hasbi berucap penuh kesal .


Dena tak ingin menghakimi adik laki lakinya ini atas apa yang ia lakukan dengan kekasih nya, karena ia sadar jika sudah berada dengan orang yang kita cintai, hasrat untuk berbuat dosa itu sungguh sulit untuk diredam .


Buktinya ia bahkan memberikan keperawanan nya justru kepada laki laki yang bukan siapa siapa baginya, yang ia tau ia dan lelaki itu saling mencintai .


" Kak Dena, aku takut orang tua Laras akan marah besar setelah tau anak nya hamil", Hasbi masih belum hilang cemasnya.


" Kau harus terima segala resiko nya, jadilah seseorang yang gentle man".


" Semoga saja Ayah tidak lama lama marah dengan mu".


" Karena bagaimana pun kau butuh restunya untuk menikah".


Hasbi mengangguk dan setuju dengan ucapan kakak nya itu.


" Sepertinya pernikahan ku dan Laras akan diselenggarakan secara sederhana Kak".


" Tidak mungkin kami mempersiapkan resepsi mewah hanya dalam waktu singkat".


" Apalagi kondisi Laras sekarang yang malas untuk melakukan apapun".


Meskipun dalam hati Hasbi berkata,


" Tapi dia tidak malas jika melakukan hal gila itu di tempat tidur denganku".


Bahkan selama dua hari berturut turut setelah tau ia hamil, Laras selalu merengek agar Hasbi terus menyentuh nya .


Ia selalu membuat alasan kalau keinginan untuk berhubungan badan itu adalah kemauan calon jabang bayinya alias ngidam.


" Ayolah sayang, kau mau nanti anak kita ileran karena kau tak memenuhi kemauan nya?", begitulah rengekan Laras.


" Ciihh, dia pintar sekali mencari alasan agar aku tetap menjamahnya meskipun aku sendiri menyukai aktifitas itu", batin Hasbi.


Jadilah selama dua hari berturut turut, setelah pulang dari kantor Hasbi selalu mampir ke kost an Laras untuk memenuhi ngidam nya yang ingin dipuaskan di tempat tidur.


" Kau tak perlu merayakan nya dengan resepsi yang mewah", suara Kak Dena menghentikan lamunan Hasbi .


"Yang terpenting kau segera menghalalkannya".


Hasbi mengangguk setuju karena ia pun tak ingin berbuat dosa lebih banyak, mengingat betapa gilanya kekasih nya itu jika sudah menggodanya.


Dena sendiri mengalihkan pikiran nya pada dua lelaki yang ada dalam hatinya .


Meskipun Hasbi melangkahinya menikah, ia sudah bertekad tidak akan memundurkan tanggal pernikahan nya dengan Adrian .


" Mas Adam, apa kabarmu sekarang?".


Dena bahkan tak pernah membalas pesan yang dikirimkan lelaki itu padanya


Beberapa hari yang lalu ia menerima pesan dari Mas Adam yang mengatakan ia sudah resmi bercerai dengan Lisa.


Bukankah sebenarnya itu kabar baik jika saja Dena tak punya hubungan serius dengan Adrian, itu berarti jalan untuk mereka bersatu sudah terbuka


Namun ia justru merasa berdosa karena perceraian mereka, meskipun sebenarnya ia beberapa kali mengatakan pada Mas Adam agar mempertahankan rumah tangganya.


Namun lelaki itu bersikeras ingin bercerai walaupun ia tidak bisa bersama dengan Dena.


"Tuhan...maafkan aku".


" Karena kehadiran diriku, seorang bocah laki laki kini menjadi korban perpisahan orang tuanya".


...----------------...


Yuk acung jempol yang merasa tim Laras, hehehe...


Laras , Laras... sepertinya kalau mereka sudah menikah, Hasbi akan sering izin kerja akibat ulah Laras yang selalu merengek 😁.


Ikuti terus ya Readers episode selanjutnya.


Jangan lupa pencet like n kasih vote nya😍🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2