Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Khilaf


__ADS_3

" Terus sayang, lakukan lagi.."


" Emmm... argh.... jangan berhenti, aku masih menginginkan nya".


Suara ******* perempuan memenuhi ruangan kamar di rumah itu. Keadaan rumah tampak sepi tak berpenghuni, hanya ada dua insan yang sedang di mabuk cinta sedang melakukan aktifitas penuh hasrat di sebuah kamar.


Laras terus meminta Hasbi menyusuri tubuh nya dengan tangan dan bibir nya.


Lelaki ini dibuat tak mampu menahan nafsu nya karena kekasih di hadapan nya ini terus merengek untuk disentuh secara brutal.


Hasbi masih memainkan lidah di area favorit nya, sementara perempuan itu terus meracau mengeluarkan kata kata yang kian membangkitkan gairah Hasbi untuk berbuat lebih dan lebih.


Laras membuka kemeja kerja yang masih melekat di tubuh kekasih nya, menampakkan dada bidang yang di penuhi rambut.


" Kau yakin ingin melakukan nya sekarang", bisik Hasbi sambil memainkan lidah ditelinga Laras.


Bukan nya menjawab, Laras malah melepas pakaian yang ia kenakan dan melemparnya sembarang, menyisakan pakaian dalam yang masih melekat di tubuh nya.


Hasrat kian memuncak di dada lelaki itu ketika melihat tubuh mulus padat berisi di bagian dada dan bokong nya.


Jujur, Hasbi belum pernah berbuat sejauh ini selama lima tahun bersama Amira. Namun kekasih nya yang sekarang nampak nya bernafsu tinggi karena terus menggoda dengan rengekan nakal nya.


" Ahhh... lagi sayang, lakukan terus"


" Aku masih ingin menikmatinya", Laras terus mendesah yang mengeluarkan erangan kecil yang membuat telinga merinding jika mendengar nya .


Hasbi mempercepat tempo gerakan gerakan nya, membuat perempuan yang berada di bawah nya hampir kehabisan nafas karena di serang dengan brutal seperti yang ia minta.


Mereka baru selesai dengan aktifitas panas itu setelah Hasbi memuntahkan cairan kelakian nya di tubuh kekasih nya yang mengenai sedikit sprei di kasur nya.


Nampak nya ia punya tugas mencuci sendiri sprei nya kali ini, tidak mungkin menyuruh ibu mencuci nya dengan noda khas yang pasti bisa di kenali ibunya.


Laras memungut pakaian nya yang berserakan di lantai, kemudian mengenakan nya. Sementara Hasbi mengambil kaos dan celana pendek dari dalam lemari, lalu duduk di sisi tempat tidur dimana Laras juga sudah duduk di sebelahnya.


Hasbi merasa menyesal karena telah melakukan kekhilafan itu bersama kekasih nya. Ia mengingkari janji pada dirinya sendiri untuk tidak melakukan hal tak senonoh yang hanya bisa diukur kenikmatan nya dalam ukuran detik itu.


" Laras, jawab lah jujur kepadaku?"


" Apa kau pernah melakukan hal seperti tadi sebelum dengan ku?"


" Aku bukan orang pertama kan?" , tanya Hasbi mengingat tadi dengan mudah nya ia menembus liang kewanitaan kekasih nya meskipun masih terasa sempit bagi nya.


Laras mengangguk, kemudian mengalir cerita semasa ia masih duduk di bangku kuliah ia pernah melakukan nya dengan kekasih nya meskipun tidak sering.


" Dua atau tiga kali sepertinya", jawab Laras takut takut.


Hasbi memandang geram kepada wanita di hadapan nya itu, jijik membayangkan tubuh kekasih nya itu dibuat menggila dengan laki laki lain. Ya meskipun itu terjadi jauh sebelum mereka bertemu dan berpacaran .


" Sialan... aku bahkan memberikan keperjakaanku kepadanya", umpat Hasbi dalam hati.


" Kau marah kepadaku sayang?", tanya Laras yang mulai bergelayut manja di lengan Hasbi sementara jari jari nya ia mainkan di sekitar leher Hasbi membuat lelaki itu sedikit geli .


Hasbi diam...


" Laras...."


" Kenapa mudah sekali kau memberikan tubuh mu pada laki laki?".


Laras berdiri dari duduk nya.


" Maksud mu apa?", sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Hasbi


" Kau fikir aku perempuan murahan sehingga kau bisa mengatakan aku dengan mudah memberikan tubuh ku".


" Aku melakukan ini dengan mu karena aku benar mencintaimu!!!", suara Laras meninggi.


Hasbi mengusap pipi nya yang tadi di tampar oleh Laras.

__ADS_1


" Maaf sayang, aku tidak bermaksud mengatakan kau perempuan murahan".


" Yang aku sesali kenapa bukan aku orang yang pertama melakukan itu"


" Kau tau?? Aku baru pertama melakukan nya dengan perempuan, dan itu adalah kamu".


Hasbi memaparkan kekecewaan nya.


Laras diam, mengerti kekecewaan lelaki di hadapan nya ini karena ia tau kekasih nya ini begitu menjaga diri untuk menahan dari perbuatan haram itu.


" Maafkan aku, kalau waktu bisa di putar dan kalau aku bakal tau akan bertemu dengan mu mungkin dulu aku akan menjaga keperawanan ku".


" Itu semua terjadi karena kekhilafan, sama hal nya seperti khilaf yang kita lakukan tadi", Laras mengucapkan nya dengan sangat menyesal.


Hasbi meraih tangan kekasih nya itu, memeluknya.


" Sudah lah, aku juga minta maaf".


Laras membalas pelukan laki laki itu dan berkata,


" Sayang, sepertinya aku setuju dengan keinginan mu untuk segera menikah".


" Aku tergila gila dengan ukuran besar milik mu, hahaha", Laras terkekeh menggoda kekasih nya.


" Dasar kau... gadis mesum....", Hasbi terus memberondong perempuan itu dengan ciuman ciuman nya.


" Laras, sepertinya sebelum kita menikah aku harus meminta Adrian terlebih dahulu menikahi Kak Dena", ucap Hasbi mengalihkan topik kepada kakak nya .


" Hhmmm, aku setuju sayang", lagian Kak Dena kan sudah cukup umur untuk menikah.


" Lagian aku masih belum kebelet kok, hehehe", Laras tertawa menggoda kekasih nya.


Sebenarnya Hasbi ingin Dena segera menikah bukan karena kakak nya itu sudah berumur 27 tahun, tapi ia takut kakak nya melangkah salah dengan perasaan nya pada laki laki beristri itu.


Hasbi lebih menyukai Adrian sebagai pendamping kakak nya.


Ia tak tau, diam diam kakak nya dan Adam sudah menyatakan perasaan nya masing masing meskipun mereka tak memutuskan untuk menjalin hubungan yang serius namun ungkapan betapa mereka saling mencintai rasanya sudah cukup kuat untuk membuat mereka saling terikat.


" Laras....."


" Iya sayang ada apa?"


" Sebenarnya aku ingin menceritakan sebuah rahasia kepada mu".


" Rahasia??" , Laras mencoba menebak rahasia apa yang kekasih nya itu sembunyikan dari nya.


" Bukan tentang ku, tapi tentang Kak Dena",ujar Hasbi.


Laras memainkan bola matanya memutar, kemudian berfikir rahasia apalagi yang ada dalam diri kakak ipar nya yang cantik itu selain baru pertama kali pacaran di usia nya saat ini.


" Sebenarnya aku hanya ingin menyimpan ini berdua dengan Kak Dena saja, karena aku anggap ini bukan lah sebuah hal baik".


Laras semakin dibuat penasaran oleh perkataan Hasbi.


" Ayolah sayang, ceritakan padaku aku janji akan menyimpan rahasia ini", Laras kembali merengek manja sambil memainkan jarinya ke bibir Hasbi kemudian menusuk nusuk nya dengan telunjuk.


" Ahhh... dasar Laras, kau selalu membuatku ingin terus mencium wajahmu karena tingkah mu yang menggemaskan", gerutu Hasbi dalam hati.


" Baiklah... aku akan ceritakan padamu".


Laras melepas tangan nya dari wajah Hasbi kemudian duduk tegak segera memasang telinga, takut Hasbi membatalkan niat nya untuk bercerita.


" Kau tau siapa cinta pertama Kak Dena?"


" Adrian", Laras menjawab cepat tanpa berfikir.


Hasbi menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Bukan Adrian... sebelum Kak Dena mempunyai hubungan dengan Adrian ia sudah terlebih dulu jatuh cinta pada seseorang".


" Dan kau mengenal baik laki laki yang ia cintai".


Laras memutar otak berfikir laki laki yang ia kenal dan dikenal juga oleh Kak Dena.


" Lukas?", tanya Laras karena menurut nya cuma Lukas laki laki jomblo yang ia kenal dalam lingkup pergaulan dengan Kak Dena.


Hasbi menggeleng lagi.


" Ayolah sayang.... jangan buat aku berfikir keras".


" Kau tau kan kalau aku banyak pikiran nanti aku tak bisa menahan nafsu ku untuk minta kau mencumbui ku, hahaha", Laras terkekeh.


" Huuhh.. dasar mesum, apa hubungan nya dengan itu", Hasbi menjentikkan jari nya ke kuping Laras.


" Awww... sakit, ayolah cepat katakan siapa lelaki itu", Laras meringis mengusap kuping nya .


" Mas Adam.....", suara Hasbi yang berkata tiba tiba membuat Laras spontan berdiri dari duduk nya .


" Apa? Mas Adam kan sudah......", Laras berhenti dengan kalimat nya.


" Beristri", lanjut Hasbi.


" Kak Dena jatuh cinta kepada Mas Adam karena saat itu ia tidak tau Mas Adam sudah mempunyai istri"


" Saat ia tau, ia hancur sehancur nya", Hasbi terlihat sedih mengingat kakak nya .


" Apa Mas Adam tau perasaan Kak Dena?", tanya Laras penasaran.


" Entah....", Hasbi mengangkat kedua bahunya.


" Tapi yang aku tau lelaki itu juga menaruh perhatian yang lebih pada kakak ku"


" Bisa jadi ia juga sebenarnya menyukai Kak Dena".


Laras mencoba merangkai gambaran gambaran yang ia lihat saat Adam bertemu dengan Dena di Ruangan Hemodialisa.


Ia pun menyimpulkan hal yang sama bahwa Mas Adam memang menaruh hati pada calon kakak ipar nya itu.


" Lalu setelah Kak Dena tau Mas Adam sudah memiliki istri apa dia tetap mencintai nya?"


Hasbi menggeleng karena tidak yakin dengan jawaban nya .


" Yang aku takut kan Kak Dena menjalin hubungan dengan Adrian hanya sebagai kamuflase untuk meyakinkan ku bahwa ia ingin menjauhi laki laki itu".


Hasbi mengatakan kekhawatiran nya kepada Laras.


" Laras, aku minta kau untuk mengawasi mereka selama di rumah sakit'.


" Anggap saja kau tidak mengetahui rahasia ini".


" Siap sayang, akan aku lakukan untuk dirimu", lagi lagi Laras mengusap usap wajah nya di dada bidang kekasih nya .


" Hey Laras... ayo cepat kita keluar dari kamar"


" Sebentar lagi ibu ku sudah kembali dari rumah Kak Anjani, kau tidak mau kan ibu tau kita baru saja bercinta di kamar?".


" Hehehe...", Laras terkekeh mendengar ucapan Hasbi, sambil bergelayut manja ia terpaksa melangkah keluar kamar.


...****************...


Laras ternyata agresif ya😄


Menurut kalian yang bakal naik ke pelaminan terlebih dahulu siapa nih?


Hasbi Laras atau Dena Adrian??

__ADS_1


Atau malah Adam Dena....


Lanjut episode berikut nya ya.. jangan lupa like🥰🥰


__ADS_2