Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Doa konyol Radit


__ADS_3

Hampir dua minggu sudah Lisa meninggalkan rumah dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibunya.


Selama dua minggu itu pula Juna harus mondar mandir dari rumah nya ke rumah nenek nya. Bocah lelaki itu terkena imbas dari keegoisan kedua orang tua nya .


Lisa dan Adam sama sama keras kepala, tak ada satupun di antara mereka yang berniat untuk menghubungi meski hanya lewat sambungan telepon atau pesan.


Awal nya Lisa masih berharap suami nya datang menjemput nya lalu memohon agar ia kembali ke rumah dan berjanji untuk melupakan perempuan itu. Namun tak ada tanda tanda dari Adam untuk melakukan itu, minta maaf pun tidak.


Hal itu membuat Lisa semakin benci dan ingin membalas perbuatan suaminya.


Sejauh ini Lisa masih bisa menahan diri untuk tidak menghampiri Dena, karena ia sadar perempuan itu tidak sepenuh nya salah.


Suami nya lah yang begitu mencintai perempuan itu.


Malam itu Adam sedang berbaring di sofa menghadap televisi mengingat bagaimana sikap Dena yang masih acuh dan menjaga jarak meskipun mereka sudah mengungkapkan perasaan masing masing.


Tak ada perkembangan berarti dalam hubungan mereka. Dena masih menjalin hubungan dengan Adrian dan tak menganggap Adam siapa siapa dalam hidupnya.


Adam terbangun dari posisi tidur nya ketika ia mendengar sebuah mobil terparkir di halaman rumah nya. Ia keluar melihat siapa yang datang.


" Maaf datang malam malam begini", Lisa langsung masuk ketika Adam membuka pintu.


Adam diam tak menjawab.


" Aku datang bukan untuk mengemis cintamu".


" Aku hanya ingin mengambil beberapa barang pribadi milikku".


Lisa melangkah ke kamar, mengambil sebuah tas besar dan mulai memasukkan barang barang miliknya.


Adam hanya memperhatikan perempuan yang masih sah menjadi istri nya itu dari kejauhan, Lisa masih mengenakan pakaian rapi, setelan kerja. Tampaknya ia baru saja pulang dari tempatnya bekerja.


Adam mendengar dari Ibu mertua nya kalau istrinya itu sudah satu minggu bekerja di sebuah Perusahaan Properti. Ia mendapatkan fasilitas mobil dari Perusahaan tempat nya bekerja. Adam tak terlalu peduli dengan hal itu.


" Besok Juna minta kau menjemputnya, ia bilang ingin tidur disini besok malam", Lisa berkata pada Adam tanpa menoleh sedikitpun, tangan nya masih cekatan merapikan barang barang ke dalam tas.


" Ohh ya, kalau kau sudah tak mencintaiku lagi dan tak ingin memperbaiki hubungan rumah tangga kita sebaik nya kau ambil keputusan".


" Jangan menggantungkan status ku seperti ini".


" Dan juga.... jangan menggantungkan hati perempuan mu itu".


Entah kenapa kata kata yang keluar dari mulut Lisa saat itu tidak terasa menyakitkan lagi bagi Lisa. Apa mungkin ia hampir kehilangan rasa cinta pada laki laki itu.


Ia tak ingin membuat dirinya terlihat menyedihkan di hadapan suami yang secara terang terangan mengakui kalau ia mencintai perempuan lain lebih dalam.


Adam tak ingin banyak bicara, tak ia tanggapi sedikitpun ucapan Lisa .


Namun tampaknya ia memang harus memikirkan bagaimana nasib pernikahan nya ke depan .


Sekali pun Dena masih saja memiliki hubungan dengan Adrian, bagi Adam ia tak pernah menyesal atas keputusan nya mengakui ia mencintai perempuan itu dan harus bertengkar dengan istrinya .


Baginya, definisi mencintai itu tidak lah harus untuk memiliki semua yang terlihat oleh mata. Sekuat apapun perempuan itu meyakinkan hubungan nya dengan laki laki lain, tapi kalau hatinya saja masih terpaut pada cinta Adam itu tak akan berarti apa apa.


" Lisa...", akhirnya setelah dua minggu tak berbicara pada istrinya,malam itu keluar juga kata kata dari mulut Adam untuk menyebut nama istrinya.


" Aku minta maaf"


" Permintaan maaf ku untuk perempuan yang menjadi ibu dari anak ku".


" Ya, aku tau kau meminta maaf bukan sebagai aku perempuan yang kau cintai lagi"

__ADS_1


" Aku sudah memaafkan mu Mas"


" Jadi tolong, pertegas hubungan kita"


" Agar kau dan aku bisa sama sama mengambil langkah, jangan buat dirimu dan aku jalan di tempat".


" Aku sudah selesai dengan barang barang ku,aku permisi", Lisa keluar dari kamar membawa sebuah tas besar dan memasukkan nya ke bagasi mobil nya.


Adam bahkan tak mengucapkan hati hati di jalan pada perempuan itu.


Ia hanya menitipkan salam untuk Juna dan menyampaikan besok ia akan menjemputnya.


Lisa mengendarai mobil nya tak langsung menuju rumah ibunya, ia mengarahkan mobil nya ke cafe yang biasa ia datangi.


Seseorang pasti sudah menunggunya disana.


Ia masuk ke cafe dan buru buru menghampiri meja dimana laki laki itu sudah menunggunya.


Ia langsung duduk di hadapan lelaki itu.


" Maaf pak , sudah lama menunggu ku ya?"


" Hahaha, Lisa Lisa.. kenapa memanggil ku Pak?"


" Ini kan bukan jam kerja lagi?"


" Kan aku sudah katakan padamu kalau kau sedang berada di luar kantor kau bisa memanggil namaku".


" Atau kalau kau mau kau masih bisa memanggil panggilan kesayanganmu seperti dulu saat kita masih kuliah, hehehe", laki laki itu tergelak dan kemudian di susul tawa oleh Lisa.


" Maaf ya Dit, tadi pulang dari kantor aku mampir ke rumah dulu".


"Ada beberapa barang yang mau ku ambil"


" Terima kasih Lisa, tidak salah aku menjadikan mu sebagai asisten ku".


" Aku bisa sedikit santai sekarang di kantor", ucap Radit, ia tau betul potensi kerja mantan kekasih nya ini .


" Ohh iya tadi kau bilang kau ke rumah mu?"


" Apa kau bertemu dengan suami mu?"


Lisa mengangguk sambil mengaduk aduk segelas cappucino yang tadi ia pesan.


" Terus bagaimana reaksinya, apa ia memintamu untuk kembali?"


" Ehh.. maaf kalau aku terlalu banyak bertanya tentang masalah rumah tanggamu"


" Nggak masalah kok dit, aku malah merasa senang kau mau menjadi teman tempat ku bercerita masalah rumah tanggaku saat ini".


" Suamiku bahkan tidak peduli dengan ku".


" Aku hafal sekali dengan dirinya, sepertinya ia memang benar benar mencintai perempuan itu".


" Ia tak memintaku untuk kembali", ada nada sedih di kalimat yang diucapkan Lisa.


" Lisa, aku minta maaf membuatmu bersedih karena membahas rumah tanggamu".


" Sudah lah Lis, jangan terlalu kau pikirkan".


" Ayo kita makan", Radit menyodorkan sendok kepada Lisa menyuruh nya untuk mulai menikmati makanan yang sudah terhidang dari tadi.

__ADS_1


Tak berapa lama mereka sudah selesai dengan makanan masing masing.


Namun Radit nampak nya masih ingin berbincang banyak dengan perempuan yang dulu pernah mengisi hatinya itu .


" Lis, kemarin aku bertemu adik ku setelah hampir beberapa minggu kami jarang bertemu dan berkomunikasi meskipun tinggal satu rumah".


Lisa tau Radit memiliki seorang adik laki laki dan ia belum pernah sama sekali bertemu dengan adiknya Radit.


Ia hanya mendengar dari cerita cerita Radit .


" Aku berbincang dengan nya kemarin sore, dan ia mengatakan ia punya rencana untuk menikahi kekasih nya".


" Bukankah itu kabar bahagia?", ucap Lisa.


" Iya.. aku bahagia kalau memang adik ku itu bahagia"


" Cuma aku takut menjadi penghalang rencana pernikahan nya karena adik ku takut aku keberatan kalau ia " melangkahi ku" untuk menikah duluan".


" Kau sepertinya harus memikirkan kehidupan pribadi mu dit?"


" Kau pria matang, mapan, kenapa tak berusaha mencari kekasih"


" Ahh aku rasa banyak perempuan yang menyukaimu, kau saja yang terlalu sibuk memikirkan perusahaan mu hingga melupakan kau semakin tua, hahaha", Lisa menggoda Radit.


" Huh.. coba saja kau belum menikah Lis, pasti nggak akan sulit bagiku", ucap Radit pelan.


" Kau bicara apa dit?" , tanya Lisa yang samar samar mendengarkan ucapan nya.


" Ehhh...nggak bilang apa apa kok", wajah Radit berubah gugup takut Lisa mendengar ucapan nya barusan.


" Ohh ya Lis nanti kapan kapan kau harus berkenalan dengan adik ku".


" Tapi janji ya kau jangan jatuh hati pada adik ku, karena ia jauh berbeda denganku".


" Dia tampan, menurutku lebih tampan dari suami mu, hehehe".


" Huh.. dasar kau Radit, kau pikir aku menyukai berondong apa?".


Radit tersenyum memandang perempuan ini, ia masih saja terpesona meskipun bisa di bilang wajah nya tidak cantik cantik amat tapi ia menarik.


Radit jadi bertanya tanya dalam hati bagaimana kah sosok perempuan yang disukai suami Lisa, padahal Lisa saja sudah menarik seperti ini.


" Lisa, sudah malam".


" Besok ada banyak proyek lapangan yang harus kita selesaikan"


" Ayo pulang".


Mereka meninggalkan cafe dan pulang dengan kendaraan masing masing.


Radit menyelipkan doa di sepanjang perjalanan nya menuju rumah .


" Tuhan, semoga saja Lisa ikhlas menjadi janda".


" Aku rela kok dapat istri janda".


...****************...


Masih berlanjut ya readers di episode berikut nya ...


Maaf author cuma bisa up 1 atau 2 episode per hari nya .

__ADS_1


Ikuti terus, jangan lupa like n follow akun author ya🥰🥰


__ADS_2