Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Dua hukuman untuk Laras


__ADS_3

" Laras, masuk kamar !!!!", perintah Hasbi kepada istrinya itu setelah Adam dan Juna pulang.


Laras tak berkutik, seperti kerbau yang dicolok hidung nya ia menuruti perintah suami nya untuk masuk kamar.


Ia tau Hasbi benar benar marah karena ia memanggil nya tanpa panggilan " sayang".


Hasbi menutup pintu dengan kencang, hingga Laras ketakutan dan berdiri mematung.


" Kau... beraninya kau berbohong dengan alasan ngidam mu!", seru Hasbi dengan mata berapi api.


Laras tak berani menatap nya.


" Aku...aku..tidak bohong sayang, aku beneran ngidam begitu".


" Hey...aku tidak bodoh ya. Aku melihat bagaimana senang nya dirimu melihat Kak Dena yang dekat dengan Juna".


" Katakan apa yang sebenarnya kau rencanakan", tangan Hasbi mencengkram kedua pipi Laras.


" Aww.. sakit, lepaskan".


" Aku tidak merencanakan apa apa, aku sungguhan ngidam sayang", Laras masih saja berkilah.


" Demi apa kau berani bersumpah kalau kau tidak berbohong".


" Kau sedang hamil, jangan main main dengan kebohongan", Hasbi tau Laras perempuan yang mudah ditakuti.


" Aahh...kenapa sih kau pakai acara sumpah sumpahan segala".


" Iya iya aku jujur, aku memang berpura pura ngidam", Laras mengkerut seperti cacing karena ia tau Hasbi akan marah besar.


" Laras....berani nya Kau!!!".


" Aku tak akan marah jika kau berbohong untuk ngidam yang lain lain".


" Tapi kali ini kau menyeret Kak Dena, aku tak bisa terima".


" Sayang, kenapa sih kau begitu membenci Mas Adam. Lagian kan Kak Dena juga belum menikah dengan Adrian", Laras masih saja berani membantah suaminya yang sedang marah itu.


" Cukup...!!! Tutup mulutmu untuk berbicara tentang Mas Adam lagi".


" Kak Dena lebih pantas dengan perjaka seperti Adrian, bukan duda seperti Mas Adam", semakin kesal saja Hasbi dibuat oleh Laras.


" Kenapa juga kau yang sibuk menentukan jodoh untuk Kak Dena, padahal aku bisa lihat dengan mata batin ku kalau Kak Dena masih sangat mencintai Mas Adam", ucapan Laras seolah olah dia adalah seorang peramal.


" Diam kau Laras, kau pikir aku main main untuk menghukum mu!!!".


Laras mendengus kesal,


"paling juga yang kau maksud hukuman itu adalah minta dilayani di tempat tidur. Hanya itu saja aku tak kan takut", ucap Laras dalam hati.


" Mana ponsel mu, sini berikan padaku", perintah Hasbi.

__ADS_1


" Hey ..ada apa dengan ponsel ku?", Laras bingung.


" Berikan sini, jangan membantah!!!".


Laras menyerahkan ponsel nya kepada Hasbi.


" Mulai hari ini ponsel mu aku sita selama satu minggu penuh, kau tak boleh memegang ponselmu".


" Hah...apa??? Sayang kau gila, apa hubungan nya menghukum ku dengan menyita ponsel ku", Laras mencoba protes.


" Tentu saja ada hubungan nya, aku tak mau kau punya rencana rencana lain lagi di luar sana untuk mempertemukan Kak Dena dan Mas Adam".


Laras hanya bisa cemberut dan kesal.


" Terserah kau sajalah, lebih baik aku tidur", Laras menghempaskan tubuh nya ke kasur seolah lupa kalau di perut nya ada janin yang harus ia jaga .


" Hey...kau bilang apa barusan?? kau ingin tidur?".


" Kau belum selesai dengan hukuman mu, itu baru hukuman yang pertama", ucap Hasbi sambil menyeringai.


" Hah...belum selesai?? Hukuman apa lagi??", Laras membalikkan tubuh nya menatap suaminya yang masih berdiri di ujung tempat tidur.


Hasbi tak menjawab, malah membuka laci kecil di meja rias. Kemudian ia mengeluarkan seutas tali .


" Hey ...kau mau membunuhku dengan tali itu?", Laras spontan duduk karena terperanjat melihat suaminya memegang tali yang sudah ia mainkan dengan ujung jarinya .


" Hahaha, akan ku buat kau minta ampun malam ini hingga tak mengulangi lagi kesalahanmu yang seperti tadi", Hasbi mendekat ke tempat tidur.


Menarik baju yang dikenakan istrinya, dan melempar nya sembarang hingga tak tersisa satu helai benang pun menutupi tubuhnya.


" Sayang, aku memang sering merengek minta dilayani di tempat tidur. Tapi tak perlu tali itu juga kali", Laras bergidik ngeri membayangkan nya.


" Diamlah kau, jalani saja hukuman mu", Hasbi kemudian mengikat kedua tangan Laras di ujung ranjang mereka.


" Sayaaaanggg... kau gila..." , kemudian tak lama suara Laras sudah berubah dengan teriakan teriakan yang membuat Hasbi semakin menggila dengan gerakan nya. Malam ini ia benar benar menghukum istrinya sekaligus memberikan sensasi berbeda bagi Laras.


Sementara itu di Ruang keluarga, Adrian dan Dena masih berbincang sambil menonton televisi.


" Sayang, itu suara apa?".


" Sepertinya suara Laras, kenapa ia terdengar berteriak? Apa mereka bertengkar?", Adrian bertanya pada Dena.


" Hahaha... aku hampir setiap malam mendengar suara itu", Dena tertawa.


" Maksudnya setiap malam?", Adrian masih tak mengerti.


" Laras selalu berisik dengan adegan mesum mereka, kau paham kan bagaimana pengantin baru?", Dena masih terkekeh menahan tawa.


" Hah....jadi teriakan itu.. mereka sedang...??", Adrian tak melanjutkan kalimatnya, malah menutup mata dengan satu tangan nya lalu tertawa.


" Gila adikmu... bisa sampai begitu teriakan istrinya".

__ADS_1


Dena mencubit perut Adrian, merasa malu untuk membahas itu.


" Sayang, apa kau juga nanti akan seperti Laras jika sudah menikah denganku?".


Pertanyaan Adrian tadi membuat Dena mengingat kembali bagaimana nikmat nya penyatuan tubuh kala itu bersama Mas Adam.


Ia kala itu tak jauh bedanya dengan Laras, hanya saja ruangan villa yang kedap udara membuat tak ada siapapun yang mendengar teriakan nya.


" Hey...sayang kau kenapa melamun".


" Jangan jangan kau sedang menghayal melakukan itu bersamaku ya, hehehe", Adrian menggoda kekasih nya itu.


Wajah Dena bersemu merah.


Dalam hati ia berkata, " maaf sayang tebakan mu salah".


" Aku semakin dibuat berdosa karena masih menyembunyikan tentang keperawanan ku".


" Sabar sayang, dua bulan lagi kita menikah".


" Persiapan kita juga sudah hampir matang, tinggal menunggu waktu saja" .


" Kau tau aku sudah tak sabar lagi menunggu tanggal itu", Adrian mendekatkan wajah nya ke wajah Dena .


Hangat nafas nya terasa beradu di nafas Dena, ia kemudian mengecup bibir kekasih nya diiringi suara teriakan Laras dari dalam kamar rasanya ia ingin semakin dalam mencium bibir kekasih nya itu.


" Tahan Adrian, tahan..."


" Jangan sampai kau berbuat gila di ruangan ini, ibu bisa kapan saja melihatnya", Adrian menahan dirinya agar tak berbuat lebih.


Padahal kepala nya terasa sakit menahan hasrat yang sudah sangat besar terpendam di dada nya .


" Sayang, tunggu kau jadi istriku. Aku akan membuatmu lebih kencang berteriak di bandingkan Laras", Adrian berbisik di telinga Dena.


Sementara Dena merinding mendengarkan nya.


" Hhmm..sepertinya laki laki pendiam dan penyabar seperti Adrian bahkan bisa lebih gila dibandingkan adik nya Hasbi", batin Dena dalam hati.


Sampai Adrian pulang malam itu, sepertinya Hasbi belum selesai menghukum istrinya entah untuk berapa kali.


Malam ini, Adrian di buat susah tidur gara gara kelakuan Hasbi dan Laras.


...----------------...


Huaaaa.. otor sepertinya ada niat bikin novel yang menceritakan Hasbi dan Laras setelah novel cinta dalam jarum kupu kupu tamat .


Hehehe... ada yang setuju n suka gk🤭??


Beberapa episode sudah dibuat panas sama Hasbi dan Laras. Episode berikutnya enak nya kisah tentang siapa nih??


Adam?? atau Adrian??

__ADS_1


Lanjut ya di update berikutnya.


Jangan lupa like, komen n kasih vote buat karya otor ini dong🥰🥰🙏


__ADS_2