Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Naik level


__ADS_3

Agustus...


Bulan ini harusnya menjadi saksi ijab kabul dan janji sehidup semati dua insan yang telah memperkokoh hubungan mereka selama bertahun tahun. Tapi semua sudah berlalu, sudah terkubur dalam dalam bersama rasa kecewa dan perih di antara keduanya.


Beberapa hari setelah kejadian malam itu, Hasbi seperti tak pernah bersemangat menjalani hari hari nya. Promosi jabatan yang ia terima di Perusahaan nya tak mampu membuat nya untuk tersenyum sedikitpun. Lihatlah,sekarang ia telah berada di puncak karir yang selama ini ia perjuangkan demi sebuah kata "mapan" versi kedua orang tua Amira . Tapi semua sekarang tak ada artinya sedikitpun tanpa pasangan hidup yang selama ini ia harapkan.


Ia telah menyakiti banyak hati, termasuk kakak nya Dena yang menjadi alasan ia bertahan dengan keputusan nya,malah terluka karena kejadian malam itu. Masih teringat di ingatan Hasbi, keesokan hari nya Dena mengajak Hasbi berbicara empat mata. Perempuan yang begitu tajam insting nya itu, mengutarakan mentah mentah bahwa ia tau alasan sesungguh nya Hasbi mengundurkan pernikahan.


Dena menangis terisak,menyalahi dirinya sendiri seolah menjadi orang yang harus bertanggung jawab atas batal nya pernikahan Hasbi dan Amira. Hasbi saat itu hanya bisa memeluk kakak nya,berusaha meyakinkan kalau ini bukan salah nya. Meyakinkan Dena bahwa ini semua tak ada sedikitpun hubungan nya dengan kakak nya itu. Tapi semakin Hasbi berusaha menutupi, semakin besar keyakinan Dena akan kebohongan adik nya.


Hari itu seperti biasa jadwal Dena menjalani cuci darah, ia mendapat jadwal di hari Rabu dan sabtu. Kak Anjani akhir akhir ini tidak bisa menemani Dena,karena harus ke luar kota dalam waktu yang lama bersama suaminya untuk berkunjung ke rumah mertua nya. Ayah masih berkutat dengan pekerjaan nya di awal bulan yang menumpuk,begitu pula dengan Hasbi. Ibu dari kemarin malam sedang tidak enak badan, Dena menyuruh ibunya untuk istirahat di rumah meskipun ibu tetap memaksa ingin menemani Dena ke rumah sakit.


" Aku bisa sendiri kok Bu, lagian kalau butuh apa apa kan ada perawat yang bisa membantu", Dena meyakinkan ibunya agar berhenti mengkhawatirkan nya.


Hasbi mengiyakan ucapan kakak nya,menyuruh Ibu untuk di rumah saja.


" Hasbi yang akan mengantarkan Kak Dena ke rumah sakit bu,nanti kalau sudah selesai Hasbi bisa jemput Kak Dena lagi", ucap Hasbi.


Akhirnya pagi itu sebelum berangkat ke kantor, Hasbi mengantarkan kakak nya ke rumah sakit. Mengurus berkas berkas pendaftaran, lalu mengantar kakak nya sampai ruangan Hemodialisa. Sebelum meninggalkan kakak nya, ia berpesan kepada Mas Adam untuk menghubunginya kalau terjadi apa apa.


Mas Adam seperti biasa menjawab nya dengan senyuman hangat. Lukas sedikit kesal melihat nya, memasang senyum kecut saat Hasbi menyapa dan berpamitan pulang.


Seperti biasa, dua buah jarum kupu kupu sudah di siapkan untuk memulai tugas nya hari ini. Mas Adam selalu mengajak Dena berbincang sebelum menusukkan jarum kupu kupu ke kulit Dena, hal itu selalu ia lakukan agar gadis itu tidak terlalu tegang dan takut. Mas Adam bertanya banyak hal, bagaimana kondisi kesehatan Dena akhir akhir ini, bertanya kegiatan sehari hari Dena, dan terakhir ia bertanya hal yang membuat debaran jantung Dena semakin kencang berdebar.


" Dena sudah punya pacar?", tanya Mas Adam seperti biasa dengan wajah tenang.


Wajah Dena bersemu merah, hati nya mulai melambung hanya karena pertanyaan sederhana seperti itu. Padahal bisa jadi Mas Adam bertanya hal itu hanya karena basa basi dan bukan ingin tau kehidupan pribadi nya.


" Ehhh... hhmm.. belum Mas, aku masih singel alias jomblo", Dena menjawab dengan terbata bata.


Mas Adam tersenyum,yang lagi lagi senyuman nya membuat Dena semakin salah tingkah.


" Pasti kamu terlalu pilih pilih ya sama laki laki yang akan jadi pacarmu, kamu kan cantik masak nggak punya pacar, he he he" , Mas adam menimpali dengan candaan.


" Mak jlebbbb.. Dena semakin dibuat melambung tinggi.. " Apa??? dia bilang aku cantik?", pekik Dena dalam hati.


Buru buru ia menutupi wajah nya yang semakin merah padam.


" Kalau sekarang mana ada sih Mas yang mau sama perempuan sakit seperti aku?" , jawab Dena sambil berharap Mas Adam menjawab "Aku mau kok sama kamu" ( mimpiiiiii )

__ADS_1


Mas Adam diam sejenak, kemudian menatap lembut mata Dena.


" Percayalah, jodoh itu rahasia Tuhan. Jika seseorang benar benar mencintaimu dia akan melihat kelebihanmu, dia akan membutakan mata nya dan menulikan telinga nya untuk semua kekurangan mu"


" Suatu saat pasti akan datang lelaki yang seperti itu", kata kata Mas Adam mengalun mesra di telinga Dena. Menyejukkan hati nya yang gersang, menyirami padang padang tandus yang Dena biarkan selama ini di hatinya.


Dena memekik di dalam hati


" Andai kau tau, kaulah lelaki yang aku harapkan untuk datang dalam hidupku.


Tuhan,belajar darimana kah aku tentang rasa itu?


Mencoba meraih mimpi yang berada di balik kata Egosentris.


Konyol....


Apa kau perlu perasaanku terutarakan di awal?


" Hehehe.... jangan melamun" Mas Adam menertawakan Dena yang terdiam.


Kemudian Mas Adam mendekatkan wajahnya ke telinga Dena, sontak saja gadis itu terkejut namun ia menikmati hangat nafas nya yang terasa di pipi Dena. Ia membisikkan sesuatu


" Tenang saja Den, Lukas masih jomblo dan tampak nya ia jatuh cinta padamu.. hehehe"


Bagaimana bisa aku terjerat jaring lain


Bila jaring mu amat menarik bagiku


Aku tak sekonyol itu


Hinggap di satu rasa tanpa perasaan


Mempermainkan hati yang tersodor di awal masa.


Ingat satu hal, " jangan ingkari aku"


Dena mengumpat dalam hati betapa lelaki ini tak pernah menyadari apapun tentang perasaan nya .


Dena menimpuk pelan bahu Mas Adam dengan bantal kecil di sebelah nya. Untung saja jarum kupu kupu telah menempel di tubuhku sehingga aku tidak bisa leluasa bergerak, kalau tidak akan ku kejar dirimu, umpat Dena kepada Mas adam yang berlari kecil menjauh sambil tertawa. Di ujung sana, Lukas tampak gusar melihat perempuan incaran nya yang nampak akrab berbincang dan tertawa tawa dengan Mas Adam.

__ADS_1


" Makanan dan minuman mu aku siapkan disini ya Den biar gampang kamu ambil", ucap Mas Adam seraya menarik meja kecil meletakkan di sebelah kanan Dena.


" Kalau butuh bantuan, nanti panggil aku saja"


Dena mengangguk kecil, berterima kasih kepada lelaki hangat yang akhir akhir ini selalu membuatnya mengembangkan senyum.


Dena mencoba memejamkan mata nya, berharap bisa tertidur sampai 4 jam ke depan. Tapi semakin ia mencoba semakin tidak ada sama sekali rasa kantuk yang timbul. Ia mengingat ingat kembali sedikit percakapan nya tadi dengan Mas Adam. Setidak nya ini awal yang baik menurut Dena, ia sudah mulai bisa berbincang akrab dengan laki laki itu. Dena memandang jarum kupu kupu hijau yang menempel di lengan kiri nya, berucap dalam hati " Hei jarum kupu kupu, kau menyakitkan bagi hampir semua orang, tapi aku tidak termasuk salah satu dari orang orang itu karena nyatanya aku selalu menantikan saat saat kau hinggap di tubuhku, aku bahkan menikmati nya sebab hanya saat itulah aku bisa memandang wajah hangat itu sedekat yang ku bisa".


...****************...


Kejutan paling indah di dunia adalah ketika kamu mengetahui bahwa yang kamu kejar kejar perhatian nya, diam diam juga menaruh perhatian kepadamu, bahkan lebih besar.


Hari ini bisa jadi hari paling indah bagi Dena, setelah kepulangan nya kembali ke kampung halaman. Bak gayung bersambut, Dena merasa perasaan perasaan nya mulai terbalaskan dari laki laki yang diam diam ia menaruh harap. Terlalu awal rasanya Dena menyimpulkan hal yang belum jelas kebenaran nya.


Empat jam selesai di lalui dengan aman, meskipun di 1 jam terakhir Dena sempat merasakan pandangan mata nya berkunang kunang karena tekanan darah yang turun. Namun akhir nya kembali normal setelah Mas Adam memberikan nya segelas teh manis hangat.


Hasbi menelepon kakak nya, memberi kabar tidak bisa menjemput ke rumah sakit di karenakan masih banyak pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan. Dena memahami dan memaklumi adik nya, ia bisa pulang sendirian dengan memesan taksi online,begitu ucap nya pada Hasbi. Namun tampak nya Hasbi masih begitu mengkhawatirkan kakak nya, ia malah menghubungi Mas Adam minta bantuan untuk mengantarkan Dena pulang. Entahlah.... entah untuk alasan khawatir dengan keadaan kakak nya atau entah karena sebuah rencana untuk mendekatkan lelaki itu dengan kakak nya.


Mas Adam sungguh lelaki yang baik, ia mengerti bagaimana kekhawatiran adik laki laki Dena. Ia memaklumi karena memang kondisi Dena yang masih belum stabil, apalagi saat selesai menjalani cuci darah, terkadang ada beberapa pasien yang merasa tubuh nya lemas atau pun pusing kepala . Ia mengiyakan permintaan Hasbi, " Baiklah, saya janji kakak mu akan selamat sampai di rumah, saya yang akan mengantarnya pulang ", begitu ucap nya pada Hasbi yang tersenyum lega di ujung telepon.


Siang itu, setelah dua jarum kupu kupu hijau selesai menjalankan tugasnya, Dena menunggu Mas Adam di kursi tunggu di depan Ruangan Hemodialisa karena memang jam kerja lelaki itu berakhir kurang lebih setengah jam kemudian. Tak lama Mas Adam muncul keluar dari ruangan, sudah mengenakan tas selempang nya, memakai jaket Varsity berwarna Navy bertuliskan huruf bordir sebuah nama " Adam " di dada bagian kirinya.Ia terlihat semakin mempesona di mata Dena, dengan dada dan bahu yang bidang, postur tubuh rata rata seorang laki laki, tentu saja ditambah dengan tatapan hangat dan senyum khas yang selalu ia lemparkan.


Mas Adam menghampiri Dena, sementara itu dari dalam ruangan Hemodialisa yang terbuka, Lukas masih saja cemberut karena mengetahui Mas Adam yang akan mengantar Dena pulang.


Ia menggerutu di dalam hati " Huuhh.. kenapa juga sih adik laki laki Dena yang tak seberapa tampan nya itu tidak menghubungiku saja minta tolong agar aku mengantar kan kakak nya", dengan bibir yang masih bersungut sungut ia melangkah sambil ditertawai rekan kerjanya Laras dan Risma. Dan, pada akhirnya si Humoris tidak bisa menghibur dirinya sendiri.


Mas Adam dan Dena berjalan beriringan menuju parkiran, Dena masih saja berdebar seolah ia baru saja akan melakukan kencan untuk pertama kalinya. " Huuhh...norak sekali sih Dena...ia kan hanya mengantarmu pulang,itupun karena Hasbi yang meminta", Dena menceramahi hati nya sendiri. Tapi ia tak peduli apapun itu bentuk hubungan ini sesungguhnya, yang ia tau hari ini setidak nya hubungan nya dengan Mas Adam naik level 1 tingkat. Yang sebelum nya hanya sebatas berbincang di ruangan hemodialisa, kali ini ia bahkan diantar pulang ke rumah nya oleh lelaki ini. " So sweet kaan", Dena bersorak sorai dalam hatinya.


" Den, tidak apa apa kan kalau aku mengantarmu pulang dengan kendaraan roda dua? Soal nya kalau cuaca cerah seperti ini, aku lebih suka kemana mana naik motor dibanding bawa mobil", ucap Mas Adam memulai pembicaraan.


" Tidak apa apa kok Mas, saya malah minta maaf karena merepotkan Mas Adam", jawab Dena. Padahal dalam hati ia bersorak girang membayangkan adegan romantis seperti pasangan kekasih yang berboncengan diatas motor.. Dimana biasanya sang perempuan selalu memeluk mesra pinggang lelakinya dan disambut mesra dengan genggaman erat tangan sang lelaki. Dena terkekeh pelan, tertawa geli membayangkan itu.


" Tuhan... andai hari hari ku setiap hari selalu di hiasi tawa seperti ini".


Sepertinya Dewa Eros sedang melesatkan panah cinta ke hati gadis ini. Dan gadis ini bagaikan Psikhe yang menyaingi kecantikan Dewi Afrodit.


...----------------...


* Dewa Eros : Dewa Asmara

__ADS_1


* Psikhe : Perempuan yang merupakan kekasih Eros dalam mitologi Yunani


* Afrodit : salah satu dewi tercantik yang merupakan ibu dari Dewa Eros.


__ADS_2