
Hari ini adalah hari terakhir Dena berstatus lajang, besok ia akan melangsungkan pernikahan yang sudah beberapa bulan ini mereka persiapkan.
Semua sudah siap, di handle oleh Wedding Organizer milik sahabat Adrian.
Adrian baru mendapat cuti mulai hari ini, masih ada beberapa urusan yang harus ia selesaikan.
Dena hari ini seperti biasa melakukan cuci darah di rumah sakit. Hari ini ia sengaja minta tambahan waktu satu jam.
Besok ia membutuhkan banyak tenaga karena harus berdiri seharian menyambut tamu yang datang. Tentu juga ia akan butuh banyak tenaga di malam hari untuk malam pertama nya.
" Sayang, aku tak bisa menemanimu hari ini ke rumah sakit", ucap Adrian tadi pagi di telepon.
" Hari ini aku akan datang langsung ke hotel tempat resepsi besok, memastikan semua sesuai keinginanku".
" Iya sayang, aku bisa pergi sendiri ke rumah sakit. Kau tenang saja".
Dena sudah tiba di rumah sakit, menunggu perawat datang memasangkan jarum Kupu kupu di tangan nya.
" Dena, kau jadi mengurus HD travelling untuk ke Bali?", tanya seorang perawat perempuan bernama Yulia.
" Iya yul, sudah ada rumah sakit tujuan disana yang menerima pasien travelling" .
" Kalau bisa hari ini aku sudah mendapat surat rekomendasi dari sini agar nanti di permudah disana".
Perawat bernama Yulia itu mengangguk kemudian kembali ke meja kerjanya menyiapkan berkas berkas yang di butuhkan Dena selama di Bali nanti.
Ia akan tetap menjalani cuci darah disana, karena tak mungkin untuk bolos, akan terlalu beresiko untuk kesehatan nya.
Yulia datang kembali memberikan satu amplop yang berisi berkas berkas untuk Dena.
" Besok jangan lupa datang ya ke pernikahanku", Dena mengingatkan lagi kepada Yulia .
Perawat perempuan itu mulai mengerjakan tugas utama nya dengan dua buah jarum kupu kupu.
Sepuluh bulan akrab dengan tusukan jarum besar itu, membuat Dena sudah terbiasa rasanya.
Tak ada lagi rasa ngeri seperti dulu di awal awal cuci darah nya .
Hanya saja, dulu ia selalu di kuatkan oleh kata kata semangat dari laki laki yang membuat nya ingin hidup lebih lama.
Dena mengatur nafas nya, memejamkan mata. Ingatan nya kembali ke masa masa itu, saat semuanya ia rasakan begitu indah dan patut ia perjuangkan sebelum ia tau laki laki itu telah beristri.
" Jarum kupu kupu, kau mempertemukan ku dengan cinta pertama ku, ya hanya bertemu namun tidak untuk bersatu".
Lima jam hari ini di lalui Dena begitu cepat rasanya. Pikiran nya di penuhi hal tentang pernikahan nya esok hari.
Sebelum pulang, Dena minta di suntikkan beberapa suntikan vitamin. Tentu saja untuk persiapan esok hari yang menguras tenaga.
****
Dena sudah sampai di Rumah siang itu selesai cuci darah. Tak nampak kesibukan apa apa di rumah itu seperti hal nya akan mengadakan pernikahan. Besok semuanya akan di adakan di Ball room Hotel.
Prosesi akad nikah pun diadakan pagi hari di hotel tersebut dan dilanjutkan dengan resepsi di tempat yang sama .
Beberapa kerabat Ayah dan Ibu yang datang dari luar kota sudah di sediakan kamar hotel oleh Adrian. Karena tak mungkin menampung mereka semua di Rumah Dena. Hanya ada kerabat kandung Ibu dan Ayah yang saat ini ada di rumah.
__ADS_1
Seperti biasa mereka banyak bertanya ini dan itu tentang Adrian calon suami Dena.
Padahal pikiran Dena sedang tak bisa fokus pada laki laki itu. Untung ada Laras yang mengerti perasaan Dena, ia menyelamatkan Dena dari rentetan pertanyaan yang sebenarnya malas dibahas oleh Dena.
" Kak Dena, sekarang kan masih siang bagaimana kalau kita ke Spa langgananku".
" Kak Dena bisa luluran mungkin, kan besok hari spesial kakak",ide Laras itu nampak nya diterima baik oleh Dena .
" Baiklah, aku minta izin Adrian dulu ya. Karena ia berpesan padaku jangan kemana mana setelah pulang dari rumah sakit".
" Ia memintaku untuk istirahat saja di rumah".
Laras terkekeh dengan ucapan kakak ipar nya ini.
" Hehehe.. calon istri sholehah ya sepertinya. Kak Dena nurut banget sama Kak Adrian", Laras membandingkan diri nya yang terkadang masih sering membantah suaminya.
" Itu yang kau tau Ras, padahal aku sering membohongi Adrian", ucap Dena .
" Pasti Kak Dena berbohong pada Adrian kalau berurusan dengan Mas Adam ya".
" Uuppss maaf Kak, Laras gak bermaksud mengingatkan Kak Dena tentang Mas Adam lagi", Laras selalu saja keceplosan.
" Hahaha, tidak apa apa Ras . Memang kenyataan nya seperti".
" Banyak hal yang tidak kau ketahui, suatu saat aku janji akan bercerita padamu".
" Kenapa nggak cerita sekarang aja sih Kak, jangan suatu saat", jiwa kepo nya Laras langsung muncul.
" Jangan sekarang, aku tak ingin merusak suasana hati ku untuk persiapan pernikahan ku besok. Karena kalau aku ceritakan hanya akan membuat ku merasa bersalah lagi", Dena yakin jika ia menceritakan hal ini pada Laras adik iparnya itu pasti bersemangat sekali mendengarkan nya.
Dena kemudian menelpon Adrian.
" Pergi kemana sayang?".
" Laras mengajakku ke tempat spa langganannya, aku sepertinya butuh massage dan luluran".
Adrian berpikir sejenak.
" Boleh juga, besok malam kan malam pertama kita. Sepertinya itu ide bagus, hehehe", Adrian tertawa di ujung telpon.
Dena malu malu mendengarkan nya.
" Baiklah aku berangkat sekarang ya".
" Iya, hati hati di jalan dan segera pulang ke rumah jika sudah selesai".
" Sampai jumpa besok sayang di acara pernikahan kita".
Dena lalu pergi bersama Laras, luluran seluruh tubuh dan massage seperti yang mereka rencanakan.
Di perjalanan pulang Laras malah berhenti di sebuah toko Under wear.
" Laras, kau mau membeli apa disini?", tanya Dena bingung.
" Duuhh...kakak ipar gimana sih, ya beli pakaian dalam lah Kak masa mau beli sayuran, hehehe".
__ADS_1
" Aku akan memilihkan Kak Dena lingerie terbuka model terbaru, Adrian pasti senang melihatnya"
Dena membelalakkan mata nya, ia merasa malu untuk hal hal seperti ini meskipun sesama perempuan.
" Mulai sekarang Kak Dena harus membiasakan diri tidur dengan lingerie lingerie ini, agar Kak Adrian betah di kamar bersama Kak Dena", Laras memberi trik nya dalam menjerat suami.
" Hah.. setiap malam aku harus memakai ini?", tanya Dena kaget.
" Bukan hanya setiap malam kak, pagi dan siang hari pun boleh jika sedang berada dalam kamar bersama Adrian".
" Huuhh..kau selalu begitu Laras?".
Laras mengangguk bangga.
" Pantas saja kau selalu berteriak pagi siang sore malam di kamar mu, kau selalu menggoda adik ku ya, hahaha", Dena tertawa membayangkan kelakuan Laras.
Laras tak malu mengakuinya, ia malah menceritakan secara detail bagaimana ia bercinta dengan suaminya.
Dena hanya dibuat menganga dan manggut manggut mendengar betapa gila nya pasangan itu.
" Kak Dena juga nanti akan begitu, hehehe. Apalagi Adrian, aku rasa dia lebih menggebu dibandingkan Hasbi, hahaha", Laras tertawa keras, kemudian Dena membungkam mulut adik iparnya itu karena beberapa orang menoleh ke arah mereka.
Dan akhirnya, beberapa lingerie terbuka lengkap dengan G String nya dipilih Laras untuk Dena .
Dena merasa geli membayangkan ia memakai pakaian itu ketika tidur. Namun Laras meyakinkan kalau Adrian pasti menyukainya .
" Percayalah Kak kepadaku, aku yakin Adrian akan memujimu dan bertekuk lutut melihat betapa menggairahkan nya dirimu dengan pakaian pakaian itu".
Lagi lagi Dena bergidik ngeri membayangkan nya.
" Laras.. Laras, kau selalu saja punya ide gila".
Mereka pulang sudah hampir pukul enam. Tentu saja pulang dengan membawa beberapa kantong belanjaan mereka.
Laras membeli lebih banyak dibandingkan Dena.
" Pakaian dalam ini sengaja ku beli untuk persiapan nanti di Bali Kak", ucap laras ketika Dena bertanya untuk apa pakaian sebanyak ini.
Malam ini, malam terakhir Dena tidur sendiri di kamar nya.
Karena mulai besok ia akan selalu di temani oleh Adrian.
Ia menatap lekat setiap sudut kamar, kamar ini menjadi saksi malam malam panjang nya merindukan Mas Adam, kamar ini pula menjadi saksi tangisan tangisan nya.
Dena memaksakan diri untuk tidur lebih awal, besok pagi pagi sekali ia harus bangun menyambut hari pernikahan nya .
Sebait doa ia panjatkan sebelum tidur,
" Tuhan mantapkan hatiku untuk pernikahan ku besok, lancarkan semuanya, dan aku berharap Mas Adam datang esok hari, Aamiin".
...----------------...
Besok kira kira Mas Adam datang nggak ya ke pernikahan Dena?
Apa akan ada drama tangisan lagi di pernikahan Dena besok?
__ADS_1
Lanjut episode berikutnya ya, hari sakral Adrian dan Dena 😍
Jangan lupa pencet like n tinggal jejak komen🥰🥰🙏