Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Jujur kepada Hasbi


__ADS_3

Prolog Pilu..


Kita tidak lebih dari kisah yang tak mengenal sudah.


Berawal dari tawa yang menawarkan singgah


Berujung canda lalu mencoba menjadi rumah.


Perlahan lahan menapaki celah untuk menghalau segala resah


Kita adalah ketiadaan yang saling membutuhkan.


Menghimpun perasaan agar tak lagi terabaikan.


Sekali lagi menawarkan hati dari segala penyesalan.


Menguatkan harap dari segala angan yang pernah terkucilkan.


Kita adalah kesempatan alam semesta pada sebuah rasa.


Kesepakatan untuk selalu ada meski derap nya tak selalu sama.


Berkali kali memanipulasi luka dan kecewa.


Untuk menghadirkan simfoni dengan lagu yang seirama.


Adalah kamu yang membuat ku untuk belajar menjadi AKU....


...****************...


Dena menghabiskan waktu sore hari dengan membaca sebuah Novel sembari duduk di ayunan kecil di teras rumah nya. Hasbi menghampiri kakak nya yang sedang asyik sendiri.


" Boleh aku duduk menemani Kak Dena?", Hasbi hari itu pulang lebih awal karena kerjaan di kantor nya agak sedikit lengang.


" Tentu saja boleh", Dena menggeser tubuh nya memberi tempat untuk Hasbi duduk di sebelahnya.


Dena menutup novel yang baru setengah ia baca, bagi nya berbincang dengan adik laki laki nya jauh lebih menyenangkan dibanding meneruskan membaca novel.


" Bagaimana hari ini di Rumah sakit Kak, lancar?", Hasbi bertanya karena ia masih memikirkan kakak nya yang kemarin sore tiba tiba menangis tanpa sebab .


Dan Hasbi yakin ini ada hubungan nya dengan lelaki di Ruangan Hemodialisa itu .


" Sepertu biasa, semuanya baik baik saja.. Kau tak perlu khawatir", ujar Dena.


" Syukurlah kalau begitu" , Hasbi masih merasa belum puas dengan jawaban kakak nya.


Sepertinya ia harus menagih janji Kak Dena kemarin sore yang mengatakan akan menceritakan masalah apa yang ia hadapi hingga ia menangis bodoh seperti kemarin.


" Kak Dena,kemarin kau berjanji padaku.....",belum sempat Hasbi meneruskan kalimat nya, Dena sudah memotong perkataan adiknya " Ya , tentu saja aku ingat"


" Kebetulan hari ini aku sedang bahagia, aku akan menceritakannya padamu"


Hasbi bingung dengan kakak perempuan nya ini, kemarin ia bahkan tak ingin berbicara apa apa karena kesedihan yang bisa di bilang cukup mendalam baginya. Tapi hari ini ia bisa berkata ia sedang bahagia. Perubahan sikap kakak nya membuat ia semakin tertarik untuk mengetahuinya .

__ADS_1


Dena bersemangat menceritakan dari awal bagaimana pertemuan nya dengan Mas Adam di Bandara, lalu dipertemukan lagi di Ruangan Hemodialisa. Dan akhirnya Dena mengakui perasaan nya yang mulai tumbuh,ia menceritakan betapa ia menginginkan lelaki itu.


" Tapi aku tak pernah berani mengungkapkannya, dan aku rasa ia juga tak pernah peka dengan perasaanku", ucap Dena sedikit kecewa.


"Kak, jangan paksakan seseorang untuk peka karena tidak semua orang bisa peka"


" Jadi lebih baik ungkapkan saja apa yang kakak inginkan kepada nya", Hasbi bisa mengucapkan kata kata itu karena Dena belum selesai meneruskan cerita nya .


" Apa menurutmu ada laki laki yang mau dengan kakak mu yang tidak sempurna ini?", Dena mencoba mencari pandangan dari sisi adik nya sebagai laki laki.


" Kak Dena harus percaya bahwa yang mencintai dengan tulus itu bukan lah ia yang memberi apa apa yang kau mau.


" Tetapi ia yang tetap bertahan setelah tahu apa apa dari kekuranganmu"


Dena hanya menunduk mendengar jawaban Hasbi, ia merasa malu untuk jujur tentang diri Mas Adam yang ternyata sudah memiliki seorang istri.


" Lalu hal apa yang kemarin membuat Kak Dena menangis dan hal apa pula yang membuat hari ini Kak Dena bahagia?", tanya Hasbi.


Dena masih berfikir sejenak, memutuskan apakah ia harus jujur tentang status Mas Adam.


" Ahhh, bukannya aku sudah berjanji pada adik ku ini untuk jujur padanya"


" Ayolah Dena, jangan jadi manusia yang ingkar", bisik Dena dalam hati .


" Kau mau mendengar yang mana terlebih dahulu, sebab aku menangis atau sebab aku bahagia?", tanya Dena menawarkan pilihan kepada adik nya.


Hasbi memainkan bola matanya, berpura pura berfikir seolah dia seperti seorang peserta kuis berhadiah.


" Hehehe, baiklah baiklah ceritakan padaku terlebih dahulu sebab yang membuat Kak Dena bahagia hari ini", Hasbi mengusap kuping nya yang memerah.


Kalimat kalimat meluncur deras dengan penuh semangat Dena menceritakan hari ini Mas Adam mengajak nya ke sebuah tempat yang berarti bagi nya. Dena menceritakan setiap detail perasaan yang membuncah di dalam hati nya meskipun pada kenyataan nya lelaki itu menegaskan ia menganggap Dena seperti adik nya sendiri.


" Tapi bahagiaku sederhana kan,hanya karena ia memperhatikan dan mempedulikan ku aku sudah merasa cukup untuk menyemangati diri sendiri", Dena menunjukkan betapa berharga nya sedikit saja hal baik yang lelaki itu lakukan.


Hasbi merasa lega, ternyata apa yang ia duga selama ini tidak salah . Kakak nya memang benar sungguh sungguh pada lelaki itu. Hasbi seolah bisa merasakan kebahagiaan yang terpancar dari mata kakak nya setiap kali menyebut nama itu .


" Kau masih mau mendengarkan apa penyebab aku menangis kemarin?", Dena melanjutkan pertanyaan nya .


" Tentu saja, bukankah dari awal aku memang menagih janji Kak Dena untuk hal itu"


Dena mengigit bibir nya,masih ragu harus mengatakan ini atau tidak kepada Hasbi.


"Seandainya dari awal aku hanya mengaguminya tanpa menaruh perasaan lebih kepadanya mungkin kami hanya bisa saling bertukar cerita", Dena hati hati memilih kalimat awal untuk bercerita.


" Tapi aku sungguh tidak tahu, tidak menyadari langkah keliru yang sudah aku ambil"


" Dia ternyata....."


Dena tak sanggup untuk meneruskan kalimatnya.


" Ternyata apa kak?"


" Apa dia sudah memiliki kekasih", tanya Hasbi tak sabaran.

__ADS_1


Dena menengadahkan kepala nya,menarik nafas dalam..


"Lebih dari sekedar kekasih", ucap Dena dengan nada bergetar.


" Maksudnya apa, jelaskan padaku Kak",Hasbi masih meraba raba apa maksud ucapan kakak nya.


" Dia ternyata sudah memiliki seorang istri dan seorang anak", kalimat Dena putus sampai disitu.


Hasbi terdiam, seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


Ia meraih tangan Kak Dena, menggenggam nya erat,meminta Kak Dena untuk mengalihkan pandangan kepada nya .


" Aku mohon,hentikan perasaan Kak Dena"


" Ini tidak sesederhana yang kakak kira, ia bahkan sudah mempunyai seorang anak"


" Kakak belum terlalu jauh, aku yakin Kak Dena masih bisa menghentikan semua ini", Hasbi memelas memohon dengan sungguh sungguh kepada kakak nya .


Langit sore kala itu mulai memerah, matahari yang sudah tergelincir ke arah Barat menegaskan Lembayung senja telah tiba. Dena masih terpaku duduk menatap langit tempat ia berteduh. Hasbi meninggalkan nya sendirian,meminta ia untuk berfikir lagi.


" Apakah kalimat ku barusan menunjukkan betapa jumawa nya diriku?", pertanyaan itu muncul di benak Dena.


Tadi ia bersikeras membenarkan semua perasaan nya .


" Aku sudah terlalu dalam dengan perasaanku, dan aku tidak bisa begitu saja melepasnya"


" Rasanya aku tak ingin lagi hidup jika aku harus melepasnya, dan aku akan membuat Mas Adam jatuh cinta padaku", Dena mengenang lagi bagaimana ucapan nya tadi kepada adik nya.


" Jangan buat Ibu dan Ayah kecewa dengan sikapmu Kak", begitu kalimat terakhir yang Hasbi ucapkan kepada Dena sebelum ia pergi meninggalkan kakak nya sendiri duduk termangu.


...****************...


Hasbi masuk ke rumah dengan perasaan kesal. ia tak menyangka serumit ini jatuh cinta pertama yang dialami kakak nya.


" Sepertinya aku harus bertemu lelaki itu, bicara empat mata kepadanya"


" Aku tak ingin ia bersikap dengan segala perhatian yang ia berikan sementara Kak Dena dibuat nyaman oleh hal itu dan menjadi salah mengartikan nya".


" Huuhh... kisah cintaku saja sudah rumit,ternyata ada yang lebih rumit lagi", gerutu Hasbi dalam hati.


Kak Dena sepertinya harus menyibukkan diri dengan bekerja atau kegiatan apa saja yang membuat nya bisa perlahan melupakan lelaki itu. Hasbi memutar otak, terlintas beberapa ide di kepala nya. Mulai dari merekomendasikan kakak nya untuk bekerja di beberapa Perusahaan yang ia rasa bisa menerima kakak nya, sampai ide gila untuk menjodohkan kakak nya dengan rekan kerja nya yang masih jomblo. Dan ide terakhir yang ia punya adalah membuat kakak nya tidak bertemu lagi dengan lelaki itu dengan cara memindahkan tempat cuci darah Kak Dena ke Rumah sakit lain di kota itu.


Sepertinya itu akan jadi planning Hasbi ke depan nya, ia tidak mau kakak nya di cap sebagai Perusak Rumah Tangga orang.


" Kak Dena perempuan baik baik, aku mau ia mendapatkan jodoh nya dengan jalan yang baik pula".


Baiklah, biarkan ia berfikir lagi dalam waktu beberapa hari ini. Jika ia masih tetap dengan keputusan nya,baru aku akan menjalankan rencana rencana ku tadi, gumam Hasbi .


...****************...


Pengumuman:


Hai pembaca setia " Cinta dalam jarum kupu kupu", tunggu episode berikut nya. Mudah mudahan besok update episode baru. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2