
Satu minggu sudah mereka berada di Pulau Dewata.
Selama satu minggu banyak destinasi yang mereka kunjungi setelah dari Kuta, seperti Pura Tanah Lot, Kintamani, dan beberapa Museum.
Dalam satu minggu itu pula Dena dua kali menjalani cuci darah di rumah sakit terdekat .
Hari ini hari terakhir mereka di Bali, semua barang barang bawaan sudah siap.
Laras lah yang paling repot dengan banyak nya barang yang ia bawa, tiga kali lipat dari barang bawaannya saat berangkat.
Mereka tiba di Bandara Ngurah Rai satu jam sebelum keberangkatan.
" Selamat tinggal Bali, semoga nanti kita bisa kembali kesini untuk honey moon ke dua, bahkan ketiga", ucap Adrian pada Dena saat pesawat akan lepas landas.
" Aku berharap bisa kesini dengan membawa anak anak kita nantinya, jika Tuhan mengizinkan dan menitipkan malaikat kecil untuk kita berdua", sambung Dena.
" Aamiin ", mereka berdua mengamini doa doa dan harapan yang mereka langitkan bersama hampir setiap malam selama di Bali.
" Tidurlah disini, aku akan membangunkanmu jika kita sudah sampai", Adrian membiarkan kepala istrinya bersandar di bahunya.
****
Dena melepas lelah selama di perjalanan setelah tiba di rumah. Adrian membiarkan istrinya itu tidur dan beristirahat sementara ia membereskan barang barang bawaan mereka.
Besok Adrian sudah harus masuk bekerja setelah cuti dua minggu sejak pernikahan nya.
Mereka berencana menempati rumah baru mereka dalam beberapa hari ke depan.
Suara ponsel Adrian berdering menandakan pesan masuk.
Ia membuka pesan tersebut dari nomor yang tak ia kenal tanpa foto profil.
" Adrian, apa kabar mu sekarang?".
Adrian tak mengenal siapa sang pengirim pesan, ia coba untuk mengabaikan nya.
Selang berapa menit ada pesan masuk lagi dari nomor yang sama.
" Dear, kau masih ingat kepadaku?".
" Deggg", jantung Adrian berdetak dalam.
Ia tau nama panggilan itu hanya diucapkan seseorang di masa lalunya .
" Dia, kenapa dia menghubungiku lagi?".
Adrian masih mengabaikan pesan tersebut, namun tak lama pesan dari orang yang sama masuk lagi.
" Dear, entah kenapa akhir akhir ini aku teringat akan dirimu. Ternyata nomor ponselmu belum kau ganti ya".
" Apa kabarmu sekarang dear? jawab aku".
Wajah Adrian pucat, ia takut Dena akan berpikiran macam macam jika mengetahui pesan ini.
__ADS_1
Adrian kemudian membalas singkat.
" Kabarku baik, tolong jangan hubungi aku lagi. Aku sudah menikah".
Adrian pikir dengan ia membalas seperti itu perempuan bernama Aurel itu akan berhenti mengirim pesan pada nya.
Namun ternyata Aurel masih saja membalas pesan dari Adrian.
" Menikah?? tidak masalah bagiku, karena sepertinya nanti kita akan sering bertemu".
Adrian terlihat kesal.
" Apa sih mau dia sebenarnya dan apa pula maksudnya akan sering bertemu".
Adrian tak membalas lagi pesan dari Aurel, ia menghapus semua pesan pesan itu.
Meskipun sebenarnya Dena tak pernah sama sekali menyentuh ponsel nya.
Aurel, perempuan itu dulu pernah mengisi hati Adrian. Namun karena kesalahan nya, Adrian meninggalkan Aurel yang kedapatan berselingkuh dengan laki laki lain.
Saat itu Adrian memang sempat ingin kembali pada Aurel karena ia begitu mencintai perempuan itu. Namun Aurel lebih memilih melanjutkan hubungan dengan selingkuhan nya itu .
Dan sekarang, tak ada sama sekali perasaan Adrian untuk mantan kekasihnya itu. Baginya saat ini Dena adalah segalanya yang ia miliki.
Dena baru bangun setelah hampir dua jam tertidur, Adrian sudah selesai merapikan barang barang yang mereka bawa dari Bali.
" Kau sudah bangun?", Adrian menyapa Dena yang masih mengusap usap matanya.
" Jam berapa sekarang?".
Adrian sendiri nampak nya sudah mandi sejak tadi.
Dena masih belum beranjak, ia masih membenamkan kepala nya di bantal .
" Kau mau aku gendong ke kamar mandi?", Adrian mendekat ke Dena yang masih tiduran.
" Hahaha, kalau kau yang menggendongku ke kamar mandi aku yakin kau malah akan ikut mandi lagi bersamaku", ucap Dena.
Adrian tersenyum nakal mengiyakan ucapan istrinya.
" Sayang, besok kau sudah mulai bekerja kan?"
" Iya, kau sendiri bagaimana? Apa surat resign sudah di setujui?".
" Kemarin aku coba hubungi HRD, katanya sudah ada penggantiku. Jadi, secepat mungkin aku sudah bisa serah terima pekerjaan kepada karyawan baru. Tapi besok aku masih mau beristirahat satu hari di rumah, mungkin selasa aku datang ke kantor".
" Syukurlah kalau begitu, kau lebih baik di rumah saja", tangan Adrian sudah melingkar di pinggang Dena yang sudah berdiri hendak ke kamar mandi.
" Kalau aku bosan karena tidak ada aktifitas bagaimana?", Dena balas melingkarkan tangan di leher Adrian.
" Kau tidak akan bosan, karena setiap hari tugasmu melayaniku disitu", Adrian menunjuk ke arah tempat tidur.
" Aahhh...curang...", Dena mencubit perut Adrian kemudian lelaki itu mendorong tubuh Dena di atas kasur.
__ADS_1
" Aku akan memberimu kenikmatan sebelum kau mandi", Adrian sudah melepas kaos yang ia kenakan.
Dena hanya pasrah menunggu apa yang akan dilakukan suaminya.
" Nafsu mu memang luar biasa sayang", Dena dibuat berteriak kencang oleh Adrian yang semakin tak terkendali.
Di kamar sebelah, giliran Laras yang menertawakan kakak ipar nya karena suara suara teriakan nya.
****
Senin pagi
Hari ini hari pertama Adrian bekerja setelah menikah.
Kehadiran lelaki ini di kantor memang selalu mencuri perhatian banyak orang terutama kaum hawa.
Meskipun sekarang mereka tahu kalau Adrian sudah menikah, tetap saja mereka tak berhenti mengagumi ketampanan dan kharisma yang di miliki wakil ketua Divisi umum ini.
Beberapa rekan lelaki menyapa Adrian, dan seperti biasa melempar lelucon pada Adrian menanyakan kesuksesan bulan madu nya.
Adrian hanya menanggapinya dengan tawa.
Pagi itu ia benar benar di sibukkan oleh pekerjaan nya yang menumpuk selama dua minggu.
Adrian baru berhenti dari tumpukan berkas berkas di mejanya saat jam makan siang tiba.
Ia orang terakhir yang keluar dari ruangan, kemudian ia menuju lift untuk turun ke kantin dan makan siang.
Pintu lift yang turun dari lantai atas berhenti di lantai 3 tempat Adrian berdiri, ia hendak melangkahkan kaki masuk ke dalam lift.
Namun sapaan seseorang di dalam lift membuatnya terkejut.
" Dear.... kita ketemu juga".
Adrian yang sudah masuk di dalam lift, menggeser kaki nya memberi jarak jauh antara ia dan perempuan yang menyapanya.
" Kau... kenapa kau disini?", Adrian bertanya bingung.
" Kan aku sudah bilang, kita nampak nya akan sering bertemu. Karena aku sekarang bekerja disini, di divisi keuangan", perempuan itu menjawab santai dengan penuh senyuman yang ia lemparkan pada Adrian.
" Ingat Aurel, jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi. Kita sudah tidak punya hubungan apa apa, panggil aku Adrian atau kalau bisa jangan memanggilku sama sekali", Adrian mengecamkan itu pada perempuan yang bernama Aurel tersebut.
" Hahaha, santai saja Adrian. Kenapa kau ketakutan begitu, bukankah sekarang aku adalah rekan kerjamu?".
Adrian tak menanggapi tawaan Aurel, ketika pintu lift terbuka ia bergegas keluar menuju kantin tanpa menghiraukan Aurel.
" Adrian, Adrian, kau masih saja dingin kepada wanita.. sama seperti dulu", ucap Aurel dalam hati.
...----------------...
Hhhmm, Aurel jadi pengganggu dalam rumah tangga Adrian dan Dena gak ya?
Kalau Author sih yakin 100% sama kesetiaan Adrian, hehehe...
__ADS_1
Next, ikutin terus ya update nya🥰🥰🙏