Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Awal kebohongan


__ADS_3

Selamat Pagi Ruang Hemodialisa


Banyak sekali kisah yang terjadi di ruangan ini, ada begitu banyak cinta yang hadir bersama jarum Kupu Kupu.


Dena yang menyukai Adam lalu dibalas dengan rasa suka yang sama meskipun keduanya masih menutupinya karena tak mungkin terang terangan menyatakan rasa cinta.


Adapula kisah cinta Hasbi dan Laras yang sudah resmi berpacaran.


Sementara Lukas?? Hehehe , jomblo itu tak jelas kemana arah cintanya setelah Dena mengacuhkan nya.


Dena sudah tiba di Ruangan Hemodialisa, hari ini hari Sabtu yang berarti ia libur bekerja. Ia tak buru buru datang lebih awal.


Adam sudah menunggu di tempat Dena yang biasa, ia sudah siap dengan dua jarum kupu kupu.


Tak seperti biasanya ia yang selalu menyapa Dena pagi ini hanya diam tanpa ekspresi.


Dena bingung mengartikan nya.


Ahh perempuan memang aneh, kemarin kemarin saat Adam memberinya perhatian ia pura pura mengacuhkan. Hari ini saat Mas Adam diam tanpa bertanya apa apa, Dena malah menantikan lelaki itu bertanya kabar tentang diri nya .


Adam sendiri sibuk dengan fikiran nya yang masih penasaran atas apa yang kemarin Dena ucap kan kalau ia sudah memiliki kekasih.


Satu jarum kupu kupu sudah mendarat di lengan kiri Dena pada pembuluh vena, tak lama jarum kupu kupu kedua mendarat di lengan yang sama namun pada pembuluh arteri nya.


Mas Adam tak tahan untuk terus diam, ia tak seperti Dena yang bisa dengan mudah mengacuhkan.


" Dena, apa benar yang kau katakan kemarin kepada Lisa?", tanya Adam.


" Perkataan yang mana, bukan kah kemarin begitu banyak hal yang ku katakan pada istri Mas Adam?", Dena pura pura tidak tau maksud ucapan Mas Adam, padahal ia sebenar nya sudah bisa menebak.


" Tentang kekasih mu"


" Kau bilang kau sudah punya kekasih dan akan mengenalkan nya nanti kepada Lisa".


" Ohhh tentang itu"


" Apa menurut Mas Adam aku perlu mengatakan kebenaran nya?", Dena balik bertanya.


" Kau tau kan Dena, aku selalu berusaha untuk memastikan kau baik baik saja", suara Mas Adam terdengar lirih.


" Apa hubungan nya jika aku memiliki kekasih, bukankah itu hal baik yang berarti Mas Adam tak perlu repot repot lagi untuk memperhatikanku".


" Dena, aku hanya tak ingin kau berakhir seperti Tania karena aku takut laki laki lain menyakitimu", ucapan Mas Adam terdengar begitu egois di telinga Dena.


" Cihh.. kau takut aku di sakiti laki laki lain, taukah kau aku sakit justru oleh keadaan yang kau hadapkan padaku".


" Aku sudah tertampar keras oleh status mu yang telah beristri", ingin rasanya kata kata itu Dena ucapkan langsung pada Mas Adam.


" Aku bisa menjaga diriku sendiri, lebih baik Mas Adam berhenti mengkhawatirkan ku".


" Mas Adam cukup fokus kepada istri dan anak Mas Adam saja", ujar Dena.


" Maaf Den, apa laki laki yang sekarang menjadi kekasih mu adalah laki laki beristri yang pernah kau ceritakan padaku?", Adam masih penasaran.


" Bukan, aku sudah memutuskan untuk berhenti menyukai lelaki itu".


" Kenapa?? Apa ia menolak mu??

__ADS_1


Dena menggeleng .


" Aku bahkan belum menyatakan perasaanku, karena aku sadar hatiku akan terlalu sakit jika aku teruskan sebab aku tau cintaku tidak bercanda", Dena menjawab tegas.


Adam punya satu keyakinan bahwa lelaki beristri yang Dena maksud adalah dirinya.


" Dena ... apa harus aku yang mengungkapkan rasa cintaku".


" Aku begitu berat untuk mengatakan nya karena aku punya hati lain yang harus aku jaga", Adam menyesali dalam hati .


" Dena, boleh aku bertanya lagi?"


" Ya... silahkan".


" Saat ini kau menganggap ku apa?"


Dena terdiam, ia harus menjadi orang yang munafik lagi hari ini. Berkata lain di bibir dan lain pula di hati.


" Sahabat, anggaplah sebuah persahabatan", ada getar dalam kata yang diucapkan Dena.


Adam seperti kecewa, ia tak mau bertanya apa apa lagi. Semakin ia paksakan semakin tak adil rasanya ia berlaku kepada Dena. Meminta perempuan itu untuk bersamanya sedangkan ia sendiri tak bisa melepas Lisa.


** Banyak yang mengatakan bahwa persahabatan antara laki laki dan perempuan tidak akan pernah berhasil.


Karena dalam sebuah kebersamaan perlahan lahan pun pasti akan tumbuh rasa nyaman.


Entah dari salah satu pihak mengharapkan atau dari keduanya timbul rasa saling menginginkan.


Komunikasi tentang cerita cerita kehidupan yang terbangun pun perlahan lahan mengikis sebuah kepercayaan.


Hingga terkadang lupa jika di balik punggung nya ada pasangan yang sering kali terabaikan.


Yang akan selalu memberi kesempatan sebab dia sadar bahwa segala hal di dunia ini punya batasan.


**** Dua jam berlalu, Dena tadi sempat tertidur sebentar karena rasa kantuk yang benar benar tak bisa ia tahan. Ia terbangun dan mendapati Laras di sebelah nya sedang mengganti cairan infus.


" Selamat pagi kakak ipar yang cantik".


Dena tertawa mendengar sapaan dari Laras. Ia tau kalau sekarang adik nya Hasbi sedang mempunyai hubungan serius dengan perempuan ini.


" Pagi juga calon adik ipar, hehehe", Dena membalas candaan Laras.


" Bagaimana adik ku Hasbi, apa dia bersikap baik padamu?", tanya Dena.


Laras tersenyum..


" Baik, adik Kak Dena sama baik nya dengan kakak nya, hehehe", Laras mencoba mengambil hati Dena dengan memuji.


Sebenarnya ia ingin berkata,


" Tentu saja ia memperlakukanku dengan baik, bahkan dalam setiap ciuman nya dia membuatku merasa menjadi wanita paling beruntung", tapi tak mungkin ia katakan pada Kak Dena yang seorang jomblo.


Menurut cerita yang Laras dengar dari Hasbi, Kak Dena selama ini belum pernah punya pacar jadi Laras rasa dia belum pernah menikmati yang nama nya ciuman.


Ia tak habis fikir dengan calon kakak ipar nya ini, ia pandangi lekat lekat wajahnya.


" Dia cantik, jauh lebih cantik dariku tapi mengapa belum pernah merasakan pacaran", gumam Laras.

__ADS_1


" Mungkin dia terlalu selektif dalam memilih laki laki".


" Hhmm jika nanti dia punya pacar, habislah dia di gerayangi lelakinya".


" Mana bisa tahan pacar nya untuk tidak menyentuh wanita dengan fisik sempurna sepertinya", Laras mengakhiri lamunan nya karena mendengar suara alarm mesin dari pasien di sebelah Dena.


" Kak Dena, aku tinggal dulu ya nanti kita terusin lagi ceritanya", Laras meninggalkan Dena.


Di ujung sana, di meja kerjanya Adam hanya melamun memainkan kursor di mouse laptop nya naik turun tanpa tau jelas apa yang mau ia kerjakan.


Ia masih kesal dengan Dena yang saat ini sudah mempunyai kekasih.


" Apa aku harus jujur kalau aku menyukai dirinya?".


" Tapi bagaimana dengan Lisa?"


" Tak mungkin ia mau di duakan?".


" Dena pun tak mungkin mau hanya dijadikan yang kedua".


Ia mengambil ponsel nya, memilih untuk mengirim pesan singkat kepada Dena daripada menghampiri Dena secara langsung .


" Dena, apa kau mau pulang nanti bersamaku ke pantai yang pernah kita datangi?"


Dena membaca pesan dari Mas Adam, lalu menoleh dan melihat Mas Adam yang sedang duduk di balik layar laptop nya.


Sebenarnya ia ingin sekali menerima ajakan lelaki itu, tapi mengingat bagaimana peringatan dari Lisa rasanya ia sudah kehilangan semangat.


Maaf kan aku Mas Adam, bukan aku tak ingin bersamamu tapi kita di pertemukan dalam keadaan yang salah. Lalu Dena membalas pesan dari Mas Adam.


" Aku tidak bisa, karena hari ini aku ada janji dengan kekasih ku untuk makan siang bersama", Dena berbohong pada lelaki itu .


Entah siapa kekasih yang ia maksud, jika sampai saat ini saja nama Adam masih penuh mengisi hatinya hingga tak ada tempat untuk laki laki lain meskipun hanya sekedar bertemu .


Adam tampak kecewa, raut wajahnya terlihat tak bersemangat karena Dena menolak ajakan nya. Padahal ia berniat menyatakan perasaan nya kepada Dena di pantai itu. Tapi bagaimana lagi kalau Dena saja sudah menegaskan kalau ia sudah punya kekasih.


*** Alarm dari mesin hemodialisa Dena berbunyi tanda selesai sudah cuci darah nya hari ini. Mas Adam melepas jarum kupu kupu dari lengan Dena, kemudian membantu Dena menekan bekas jarum dengan plester untuk menghentikan pendarahan .


Lihatlah, wajah nya masih sehangat dan selembut saat pertama kali mereka berkenalan.


Dena memalingkan wajah agar tak terus tersihir dengan pesona nya .


" Dena, kau harus mengenalkan ku pada laki laki yang sekarang menjadi kekasih mu".


" Kapan kapan kau harus membawanya untuk menemani mu disini", ucap Mas Adam.


" Pasti, suatu saat akan aku kenalkan pada Mas Adam", Dena tersenyum paksa.


Kemudian ia bergegas membereskan tas nya dan ingin secepat nya meninggalkan ruangan Hemodialisa ini. Satu PR untuk Dena hari ini, ia harus mencari laki laki yang bersedia ia kenalkan sebagai kekasih nya.


...****************...


Dena pusing sendiri kan karena kebohongan yang ia lakukan.


Nampaknya Adrian akan jadi sasaran sandiwara nya .


Duuhh .. kasian ya Adrian . padahal ia sebenarnya tulus ingin menjadi kekasih Dena.

__ADS_1


Jangan lupa like ya reader, baca terus episode lanjutan nya 🥰🥰


__ADS_2