Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Menyusun Rencana


__ADS_3

Adrian sudah bisa pulang ke rumah setelah 14 hari menjalani perawatan di rumah sakit.


Kepulangan nya ke rumah begitu di nanti oleh semuanya. Noah yang paling pertama ia cari ketika ia masuk ke dalam rumah.


Dena yang menggendong Noah kala itu membiarkan Adrian mencium sepuasnya pipi gemas Noah. Adrian tak bisa menggendong Noah karena tulang rusuk nya belum terlalu pulih.


" Hai sayang Papa, papa kangen Nak", Noah terus tertawa dan seperti biasa memainkan rambut halus di dagu Adrian.


Ada Ayah, Ibu, Hasbi dan juga Laras saat itu di rumah mereka karena hari itu hari sabtu mereka libur bekerja.


Sementara Adrian, tak tau bagaimana lagi status pekerjaan nya. Ia sudah tak memikirkan nya, dan ia rasa sudah tak bisa lagi untuk bekerja dengan kondisinya seperti ini. Hal itu juga tak menjadi masalah baginya, karena ia masih bisa mengelola usaha properti yang juga ia jalani seperti Kak Radit.


" Sayang, aku tinggal ya. Aku harus cuci darah hari ini, aku sengaja meminta jadwal siang khusus untuk hari ini saja karena aku ingin menyambut kepulangan mu",ucap Dena yang sudah rapi dan hendak bersiap siap.


Adrian mengangguk.


Dena menghampiri nya dan mereka saling melepas ciuman kecil.


" Pergilah bertemu dengan jarum kupu kupu itu, karena nanti kau tak akan pernah lagi berjumpa dengan mereka", batin Adrian.


Selepas Dena pergi, Noah digendong pengasuh nya dan sedang bermain bersama Viola dan Laras.


Adrian merasa saat ini adalah kesempatan baginya untuk menjalankan semua rencana nya. Dena sedang tak ada di rumah, sementara anggota keluarga nya ada disini semua.


" Nak Adrian kalau mau istirahat di kamar silahkan, biar Hasbi dan Mbok Nah yang mengantarkan", ucap Ibu.


" Tidak Bu, aku ingin berbicara hal penting kepada Ayah, Ibu dan semuanya yang ada disini".


Ibu menautkan kedua alis nya, mendengar perkataan Adrian yang nampak nya ada hal serius yang ingin di sampaikan.


Mereka pun akhirnya berkumpul di Ruangan keluarga, termasuk Mbok Nah dan pengasuh Noah juga diminta untuk ikut mendengarkan apa yang akan disampaikan Adrian.


Adrian menarik nafas panjang memulai pembicaraan nya, hidung dan matanya terlihat merah seperti menahan tangisan.


" Aku sengaja meminta Ayah, Ibu dan kalian semua disini sebelum Dena kembali ke rumah".


" Ada yang mau aku sampaikan dan aku tak ingin Dena mengetahui ini semua. Kalian tahu kan kondisi ku sekarang tanpa kaki?", Adrian berhenti dengan ucapan nya.


Ia menunduk dan mengusap matanya yang hendak menangis .

__ADS_1


Tak ada yang mengeluarkan suara kala itu, mereka tahu bagaimana perasaan Adrian. Hanya Ibu yang menghampiri Adrian dan mengelus bahu menantu nya itu, mencoba menguatkan .


Adrian memegang tangan Ibu, kemudian menatap Ibu seperti penuh rasa bersalah.


" Maafkan aku Bu, aku sekarang sudah tak bisa menjaga Dena secara utuh. Aku sudah tak berguna dan hanya akan jadi beban dalam hidup Dena", Adrian mulai terisak.


Ibu menggeleng.


" Tidak ada yang terbebani nak Adrian, kami semua ikhlas menjagamu. Terlebih anak Ibu Dena, ia tak akan sedikitpun merasa keberatan dengan kondisi Nak Adrian yang sekarang".


Ayah pun turut menghampiri Adrian, menepuk lembut bahu menantu nya.


" Bagiku kau tetap laki laki terbaik yang berhak mendampingi anak ku sampai kapan pun", bukan tanpa alasan Ayah mengatakan itu. Ia tau betapa tulus nya selama ini Adrian mendampingi Dena yang sakit sakitan, setia merawat Dena kala masa masa kritis nya. Ia selalu menyayangi Dena putrinya tanpa pernah mereka melihat putrinya menangis karena pertengkaran dengan Adrian.


" Terima kasih Yah, Bu", ucap Adrian pelan.


" Aku sebenarnya ingin mengatakan hal penting, dan aku sebelum nya sudah menyampaikan ini pada Kakak ku Radit dan ia pun sudah menyetujui nya", sambung Adrian.


" Hal penting apa Nak?", Ibu bertanya mewakili yang lain nya.


Sekali lagi Adrian menarik nafas panjang .


Mereka semua yang ada di Ruangan itu terdiam, semua tak ada yang menyangka Adrian akan mempunyai rencana seperti itu.


" Nak Adrian, kau tak perlu melakukan nya untuk putri kami. Kami sebagai keluarga nya sudah pernah ingin mendonorkan ginjal kami tapi ia tetap menolak nya", ucap Ayah.


" Aku sekarang seperti ini, tak akan pernah kembali seperti dulu. Tapi Dena masih punya kesempatan untuk hidup seperti dahulu ia masih sehat. Aku menyayanginya, saat ini aku lah orang yang paling bertanggung jawab atas kehidupan nya. Maka dari itu aku ingin diam diam mendonorkan ginjal ku".


Ayah, Ibu, Hasbi dan Laras masih berusaha Adrian untuk mengurungkan niat nya itu. Namun tekad Adrian yang sudah bulat rasa nya tak akan pernah berubah.


Ia juga menceritakan semua rencana nya, termasuk saat ia bertemu Mas Adam.


" Jadi nanti Mas Adam yang akan mengurus semuanya, Mbok Nah akan ikut juga bersama kami untuk mengurus semua keperluan ku selama di Jakarta", ucap Adrian.


" Aku akan mengatakan pada Dena kalau aku akan menjalani pemulihan luka luka dalam dan patah tulang rusuk ku disana", Adrian mengutarakan langkah langkah apa yang akan ia ambil.


" Sementara aku disana, kalian cukup bersandiwara mengatakan kalau ada orang yang mau menjual ginjal nya. Dan katakan pada Dena semua biaya di tanggung Kak Radit", untuk hal itu Adrian nanti akan bicara langsung pada Kak Radit.


Dena mungkin mau menerima donor ginjal itu kalau bukan dari keluarga dan orang terdekat nya.

__ADS_1


" Kalian setuju kan untuk membantuku dalam hal ini?", Adrian bertanya pada semuanya.


Ibu memeluk menantu nya ini, betapa mulia hatinya yang rela berkorban untuk putri nya Dena.


" Nak Adam tak perlu melakukan ini, pikirkan lah sekali lagi. Keadaan Dena sudah cukup stabil dengan cuci darah", ucap Ibu setengah menangis.


" Tidak bu, aku tidak ingin Dena merasakan sakit lagi dan tersiksa dengan penyakit yang ia alami. Aku tak akan membatalkan niatku".


Akhirnya mereka semua di Ruangan itu berjanji pada Adrian untuk setuju dengan semua rencana nya. Mereka sama pasrah nya dengan semua keputusan Adrian seperti saat ia mengatakan niatnya pada Kak Radit dan juga Mas Adam.


Adrian kemudian meminta Mbok Nah untuk mengantarnya masuk ke dalam kamar, ia begitu lelah. Ia ingin berbaring dengan Noah berada di samping nya. Ibu pun mengantarkan Noah ikut ke kamar bersama Adrian dan meletakkan nya berbaring di samping Adrian.


" Ibu tinggal ya Nak, kalau butuh apa apa panggil saja kita semua belum pulang", ibu pun keluar dari kamar membiarkan Adrian yang ingin berdua saja dengan putra nya.


Air mata Adrian mengalir deras saat ia hanya berdua seperti ini dengan Noah.


" Noah sayang, nanti kau harus tumbuh jadi laki laki yang kuat ya. Jaga Mama mu, karena papa entah sampai kapan bisa menjaga Mama mu", Adrian mengelus kepala Noah yang dipenuhi rambut hitam lebat.


Noah mengerjapkan mata nya mendengar Adrian berbicara, kemudian tertawa melihat wajah Papa nya.


" Papa sayang Noah, sayang sekali. Tapi papa merasa tidak akan bisa melihat Noah tumbuh dewasa", Adrian tak bisa lagi meneruskan kalimat nya. Ia hanya menangis dan mendekap Noah dalam pelukan nya.


Ia membayangkan ia harus meninggalkan Noah dan Dena untuk selamanya, pasti mereka akan bersedih atas hal itu. Adrian tak ingin Dena dan Noah menangis karena kehilangan dirinya.


Bayi mungil itu merasa nyaman dalam dekapan laki laki yang begitu menyayanginya, hingga ia terlelap tidur dalam dekapan Adrian.


Tuhan, ingin rasanya waktu ku jeda


Ketika aku memeluk dua orang yang aku cinta.


Jangan bangunkan aku dari tidurku


Karena bagiku sudah tak ada lagi yang tersisa selain mimpi..


...----------------...


Masih bisa up hari ini itu sebuah alhamdulillah buat thor😇


Jangan bosen ya nungguin up cinta dalam jarum kupu kupu.

__ADS_1


Mohon dukungan nya untuk karya author ya biar semakin populer🙏🥰


__ADS_2