Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu

Cinta Dalam Jarum Kupu Kupu
Penyesalan lelaki


__ADS_3

Pagi yang gigil selepas hujan malam tadi,aku merindu dia yang pernah membangkitkan jiwa.


Entah bagaimana kabarnya? Ingin ku sapa namun apakah akan terjawab dengan mesra?


Sebab pergi ku telah meninggalkan luka baginya.


Apa masih ada waktu kita yang tersisa? Saat dahulu pernah mengukir tawa bersama di langit senja, setelah malam malam kelam telah kau lewati sepi sendiri.


Hasrat ku ingin kembali menemui, merasakan lagi pelukan hangat yang pernah kau berikan.Bahkan wangi aroma tubuhmu pun masih membekas jelas dalam ingatan.


Atau memang hanya akan menjadi kenangan yang tidak akan mungkin aku lupakan,sebab ketika aku teringat semua tentang kita :


Adalah engkau sosok terindah yang pernah aku temukan.


*** Hasbi merangkai puisi panjang yang hanya dapat ia syair kan dalam benak nya . Hari ini, 14 Agustus harusnya menjadi hari yang bersejarah dalam hidup nya. Ya, hari ini seharusnya hari pernikahan nya dengan Amira jika saja ia tak mengundurkan pernikahan mereka.


Ia menggaruk kepala nya yang tidak gatal,menatap foto foto di galeri ponsel nya yang penuh dengan wajah gadis yang sampai saat ini masih ia cintai.


" Kau sekarang dimana Amira?", desah Hasbi.


Bukannya Hasbi tidak berusaha untuk menemui Amira,mencoba sekali lagi memperjuangkan hubungan mereka. Namun sepertinya Amira sengaja menghilang dari kehidupan nya. Semua akun sosial media milik Hasbi sudah ia blokir,berkali kali Hasbi mencoba menghubungi lewat sambungan seluler tetapi masih saja tidak aktif.


Hasbi pernah nekad untuk mendatangi rumah Amira, tetapi pintu rumah nya selalu tertutup rapat seperti tak berpenghuni. Cara terakhir pun sudah Hasbi lakukan, menunggu jam pulang kerja Amira di kantor nya tetapi nihil ia tidak mendapati Amira keluar dari gedung perkantoran itu sampai semua karyawan sudah pulang. Ia bertanya pada Indri, rekan kerja Amira di kantor. Namun informasi yang ia dapat dari Indri bahwa mantan kekasih nya itu sudah mengundurkan diri dari Perusahaan tempat nya bekerja satu minggu yang lalu. Indri pun mengatakan kalau ia tidak tau dimana keberadaan Amira saat ini, Amira resign secara mendadak dan tidak pernah mengabari apapun kepada dirinya kalau sekarang ia berada dimana.


Lelaki itu rasanya sudah hampir putus asa, ia tau ia sudah melakukan kesalahan besar yang sulit untuk diterima Amira. Namun,andai saja dia mau mengerti sedikit saja alasanku,mungkin saat ini dia masih menjadi kekasihku, sesal Hasbi.


Padahal, jika ia mau menunggu rasanya tidak akan lama karena saat ini yang Hasbi lihat Kak Dena sudah mulai menunjukkan banyak kemajuan dalam kesehatan nya. Bobot tubuhnya sudah mulai bertambah, tidak terlihat kurus kering lagi seperti satu bulan yang lalu . Wajahnya yang pucat sekarang sudah tampak segar kembali, Kak Dena yang tadinya sulit tidur di malam hari sekarang sudah mulai bisa mengatur waktu tidur nya. Dan yang paling terpenting, kakak nya itu sudah kembali bersemangat menjalani hari hari nya.


Ia selalu terlihat bahagia, banyak bercerita tentang pengalaman pengalaman baru nya selama cuci darah. Apalagi jika sudah bercerita tentang Mas Adam, kakak nya itu selalu antusias. Bukankah ini semua awal yang baik untuk kak dena. Awal yang baik pula untuk dirinya bisa memastikan kakak nya sudah baik baik saja dan bisa kembali fokus dengan rencana pernikahan nya. Tapi semua sudah terlambat, tak ada lagi rencana rencana manis itu jika perempuan yang ia cintai saja sudah tak tau dimana rimba nya.

__ADS_1


Ayah dan Ibu lebih memilih diam dan tidak banyak bertanya lagi bagaimana hubungan nya dengan Amira. Hanya Dena yang sesekali masih berusaha mencari tau tentang Amira, Hasbi tidak mau membuat kakak nya selalu merasa bersalah, di hadapan Dena ia berpura pura membesarkan hati nya dengan mengatakan " Sudahlah kak, mungkin kami memang belum berjodoh. Aku sudah mengikhlasi perpisahan ini dan berharap suatu hari nanti aku menemukan pengganti yang lebih baik", kalimat itu ia ucapkan dengan penuh getar getar kepedihan karena rasanya tidak mungkin ada perempuan yang bisa menggantikan Amira di hatinya.


*** Hasbi masih memandangi foto Amira di ponsel nya, bahkan ia masih menyimpan foto lima tahun lalu saat kencan pertama mereka di sore hari di sebuah danau di pinggir kota. Ia mengingat kembali bagaimana pertemuan pertama mereka yang tidak di sengaja saat menonton film di bioskop. Banyak kenangan kenangan manis yang masih tersimpan di memori ingatan Hasbi, " Amira,mungkinkah kau sama sepertiku? masih mengingat semua lika liku yang pernah kita lewati?".


Waktu masih menunjukkan pukul 20.00 . Hasbi merasa bosan setiap malam hanya menghabiskan waktu dengan melamun di kamar nya, ia memutuskan untuk ke kamar kakak nya. Berbincang banyak hal dengan Kak Dena adalah suatu hal yang menyenangkan baginya. Ia mengetuk pintu kamar Kak Dena , dari dalam kamar terdengar sahutan menyuruh ia masuk saja .


" Kak Dena belum tidur kan?", tanya Hasbi


" Belum, kakak lagi coba kirim email ke beberapa perusahaan yang kakak dengar ada info lowongan pekerjaan", jawab Dena santai .


" Apa??? kak Dena mau melamar kerja?? Hasbi kaget mendengar jawaban kakak nya barusan.


" Iya, kakak bosan tidak ada kegiatan sama sekali. lagian kondisi tubuh kakak sekarang sudah jauh lebih baik"..


" Tapi kak...", Hasbi ragu melanjutkan kalimat nya, takut membuat kakak nya tersinggung.


" Eehhh..maksud Hasbi nggak begitu kak, Hasbi hanya mengkhawatirkan kesehatan kajak. takut Kak Dena kecapekan nanti malah kenapa kenapa.


Dena tersenyum mendengar kekhawatiran adiknya, " kakak justru bisa tambah sakit kalau setiap hari hanya tiduran dan nggak punya kesibukan".


Kali ini Hasbi mengalah dengan pendapat kakak nya, karena dia bisa mengerti bagaimana jenuh nya di rumah saja tanpa bekerja sementara ia tau Kak Dena selama ini seorang wanita karir dan pekerja keras.


" Kamu sendiri kenapa belum tidur?" , tanya Dena menyelidik.


" Belum ngantuk aja kak"


" hehehe belum ngantuk apa karena rindu seseorang?", Dena menggoda adik nya.


Mendengar kata rindu Hasbi malah mempunyai ide untuk membahas tentang Mas Adam.

__ADS_1


" Kak Dena sendiri bagaimana, apa kakak pernah merindukan seseorang?", Hasbi balik bertanya.


Dena tertawa mendengar pertanyaan adik nya, kau mau tau apa hanya sekedar mengalihkan pembicaraan? ucap Dena.


" Dua dua nya, hehehe...", sekarang giliran Hasbi yang tergelak tertawa


Akhirnya malam itu, Dena bercerita banyak tentang sebuah rindu. Ia mulai sedikit terbuka dengan adik laki laki nya ini mengenai seseorang yang akhir akhir ini membuat nya belajar tentang sebuah rasa yang bernama cinta. Meskipun ia tidak terang terangan mengatakan siapa seseorang itu, namun Hasbi jauh sebelum Kakak nya bercerita bahkan sudah tau siapa lelaki yang ia maksud.


Sementara Hasbi dengan nyaman nya mulai membagi sedikit kegelisahan yang ia pendam akhir akhir ini. Kepada kakak nya itu,ia akhirnya mengakui betapa ia sangat merindukan kehadiran Amira. Betapa ia menyesali perpisahan ini, tentunya penyesalan seorang lelaki yang telah gagal mempertahankan hubungan yang sudah ia perjuangkan tidak dengan waktu yang singkat .


Dena bisa merasakan bagaimana perasaan adik laki laki nya itu,meski dia sendiri belum pernah sama sekali mengalami yang nama nya patah hati. Sejauh ini hubungan nya dengan Mas Adam baik baik saja,meskipun tidak ada status apa apa dan Mas Adam masih saja menganggap nya sebagai seorang adik . Tapi setidak nya ia masih bisa melihat Mas Adam,masih berkomunikasi setiap harinya meskipun hanya lewat pesan singkat atau panggilan telepon sekedar berbincang hal hal sepele . Sedangkan Hasbi, ia bahkan tak punya celah sedikitpun untuk berkabar dengan Amira saat ini.


" Ini semua gara gara kau terlalu mengkhawatirkan ku", ucap Dena lagi lagi mengungkit dengan rasa bersalah .


Hasbi meminta Dena untuk berhenti menyalahkan diri nya sendiri. Ia memeluk kakak nya, berbisik mengatakan bahwa ia yakin Kak Dena pasti akan berbahagia suatu hari nanti, " katakan padaku kak,kalau ada lelaki yang berani menyakiti hatimu".


Mata Dena berkaca kaca mendengar perkataan adik nya, ia menyadari betapa Hasbi berusaha melindunginya. Dena balas berbisik kepada Hasbi.. " Kalau kau mau, aku akan mengenalkan mu pada dua perawat yang masih singel dan tak kalah cantik dengan Amira", Dena menggoda adik nya dengan lelucon yang tiba tiba hadir begitu saja di kepala nya. Tentu saja yang ia maksud adalah Risma dan laras, perawat perempuan di ruangan Hemodialisa.


Hasbi mengacak acak rambut kakak nya, dalam hati bergumam " Cukup dirimu saja kak yang jatuh cinta dengan perawat hemodialisa,jangan bawa bawa diriku".


Namun sekali lagi, jodoh yang Tuhan siapkan untuk kita tidak lah bisa kita duga. Siapa yang mengira nanti bahkan Hasbi yang tergila gila dengan salah satu dari nama yang kakak nya sebutkan tadi.


" Sudahi penyesalan mu, yang perlu kau lakukan hanyalah terus memperbaki diri dan jangan sampai melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kali nya", itu pesan Dena sebelum akhirnya Hasbi mengantuk dan kembali ke kamarnya menjatuhkan tubuhnya lalu tidur terlelap bersama ribuan penyesalan yang masih ia simpan.


...----------------...


Pengumuman :


Hai semua pembaca setia " cinta dalam jarum kupu", ditunggu ya episode berikut nya nanti malam. Sekarang author lagi jadwal cuci darah.. Insya allah nanti malam author update lagi

__ADS_1


__ADS_2