
bak seseorang yang benar - benar diperlukan. tiffanny muncul dari arah pintu utama hotel dengan wajah datar tanpa ekspresi itu.
rian menengok kebelakang tak kala banyak orang bergumam nama tiffanny. dia terkejut hanya bisa melongo menatap fanny, begitu juga dari belakang raka berlarian melihat fanny yang memutuskan untuk keluar itu.
dia berjalan pelan dan dengan gaya angkuhnya , menuju ke dekat pendemo dan alhasil membuat semuanya diam.
sejenak mereka memperhatikan keberanian tiffanny itu.
" bu fanny apa komentarmu terhadap kasus suamimu ?" tanya seorang wartawan wanita.
" ya .. katakan sesuatu, apa kau dan suamimu takut menghadapi dunia sekarang ?" saut yang lain.
fanny masih mendengar semua perkataan itu.
" apa yang kau lakukan jika ternyata kasus yang menimpa suamimu itu benar ?"
" anda diam karena tau suami anda benar seorang pembunuh ?"
telinga fanny mulai kepanasan sekarang, berani sekali orang - orang menuduh suaminya seperti itu. hal itu juga langsung diliput oleh media secara langsung.
" tutup kamera kalian , atau aku akan menuntut semua yang ada disini ? atas kasus perbuatan yang tidak menyenangkan dan mengganggu bisnis orang lain " ujar fanny dengan dingin.
semua nya langsung mematikan kameranya karena takut ancaman tiffanny itu. karena selama ini memang tiffanny tidak suka tersorot oleh kanera sedikitpun.
tapi tetap saja diam - diam dari belakang seseorang merekamnya. menggunakan jam tangan yang dia pegang dia selalu mengelus dahinya.
" sekarang jawab pertanyaan kami "
" apa hak mu memaksaku untuk menjawab semua pertanyaan kalian ? saya sudah memperhatikan kalian yang tidak pernah berhenti menunggu di luar hotel dan membuat tamu saya merasa tidak nyaman. "
" itu berarti anda mengakui kejahatan suami anda ? " hardik wartawan.
" suami saya tidak perlu mengatakan semuanya kepada dunia. dia tidak perlu membela dirinya saat dia sudah menjalankan tugasnya dengan benar. orang yang bersalah , dia akan terus membela diri "
sontak hal itu membuat mereka diam , berpikir cara apalagi agak tiffanny mau membuka suara.
" lalu dimana suami mu sekarang ? apa dia sudah mendekam dipenjara ?"
" kalian tidak perlu tau ada dimana dia sekarang, tapi ingatlah saat dia datang ... semuanya akan terbukti siapa yang benar dan siapa yang salah. "
" jika dia bersalah apa kau masih akan mempertahankannya, jika iya itu akan membuat nama baik mu tercemar dan semua karier mu akan runtuh "
" saya tidak perlu menjawab pertanyaan itu. saya beri waktu 2 menit untuk bubar dari hotel ini atau polisi akan datang " ancamnya.
setelah itu dia bergegas kembali masuk kedalam hotel, rian dan raka mengakui keberanian tiffanny kali ini.
keberanian yang sebelumnya tidak pernah dia miliki saat menghadapi wartawan.
***
Devan sudah sendirian dirumah sekarang, dia terus memikirkan keadaan tiffanny. dia berpikir gara - gara masalahnya tiffanny jadi kena imbasnya.
dia tidak ingin tinggal diam , sekarang juga dia ingin memutuskan untuk kerumah sakit dan mulai menyelidikinya sendiri. jika dilakukan rumah sakit akan lama dan makin membuat semuanya sulit.
dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia harus menemui dokter dilaboratorium itu untuk mengetahui hal lebih detailnya lagi.
shitt
__ADS_1
mobilnya sudah sampai di parkiran rumah sakit, dia memasuki rumah sakit walau semua orang memperhatikannya dengan tatapan tajam tapi dia tidak menghiraukannya.
brak
" dokter " panggilnya.
dokter yang sedang meneliti itu langsung berdiri melihat devan
" Dokter Devan "
" dokter bisa saya mengetahui semua lebih jelas tentang hasil autopsi kemarin ?"
dokter itu kembali duduk, tangannya mengodekan mempersilahkan devan untuk duduk dihadapannya.
dokter itu melepaskan kacamatanya , mengambil selembaran dari dalam laci.
" ini " dokter itu memberikan hasil autopsi kepada devan.
lalu devan menerimanya , mulai membaca dengan teliti jangan sampai melewatkan apapun.
" Disini sudah jelas ada cairan masuk kedalam tubuhnya, dan cairan itu masih saya teliti lagi apa jenisnya. "
" cairan seperti apa maksudnya ? saya hanya menyuntikkan obat bius selama operasi dan akan berakhir setelah dua jam dari waktu operasi "
" Ini bukan cairan biasa , sepertinya seseorang sengaja melakukannya. "
devan melepaskan surat yang dia pegang, dia berpikir siapa yang melakukannya.
" rumah sakit sedang menyelidiki ini , kamera cctv juga rusak sebelum operasi itu dilakukan jadi tidak ada bukti jika orang lain yang melakukannya. "
" itu artinya , semua orang menganggapku yang sudah melakukannya "
" ya ... begitulah , kau tau dunia kedokteran bagaimana. terkadang tubuh pasien yang sangat lemah tidak mampu menerima rangsangan obat bisa saja meninggal tetapi kau tau sendiri .. "
***
" devan " panggil dion dari belakang , sehingga membuatnya menoleh.
" dokterrrr " teriak dokter magang yang dia asuh.
mereka semua menghampirinya bersamaaan, devan hanya tersenyum melihat semuanya.
" Dokter baik - baik saja kan ?" tanya adit.
" iya dokter " saut yang lainnya bersamaan.
" iya , aku baik - baik saja. bagaimana kabar kalian ?"
" kami tidak baik , kami kesal mendengar semua orang mengatakan hal buruk tentang dokter padahal dokter itu juga bekerja disini, apa dia tidak punya simpati " jawab fitri.
" tidak masalah, kalian harus ingat selesaikan semuanya dengan baik. dan jangan mengecewakanku "
" dion " sekarang menatap dion.
" kau sudah dengar , bagaimana rumah sakit akan memberikan hukuman nya ?"
devan mengangukkan kepalanya " aku tau semua konsekuensinya "
" aku akan diberhentikan dengan tidak hormat. mungkin saja bisa dipenjara " katanya yang masih bisa tersenyum.
__ADS_1
" jika kau dipenjara aku akan mengeluarkan petisi untuk membebaskan mu dari hukuman itu. kau boleh diberhentikan tapi tidak harus dipenjara "
devan hanya terkekeh dengan tangannya menepuk - nepuk bahu dion " tidak akan , percayalah "
***
beberapa hari ini dilewatkan devan hanya dirumah saja, dia hanya mengurus keperluan tiffanny mengantar dan menjmput tiffanny setiap hari.
setelah itu dia kembali dirumah dan merasa kesepian , memang dia belum secara resmi diberhentikan. kasusnya masih berjalan tapi dia sudah beberapa hari ini berusaha mencari anak dari pasiennya itu namun tidak ketemu.
dia ingin membersihkan namanya sendiri, setelah itu akan mengurusnya apa dia masih harus bekerja dirumah sakit itu atau malah berhenti dengan sendirinya.
sekarang sudah malam , waktunya dia menjemput tiffanny seharusnya sore tadi tapi fanny menelpon jika harus menyelesaikan beberapa pekerjaan lagi.
jadi dia sekarang berada di dalam mobil menuju ke hotel. dia ingin melupakan sejenak tentang permasalahannya hari ini. dia akan mengajak tiffanny berjalan - jalan dan makan malam.
sedangkan tiffanny di dalam kantornya , dia tidak melakukan apapun. dia hanya diam di kursinya melamunkan sesuatu.
hatinya begitu takut saat dia sendiri tau jika devan bisa saja mendekam dipenjara. sesuatu yang bening terjatuh dari matanya , dia segera menghapusnya dari air matanya.
tok...tok...tok
" maaf bu , dibawah ada suami ibu yang menunggu " seorang dari HK memberitahunya.
" ah baiklah " mengangukkan kepalanya.
" saya permisi bu " pamitnya.
tiffanny pun membereskan barang nya , memasukkan ponselnya ke dalam tas dan dia segera turun.
***
ting
devan sudah berdiri di tengah lobi , saat tiffanny muncul wajahnya berubah ceria. dengan langkah pelan fanny mendekati devan.
" Sayang , sudah selesai ? lelah ya ... ?" tanya devan lembut memegang pipi fanny.
fanny menggelengkan kepalanya
" kalau begitu , mau tidak temani aku berjalan - jalan. kita jarang kan melakukannya " tanya devan dengan penuh harap.
mata tiffanny tak pernah berhenti menatap manik mata devan, lelaki ini pasti sedang berusaha menghiburnya.
" hmm mari kita lakukan " dia mengangukkan kepalanya.
devan pun mengambil tangan tiffanny lalu dia gandeng tangan itu, fanny mendongakkan wajahnya untuk menatap devan.
aku tidak tahu bagaimana lagi cara menolongmu, *setiap saat aku berusaha memikirkan segala cara. namun yang hanya kutemui hanya jalan buntu. apa dengan aku menceraikannya ... dia akan bebas dan hidup tanpa masalah.
tapi kenapa aku merasa tidak ingin jauh darimu. kau pria yang satu - satunya berani menentangku, memarahiku dan mengurusku tanpa meminta imbalan*.
" sayang , masuklah " kini devan mempersilahkan tiffanny masuk kedalam mobil.
fanny tersadar dari lamunannya , dia sedikit tersenyum dan masuk kedalam mobil. setelah tiffanny masuk devan menutup pintu mobil dan beralih membuka pintu mobilnya.
drrtt....drttt
" Micheal Message "
__ADS_1
📱 " Fan , aku sudah tau sesuatu dari orang - orang yang tinggal dekat dengan ibu wanita itu. mari bertemu besok "
fanny hanya membacanya , dia tidak ingin devan tau atas apa yang dia lakukan. sebenarnya diam - diam dia dan micheal sudah menyelidiki keluarga pasien itu.