Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Akhir Tak Bahagia


__ADS_3

waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam , devan masih setia menunggu fanny diatas balkon itu. dia melihat semua yang terjadi dibawah dia ingin penjelasan dan juga ingin menanyakan beberapa pertanyaan padanya.


tapi sampai sekarang wanita yang dia tunggu entah dimana dia , devan tau tidak mungkin fanny tidur secepat ini. ingin rasanya menemui langsung.


...


Disisi lain didalam kamarnya fanny baru saja berganti pakaian, dia lupa harus bertemu devan jadi dia hanya berdiam diri di dalam kamar saja.


tidak tau harus melakukan apa lagi, sebenarnya dia merasa amat kesepian. tidak ada seseorang yang harus dia ajak bicara. teman juga tidak ada apalagi seseorang sangat dekat dengannya. hanya suara decakan jam dinding yang terus berputar itu yang menemani kesepiannnya.


tok...tok...tok


dia tersadar dari lamunannya , lalu dia bergegas melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.


ceklek.


devan berdiri menatap wajahnya sekarang, lalu tanpa disuruh devan masuk kekamar itu.


" Besok Aku akan mengantarmu Ke hotel, Jadi tidak perlu menyetir sendiri ataupun meminta jemput sekretarismu " kata devan dingin.


" Aku akan pergi sendiri " balas fanny yang bersikap biasa saja.


" Aku tidak ingin ditolak. aku akan bangun lebih pagi darimu jika kau terus menolak " tegasnya namun bernada pelan dan tenang.


" kenapa kau tidak menemuiku di atas, apa kau sibuk dengan sekretarismu tadi dibawah ?"


" maaf aku benar-benar tidak ingat "


" Jika ada yang ingin bicarakan bisakah besok saja , aku sangat lelah hari ini "


drtt....drtt


" **Rian Message "


📱 " Aku mengirimkan foto kita , simpanlah kita tidak pernah berfoto bersama. aku juga akan menyimpannya.


drtt


drtt**


2 photo terkirim langsung dan fanny langsung membukanya, devan meliriknya dan fanny langsung menutup ponselnya.


" ya , baiklah. mungkin kau lelah habis bermain "


fanny tidak menanggapi devan , dia hanya berjalan menuju keranjangnya sedangkan devan dia masih memperhatikan tingkah fanny itu.


( bahkan kau tidak menyinggung sedikit hal pun tentang pernikahan kita )


" selamat malam " ucap devan.


***


hari demi hari tiffanny lalui dengan bekerja, bersama rian yang selalu ada disampingnya. namun hubungan mereka setelah penolakan fanny itu masih tetap berjalan baik seperti dulu, bahkan seperti tidak ada yang perna terjadi.


mereka selalu bekerja sama membangun hotel ini lebih baik lagi. namun disisi lain juga , fanny masih belum tau kalau tanggal pernikahannya sudah ditentukan. dia masih santai seperti biasa.


rian dan fanny sekarang sedang rapat, mereka mempertikan seorang perempuan yang sedang mempresentasikan sebuah Bangunan dan Desain hotel yang baru. tentu saja setiap tahun akan ada Perubahan.

__ADS_1


perempuan itu menundukkan kepalanya tanda jika dia sudah selesai mempresentasikan karyanya.


kini fanny mulai berdiri dan menatap semua orang yang ada diruangan itu.


" Terima kasih untuk semua pihak yang telah ikut bergabung disini. beberapa hal sudah saya lihat dan semuanya saya katakan baik . Namun karena kita berasa di kota jelas City hotel ini sering digunakan untuk pertemuan , Bisnis , perdagangan , seminar dan lainnya sampai Untuk sebuah acara Tertentu. saya harap semuanya lebih menyesuaikan lagi terhadap rancangan yang telah dibuat , tidak buruk namun tambahkan sedikit aksen yang menjadi simbol atau keunikan dari hotel itu sendiri " ungkap fanny yang berbicara di tengah - tengah meja itu.


semua yang mendengarkan mengangukkan kepalanya mereka tanda bahwa mereka mengerti maksud akan tiffanny.


setelah rapat selesai Fanny dan rian pun kembali untuk naik ke lantai 20 dimana ruang kerja Fanny.


ting


lift pun terbuka fanny dan rian seger keluar dari lift dan menuju keruangannya , ada Ressa dan juga eva yaitu Resepsionis penyambut tamu di depan ruangannya tersenyum kepadanya.


Fanny mengangukkan kepalanya , dia mengambil tasnya dan ponselnya untuk pulang.


" Mau aku antar ?" tawar rian.


" tidak perlu rian terima kasih, aku bawa mobil sendiri. sampai ketemu besok " ucap fanny.


" hmm " rian tersenyum sambil mengangukkan kepalanya.


saat dia sudah di bassment ponselnya berdering , nomor yang tidak dia simpan tapi dia tau itu nomor siapa. dia pun mengangkatnya.


📱 ( Halo ... Bisa kita bertemu ? )


" aku sedang sibuk "


📱 ( ada hal penting yang harus kau tau, aku akan mengirimkan alamatnya )


" hmm "


***


fanny masuk kedalam cafe yang tidak terlalu banyak pengunjung itu, dia mencari seseorang dan orang itu sudah duduk di meja nomor 11 .


Dengan langkah yang berat fanny menemuinya , Brian berdiri untuk menyambutnya.


" Duduklah , aku sudah memesankan minuman "


Fanny pun duduk , dia tidak tau harus apa sudah lama tidak seperti ini membuatnya canggung.


" Apa kabar ?" tanya Brian.


" Baik " jawabnya.


" hmm Aku senang mendengarnya, Aku mencarimu dulu tapi tidak pernah bertemu , saat itu aku melihatmu lagi ada di Sebrang Jalan rumah sakit "


" Ya , aku baru kembali waktu itu "


" Kembali darimana ?" tanya brian yang penasaran.


" Inggris "


" Kenapa kau pergi, bukankah kau lebih menyukai tinggal disini ?" tanya brian lembut.


" Apa yang disukai atau tidak bisa saja berubah " jawab fanny.

__ADS_1


" lebih baik kau katakan kenapa ingin bertemu denganku " ujar fanny.


Brian menatap fanny dengan lembut , dia harus berhadapan dengan wanita yang dicintai nya dengan rasa canggung seperti ini. tidak seperti dulu yang Bebas Bereaksi apapun.


" Aku ingin mengatakan ini langsung karena tidak ingin ada orang yang mendengarnya jika kita berada di lingkup hotel. Juga ... Ingin menemui secara langsung " kata brian.


Fanny menatap brian sekarang, yang tadi wajahnya hanya melihat ke sembarang arah kini terpaku di wajah itu.


" Berhati - hatilah, banyak orang yang ingin menghancurkanmu. Aku tidak ingin melihatmu menangis lagi, cukup aku saja yang membuatmu menderita "


" untuk apa kau memperingatiku ? Kita tidak punya hubungan apapun lagi. dan jika kau cukup sadar ... Maka jangan temui aku lagi " telak fanny.


" Apa kau sudah melupakan aku sepenuhnya ?" tanya brian.


wajah mereka saling bertemu, tatapan itu sangat jelas kalau keduanya masih memiliki rasa namun rasa itu harus dibuang jauh - jauh.


" Ya , aku sudah melupakanmu. " jawab fanny cepat.


" Secepat itu " timpal brian.


" Butuh beberapa tahun bagiku untuk melupakan , tetapi hanya butuh 1 menit bagimu untuk meninggalkan "


" Brian " ucap fanny sambil menatap wajahnya, untuk pertama kalinya setelah putus dia mengucapkan langsung nama itu dihadapan pemiliknya.


" Mari kita ... Melupakan masing - masing masa lalu kita. Aku tidak ingin membuat kita selalu terbebani akan masa lalu itu , anggap apa yang terjadi selama 8 tahun itu hanya sebagai kenangan. " ucapnya dengan yakin.


" Bahkan kau tidak bisa berbohong padaku. saat kau menatap wajahku, aku masih bisa merasakan hal yang sama seperti dulu " kata Brian.


" ya ... aku mungkin belum bisa menghilangkan rasa cintaku sepenuhnya. tidak mudah bagiku untuk melupakan 8 tahun itu hanya dalam beberapa tahun saja. Aku sudah memutuskan untuk tidak mencintaimu lagi "


" Kau juga sudah menikah, walaupun terlambat aku ucapkan tetapi selamat untukmu. Jalani hidupmu dengannya dan berbahagialah. "


" Tetapi aku tidak mencintainya " lirih Brian.


" itu keputusanmu , menikah dengannya maka kau harus mencintainya. dia juga sama sepertiku , seorang perempuan , setiap perempuan tentunya ingin Dicintai. Jangan buat nya menangis sama seperti aku "


fanny memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, dia mengambil tasnya dan berdiri. brian pun ikut berdiri. keduanya kini berdiri saling berdampingan tetapi diarah berlawanan.


" Tolong jangan menghubungiku lagi , atau menemuiku... Jika kau tidak ingin membuatku menangis lagi, aku ingin melupakanmu dengan benar sekarang. " kata fanny yang matanys menatap nanar kedepan, bibirnya bergetar ketika mengatakan itu.


" fanny " lirih brian saat dia menoleh fanny lebih dahulu meninggalkannya , dia pun memutuskan untuk mengejar fanny sampai ke area parkir.


" Fanny tunggu " teriaknya.


fanny sudah memegang pintu mobil lalu dia berbalik menatap brian.


Brian berjalan perlahan , lalu dia menggapai tangan fanny dan memegangnya. fanny mengernyitkan dahinya dia ingin melepaskan genggaman itu.


" sekali saja " pinta brian.


" Aku terima keputusanmu, tetapi tolong dengarkan aku baik - baik. jaga dirimu sendiri dan berhati - hatilah. Jangan terlalu percaya pada orang - orang disekitarmu. aku sungguh tidak ingin kau terluka "


( melihatmu seperti ini dan berkata lembut juga meyakinkan , Membuatku tidak bisa melupakanmu. Disatu sisi kau sudah menyakitiku tapi disisi lain kau terlihat masih mencintaiku. Tapi aku harus benar - benar melupakanmu. Aku akan hidup dengan orang lain ) tuturnya dalam hati.


" ya , aku akan mendengarkanmu. " kata faanny sambil mengangukkan kepalanya.


" Maaf tapi aku harus pulang sekarang " ujar fanny lagi dan menarik tangannya , diapun masuk kedalam mobil dan memundurkan mobilnya lalu berjalan kedepan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


( *kali ini mungkin aku benar - benar sudah kehilanganmu. Tiffanny ... Maafkan aku karena aku tidak akan menuruti perkataanmu. aku akan tetap mencintaimu )


( aku pikir saat kita masih bersama kita akan berkahir dengan indah. tetapi aku salah , Justru kita berakir dengan cara yang seperti ini. Akhir yang tak membahagiakan* )


__ADS_2