Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Setengah Kebenaran


__ADS_3

saat melihat wajah pria itu, fanny merasa kenal dengannya. wajah itu tidak asing untuknya. sedangkan raka masih tersenyum melihatnya.


" Kau ... mengenalku ?" tanya fanny.


" Raka ... aku raka kak, adik kak brian. "


deg


dia baru ingat sekarang, wajah raka terlihat berubah tidak seperti dulu lagi, itulah kenapa dia lambat mengenalnya.


...


Dimeja itu , kedua duduk berhadapan. keduanya bersikap biasa dan tenang.


" Kakak, apa kabar ?" rian memulai perbincangannya.


" Kakak baik "


" Bagaimana denganmu ? dan ... tante Crishtin " tanya balik fanny.


raka sejenak diam , dia mendesah pelan dan mengangkat kepalanya.


" Kami berdua tinggal bersama sekarang. Dan ibu ... dia sakit "


" Apa ? memanya sakit apa ? "


" Disartria , dan juga ... ada stroke. "


Fanny terjekut mendengarnya, bagaimana mungkin Ibunya devan yang dulu baik - baik saja dan sehat. kini bisa sakit seperti itu.


" lalu bagaimana dengan kondisinya ?"


" hanya bisa duduk dan berdiam diri di kamar . " lirih nya dengan sedih.


fanny mendengar suara yang parau itu , kenapa kakak dan adik terlihat berbeda sama sekali. brian orang yang tidak pernah menangis terapi raka , dia orang yang mudah menangis.


" Kau bekerja disini ?"


" hmm , aku baru diterima di cafe ini beberapa hari yang lalu. kakak ... Apa kakak sering bertemu dengan kak brian ?"


" Terkadang "


" apa kalian tidak pernah bertemu ? lalu ... kemana kau pergi bersama tante christin selama ini ? aku mendatangi rumah lama itu tapi kata orang kalian sudah pergi ?" tanya fanny dengan suara yang pelan.


" Tidak, setelah kakak memutuskan pernikahan itu , kami tidak pernah bertemu. ibu dan aku pergi ke Luar negeri. " jelasnya.


fanny mengernyitkan dahinya, dia bingung kenapa dia pergi hanya karena dirinya.


" Apa karena aku ... kalian tidak pernah bertemu ?"


" Tidak kak. ini bukan salah kakak, sebenarnya ... yang salah hanya waktu dan seseorang saja. "


" seseorang ?"

__ADS_1


raka menatap fanny, sepertinya raka pikir fanny belum tau semuanya.


" Sepertinya ... kakak sangat membenci kak brian ya " ujar raka.


fanny hanya diam tak menjawab.


" Kak , atas nama kak brian ... aku meminta maaf. aku tau, kakak mungkin begitu menderita saat itu. namun aku juga tidak menyukai hari itu , dimana kak brian harus pergi meninggalkan kami. "


" pergi ? sebenarnya ada apa ini ? " tanya fanny lagi.


dia benar - benar seperti seorang anak kecil. yang selalu ditutupi jika ada masalah , dia ingin tau semuanya.raka menatap fanny yang kini sedang menunggu jawabannya. dia juga kasihan melihat fanny yang sudah menderita karena kakaknya, namun dia juga tidak ingin melihat fanny dan brian berpisah.


" Kakak aku sangat sedih saat kalian harus berpisah. saat kita semua sudah saling mengenal dan dekat. namun ... saat itu seseorang datang menghancurkan semua hubungan, baik hubungan kakak dan kak brian , maupun aku , ibu dan kakak brian. "


" sebenarnya ... 5 tahun yang lalu, 1 bulan sebelum kak fanny menikah. Perusahaan ibu jatuh bangkrut. hutang dimana - mana, sampai kami tidak punya apapun untuk membayar nya. "


" Ibu hanya seorang perempuan, dia tidak bisa membereskan semuanya. Kak brian berniat menggantikan ibu untuk dihukum , namun ibu menolaknya. sampai suatu hari dimana ibu akan memutuskan untuk bunuh diri , kakak melihatnya dan menolongnya. kak brian terlihat kacau dan pasrah ibu berada di ambang hidup dan mati waktu itu. biaya juga sudah tidak ada lagi. "


" dan suatu malam , aku melihat kakak keluar dari rumah sakit , dia menemui seorang pria dan wanita. yang tak lain adalah kak agatha dan ayahnya. Aku mendengar semuanya. ayahnya kak agatha akan membantu kami tetapi dengan syarat ... dia harus membatalkan pernikahan itu dan menikahi kak agatha. dengan kata lain ... kak brian menjual dirinya untuk membantu keluarganya , aku juga mendengar yang lain tapi sebelum tau seseorang memanggilku waktu itu ... jadi aku pergi dan tidak mendengarkan semuanya sampai akhir. "


Fanny menahan air matanya setelah raka menjelaskannya. sekarang dia tahu apa yang menyebabkan brian melakukan itu , namun yang membuat nya sakit kenapa brian tidak berkata jujur padanya.


matanya menatap nanar kedepan, dia tau pria itu tidak akan melakukan hal yang seperti itu. namun tetap saja brian tidak jujur.


" Lalu kenapa tidak ada yang memberitahuku waktu itu ? " tanya fanny.


" Kakak tidak ingin membuat kak fanny terbebani dengan semuanya. dia juga malu jika harus mengatakannya. "


****


brian bilang dia juga melakukan ini karena ingin melindunginya, namun melindunginya dari siapa ? dia tidak pernah mempunyai musuh.


sebenarnya hal besar apa yang ditutup Brian darinya.


" sayang " panggil devan dengan nada lembut, tetapi fanny tak bergeming sedikitpun.


" sayang " panggil devan lagi. namun fanny tetap tak bergeming matanya terus menatap kedepan.


devan menyentuh tangan fanny sehingga membuatnya tersadar dari lamunannya. dan kini fanny menatap devan.


" ada apa ? apa ada yang sakit ?" tanya devan.


fanny menggelengkan kepalanya. " Aku ingin pulang " katanya.


" sebentar lagi kita sampai " balas devan.


kini devan kembali fokus menyetir, dia tidak tau apa yang ada dipikiran fanny. dia kembali.merasa diacuhkan.


( Saat aku merasa sudah sangat dekat denganmu, tapi kenapa seperti kau malah menjauh. Apa aku ini tidak berarti apapun bagimu. )


tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di rumah, tanpa kata fanny segera naik ke kamar mereka. dia langsung membuka kamar mandinya untuk berendam agar pikirannya menjadi tenang.


devan hanya bisa melihat tingkah itu, dia kembali turun ke bawah untuk memasak makan malam.

__ADS_1


didalam kamar mandi itu, fanny berendam dan melamun.


" Kenapa semuanya jadi begini. selalu saja ada sesuatu yang datang kepadaku dan membuatku tak bisa berkata lagi. apa yang harus aku lakukan. saat aku ingin menerima semuanya , tapi masa lalu terus saja kembali padaku. "


tok...tok....tok


" Sayang, apa kau belum selesai ? aku sudah memasak untuk makan malam , aku juga ingin mandi " kata devan dari depan pintu.


" I-iya "


***


Dimeja makam itu , devan sedang makan dengan lahapnya. sekarang tiffanny memperhatikannya, pria itu adalah masa kini dan masa depannya sekarang. matanya menatap sendu devan, devan sadar kalau fanny memperhatikannya dia pun menatap balik fanny.


" apa sudah puas menatapku ?" tanya devan dengan lembut seraya tersenyum.


" Ah ... eh ... aku , tidak. aku sudah kenyang aku ingin tidur. " tiffanny segera berdiri dan akan meninggalkan devan. namun tangan devan mencegahnya , dia Menarik fanny sampai tubuh fanny duduk di pangkuannya.


" Mau kemana hmm ? menghindariku ? "


" devan lepaskan aku, aku .... aku memang ingin tidur. " katanya yang memberontak untuk minta dilepaskan, namun bukan devan jika dia langsung menuruti pemberontakan fanny itu.


" aku tidak yakin , istriku tidur secepat ini. ini juga malam minggu , tidak mau mengobrol denganku dulu hmm "


Tiffanny hanya diam sekarang , dia melamun dan menundukkan kepalanya. dari tadi devan curiga tiffany terus murung.


" sayang kau punya masalah bukan ? ceritalah , siapa tau ... aku bisa membantumu. " lirih devan lembut.


fanny menggelengkan kepalanya, dia kemudian menatap lekat mata depan. " Aku ingin tidur " balas fanny.


" Tapi aku tidak akan membiarkan istriku tidur secepat ini, masih harus menenangkan diriku. " gumam devan.


fanny mengernyitkan kepalanya tidak tau apa maksud devan.


" Maksudnya ... Aku ingin melakukan hal yang sama seperti malam kemari. " devan langsung menempelkan bibirnya dan ********** lembut.


Fanny mendorong dada devan, dia sedang tidak ingin melayani nafsu devan saat ini.


" kenapa ?" tanya devan dengan muka kecewa.


" Aku ... aku ingin ke kamar mandi sebentar. " fanny langsung turun dari pangkuan devan , dia naik ke atas dan kembali ke kamar mandi.


disana dia menatap wajahnya yang ada di cermin. didalam kamar itu juga devan sedang menunggu tiffanny. dia duduk di pinggiran ranjang menunggu Fanny keluar.


ceklek


fanny menutup kembali pintu itu setelah dia membukanya, namun dia terkejut saat melihat devan sudah ada di ranjang itu.


devan tersenyum kepadanya dan dia langsung menarik tangan fannu sampai ke ranjang.


" aku melakukan kesalahan ya ? jika ada aku benar- benar minta maaf. tapi jika kau tidak ingin memaafkan aku maka hukumlah aku. " tanya devan.


( kenapa kau malah meminta maaf padaku, aku yang selalu menolakmu. dan tidak pernah mengerti perasaanmu. kenapa kau sebaik ini. ) pikirnya

__ADS_1


fanny menggelengkan kepalanya , matanya berkaca - kaca menatap pria itu dia suaminya pikirnya.


" Kenapa kau begitu mencintaiku ?"


__ADS_2