
malam itu fanny mengeluarkan semua rasa sakitnya karena brian, tangisan menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya itu sangatlah sedih.
" nona fanny" dari belakang ternyata rian telah mendengar dan melihat semuanya , dirinya tidak pernah melihat selemah itu pada diri fanny. kenapa dia juga ikut sedih.
dia mendekati fanny yang tengah menangis , saat fanny akan terduduk dia segera berlari hingga tubuh fanny ditopang olehnya , melihat rian fanny segera memeluknya.
dia menangis didalam pelukan rian ,entah karena apa tangan rian terangkat untuk membalas pelukan fanny.
" jangan menangis nona , dirimu pantas untuk bahagia tingalkan brian dan hiduplah untuk dirimu sendiri" ujar rian.
" aku ingin melupakannya tetapi tidak bisa , wajahnya selalu saja terbayang dimataku , saat dia tersenyum dan datang kepadaku lalu melihatnya hiks...hikss " isak fanny.
" orang tua nona tidak akan senang jika melihat ini, kalau saja tante diana dan om jack masih hidup mereka tidak akan membiarkan nona terpuruk seperti ini "
" aku mencintai nya... aku masih mencintai nya rian " isak fanny lagi.
" brengsek kau brian aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang" ucap rian dalam hati.
.....
rian membawa fanny ke rumah nenek karena dia takut kalau fanny sendirian dia akan melakukan sesuatu , sedangkan fanny yang duduk dibelakang tidak peduli kemana rian membawanya dirinya masih termenung meratapi kekasihnya akan menikah.
sesekali rian melihat kaca untuk memperhatikan tiffanny yang sedang apa menurutnya , nyatanya tiffanny hanya diam saja.
" maaf aku sudah menyusahkanmu" ucap fanny.
" tidak nona , aku bekerja untukmu aku tidak merasa disusahkan" kata rian.
" tolong jangan beritahu nenek kau langsung pulang saja " kata fanny.
" iya "
1 jam lebih mereka pun sampai dirumah nenek , rumah itu sudah gelap gulita karena mungkin semuanya sudah tertidur. rian membiarkan fanny berjalan sendirian masuk kedalam.
fanny membuka pintu perlahan-lahan dirinya masuk ke kamar atas , namun saat dia akan masuk kekamar dia melihat foto prewedding dirinya dan juga brian berada di depan kamar dev.
" nenekkkkk" teriaknya.
" kaliiiii" teriaknya.
" ada apa ?" tanya dev membuka pintu kamarnya
" siapa yang mengeluarkan barang ini ? " tanya fanny
" aku " jawab dev.
" kenapa kau berani sekali menyentuh barang rumah ini, seharusnya kau rapikan barang barangmu bukan barang orang lain" tegas fanny.
" kenapa kau marah ? ini kamarku jadi aku berbenah aku pikir ini akan dipakai jadi aku keluarkan saja dulu " ujar dev yang mulai sedikit meninggikan suaranya.
__ADS_1
" nenekkkkk" teriak fanny.
namun nenek tidak datang juga , tetapi kali yang berlari menghampiri fanny yang marah itu.
" ada apa non?" tanya kali.
" apa kau sudah bosan bekerja? aku menyuruhmu untuk membuang kalau perlu bakar saja kenapa kau masih menyampan ini ha ?" bentak fanny.
" nona itu non, akuu"
" apa kau tidak bisa bicara dengan benar , kau bakar sekarang juga" teriak fanny.
" apa kau tidak bisa bicara dengan sopan? dia lebuh tua darimu . dan itu aku yang salah kenapa kau memarahinya, apa karena laki-laki itu kau jadi seperti ini ?"
" kau dungu mengharapkan laki-laki sepertinya, jika kau tidak bisa move on kenapa kau memutuskannya itu salahmu sendiri" bentak dev.
" kau tidak tau apa-apa jadi jangan bicara sembarangan " kata tiffanny.
" apa ? aku sudah tau aku bisa melihatnya kau orang dungu yang terus memikirkan pria yang sudah kau putuskan hubungan. tetapi setelah merasa kehilangan kau seperti orang yang kehilangan akal marah sendiri tidak jelas" ujar dev.
" tuan...itu jangan bicara sepert itu non.."
" kali bakar itu " kata fanny.
" ya ! aku memang dungu , aku wanita dungu yang kalau habis dipakai lalu dibuang tetapi ujung-ujungnya menyesal , aku tidak peduli ucapanmu" teriak fanny
fanny dan dev memandangi nenek lalu fanny masuk kedalam kamar nya , tak lama itu dia keluar mengambil jaket saja.
" nak mau kemana?" tanya nenek.
" aku mau pulang dan tolong nek bersihkan semua hal yang nenek simpan apapun yang berkaitan denganya" ujar fanny tanpa menatap nenek
diapun berlari menuruni tangga , semua orang hanya mampu memandanginya, nenek dan kali sudah lama tidak melihat kemarahan fanny terkahir 2 tahun yang lalu setelah dia memutuskan pernikahan.
" nak ada apa ?" tanya nenek.
" nenek " kata rian yang berada di ujung pintu.
hingga sekarang nenek, dev, rian dan kali berada di sofa menunggu apa yang akan rian katakan.
" nek , brian memberikan undangan pernikahannya dengan putri pemilik hotel samuel kepada nona tiffanny" kata nya
" apa ? brian akan menikah?" tanya nenek yang terkejut itu juga kali yang shock.
" hmm pagi tadi nona mendapatkannya, sore hari dia menyurhuku membeli sesuatu hal yang tidak pernah dia lakukan. aku pun sadar kalau itu hanya tipuannya , aku mengikutinya dari belakang. ternyata nona tiffanny datang ke pantai dimana brian dulu melamarnya , aku melihatnya menangis tersedu-sedu dia sangat mencintai brian sampai sekarang. dia juga memelukku tanpa ia sadari jujur baru pertama kali aku melihatnya semenderita itu" jelas rian.
" wajar saja nona begitu marah, aku tidak pernah melihatnya seperti itu kecuali 2 tahun yang lalu" timpal kali.
" aku takut kalau aku membawanya kerumah aku pikir dia akan melakukan sesuatu jadi aku membawanya kerumah nenek" kata rian lagi.
__ADS_1
" tiffanny itu ... kenapa dia selalu menyembunyikan perasannya. nenek juga tau kalau dia masih mencintai brian, dia tidak pernah memberi celah nenek kenapa dia membatalkan pernikahannya" kata nenek dengan suara cemas.
" aku akan menginap di rumah nya nek , aku takut ada sesuatu" ujar rian.
" iya rian tolong jaga dia , aku serahkan semua nya kepadamu" saut nenek.
" kalau begitu aku pamit nek" pamit rian.
" hmm"
nenek menangis mendengar itu setelah kepergian rian, kali mengelus bahu nenek untuk menenangkannya dan dev mendekati nenek.
" nek " panggil dev.
" kau tau nak , nenek selalu melihatnya seperti itu , tidak ada senyum diwajahnya kecuali sedang bersama brian , laki-laki itu mampu membuat sifatnya yang dingin dan keras kepala itu memudar , tetapi semuanya berubah begitu saja "
" tapi kenapa dia memutuskan pernikahan itu nek?" tanya dev.
" dia tidak pernah mau menjelaskannya , yang hanya dia katakan kalau dirinya memutuskan pernikahan itu semalam sebelum penikahannya " jawab nenek.
" nenek ke kamar dulu " nenek pun berdiri dan berlalu meninggalkan kali juga dev sendirian.
" maaf kan aku tuan kalau aku berbicara seperti ini , seharusnya tuan tidak berbicara seperti itu. tidak ada wanita yang akan menderita melihat kekasihnya yang telah lama bersamanya lebih memilih menikah dengan wanita lainnya"
" aku juga akan begitu kalau aku berada di posisinya. mungkin akan melakukan hal yang lebih besar , tetapi nona tiffanny wanita yang sangat kuat lebih dari yang aku bayangkan " jelas kali pada dev. tentu saja dia merasa tidak suka dev mengatakan hal yang tidak enak pada tiffanny karena sedari kecil dia yang mengurus tiffanny , dan telah menganggapnya sebagai seorang anak.
kali pun berlalu begitu saja , dia akan membakar semua hal yang dia simpan tentang masa lalu fanny dan brian.
dev masih merenungi apa yang dikatakan kali dan juga nenek , apa yang dikatakan kali benar dia tidak seharusnya mengatakan itu karena dirinya tidak tau apa yang terjadi.
diapun keluar ke dekat air mancur dimana kali sedang membakar semua foto, boneka dan pakaian yang ada sangkut pautannya dengan brian.
" aku begitu kasar padanya , apa dia mau memaafkan aku. aku juga tidak pernah melihat seseorang yang seperi itu sebelumnya hanya karena ditinggal menikah" pikir dev.
...
dikediaman rumah orang tuanya tiffanny duduk menyendiri di kamarnya, mungkin masih menangis namun air matanya tidak lagi jatuh.
tok..tok..tok
brian masuk kedalam kamarnya , dan mendapati fanny yang sedang menyendiri itu. dia langkahkan kakinya kearah fanny.
" nona belum makan , aku sudah membuatkan makan malam" ujar rian.
" rian ! dia benar aku wanita yang dungu , aku terus mengharapkan brian kembali. tapi dia tidak pernah memikirkan aku, aku memang wanita yang dungu " guman fanny .
" jangan menyalahkan dirimu nona , 9 tahun itu lama , tidak akan ada orang yang bisa melupakan seseorang dengan waktu yang cepat. itu artinya tuhan memberikan jawaban kalau brian memang bukan orang yang tepat. lebih baik nona lupakan dia dan bahagiakan diri nona sendiri " kata rian.
" tetapi kebahagiaanku hanya bersamanya" ucap fanny dalam hati.
__ADS_1