Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Kecemburuan Brian


__ADS_3

keesokan harinya


dirumah sakit itu agatha memeriksa biodata diri devan. dia mengatamati dengan tajam cv devan.


" Aku akan memulainya darimu , sekali tepuk dua nyamuk mati "


***


" dokter devan , pasien kamar 10 memanggil dokter " kata seorang suster saat devan sedang berbincang dengan suster lainnya.


" baiklah "


" sustet tara , yang lainnya taruh saja di mejaku. aku akan memeriksanya nanti "


" baik dokter "


devan segera pergi meninggalkan suster itu dia melangkahkan kakinya menuju kedalam ruangan pasien nomor 10.


sementara itu fanny juga sudah sampai di rumah sakit , hari ini mereka berjanji untuk makan siang bersama. walau agak terlambat fanny masih menepati janjinya.


dia mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit. seorang suster yang mengenalnya pun langsung menemuinya.


" halo , bu fanny apa anda sedang mencari dokter devan ?" tanyanya.


" oh iya " fanny mengangukkan kepalanya.


" tunggulah sebentar disini , dokter sedang ada diruangan pasien. aku akan memberitahunya " ujarnya ramah.


" terima kasih " ucap fanny seraya tersenyum.


" sama - sama "


suster itu melenggang pergi , fanny hanya berdiri disana. hari ini rumah sakit terlihat ramai. banyak pasien yang menunggu diruang tunggu sekarang.


" sayang " panngil devan.


fanny yang sedang melihat kearah lain itupun menoleh dan tersenyum manis pada devan.


" maaf aku agak terlambat , tadi ada meeting sebentar " jelas fanny.


" tidak apa , ini sudah sangat siang ayo kita cari restoran " ajak devan.


" hmm "


tanpa aba - aba devan menggenggam tangan fanny, dia masih memakai baju dokternya. seketika fanny salah tingkah dibuatnya bagaimana tidak disini banyak mata yang memandang mereka.


" devan apa yang kau lakukan , banyak orang " bisik fanny.


" memangnya apa yang kulakukan , sayang kita kan sudah menikah jadi wajar mau berbuat apa. selain itu ... aku ingin memberitahu pada dunia jika istriku sangatlah cantik " ujarnya lembut seraya menatap fanny dengan penuh cinta.


" sampai kapan kau akan mengatakan aku cantik. aku bosan mendengarnya "


" devan " panggil dion sontak kedua orang itu menoleh.


" ada apa ?" tanyanya.


" saat aku lihat kedua tangan ini bersatu aku jadi kagum heheh. halo ... Tiffanny , masih ingat denganku ? saya dion temannya devan " ucapnya manis dengan fanny seraya melambaikan tangannya.


" teman ... oh yang waktu itu , iya aku ingat " fanny Sejenak berpikir berusaha mengingat.


" ya benar ! kalian mau kemana ? devan kau mau bolos kerja ya " tuduhnya.


" oh tidak , kami hanya ingin makan siang. " jawab fanny sehingga devan meliriknya.


" sudahlah lanjutkan pasienmu itu. ayo sayang aku sudah lapar " devan mengajak fanny keluar dari rumah sakit , dan harus diketahui dari tadi agatha memperhatikan keduanya yang terus bersama.


jiwanya irinya meronta - ronta wajahnya yang menunjukkan ketidaksukaan itu terlihat jelas. apalagi saat melihat tingkah devan yang menjadikan fanny seperti ratunya saja.


" masuklah sayang " devan membukakan pintu mobil sehinga fanny masuk kedalam.


" kita lihat tiffanny, berapa lama lagi kebahagiaan pernikahanmu itu " ucap batinnya.


***

__ADS_1


" kita makan apa sayang hari ini ?"


devan menyetir menggunakan mobil tiffanny , fanny yang dari tadi memainkan ponselnya itu lalu berpikir.


" kau maunya apa ?" tanya balik fanny.


" apapun sayang "


" Restoran Barbeque saja "


" oke siap ! "


kendaraannya terus berpacu hingga keduanya sampai di restoran Barbeque Anorald.


sekarang, mereka sudah duduk di meja nomor 4 keduanya membuka menu makanan.


" dua beef steak , dua kentang goreng dan 2 cola " kata devan pada pelayan yang kemudian menulisnya dicatatannya.


" baik pak , mohon ditunggu "


pelayang itu segera melenggang pergi, devan lupa membuka jas rumah sakitnya tadi jadi dia baru melepaskannya sekarang.


" dev aku ke toilet sebentar "


fanny berdiri meninggalkan ponsel dan tasnya , tak lama makanan pun datang tetapi fanny masih belum kembali.


drtt..drrtt


" Brian Calling "


devan mengambil ponsel tiffanny, dia menggeser layar hijau kenan.


( Fanny , bisa besok bertemu di cafe tempat biasa kita ? ada yang harus kubicarakan )


devan menghela nafas kasarnya


📱 " ini aku , suaminya . " jawab devan dengan nada dingin.


( eh ... dimana tiffanny ? )


( nanti saja , aku akan menelponnya lagi )


📱 " oh aku lupa memberitahumu, jika tidak ada urusan penting jangan menghubunginya lagi bahkan menemuinya. kau harus ingat dia sudah menikah dan punya suami. aku .. tidak suka jika dia berhubungan dengan masa lalunya " tekan devan.


( aku tidak peduli hubungan apa yang sedang kau jalin dengannya , tapi bagiku dia tetap tiffanny ku )


" devan " panggil fanny.


dibalik ponsel itu brian bisa mendengar suara fanny " iya sayang ?" tanya devan.


" siapa yang menelpon ?"


" oh itu , ini dari brian aku bilang dia tidak harus menelponmu jika tidak ada urusan penting "


" hmm devan , ayo kita makan. kau akan terlambat nanti " kata fanny lembut.


brian terus mendengarkan percakapan keduanya , devan sengaja tidak mematikan ponsel itu hanya membaliknya.


" sayang kau sangat perhatian kepadaku, sini biar aku potongkan daging " devan mengambil alih itu , dalam hatinya dia bangga memiliki fanny. dia tau brian masih mendengarkan dan ingin memanas - manasinnya.


" terima kasih "


brian menahan rasa cemburunya saat ini, dia menutup mata mengerutkan dahinya mendengar semua itu. mendengar suara fanny membuatnya penasaran akan hubungan keduanya.


" ini sayang " devan memberikan lagi steak itu.


" sayang , hari ini kau cantik sekali. dan lihat pita di rambutmu aku menyukainya " devan mengelus rambut tiffanny.


" bukankah ini yang kau berikan semalam "


" hmm bagaimana aku bisa lupa , semalam sangat membahagiakan untukku dan untukmu. hanya ada kita berdua merayakan hari ulang tahunmu. "


__ADS_1


" Kenapa kau memberikan aku jepit rambut ini ? " tanya fanny.


devan yang masih mengunyah itu langsung menelan habis makannya.


" aku tidak tau apa yang harus kuberikan, hampir semuanya kau sudah memilikinya. baju yang mahal , cincin, kalung dan semuanya. tapi ... saat aku lihat jepit rambut ini aku teringat rambut indahmu. akan cantik dengan jepit rambut ini "


fanny tersenyum mendengarnya kembali melanjutkan makanannya " aku akan membalasnya nanti " ujar fanny.


" sayang " ucap devan lembut.


" apa ?"


" nanti malam " gumam devan.


" ada apa nanti malam ?"


devan mengedipkan sebelah matanya , melihat itu fanny sudah tau apa maksudnya.


" aku sedang tidak bisa " jawab fanny.


hati brian benar - benar hancur mendengarnya , dia sudah tahan mendengar itu sampai dia mematikan ponselnya. hatinya terluka , wanita yang dia impikan kini sudah menjadi milik laki - laki lain sepenuhnya.


" nak , ada apa ?" tanya christin.


" oh ibu ... aku ... hmm tidak bu " jawabnya berusaha tersenyum, ibunya pun tersenyum melihatnya.


***


diluar restoran


mereka baru saja selesai makan bersama dan keluar dari resto.


" ayah ! ayah ! itu tante galak dan sombong " dia menarik - narik baju pria itu yang sekarang menjual bunga bersama anak perempuannya itu


" tante galak dan sombong ! " teriak anak itu.


membuat fanny menoleh , yah sepertinya dia menyadari siapa orang yang memanggilnya itu.


anak itu berlari menghampirinya , devan menatap fanny dengan penuh tanya.


" tante , kita sudah lama tidak bertemu. apa kau merindukan aku ?" tannya.


" putri " panggil pak indra.


pak indra menundukkan kepalanya saat ada devan, dia juga malu dengan tiffanny.


" tante kenapa kau tidak bicara , kau berubah bisu ya sekarang " ujarnya.


" sayang " ujar devan.


" Apa kau ingin aku terus bicara, kamu kenapa tidak sekolah bolos kan. cih anak malas "


" hei tante galak dan sombong , aku sudah pulang sekolah guruku rapat jadi kami pulang cepat " belanya.


" apa dia suamimu ?" hardik anak itu.


" ada apa memangnya ? "


" om , apa om tidak takut dekat - dekat dengan tante galak dan sombong itu. " bisik anak itu.


devan tersenyum mendengarnya kemudian menggelengkan kepalanya.


" Tante galak apa kau tidak ingin kubelikan ice cream lagi ?" dia berkata manis sekarang.


" oh begitu , aku tau ... kau memanggilku agar aku memintamu beli ice cream lalu kau membelikan yang tidak kusuka agar aku memberikannya padamu "


" heheh iya "


" putri tidak boleh nak, maafkan dia bu .. pak dia memang begini saya akan memarahinya nanti " ucap pak indra dengan menundukkan pandangannya.


" Tidak masalah pak , dia hanya Seorang anak " ujar Devan.


" om memang baik , tidak seperti he ... tante ini " sambil memiringkan mulutnya.

__ADS_1


" anak kecil aku tau kau membicarakan itu untukku "


devan mengeluarkan dompetnya , dia memberikan anak itu selembar uang kertas serarus ribuan. " belilah ice cream nya "


__ADS_2