
" Kenapa kau begitu mencintai ku ?"
" Kenapa kau baru bertanya sekarang hmm ? aku menantikan pertanyaan ini begitu lama. " Ucap devan dengan lembut , tangannya meraih wajah fanny dan mengelusnya.
matanya keduanya tak pernah lepas selalu menatap satu sama lain.
" Aku ... mencintaimu tanpa alasan, aku ... Tidak pernah menatap wanita lain seperti aku menatap dirimu. kau satu - satunya wanita yang bisa membuatku marah, kesal, kecewa , kesepian dan bahagia. Dan hatiku bergetar hanya untuk dirimu. "
" Apa kau juga ingin aku membalas cintamu ?" tanya fanny lagi.
" Ya ! tentu saja !, aku ingin ... Kau membalas cintaku, tidak perlu sama besarnya sepertiku. 1 dari 10 , setidaknya ... 1 saja tidak apa. aku akan menjadi 9 agar cinta itu penuh untuk kita. "
deg .. deg ... deg ..
jantung fanny berdetak sangat cepat, devan seseorang yang tidak bisa ditebak. terkadang ucapannya sangat menyakitinya tetapi ucapannya juga membuatnya sedih.
kenapa hatinya sekarang tidak bisa melihat wajah devan yang seperti itu, wajah yang seperti ingin dia berikan sesuatu. sesuatu itu tidaklah ada nilainya dalam rupiah, namun nilai dalam hidup.
" jangan menatapku seperti itu, kau membuatku seperti aku wanita yang tidak punya hati. " gumam fanny.
devan tersenyum mendengarnya , lalu dia mencium kening fanny agak lama. dia memejamkan matanya meresapi semuanya.
" tidak ada alasan kita untuk berpisah sekarang, kau dan aku semenjak semalam sudah menjadi satu. " ujar devan yang masih mencium kening fanny.
lambat laun ciuman kening itu berubah menjadi ciuman di bibir. devan ********** lembut dia berusaha membuai fanny dan lama kelamaan dia benar , fanny terbuai sampai membalas ciumannya.
tangannya menyentuh bahu fanny dan menidurkannya di ranjang, dia terus mencium bibir fanny dan beralih menindih tubuh fanny.
setelah itu dia menatap wajah fanny saling menatap sambil tangannya mengusap pelan bibir fanny bekas ciumannya itu.
dia tersenyum menatap fanny. sedangkan fanny tidak memberontak dia menatap dalam wajah devan.
tangan devan mulai bergerilya kedalam baju fanny , dia mencari sesuatu yang dia incar dibalik baju itu. dia menyentuh pelan Gundukan itu, membuat fanny merasakan rasa yang aneh.
walau dia sudah melakukannya kemarin malam , tapi tetap rasa itu membuatnya bergidik. dia berusaha menahan suara yang ingin keluar dari mulutnya.
devan merasa senang karena fanny menikmati perlakuan lembut nya lalu dia mencium kembali bibir fanny. sambil tangannya menyentuh dua gundukan itu.
" Keluarkan saja ... jangan malu " bisik devan di telinga fanny.
fanny masih berusaha menyembunyikannya dia tidak ingin membuat suara. devan menaruh kepalanya di ceruk leher fanny dan menciuminya dari leher sampai ke dada.
tubuhnya sudah tidak tahan untuk menahan hasrat itu lalu dia membuka seluruh pakaiannya dan pakaian fanny.
" ahhh " fanny mengeluarkan desahannya saat devan menghentakkan miliknya.
" Sebut namaku sayang .. " ucap parau devan yang terus memacu fanny.
" Ahhh ... dev...van , ahh "
devan merasa bahagia mendengarnya, dia tidak pernah berhenti melakukannya sampai puas. dan malam itu, mereka kembali melakukan nya. dibawah selimut putih dan didalam kamar itu dua insan saling menyatu.
***
keesokan paginya , devan sibuk memasak di dapur. ada banyak sayuran yang dia potong , dan juga daging ayam. dia memakai celemek agar bajunya tidak terkena minyak ataupun cipratan.
dia memasukkan semua bahan sayur sop kedalam wadah dan mulai merebusnya, disamping itu juga di merebus daging ayam yang sudah dipotong menjadi kecil.
__ADS_1
Dia tau fanny tidak terlalu suka nasi di pagi hari jadi dia memasak sup setidaknya memiliki protein dan vitamin yang lengkap.
sedangkan di dalam kamar itu fanny masih tertidur pulas di bawah selimut itu. tidak tau mereka tidur jam berapa tapi sekarang sudah hampir jam 8 tetapi masih bergelut dengan mimpinya.
drtt....drrttt
" ***Raka Message "
📱 " jam berapa kakak ingin ke apartemen*** ?"
suara ponsel yang dinakas itu tidak membuatnya bangun, beberapa saat kemudian devan masuk kedalam kamar membawa sup ayam buatannya.
dia tersenyum saat melihat fanny masih tertidur, dia taruh sup ayam itu di nakas. namun ponsel fanny masiih hidup sms itu bisa di lihat.
" Raka ? siapa dia ? aku tidak pernah mendengar nama ini " pikirnya.
dia kembali menaruh ponsel itu dia akan bertanya setelah fanny bangun saja. dia duduk di pinggiran ranjang dan memperhatikan istrinya yang masih tertidur pulas , wajah polos tanpa make up dan bibir pink itu membuatnya candu.
sudah 15 menit dia duduk disana, tapi tidak ada tanda - tanda jika fanny akan terbangun. sup itu akan dingin jika tidak dimakan sekarang.
" Sayang ... sayang ayo bangun " ujar devan lembut yang menyentuh lengan fanny.
fanny mengerjapkan matanya, matanya terasa silau karena cahaya matahari masuk kedalam kamarnya. dia mengucek matanya dan melihat devan untuk pertama kalinya setelah dia membuka mata.
devan tersenyum manis padanya. " selamat pagi ... istriku " ucap devan.
mendengar devan mengucapkan kata lembut dan manis di pagi hari itu membuat jantungnya kembali berdegup kencang.
deg...deg...deg.
dia memejamkan matanya .
dia segera membuka matanya dan malu ketika mengingatnya. dia meneguk salivanya bagaimana mungkin dia bisa mengeluarkan suara semerdu itu semalam pikirnya.
" Ada apa ?" tanya devan yang bingung melihat tingkah fanny.
" ehh , hmm tidak ada. aku akan mandi . " katanya yang akan menyibakkan selimut dari tubuhnya.
" eh tunggu , duduklah dulu dan makan sup nya. suamimu membuatnya dengan spesial untuk istrinya. " devan mengambil sup di nakas itu dan memberikannya pada fanny.
fanny menerimanya dan mengambil sendok dari nampan, dia mulai mencicipi sup itu.
" bagaimana ?" tanya devan.
" Hmm ini enak " fanny mengangukkan kepalanya.
devan terus memperhatikan fanny yang memakan sup buatannya, dia sedang kasmaran dan sangat jatuh cinta pada wanita ini.
" Oh iya , sayang. ada pesan masuk diponselmu , namanya raka ... dia bilang jam berapa akan keapartemennya , siapa dia ?" tanya devan dengan hati - hati agar fanny tidak merasa disudutkan.
" Ha ? eh ... itu ... Dia adik dari temanku, ibunya sakit jadi aku ingin melihatnya. "
" Teman ? bukannya kau tidak punya teman selain rian dan micheal ?" tanya devan lagi.
pertanyaa devan semakin membuat nya bingung dia tidak tau harus bagaimana menjawabnya. jika dia jujur tidak mungkin ... devan akan melarangnya keluar apalagi itu menyangkut masa lalunya dengan brian.
" hmm ... raka juga, terima kasih makanannya. aku akan mandi dan keluar setelahnya. " fanny bergegas pergi dari ranjang untuk menghindari pertanyaan devan yang lain.
__ADS_1
devan merasa ada yang disembunyikan fanny, dia membuka ponsel fanny dan melihat sms itu. sms untuk pertama kalinya karena tidak ada percakapan lainnya.
dia mengklik foto raka , pria itu tampan pikirnya. dia buka lagi untuk mencari nama lengkap raka.
" Raka Arasy. w " gumamnya.
" w ? apa kepanjangan w " pikirnya.
ceklek
fanny membuka pintu kamar mandi membuat devan langsung menaruh hp itu ranjang, dia berdiri dan melihat fanny yang mengenakan mantel mandi.
" aku antar ya, aku tidak punya pekerjaan lagi. "
" tidak usah aku pakai mobil sendiri. " kata fanny yang terus berjalan masuk ke dalam walk in closet.
" tidak , biarkan aku mengantarmu. " devan ikut masuk kedalam , saat itu fanny sedang memilih pakaian dan membuat fanny terkejut.
" Devan aku sedang berpakaian, kenapa kau masuk ?" tanyanya.
" berpakaian saja , anggap aku tidak ada. aku juga sudah melihat semuanya.aku akan mengantarmu. " kekeh devan yang tetap dengan keinginannya.
fanny tidak tau harus beralasan apa lagi sekarang, tidak mungkin dia membawa devan.
" hmm aku , keluarlah dulu aku akan bersiap - siap. "
dia berusaha untuk menundanya, jadi dia bisa berpikir apa yang harus dia lakukan nantinya. devan mengangukkan kepalanya , dia keluar dari kamar itu kemudian dia juga turun ke lantai bawah dan duduk diruang televisi.
dia terus memikirkan siapa itu raka arasy w . huruf w sangat familier baginya dan juga fanny.
" ting "
suara bel dari pintu depan berbunyi, devan terperanjat dari lamunannya dia pun membuka pintu.
ceklek
" Nenek ! " ujarnya.
" kejutannn ! "
nenek datang bersama kali , wajah mereka tampak bahagia. nenek terus memutarkan pandangannya ke penjuru rumah itu.
" wah ! rumahnya besar sekali. dimana fanny ?" tanyanya. yang masuk ke dalam rumah diikuti oleh kali.
" Sedang berganti baju nek "
" ha ? ganti baju ? sejak kapan ... dia bangun dan mandi di jam seperti ini di hari minggu ." kata nenek sambil berpikir.
" Eh itu ... Nek hmmm "
" Nenek , bagaimana nenek lupa kalau nona sudah menikah sekarang " timpal kali yang mengerti dengan keadaan sekarang.
" oh astaga ! devan ... apa kalian berdua benar - benar melakukannya ?" nenek sangat penasaran sekali, jika benar dia akan sangat senang sekali.
" hmmm , iya" devan mengangukkan kepalanya seraya nya.
" oh ya ampun !! sebentar lagi aku akan punya cicit. kali kau dengar kan ... aku tau ini semua akan terjadi dengan cepat "
__ADS_1
" iya nek , tidak lama lagi kita akan menyambut bayi nanti " sambung kali.
devan merasa malu sekaligus senang mendengarnya, nenek dan bi kali benar pikirnya. tak lama lagi jika tuhan mengizinkan dia akan menjadi orang tua. memikirkannya saja membuat dirinya bahagia apalagi saat itu benar terjadi.