Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Diancam Devan


__ADS_3

devan berada di kamarnya dengan berbaring seraya menatap langit-langit kamar , tidak pernah dia sangka cerita tiffanny yang begitu menyendihkan menurutnya. karena dalam dirinya , dia tidak pernah berpacaran sekalipun maupun berdekatan dengan wanita.


krek


dia mendengar suara dari luar , dia segera bangun perlahan dan mulai membuka pintu. mengintip sedikit dari balik pintunya.


fany keluar dari kamarnya , padahal ini sudah jam 11 malam. dia menuruni anak tangga hal itu membuat devan penasaran dan mengikutinya dari belakang.


tiffanny menuju kearah dapur dia menuangkan segelas air putih dan dari tangannya dia membuka botol kecil itu mengambil sebutir obat.


devan berdiri di balik lemari dan memperhatikan segalanya, matanya menatap tajam benda bulat yang dipegang fanny itu.


" obat " gumamnya.


fanny menoleh kesana - kemari dilihatnya seperti tidak ada orang dia taruh obat itu di meja dan pergi ke kamar mandi dapur.


melihat kesempatan itu devan segera mendekati botol kecil itu dan memfotonya.


krek


dia menaruh lagi obat itu kemudian berpura - pura mengambil segelas air. tanny terkejut ketika ada devan di hadapannya dia segera mengambil botol obat dan menyembunyikannya.


" kau sakit ?" tanya devan.


" ti..tidak " jawabnya.


fanny memutuskan untuk pergi dari sana


" tunggu " cegah devan.


fany terdiam dan kemudian devan menghampirinya " ada apa ?" tanya fany yang gugup itu.


" sini ..." devan menarik botol itu dan membacanya.


" bukan apa - apa kembalikan " fanny meronta untuk dilepaskan botol itu.


" Hipnotik Zolpidem " gumamnya yang tidak mau melepaskan obat itu.


" apa yang kau lakukan dengan obat ini ? kenapa kau mengokonsumsinya ?" tanya devan .


" kkau ... kau tidak perlu tau " jawab fanny cepat dengan gugup.


" kau pikir aku bodoh , aku ini dokter ini obat tidur. " tekan devan.


" sudah berapa lama kau mengkonsumsi ini ?" tanyanya lagi.


" berhentilah ikut campur devan " tegas fany.


" jawab atau aku katakan pada nenek" ancam devan yang dia tau fanny pasti akan mengatakannya jika itu menyangkut nenek.


" 6 bulan " jawabnya pelan.


" mulai sekarang berhenti meminum obat yang tidak berguna ini, kau tau efeknya akan seperti apa ? jika kau terus meminumnya kau bisa mati " tegas devan yang kini tubuhnya mulai mendekati fanny.


fanny berjalan mundur hingga dia mentok ke meja dapur , devan terus berjalan kearahnya walaupun sudah tau fanny tidak bisa mundur lagi.


" kkkenapa kau melakukan ini , jangan menghalangiku " ujar fany.


" aku peduli padamu karena itulah aku melarangmu. aku akan membuang obat ini jika aku tau kau masih mengkonsumsinya , aku akan melakukan sesuatu padamu " ancam devan di dekat telinga fanny.


fanny mendorong tubuh devan dan segera pergi dari sana dia tidak mau membuat semua orang terbangun karena pertengkaran mereka nanti.


devan mencengkram obat itu betapa bodohnya orang yang mengkonsumsi obat itu pikirnya.

__ADS_1


****


keesokan paginya


nenek sudah bbangun lebih dahulu sebelum fany hari ini , dia ingin merubah sifat dingin cucunya itu seperti semula. dia mulai memasak sendirian .


kali sudah bangun dan melihat nenek di dapur sehingga segera menghalanginya .


" nenek tidak perlu melakukan ini atai nona tiffanny marah nanti " cegah kali.


" dia atau aku yang marah " ujar nenek.


" nenek... kali mohon jangan keras kepala , bukannya nenek mau terus sehat " jawab kali.


" karena iulah ... nenek harus banyak bergerak agar tetap sehat dan panjang umur sampai 100 tahun "


kali hanya menahan tawanya , semua masakan hari ini khusus kesukaan tiffanny diantaranya ada ayam bakar oles saus tiram.


....


didalam kamarnya tiffanny mengerjapkan matanya , namun kepalanya terasa sangat pusing sekali sehingga dia tidak segera bangun.


dia mengambil ponselnya di dekat nakas samping dia tidur sudah berapa hari dia tidak mengecek ponselnya karena dia tipikal orang yang tidak terlalu suka memegang ponsel.


tok ...tok...tok


" fany " panggil nenek.


fanny berdiri menahan rasa sakit kepalanya , dia memakai sandal nya dan membuka pintu kamar.


" bagus sekali .. hari ini kau bangun seperti para gadis biasanya, teruslah seperti ini agar nenek senang. sekarang mandilah dan segera turun nenek sudah siapkan ayam bakar saus tiram kesukaanmu " kata nenek.


fanny tersenyum tipis dan mengangukkan kepalanya , nenek segera meninggalkannya dan kembali turun dibawah.


fanny masuk kedalam kamar mandi dan segera mandi.


***


" kali apa kau bisa lihat dia sedang apa ?" tanya nenek.


" nenek " kata fany yang sudah muncul itu.


" ayo duduklah , sini nenek siapkan makannya ya .." nenek berdiri untuk menyiapkan makanan tiffanny dia hanya diam memperhatikan segala perhatian nenek kepadanya.


" hari ini nenek sudah bilang pada rian harus pulang pukul 5 dan seterusnya " kata nenek.


" devan ini makanan favorit fany apa kau mau nak ?" tanya nenek.


" boleh nek " jawabnya.


devan pindah duduk yang tadinya agak jauh dari fany kini duduk tepat di sebelah fanny.


" nah ... coba cicipi bagaimana rasanya " ujar nenek.


devan dan fany pun mulai memotong ayam itu dengan pisau dan segera mencicipinya.


" hmm enak sekali " puji devan.


" seperti biasa nek , sangat lezat" timpal fanny.


nenek mengelus puncak kepala fanny lalu duduk di kursinya " hars , anja ayo dimakann" kata nenek yang mempersilahkan kedua pasangan suami istri itu.


***

__ADS_1


didalam kamarnya brian sedang memakai dasinya di depan kaca , agatha yang baru bangun itu tersenyum melihat ketampanan brian dan segera menghampirinya lalu mengambil alih untuk memasangkan dasi.


" biar aku " kata agatha sehingga brian tidak menjawab lagi.


" aku sangat suka parfum mu .. hari ini pulang cepat ya , kita makan malam diluar " sambung agatha.


" iya " jawab brian.


agatha tersenyum mendengarnya dan segera memeluk brian. " aku selalu merindukanmu setiap saat " gumamnya.


" age aku harus bekerja sekarang " kata brian


Age merupakan panggilan brian untuk agatha.


" sebentar saja " ucapnya manja.


" brian , apa kau mau memgabulkan permintaanku lagi ?" tanyanya yang terus memeluk brian.


" kau memang seperti itu bukan ... selalu meminta banyak hal dariku " jawab brian.


" aku tau , tapi kali ini ... aku ingin punya anak , mau kan ?" tanya agatha lembut yang menatap wajah brian.


" nanti saja bahas ini, aku tidak mau membuat ayah mertua menganggapku tidak becus nanti. aku harus bekerja sekarang "


brian memundurkan tubuhnya dan mengambil tasnya lalu segera meninggalkan agatha seorang diri di kamar itu , aagatha tampak kesal dan murung melihat perlakuan brian itu.


***


didalam ruangan yang cukup besar itu , fanny duduk dihadapan seorang pria tua yang kisaran berumur 70 tahun.


" pak pramono apa sudah yakin ingin menjual saham punya bapak ? bukankah bisa tetap seperti ini saja ... semua keuntungan akan tetap masuk " tanya fanny lembut kepada pak pramono yang sudah tua itu yang menggunakan kursi roda.


" bu fanny , saya yakin terhadapmu. kau sudah saya anggap seperti cucuku , tapi saya akan menetap di Jepang , istriku menungguku dan ingin memindahkan saham baru kepada perusahan anakku disana " jawab pak pramono.


" baiklah ... sekarang saya tidak akan memaksa bapak lagi, tapi bisakah saya minta , jangan menjual nya kepada hotel samuel ? "


" kalau itu , saya juga belum tau pasti akan memberikan saham itu kepada hotel mana. tapi penawaran paling besar ada pada hotel samuel yang sekarang sudah dipimpin langsung oleh pak brian"


" Berapa harga yang dia tawarkan ? " tanya fanny.


" 800 juta .." fanny terkejut mendengar , angka itu cukup besar dibandinggkan saham yang dimiliki oleh pak pramono.


" itu angka yang fantastis bukan , tapi saya belum menyetujuinya "


" pak ... kalau boleh saya memohon padamu , saya akan membeli semua saham itu berapa pun yang bapak minta. tapi asalkan jangan pada nya "


pak pramono tersenyum mendengarnya dan mengambil tangan tiffanny yang sudah dia anggap sebagai cucu sendiri.


" apa kau mau dianggap pemimpin serakah ? sekarang dengarkan aku , carilah orang lain yang mampu membeli sahamku setidaknya lebih besar dari angka yang ditawarkan brian maka semua orang akan menganggap saya realistis akan bisnis dan pengaruhnya tidak ada padamu " jelas pak pramono.


***


ini sudah jam 5 sore susuai perintah nenek , rian harus membawa fanny pulang kerumah , dia melihat fanny keluar dari sebuah rumah besar yang bergaya ala jepang karena memang pak pramono memiliki istri yang berasal dari jepang.


" fanny bagaimana hasilnya ?" tanya rian.


fanny menatap rian dengan lembut.


" ayo kita jalan " kata fanny.


" tapi hasilnya .."


" aku akan menjelaskannya nanti "

__ADS_1


" baiklah "


rian membukakan pintu mobil depan untuk fanny , dan fany segera masuk lalu rian mengendarai mobilnya.


__ADS_2