
sekarang mereka berdua berada di taman rumah sakit, devan mengajak fanny untuk berjalan - jalan. dia tersenyum ketika mengingat bagaimana dia mencium fanny tadi.
fanny bingung kenapa devan terus tersenyum seperti itu, bahkan dia biasa saja. " kenapa kau terus tersenyum. apa aku .. terlihat kusam ?" tanyanya memandangi diri sendiri karena dia memang tidak mandi tadi.
" kamu cantik " ungkap devan.
" eh ? eh aku ... " fanny berhenti berjalan ketika devan mengatakan dirinya cantik.
" pipimu merah , kau malu " tunjuk devan hingga fanny merasa malu dan tersenyum kecil.
" kau tersenyum begitu , sangat cantik dan ... sangat cocok untukmu " kata devan.
" dev..van " lirih fanny.
" hmm " katanya sambil terus berjalan.
" bagaimana jika aku benar-benar mati ? " perkataan fanny sontak membuat devan menghentikan jalannya dan memutar tubuhnya 90 derajat menghadap fanny.
" dengarkan aku ( sambil memegang kedua bahu fanny dengan tangannya ) Apapun bisa terjadi , jangan berkecil hati. aku ....akan terus bersamamu melewati masa - masa ini " ujarnya lembut.
" Tidak akan terjadi apapun. dan juga , jangan terlalu dipikirkan semua berita itu ... orang lain akan terus mengusikmu tetapi kita bisa menghiraukannya dan anggap saja ... mereka tidak bisa seperti mu "
fanny terus menatap mata devan dan mendengarkan semuanya.
"" *kenapa kau begitu baik seperti ini "
'" bahkan aku sering menghiraukanmu* "
" Fanny , kau mendengarkanku ?" tanya devan.
" ...."
" Fanny "
" ha ? eh oh i-iya " ujarnya terbata - bata. dan menatap ke arah lain , dia tidak bisa terus menatap mata devan.
" Kau .. tidak kembali masuk ? " tanya fanny.
" tidak ada pasien sekarang aku bisa menemanimu. apa kau akan kembali ke hotel ?" tanya balik devan.
" hmm , aku harus mengembalikan semuanya. agar para penanam saham tidak rugi , termasuk dirimu " jawab fanny.
" Aku tidak apa kalau rugi, aku tidak akan menuntutmu " balas devan.
" he ... itu uang yang banyak " kata fanny dengan tersenyum.
" Tidak akan ada nilainya uang jika tidak ada manfaatnya untuk kita. tetapi ya ... itu memang uang yang sangat banyak tapi aku rela kehilangan seberapa banyak nya uangku agar dirimu tetap tersenyum seperti saat ini "
fanny tersenyum lagi mendengarnya hingga mereka tersenyum bersama. betapa bagusnya jika senyuman itu terus berada di orang - orang yang seharusnya bahagia. namun sering kali beberapa orang harus bersedih dahulu untuk mendapatkan senyuman itu.
***
" Apa dia bilang mau pergi kemana padamu ?" tanya micheal pada rian, dia terus menelpon nomor fanny tapi tidak diangkat.
" sepertinya baterai nya habis atau dia mematikan ponselnya. dia tidak bilang apapun padaku " jawab rian.
micheal berdecak pinggang karena khawatir terjadi sesuatu, rian juga ingat kalau mobil ada dirumah tidak mungkin mengecek gps mobil.
ceklek
dua orang itu berbalik menatap pintu , fanny baru sampai dia pun menghampiri kedua orang itu.
__ADS_1
" kalian sudah bangun ?" tanyanya.
" kau dari mana saja ? aku mengkhawatirkanmu ?" tanya micheal.
" ya ... dari mana , ponsel juga tidak aktif " timpal rian.
" aku baik - baik saja , hanya kerumah sakit sebentar" jawabnya.
" rumah sakit ? fanny apa ada perkembangan ?" tanya micheal dengan semangat.
fanny mengelengkan kepalanya , melihat reaksi fanny itu micheal tertunduk lesu. namun fanny tersenyum melihatnya.
" Terima kasih micheal , kau selalu ada ... dan memberikan bantuan kepadaku saat aku sedang dalam masalah " ucapnya.
" Rian ... terima kasih, kau selalu bertanya bagaimana keadaanku " timpalnya melirik wajah rian yang terlihat lelah itu.
" aku ... benar - benar tidak tau bagaimana cara membalasnya. jika nanti ... aku pergi , aku percayakan semuanya pada kalian "
" hustt" micheal menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya.
" Aku tidak suka kau mengatakan itu , aku ingin kau tetap ada bersamaku dan mengatakan siapa yang ingin menikah dengamu ? , tidak ... aku tidak akan menikah denganmu hahahaha aku menyukai mu saat kau mengatakan itu " ucapnya dengan nada yang serak namun dia masih berusaha tertawa.
Fanny berhambur memeluk micheal , ada alasan tersendiri ketika dia selalu menolak micheal. sejujurnya ... siapa yang bisa menolak seorang leonardo micheal ? pria tampan seorang CEO Real Estate , baik dan juga selalu humoris.
" maafkan aku micheal " ucapnya
" hahah kenapa kau harus minta maaf ? pria tampan sepertiku memang sering kali ditolak karena katanya pria tampan bisa mudah bosan iyakan ?" ujarnya dengan tertawa menutupi rasa sedih nya sambil membalas pelukan fanny. sedangkan rian hanya bisa melihatnya dia tau fanny seperti apa , merasa tidak enak dan akan memeluk orang itu.
" sudahlah ... kita sudah kenal lama, jangan merasa tidak enak terhadapku. aku jadi merasa kalau kita ini terlihat canggung jika seperti ini " katanya lagi sambil mengelus rambut fanny.
fanny melepaskan pelukannya dan tersenyum sambil menghapus air matanya. dan dia melirik ke arah rian.
" Rian , kau sudah lelah kan . pulanhlah dan istirahat aku akan pulang sendiri nanti " katanya.
" ada aku , haruskah aku menjemputmu nanti ?" tawar micheal.
" tidak micheal .. kau juga sudah lelah. Lebih baik kau istirahat saja , sisanya biarkan aku yang menangani " tolak fanny.
" Rian tidak masalah " ujar fanny.
" baiklah kalau begitu aku akan pulang , tapi aku akan kembali untuk menjemputmu " kekehnya yang tidak mau fanny pulang sendirian
" hmm " fanny tersenyum sembari mengangukkan kepalanya.
***
saat ini jam makan siang dirumah sakit sebenarnya sudah sangat lambat karena sekarang sudah jam 2 sore. devan baru merasakan makan siang nya sekarang seorang diri.
dia menyendokkan nasi dan beberapa lauk pauk ke dalam mulut , seketika dia mengingat bagaimana kejadian tadi pagi.
hatinya berbinar dan berbunga-bunga, walah fanny belum menjawab ungkapan cintanya tetapi setidaknya fanny bisa lebih dekat dengannya.
" ck ..ck ...ck kau kesurupan apa siang - siang begini senyum-senyum sendiri " ujar dion sahabatnya yang juga datang membawa piring untuk duduk di hadapan devan.
" Kenapa kau ada disini ?" tanya devan.
" apa ? dasar pria tak berperasaan. ya makan kau pikir aku sedang membeli beras " jawab dion.
" oh "
" oh ? "
__ADS_1
" benar - benar sudah tergeser otakmu. sekarang katakan ada apa ? aku baru ini melihatmu seperti ini ?" tanya dion.
" Jatuh cinta " jawabnya.
" dengan ?"
" Istrimu " sontak hal itu membuat dion tersedak.
" kau mau tuntut ? dia itu istriku kenapa kau malah jatuh cinta dengannya "
" ha ? maksudku ... ada istrimu disini " tunjuknya dengan mulut devan.
dion segera berbalik " wah sayang kenapa kau bisa ada disini ? jangan khawatir aku makan dengan dokter devan terus kok heheh "
" kapan ? baru hari ini. kau biasanya makan dengan para suster " jawab devan santai.
dion menginjak kaki devan hingga devan mengerang " aww " desisnya.
" Sudahlah , kalian berdua bicaralah. dan ya ... suamimu dapat bonus dari rumah sakit " kata devan sebelum pergi.
" apa ? sayang mana amplopnya ?" pinta istri dion.
" devannnnn" teriak dion.
" hehhe sayang , aku baru saja mau memberikannya " katanya yang mengambil amplop itu dari saku celananya.
****
" hoam " dia mengantuk tetapi harus menahannya karena
malam ini fanny harus menyelesaikan pekerjaannya itu, dia berada di dalam kamarnya sambil menatap layar laptopnya.
dengan beberapa makanan ringan kesukaannya dia mengetik di Laptop.
brak
jendela terbuka lebar karena angin sangat kencang, dia memindahkan Laptop itu di kasur dan berjalan menuju ke arah jendela.
hujan turun sangat lebat , dia langsung menutupnya karena kedinginan. dia kembali duduk di kasur dan memangku laptopnya.
" besar sekali hujannya, tidak seperti biasanya " gumamnya pelan.
Duarrr
suara geledek itu kian membesar, dia menghidupkan lampu kamarnya merasakan sedikit ngeri berada di kamar itu.
" astaga aku Lupa Laporannya ada di mobil " ujarnya.
dia segera memakai sendalnya dan turun kebawah sepertinya semua orang sudah masuk kedalam kamar masing - masing tetapi Lampu dibiarkan menyala.
dia ambil payung yang berada di dalam lemari dekat pintu , saat membuka pintu angin langsung membuatnya dingin.
dia segera berlari membawa payungnya dan segera masuk kedalam mobilnya. payungnya tadi tidak benar - benar membuat dia terlindungi dari hujan buktinya saweran air dari hujan masih membasahi tubuhnya.
" huft dingin sekali " gumamnya.
dia langsung mencari laporan yang ada di bangku sebelah sopir itu dan mencari berkas yang entah berkas apa itu.
setelah menemuka laporan itu , dia segera masuk kembali dengan berlarian menuju kedalam rumah.
" Darimana ?"
__ADS_1
" ha " teriaknya sambil memejamkan matanya.