Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Narsis


__ADS_3

Brian sedang membereskan semua pakaiannya kedalam kopernya. agatha menangis memandanginya, air matanya tak henti - henti berjatuhan.


" Hiks... jangan pergi, aku tidak bisa hidup tanpamu kak " isaknya.


" maafkan aku age. ini keputusanku, jika bersamaku maka selamanya kau akan menderita pada pernikahan ini. " brian menarik kopernya setelah dia membereskan pakaiannya.


sebelum dia pergi dia menatap agatha " age , aku yakin kau bisa melupakan aku. kau tetap adikku, selamanya akan tetap begitu " ujar brian lembut.


" hiks...hikss.. "


" tapi aku bahagia dengan kakak , aku ingin tinggal bersama kakak. aku sangat mencintai kakak hiks..hiks "


" Kau tidak mencintaiku, kau hanya terobsesi padaku. dengarkan aku age ... kau cantik, pintar dan multitalent masih banyak pria yang ingin hidup denganmu. tapi aku sungguh tidak punya perasaan apapun padamu. " jelasnya lagi dengan sabar.


" aku sudah meninggalkan surat cerai dimeja itu, tanda tanganilah dan semuanya akan berkahir. " surat cerai itu memang benar sudah ada di meja. brian sudah menandatanganinya.


agatha menggelengkan kepalanya, dia sangat sedih dia tidakk ingin berpisah dengan brian.


" aku pergi " ujar brian lagi.


dia meninggalkan agatha sendirian, agatha terduduk lemas di lantai kamar itu. dia meratapi kepergian brian dengan tangisan. dari sebrang kamar nampak samuel memperhatikan anaknya itu , dia geram melihat anaknya menangis dan memohon kepada seorang pria.


" hiks...hiks.. aku mencintaimu kakkk " teriaknya dengan histeris.


brian masih bisa mendengar suara tangisan dan teriakan agatha, dalam hatinya dia masih tidak tega melihat agatha terus menangis. namun apalah daya sekali ini dia harus tegas sebagai seorang pria. menegakkan harga dirinya dari orang - orang yang telah membudakkannya.


" kakak tunggggu " agatha bangkit dari duduknya kemudian mengejar brian. dia terus berlarian menuruni anak tangga tanpa memakai sepatunya.


saat itu brian sudah akan membuka pintu mobilnya namun secepatnya agatha memeluknya erat dari belakang.


" aku tidak akan menandatangani surat itu , aku mendapatkanmu dengan cara yang sulit. lalu kenapa aku harus melepaskanmu. hikss... aku mohon jangan tinggalkan aku kak, aku sangat mencintaimu. aku mohon ... aku akan melakukan apapun semuanya , apapun " ujarnya dalam tangisan itu.


brian melepaskan pelukan agatha itu , dia kembali menatap agatha.


" jika perlu hiks aku akan berlutut dikakimu tapi aku mohon ... jangan ceraikan aku hikss " dia menyatukan kedua Tangannya meminta permohonan. dan langsung berlutut


" apa yang kau lakukan , bangun agatha jangan membuaTku seperti pria yang tak punya hati " ujarnya seraya membangunkan agatha. agatha menurut dan brian menyentuh kedua bahunya.


" maafkan aku agatha , aku benar - benar tidak bisa hidup denganmu. aku ingin hidup dengan caraku sendiri. setelah perpisahan ini tolong jangan temui aku lagi, aku tidak ingin kau menyakiti dirimu sendiri. "


" hiks apa kau akan kembali dengan tiffanny ? kau masih mencintainya kan itu sebabnya kau menceraikanku " tuduhnya brian langsung menggelengkan kepalanya.


" agatha jangan seperti anak kecil. aku tidak mencintaimu jangan pernah membawa namanya dalam hubungan kita, aku harus pergi sekarang "


dia melepaskan agatha dan masuk kedalam mobil. agatha kembali menangis , dia mengejar mobil brian.


" kakakkkkk jangan pergiiii hiksn" sampai dia terjatuh karena tak sanggup mengejar mobil brian.


samuel langsung menghampirinya dan memeluk anaknya


" sudah sayang sudah ! tanda tangani semuanya dan kau akan bahagia. dia hanya laki - laki tidak tau diuntung kau lebih berhak mendapatkan pria hebat lainnya "


agatha menggelengkan kepalanya " aku mencintai kakak " isaknya.


***


" karena kita sudah memproduksi produk hotel lainnya jadi yang kita beli tadi sudah cukup kak. dan setelah kulihat sepertinya produk kita bisa bersaing dengan merk ini "


fanny mengangukan kepalanya , mereka kembali menuju ke basssment perusahaan itu.

__ADS_1


" Kakak juga berpendapat seperti itu, raka ... kakak senang kau bisa bekerja denganku. " katanya.


" bukan hanya kakak tapi aku juga sangat senang, aku suka dengan pekerjaanku ini. semua ini berkat kakak "


" oh ya , hari ini ... kak brian menceraikan agatha, mulai hari ini dia tinggal bersama kami di apartemen "


" begitu. semoga agatha menerima semuanya " ucap fanny. dia tau pasti agatha akan kecewa sekarang bahkan mungkin menangis sejadi - jadinya.


" iya aku pun begitu. kita tau bagaimana sifat agatha "


" Ayo kembali ke hotel " ujar fanny.


***


rumah sakit kleuwit samuel


devan baru saja menyelesaikan operasinya, dia melepas semua atribut yang meleakat ditubuhnya.


" Dokter apa besok punya waktu luang, kami ingin konsultasi laporan magang " kata seorang dokter magang pria dan beberapa teman lainnya termasuk 2wanita.


" Besok hari minggu " ujar devan sambil berpikir.


" iya dok , apa dokter bisa ?" tanyanya.


" baiklah. besok datang kerumah ku saja aku akan mengirimkan alamatnya nanti "


" terima kasih dokter " jawab mereka semangat lalu segera meninggalkan devan disana.


dia sengaja mengajak para anak magangnya kerumah, agar dirumah fanny bisa memiliki teman yang lebih banyak sekaligus dia juga ingin memperkenalkan tiffanny pada yang lainnya.


malam harinya.


devan melirik ke jendela itu , dia berlari untuk membuka pintu fanny.


" Sayang " ucapnya.


" Ada apa ?"


devan langsung memeluk fanny, kemudian dia mencium kening fanny.


" hei aku belum mandi jangan menciumku " ujar fanny.


" tapi tubuhmu masih sangat wangi, aku menyukainya. oh ya sayang aku memasak Ayam bakar kesukaanmu. "


" lepaskan dulu tangannmu , bagaimana aku bisa melihatnya kalau kau memelukku "


" salah mu sendiri kenapa selalu membuat ku rindu hmn " dia mengecup pipi kanan fanny dan melepaskannya.


" aku mandi dulu baru makan " kata fanny lagi, devan mengangukkan kepalanya menatap kepergian fanny.


deg...deg...deg


" ya ampun kenapa dengan hatiku sih " pikirnya.


....


tak butuh waktu lama untuk dia mandi dan bergantian, dia sudah menuruni anak tangga. langkah kakinya bisa devan dengar dia sedang menata piring di meja makan.


" siapa yang ulang tahun ? kenapa ada lilin dan kue kecil ini ?" tanya fanny.

__ADS_1


" Tidak ada. aku hanya ingin membuatnya saja, ini malam minggu sayang ayo habiskan waktu untuk mengobrol tadinya aku ingin mengajakmu menonton bioskop tapi saat aku ingin memesan tiket ternyata sudah habis " jelasnya lagi sambil dua tangannya memegang piring yang dia bawa lalu duduk bersama fanny.


mereka berdua mengambil makanan yang tersaji itu, devan memberikan potongan sayap pada fanny karena dia menyukai bagian itu.


" Aku tau kau menyukainya " kata devan dengan senyuman.


" kau tau semuanya apa yang kusuka dan apa yang kutidaksuka "


"hmm karena aku ingin tau banyak hal tentangmu jadi aku selalu bertanya pada nenek. "


fanny terharu mendengarnya, bahkan dia saja tidak tau makanan favorit devan ataupun yang lainnya. tiba - tiba hatinya merasa bersalah.


" makanlah atau dingin nanti "


fanny mengangukkan kepalanya lalu memakan nasi yang diambil devan itu , sesekali dia melirik devan yang sedang lahap makan itu.


bibirnya tiba - tiba tersenyum , siapa wanita yang tidak terpana melihat pria tampan seperti suaminya. " Dia ... suamiku " pikirannya terlintas begitu saja.


fanny masih terhanyut dalam lamunannya , devan aneh kenapa fanny tak memakan nasinya lalu menatap fanny yang akhirnya dia tau jika fanny sedang menatapnya.


dia pun ikut tersenyum melihat nya " akhirnya ... aku sudah berhasil membuatmu jatuh cinta secara perlahan padaku, walau kau masih memendam nya aku yakin kata - kata itu akan langsung terucap darinya langsung " batinnya berkata.


" sayang kau tidak mau makan ?" tanya devan.


" sayang " devan menyentuh pundak fanny membuat fanny tersadar dan menepiskan wajahnya kearahnya.


" Astaga , apa yang sudah kupikirkan tadi. tunggu ! apa dia melihatku sedang tersenyum memandanginya " dia menggeruti dirinya sendiri yang terciduk menatap suaminya sendirinya.


" bukan tindak kejahatan saat seorang istri memandangi wajah tampan suaminya. " ucap devan yang narsis itu.


" Narsis " tekan fanny.


besok paginya.


mentari telah menjulang tinggi di angkasa , devan sedang mandi di kamar mandi sedangkan fanny sudah bangun namun belum mandi hanya duduk di pinggiran ranjang entah apa yang dipikirkan.


ceklek


pintu kamar mandi terbuka devan hanya bertelanjang dada saja. dia mengangkat kedua tangannya saat sedang mengeringkan rambut dengan handuk kecil.


" sayang kau tidak ingin melihatku yang seperti pangeran dipagi hari ?" goda devan.


" cih .... pangeran apanya, tubuhmu tidak kekar seperti pria dia film - film action " desis fanny.


" Mau lihat ototku ? ayo kemari " devan mendekatkan diri kepada fanny , fanny langsung memundurkan tubuhnya.


" hei pakai bajumu ! atau aku akan melakukan sesuatu nanti " ancam fanny yang gelagapan.


devan memelotokan matanya seraya tersenyum " sesuatu apa sayang ? apa sesuatu yang enak ? kalau begitu aku mau " ujarnya lagi yang semakin mendekati fanny.


" Hei ! apa kau suka menggodaku, devan per..pergilah " usir fanny yang ketakutan itu ,namun devan tak ingin pergi dia masih ingin menjahili fanny. dia semakin naik ke atas ranjang.


" devan ... a- apa yang kau lakukan "


" kemari sayang lakukan sesuatu kepadaku " dia menarik tubuh fanny sampai berada di bawahnya.


fanny memberontak dengan kedua kakinya " diam sayang atau sesuatu akan bangun " tapi fanny tak mendengarnya dia masih terus ingin menjahili fanny.


sampai kaki fanny menyentuh lilitan handuk devan di pinggangnya dan kemudian terbuka. fanny dengan jelas melihat sesuatu yang menggantung disana.

__ADS_1


" aaaaaaa " teriaknya sambil menutup mata.


__ADS_2