Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Menepati Janji


__ADS_3

di dalam hotel itu , ada sebuah ruangan yang dibuat khusus untuk acara hotel. tempatnya luas dan ada tangga yang menjulang tinggi untuk datang ke dalam gedung itu.


semua pihak menyiapkan acara tahun baru dengan baik, tiffanny dan rian melihatnya langsung bersama. Bertema merah dan gold semuanya memasang tirai dan baju kursi warna yang sesuai dengan tema.


kursi dibuat khusus dan ada nama di tengah - tengah meja agar tamu tidak perlu repot mencari kesana - kemari.


" Apa ada yang kurang menurutmu ?" tanya rian.


" Aku rasa belum ada. ini sudah bagus, tapi nanti kita lihat lagi apa ada kekurangan nanti. apakau sudah bicara dengan koki kita ?"


" iya , aku memilih makanan dari khas 5 negara termasuk indonesia "


" apa saja ?"


" Amerika , Italia , Korea , China dan Indonesia "


" hmm baiklah "


***


Brian dan agatha mendapatkan undangan bersama , agatha menatap undangan itu tetapi dia juga memperhatikan wajah Brian yang seperti sedang tidak ingin bicara itu.


di ruangan yang cukup besar itu , tak lain adalah ruangan Brian dia adalah pemimpin dari hotel samuel.


" Kau tidak ingin lihat undangannya ?"


" Nanti "


jawabanya tanpa menoleh ke arah agatha , Agatha pun berdiri dia mendekati brian dan berdiri di samping kursi brian.


" Sebentar lagi ayah akan pulang, Aku tahu ... kau tidak suka dengan ayahku. tetapi aku minta... jangan lakukan apapun padanya. "


brian menutup laptopnya , dia pun berdiri di sebelah agatha dan menatap tajam agatha.


" Bagaimana mungkin aku bisa melakukan nya. sedangkan ayahmu sudah membeli diriku. Aku tidak akan melakukan apapun terhadapnya , tetapi kau harus menepati janjimu untuk melindungi Tiffanny "


agatha tersenyum mendengar lagi - lagi tiffanny yang keluar dari mulut brian.


" Kau sangat mencintainya, apa dia cinta sejatimu ?" tanya agatha.


" Agatha , aku ingin menanyakan satu hal kepadamu. aku selalu memendam nya selama bertahun - tahun. Tolong jawab aku , Apa kau senang menikah denganku walau aku tidak mencintaimu ?"


yang tadinya bibir itu tersenyum kini memudar , agatha menatap brian dengan lekat sehingga kini keduanya saling menatap.


" Kau mengingatkan aku pada ibuku. apa dia senang melahirkan aku walau dia tidak mencintaiku. Dia tetap melahirkan aku padahal dia tidak mengharapkan aku. Sama sepertimu ... aku akan tetap mencintaimu walaupun kau tidak mencintaiku "


" Kau tau kenapa aku tidak ingin menikah dengan pria lain ? karena kau sangat baik padaku , kita besar bersama , bermain bersama dan bersekolah pun sama. kau selalu melindungi dan mencintaiku , seolah - olah aku tidak kekurangan kasih sayang. "


" Tapi aku hanya mengangap mu adik waktu itu "


" Kau memang menganggap ku begitu, tapi tidak denganku. aku selalu menganggapmu sebagai pria dimataku. Cinta seorang pria untuk wanita. "


agatha mengambil tangan brian dan mengelusnya " Maaf harus membuatmu terpisah dari Tiffanny, karena aku sangat mencintaimu. Aku tidak mau berbagi cinta kepada orang lain "


" Aku akan menepati janjiku padamu. tapi berjanjilah untuk berusaha mencintai ku juga " katanya lagi dengan mata yang berkaca - kaca.


" Maafkan aku agatha , aku tidak bisa berjanji padamu. Karena aku hanya mencintai tiffanny. Dia adalah wanita ku untuk selamanya, Mungkin kami tidak bersatu sekarang. tapi aku yakin suatu saat nanti kami akan bersama "

__ADS_1


" dengan menikahimu aku sudah menepati janjiku , maka kau harus menepatinya "


" hmm Aku mengerti " setelah itu agatha keluar dari kantor brian , dia pergi dengan tergesa - gesar. sebagai seorang wanita yang begitu mencintai suaminya dia sangat kecewa sudah menikah bertahun - tahun tapi tetap saja tidak sama sekali mencintainya.


" Maafkan aku agatha , hatiku hanya bergetar ketika aku melihat nya " Ucap Brian dalam hati.


***


malam harinya


tiffanny sangat lapar , dia berjalan menuju kedapur lalu membuka kulkas dan mengeluarkan barang - barang disana.


dimeja itu berjejer ada Bayam , Telur, wortel , Ikan Salmon, Cabai dan banyak lagi. dia hanya memandangi semua itu. dia memegang Wortel dan Telur ditangannya.


(*bagaimana cara memasaknya )


( Aku tau banyak hal, tapi memasak .... Aku bahkan tidak pernah menyentuh semua ini sebelumnya* )


" sedang apa ?" tanya devan yang memperhatikan fanny.


fanny terkejut dan menaruh lagi wortel dan telur di meja , dia tidak menjawab namun hanya berdiri saja.


devan tersenyum melihat tingkahnya " Kau lapar ?" tanya devan lembut.


fanny menganguk pelan sekarang " kalau begitu masak saja " balas devan.


" a-aku ... aku .. aku tidak bisa " jawab fanny yang menundukkan wajahnya karena malu.


devan terus saja tersenyum lalu dia mengambil pisau dari rak dan berdiri di sebelah fanny. " Aku yang akan memasak , duduk saja " ujar devan.


" Fanny bisa bantu ambilkan celemek ?" tanya devan.


" aku ? "


" iya " devan mengangukkan kepalanya.


fanny mengambil celemek dari laci meja dapur , lalu membuka plastik itu dan memberikan pada devan. devan hanya menatapnya , dia sedang memegang pisau dan Wortel.


" Kau ingin aku memakaikannya ?"


" tentu saja , tidak ada orang lagi dirumah ini "


Fanny memasukkan itu di kepala devan lalu devan memutar tubuhnya membelakangi fanny. dari belakang fanny berusaha menghapai tali celemek sehingga dia seperti memeluk devan dari belakang, dia sangat senang dan terus tersenyum. lalu fanny mengikat tali celemeknya.


setelah itu fanny duduk meja makan , dia memperhatikan devan yang sangat pintar memasak itu. bahkan dia kalah dengan devan hanya untuk hal seperti ini.


devan ingin mengambil garam dimeja lalu dia memandang tiffanny , tiffanny sadar devan melihatnya dan segera berpindah pandangan. devan terkekeh ingin rasanya memeluk dan mencium istrinya sekarang juga.


30 menit kemudian masakan pun jadi , devan menghidangkan makanan itu di hadapan tiffanny. tiffanny bisa mencium aroma wangi dari masakan itu.


" Ayo makan , aku akan memasak setiap hari untukmu saat bibi tidak ada " devan duduk disebelah tiffanny dan mengambil nasi untuknya sendiri dan tiffanny.


" biar aku saja " fanny menolak saat devan akan melayaninya.


" tidak apa " devan pun bersikeras dan mengisi nasi itu dengan lauk pauknya.


" terima kasih " ucap fanny.

__ADS_1


keduanya pun makan dengan tenang , tiffanny makan dengan lahap tidak dia pungkiri jika masakan devan tidak terlalu buruk bahkan ini enak.


***


didalam kamar mereka, keduanya sudah bersiap untuk tidur. namun fanny masih belum mengantuk. dia tidak tau harus apa , karena sekarang ada devan bersamanya dia agak canggung untuk beraktifitas.


" Aku tidak bisa tidur , aku yakin kau juga tidak bisa kan. bagaimana kalau kita mengobrol ? atau begitu saja ... setiap malam sebelum tidur kita harus mengobrol tentang apa saja , agar kau terbiasa denganku juga ... kau bisa menerimaku secepatnya "


" aku tidak suka banyak bicara " balas fanny.


" kalau begitu kau harus banyak bicara denganku. kau harus tau aku orang yang terbuka dengan seseorang yang sudah ada di hatiku. "


fanny kini menatap wajah devan ( kenapa kau selalu melanggar setiap batasan yang kubuat, bahkan Brian saja tidak pernah melakukannya. kau orang yang pertama kali melakukannya ) batinya.


" Aku tidak bisa "


Drtt.....drtttt


" Nenek Calling "


fanny mengambil ponselnya , nenek ingin melakukan video call jadi dia mengangkatnya.


" Fanny sayang ! apa kabarmu ?" tanya nenek dengan antusias.


" Baik nek, nenek juga baik kan ?" tanya balik fanny.


" hmm kau tidak dengar suara nenek ya "


" kapan nenek pulang ?"


" Entahlah nenek suka disini , nenek sedang di yayasan panti jompo. disini nenek banyak temannya "


" Nenek " devan mengambil ponsel tiffanny .


" hei " ujar fanny.


" Lihat nek , dia membentakku. " ujar devan.


" Fanny sayang , jangan begitu dia suamimu. oh ya kalian mau tidur ya , nenek pasti menganggu kaliann"


" Tidak nek kami belum ingin tidur " balas fanny.


" iya nek ! kami harus menyelesaikan ritual malam dulu " ujar devan.


fanny melirik devan, apa maksud devan berkata seperti itu dihadapan neneknya pikirnya.


" Hehhe kalau begitu lakukanlah , nenek mendukungmu. Nenek jadi semangat nanti kalau pulang pasti akan ada anggota baru dikeluarga kita " kekeh nenek.


" Nek , selamat malam aku sudah mengantuk." fanny merebut ponselnya dan langsung mematikannya. dia menatap tajam devan.


" Kenapa kau bicara asal seperti itu , kau tidak malu ?"


" Apa masalahnya, dia nenek ku. fanny kau dengar tidak apa kata nenek. dia ingin cucu pulang nanti " goda devan.


" ayo kita mencicil ... Hanya 2 kali sehari tidak banyak - banyak " sambung devan lagi.


" Kau sudah tidak waras " umpat fanny yang langsung naik ke atas tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2