Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Tiba - tiba menikah !


__ADS_3

" ya , aku sudah memutuskan hal yang tepat. mengakhirinya ... meskipun aku takut akan gagal lagi, tapi aku harus terus berusaha. " katanya dalam hati


sambil menyetir dia terus bergelut dalam pikirannya, sebuah keputusan yang seharusnya dia ambil dari dulu. walau sering kali ingin melupakan tapi selalu gagal karena rasa cinta yang amat dalam.


namun setelah kedatangan agatha waktu itu membuat nya sadar , agatha juga seorang perempuan yang ingin dicintai oleh orang yang juga dia cintai.


tak terasa dia sudah ada di depan gerbang rumah nenek, 2 hari tidak pulang kerumah ini dia yakin nenek pasti akan memberinya kejutan kecil baik berupa makanan ataupun sesuatu nanti, karena bagi nenek dia harus menyambutnya untuk setiap kali dia pulang.


setidaknya hal kecil itu bisa membuatnya senang, walau dia tidak pandai mengeskpresikannya tetapi dalam hatinya dia selalu senang menerimanya.


tin ...tin


gerbang itu otomatis terbuka lebar, dia segera memasuki halaman rumah dari jarak gerbang sampai kedepan rumah itu cukup jauh yaitu 50 meter persegi.


dari dalam mobil dia terlihat bingung kenapa ada banyak orang yang keluar masuk dari dalam rumah , ada juga beberapa orang membawa bunga.


dia segera turun untuk memastikannya sendiri,


" permisi , didalam apa ada sesuatu ?" tanyanya pada seorang pria yang memegang pena dan buku.


" iya , akan ada pernikahan " jawabnya.


" pernikahan " gumam fanny.


fanny pun masuk kedalam dengan cepat, siapa yang akan menikah pikirnya. dia saja tidak diberitahu.


" Nona sudah pulang , Nona nenek memberitahu untuk menemuinya dikamar nanti " kata kali yang dia juga sedang sibuk membawa beberapa makanan.


" bi , pernikahan siapa ini ?" tanyanya.


" Tentu saja pernikahanku " jawab devan yang tanpa diketahui dia sudah ada dibelakang. fanny menoleh kearahnya.


" Oh begitu " gumam fanny.


" Selamat untukmu " ucap fanny.


devan tersenyum mendengarnya , rasanya dia ingin tertawa begitu juga dengan kali. nonanya ini terkadang sangat sibuk sampai tidak tau berita penting dirumahnya sendiri.


" kalau begitu aku juga ucapkan selamat untukmu " balas devan yang kini menghadap fanny dan manatapnya.


" aku ? tapi untuk apa ? " tanyanya yang bingung.


" Karena yang akan menjadi Pengantin wanitanya adalah dirimu " jawab devan.


fanny membuka mulutnya dan mengernyitkan dahinya.


( bagaimana bisa .. aku ? secepat ini ? hanya seminggu dari aku meminta waktu)


" Fanny sayang , kau sudah pulang ya. lihat baguskan dekorasinya , selera devan memang bagus dia memilih ini semua " ujar nenek yang baru turun dari tangga.


" Nenek tapi aku belum menjawabnya , aku saja belum memikirkannya "


" salah sendiri meminta waktu tapi satu minggu tidak memberi jawaban , ya nenek anggap kau setuju. kau tau nak , nenek tidak percaya jika dia mengatakan akan memikirkannya terlebih dahulu karena dia orang yang mudah lupa lebih mementingkan pekerjaan " ketus nenek.


" Besok tidak boleh bekerja , Acara akan dimulai pukul 3 sore " hardik nenek.


" Nenek " gumam fanny.


" Kau tidak bisa menolaknya karena semua sudah siap, kau tidak perlu khawatir karena pernikahan ini akan dihadiri Beberapa orang saja. dan untuk Resepsi kita akan membicarakannya berdua nanti setelah menikah " ungkap devan.


" Devan benar , sekarang istirahatlah dan tidur dengan nyenyak. Nikmati malam terakhirmu sebagai seorang gadis jika besok malamnya, nenek tidak menjamin " timpal nenek.

__ADS_1


devan terkekeh mendengarnya , nenek ini benar-benar pikirnya.


" Kenapa aku merasa nenek yang ingin menikah " ujar fanny.


nenek membulatkan matanya ,kali menahan tawanya mendengar itu. juga devan tidak menyangkan seorang fanny akan berkata seperti ini pada neneknya.


" ya .. ya jika nenek masih muda dan cantik sepertimu dengan senang hati nenek melakukannya "


***


huft


fanny menghempaskan tubuhnya keranjang, dia tidak menyangkan akan secepat ini menikah. baru memutuskan untuk meninggalkan masa lalunya ada yang datang untuk memberinya masa depan.


matanya terpejam seketika dan lambat laun membuatnya tertidur. dia tidur tanpa mandi dan berganti pakaian.


ceklek


nenek nya masuk kedalam, dia melihat fanny yang tertidur tanpa melepas apapun. nenek pun duduk di ranjang itu dan berusaha melepaskan sepatu tiffanny.


" kau benar - benar lelah ya " gumam nenek.


" Nenek benar kan , kau tidak bisa menolaknya. jangan takut , Nenek yakin devan tidak seperti Brian. Dia akan membawaku kemasa depan yang cerah " ucapnya yang kini mengelus rambut fanny.


...


keesokan harinya


fanny terbangun dari tidurnya , dia mengerjapkan kedua matanya , dia masih diposisi yang sama namun dia sudah diselimuti dengan tebal.


jam menunjukkan pukul 9 pagi, dia benar - benar terlambat. sebentar ! dia harus ingat kalau dia tidak akan masuk kerja hari ini .


tok ... tok... tok


" Nona , apa belum bangun ?" teriak kali dari luar.


" Sebentar " teriak fanny dia masih mengantuk tetapi harus membuka pintu.


dia berjalan agak sempoyongan karena merasa pusing langsung berdiri dan membuka pintunya.


" Selamat pagi nona , boleh saya masuk ?" tanya bibi.


" masuk saja " jawab fanny.


bibi pun masuk dia membawa kotak kecil dari tangannya , sambil tersenyum. fanny sedang meminum air putih dan setelahnya dia menatap bi kali.


" Ada apa bi ?" tanya fanny.


" Mendengar nona akan menikah , membuat bibi senang. ini ... ada hadiah kecil dari bibi, walau nona fanny bisa membelinya sangat banyak tetapi bibi masih ingin memberikan ini " bibi memberikan kotak kecil berwarna merah itu fanny menerimanya dan membukanya.


" bibi ini ..." gumam fanny saat melihat kotak itu berisi perhiasan, fanny mengambilnya dan ternyata sebuah gelang.


" terimalah , bibi ingin memberikan ini kepada nona. sebagai tanda kebahagiaan "


" Tapi bi , ini harganya .."


" bibi menabung dari uang pemberian nona dan juga nenek , tolong terima "


fanny mengangukkan kepalanya , niat bi kali sangat tulus dia tidak bisa menolaknya. dia segera memakai gelang itu di tangan kanan hingga terlihat berbinar di tangannya yang putih.


" Sangat cantik " kata bi kali.

__ADS_1


fanny langsung memeluk bi kali, dia tau bi kali menyayanginya sama seperti anaknya. dia juga berterima kasih karena selama ini yang mengurusnya adalah bi kali dan juga nenek.


" Aku akan memakainya hari ini " ucap fanny.


" Nona memang anak yang baik " lirih bibi yang menahan tangisnya.


...


setelah acara pemberian hadiah dari bi kali, fanny merasa lapar sehingga dia memutuskam untuk turun ke maja makan.


dekorasi Pernikahan itu , ada dihadapannya sekarang. dia akan duduk dengan devan disana nanti sore.


" Kau sudah bangun ?" bisik devan di telinganya.


fanny memundurkan kepalanya , devan tersenyum kepadanya.


" Kau suka Dekorasinya ?" tanya devan.


" Jelek " jawab fanny asal.


" itu berarti sangat bagus. kau tau kan perempuan itu suka mengatakan hal kebalikannya " balas devan.


krukkr...krruyuk


fanny memegang perutnya yang terasa kosong dan lapar devan tertawa mendengarnya " hahah sini sini aku punya makanan hari ini aku akan membuatkanmu makanan " dia menarik fanny langsung sampai ke dalam dapur.


" tunggu " teriak fannya.


" ada apa ?" tanya devan yang akan mengambil nasi di rice cooker.


" Aku ... aku tidak makan nasi dipagi hari " jawab fanny.


" diet?" tanya devan yang menutup lagi rice cooker itu.


" tidak, hanya ... Mual " jawabnya.


" oh ... itu karena dispepsia ... jangan khawatir setelah menikah denganku aku akan menjaga pola makanmu " kata devan yang mendekati fanny yang kini duduk di meja makan.


" bicaralah dengan bahasa manusia, aku tidak mengerti" ujar fanny yang memetik anggur di meja itu.


" peningkatan asam lambung "


fanny memutarkan kedua bola matanya , kalau itu dia jiga tau.


" Devan ... apa kau punya obat pusing ?" tanya fanny.


" kenapa apa kau sakit lagi ? " tanya devan yang reflek langsung memeriksa kepala fanny.


" jauhkan tanganmu, tidak aku hanya pusing biasa. aku langsung berdiri saat baru bangun aku meninggalkan obat di Hotel " jelas fanny.


" tutup matamu " perintah devan


" ha ?"


" tutup saja " ujar devan lagi.


Fanny pun menutup matanya , lalu tangan devan meraih wajah fanny dan di arahkan ke pelipis fanny lalu memijatnya perlahan.


" Devan apa yang kau lakukan? " tanya tiffanny gugup.


" Diamlah ... ini akan membantumu menghilangkan nya " ujar devan. dia tersenyum ketika melakukannya , matanya menatap wajah itu sampai dia melihat bibir pink itu berada di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2