
pukul 7 itu fanny sudah sampai diarea pemakaman, karena jalanan agak renggang dia bisa mengebut dan sampai agak cepat.
dia memakai selendang warna hitamnya dan memakai kacamata hitamnya. dia langkahkan kakinya memasuki area pemakaman.
ditangannya sudah ada sekeranjang kecil bunga dan air putih. makam ketiga keluarganya kini sudah ada didepan matanya.
" Assalamualaikum , papa ... mama , kakak " lirihnya lembut.
dia memilih duduk diantara mama dan papanya. dia buka kacamatanya dan mengelus batu nisan itu secara bergantian.
shitt
sebuah mobil hitam bmw berhenti di area pemakam itu devan keluar dari mobilnya. dia memutuskan untuk menyusul tiffanny, sengaja hari ini dia ingin menemani fanny. dia bertukaran shift dengan dion.
kakinya memasuki area pemakaman disana sangat sepi jadi dia bisa melihat siapapun yang kesana. dia bisa lihat fanny duduk diantara dua makam tangan nya mengelus lembut batu nisan itu.
dia memperhatikan dari jauh, sebenarnya dia ingin ikut kesana karena tidak pernah menemui makam kedua orang tua fanny maupun kakaknya.
" Maaf , aku benar - benar menyesal. sudah melupakan kalian untuk beberapa saat " ucapnya.
" papa , mama kalian baik - baik saja kan disana ? aku ... sangat merindukan kalian semua , dan kakak juga. ma ... " tangannya mengusap bagian tengah makam itu.
" aku sudah menikah sekarang, dengan pria pilihan mama. mama pasti senang kan ? jika saja kita masih bersama aku pasti bisa melihat senyuman mama " ujarnya seraya tersenyum kecil.
" Papa ... aku sudah tau semua masa lalu papa , aku tidak tau apa yang harus kuperbuat. " beralih mengusap makam papanya.
" beberapa hari ini ... entah kenapa hatiku sangat gusar. aku merasa , akan terjadi sesuatu. tapi aku tidak tau apa "
devan terus mendengarkan ocehan fanny, dia baru tau jika bersama orang tuanya fanny akan banyak bicara seperti itu.
fanny mengeluarkan biskuit dari kantong baju nya. " lihat , aku membawa biskuit yang dulu mama suka belikan. aku akan menganggap ini kue ulang tahunku , tapi aku tidak punya lilin. aku akan langsung memakannya " ucapnya dengan pilu menahan air matanya.
devan sangat sesak mendengar curahan hati istrinya itu, dirinya hampir menangis dibuatnya. fanny memakan biskuit bulat itu secara perlahan.
" Aku anggap ulang tahunku sudah selesai, aku tidak bisa lama - lama disini. aku akan kembali nanti , aku harus bekerja sekarang. " dia berdiri dan menaburkan bunga yang dia beli ke seluruh makam itu sambil air matanya menetes. dilanjutkan dengan sebotol air putih yang dia tuangkan disana.
" Assalamulaikum "
dia mendesah pelan setelah menyelesaikan itu , saat dia akan pergi dia mencium batu itu tanpa menangis dia tidak ingin terlalu banyak menangis hari ini.
lalu langkahnya berjalan kembali menuju keluar area makam. devan menyembunyikan dirinya dibalik sebuah pohon besar. dia pandangi cara berjalan yany sepertinya sengaja dilambatkan itu.
namun saat dilihat lagi fanny sedang berbicara dengan seorang pria tua sepertinya itu adalah penjaga makam pikirnya.
fanny sudah pergi dari area makam itu, devan kini mendekati makam yang barusan didatangi istrinya.
dia menatap 3 gundukan tanah itu tertera nama " Jackson wang , Diana Almira wang dan Dylan wang "
dia duduk dimakam diana itu " tante , saya Devan. saya suami yang dipilih tante untuk tiffanny, terima kasih ... sudah melahirkan seorang putri seperti fanny, aku menerimanya dengan setulus hatiku. aku akan mementingkan kebahagiaannya daripada diriku sendiri. "
" om , saya devan waktu dulu om mengajak ku bermain catur sampai aku bisa bertemu malaikat cantik yaitu tiffanny. aku berjanji akan menyayangi dan mencintainya seperti om menyayanginya dan mencintainya dengan segenap hati "
habis dari makam itu fanny ingin mengunjungi neneknya , namun ditengah jalan dia ingat nenek bilang sedang diyayasan sekarang.
jadi dia memutuskan untuk langsung ke hotel saja , tapi lagi - lagi dia ingat melupakan ponsel dan dompetnya.lalu dia kembali kerumah.
__ADS_1
sesampainya dirumah dilihat nya kosong dia pikir devan sedang bekerja sekarang. namun tak lama dia mendengar suara mobil yang datang.
ceklek
" sayang " panggil devan.
fanny menoleh saat mencari ponselnya ditumpukan buku.
" kau ... kau tidak kerumah sakit ?" tanyanya.
devan menggelengkan kepalanya " dua hari lagi aku libur kamu juga libur ya , aku ingin mengajakmu kesuatu tempat " ucap devan yang sudah merangkul fanny dari belakang.
" aku tidak tau apa bisa atau tidak "
" harus sayang, harus libur " ucap devan dengan manja.
" baiklah , baiklah tapi lepaskan dulu. aku akan ke hotel , kau juga. kenapa tidak ke rumah sakit ?" hardik fanny.
" hmm aku , tukaran dengan dion. akan masuk shift malam , tadinya. tapi sekarang aku akan pergi. ini baru jam 9 jadi nanti malam kita bisa bersama "
" ah begitu. kalau begitu aku pergi dulu " sebelum devan menciumnya fanny lebih dahulu meninggalkannya. melihat fanny terburu - buru dia tidak jadi memanggilnya.
" Aku akan memberikan sesuatu yang tidak pernah kau rasakan selama ini " gumam devan.
***
Devan sudah ada dirumah sakit, dia langsung menggantikan dion sekarang juga. namun saat akan masuk kedalam ruangannya agatha sudah berdiri didepan pintunya.
" Kau terlambat , apa kau tidak tau etika profesi dokter ?"
agatha tersenyum mendengarnya " yah , aku rasa ... kau bisa melakukan apapun dirumah sakit ini. kau dipuja - puja disini. tapi kau harus ingat , yang punya rumah sakit ini ayahku, dan aku yang mengurus semuanya. tolong ikuti peraturan rumah sakit " katanya dengan muka cuek.
" ah iya , maafkan aku bu .. agatha , aku lupa kau anak dari pemilik rumah sakit ini. "
" Dan satu lagi , aku hanya ingin memperingatkanmu ... jaga baik - baik istrimu, atau ... pria lain akan merebutnya darimu " kata agatha lagi dengan santai.
" tentu saja , aku akan menjaga istri sesempurna dirinya "
" itu menurutmu , mantan kekasihnya mungkin akan mengejarnya lagi dan disana kau akan ditinggalkannya sendirian. mereka kembali bersama , menikah dan akan punya anak. bagaimana ya , mereka pasti bahagia sekali saat itu . "
" apa maksudmu ?" tanya devan dengan tatapan tajam.
" apa dia tidak memberitahumu ? hmm mungkin dia lupa , kami sudah bercerai dan ... aku yakin , mereka akan kembali bersama tidak lama lagi " tekan agatha.
" Kau yakin sekali " balas devan.
" ya , keyakinan ini pasti akan terjadi. tapi sebelum itu... aku tidak akan membiarkan keduanya bersama , salah satu dari mereka harus membayar perbuatannya kepadaku. "
" omong kosong ! "
" terserah , sudah ya aku hanya ingin mengatakan itu " agatha memakai kacamatanya dan melenggang pergi, devan mengepalkan kedua tangannya bagaimana tidak wanita itu membuat emosinnya naik.
lalu dia masuk kedalam dan duduk di kursi membantingkan dirinya sendiri. " Mereka sudah bercerai " gumamnya.
" tidak ... tidak bagaimana pun juga tiffanny sudah menjadi milikku sekarang, aku akan mempertahankannya " ujar batinnya dengan keyakinan penuh.
__ADS_1
***
" baiklah , terima kasih penjelasannya. tolong nanti kirimkan semuanya lewat surel saja " ujar fanny ketika salah satu karyawannya menunjukkan laporannya.
" baik bu terima kasih " ucap wanita itu.
" sama - sama " fanny melanjutkan jalannya , namun disana dia melihat raka yang sedang memfotokopi sebuah berkas hingga dia berniat menghampirinya.
" Raka " panggilnya.
wajah raka berubah berbinar saat melihat fanny " Kakak , ada apa ?" tanyanya.
" setelah ini temui aku diruanganku "
" hmm baiklah kak , sebentar lagi aku akan naik " dia mengangukkan kepalanya.
***
fanny terduduk di ruangannya tangannya mengetuk meja itu beberapa kali entah apa yang dia pikirkan sekarang.
Drtt....drrttt
" Brian Calling "
( Fanny , aku sudah mendapatkan rumah lama ku lagi. terima kasih , aku akan mentraktirmu nanti. jika ibu tau ... ibu pasti akan senang mendengarnya )
📱 " hmm , tidak perlu.
( bagaimana bisa begitu, berkat bantuanmu bicara dengan pria itu aku bisa mendapatkan rumah lama ku lagi. aku akan mengajak ibu dan raka tinggal disini lagi )
📱" terserah kau saja , aku masih banyak pekerjaan aku tutup "
( tunggu fan)
tut..tutt...tut
sebelum dia menyelesaikannya fanny lebih dahulu menutup telponnya. dia tidak ingin berbicara lebih lama dengan brian atau brian akan menganggapnya lebih.
padahal dia sekarang tidak tau apa perasaannya , rasa cinta itu mungkin masih walau sedikit tapi dia harus terus berusaha melupakannya.
" kakak " raka masuk kedalam ruangannya.
fanny tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya.
" duduklah " fanny mempersilahkann raka untuk duduk , keduanya kini saling berhadapan.
" apa ada yang ingin kakak katakan ?" tanyanya.
" Ini sudah sore , pulanglah dan temui kakakmu. dia akan mengatakan semuanya nanti " dia tadi ingin mengatakan yang sebenarnya karena brian sangat bersemangat mengurus keluarganya lebih baik dia sendirilah yang mengatakannya.
" eh ... hanya itu ?"
" hmm , pulanglah "
" baiklah , kalau begitu aku pulang kak "
__ADS_1