Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
paket misterius


__ADS_3

anak itu tidak mengambilnya dia hanya menatap wajah tiffanny.


" hei , apa kau tidak mau uangnya , jika tidak aku akan mengambilnya "


" apa tante galak pikir aku akan mudah mengambilnya. tidak ... aku hanya ingin mengucapakan terima kasih , karena ... tante membuatku bisa menonton televisi sehabis pulang sekolah " ucapnya


" tante ... terima kasih , walau dari luar tante seperti pemarah dan sombong tapi tante saaaangat baik. ayah bilang aku harus berterima kasih " anak itu melihat ayahnya dengan rasa bangga.


" menonton kartun tidak lengkap tanpa ice cream , ambillah apa masih kurang ? " fanny merampas uang yang dipegang devan dan memindahkannya ke tangan anak itu.


" aku menyuruhmu datang ke hotel , apa kau ingin terus bekerja seperti ini dengan membawanya ? aku sudah bilang dia masih terlalu kecil untuk ikut bekerja "


devan tersanjung mendengar nya , selama ini tiffanny bahkan tidak pernah sedikitpun berbicara kepada anak - anak bahkan seperti hanya menyayangi dirinya sendiri. tapi pemikirannya yang sangat peduli pada anak - anak membuat devan bangga.


" aku .. tidak enak " ucap indra.


" aku menyuruhmu ke hotel untuk tes saja , yang menerima atau tidak bukan aku. itu tergantung kompetensimu "


" anak kecil , siapa namamu ? " tanya fanny.


" putri "


" putri katakan pada ayahmu kalau kau ingin dirumah saja belajar dan menonton setial Kartun kesukaanmu dengan ice cream didalam frezeer , jika ayahmu bekerja dengan baik dia akan memenuhi semua itu "


" ayah ... ayah terima saja , tante galak ini sangat baik. siapa tau ayah nanti diberikan bonus yang besar iyakan tante " menatap fanny seraya menaik turunkan alisnya.


" cih anak kecil " desis fanny.


***


shitttt


fanny sudah sampai menyetir mobil sampai ke halaman rumah sakit , devan membuka selt belt nya dan sebelum keluar mencium kening fanny.


" aku pergi dulu ya , tunggu aku dirumah nanti " ujar devan.


" iya " fanny menganggukkan kepalanya , tetapi devan masih diam dikursinya.


" kenapa masih disini ?"


" mulai sekarang harus ada ritual suami istri , yaitu sebelum kita berpisah atau bertemu harus saling mencium. sekarang cium aku " devan mendekatkan pipinya ke arah fanny.


" hentikan , ini sudah siang kau terlambat " gumam fanny.


" mangkanya jika kau cepat aku juga akan cepat "


huft


cup


fanny pasrah dan mencium pipi devan , tapi devan berbalik arah hingga menempelkan bibirnya ke bibir fanny.


" aku mencintaimu "


devan langsung melepaskannya karena tidak ingin terjadi sesuatu yang lebih jauh , tiffanny sedang kedatangan tamunya.


" dah sayang "


devan terus melambaikan tangannya sampai fanny meninggalkan area rumah sakit itu. ciuman itu sangat membuatnya bahagia.


" kondisikan jantungmu devan , dia sudah jadi istrimu jangan terlalu berdetak cepat seperti ini sampai rasanya mau melompat keluar " ucapnya dalam hati.


dalam hati fanny juga entah kenapa dia merasa berbunga. dia tanpa sadar selalu tersenyum.


***


hotel wang

__ADS_1


" bu ... diruangan ibu sudah ada pak micheal yang menunggu " kata resepsionis di lantai dasar.


" benarkah ? jadi dia sudah kembali "


" iya bu "


" baiklah , terima kasih " fanny segera meninggalkan lobi itu dan menaiki lift untuk ke lantai 20.


ting


" bu " sapa ressa dan eva , fanny hanya tersenyum melihatnya.


ceklek


" fanny " micheal bersemangat memanggil fanny yang langsung berdiri ketika pintu terbuka.


" micheal , aku pikir kau akan pergi lama "


" bagaimana mungkin, tidak melihatmu sehari bagaikan dunia ini tanpa listrik. " tanpa disuruh micheal sudah duduk , akhirnya fanny juga duduk ditempat biasa dia menyambut tamu.


" ini oleh - oleh dariku , untukmu dan ... suamimu "


fanny mengambilnya , hadiahnya seperti tidak tanggung - tanggung paper bag nya saja bermerk " Gucci "


" terima kasih "


" kau baik - baik saja ? aku lihat seperti sedang ada sesuatu ?"


" wah ... oh tuhan apa ini tiffanny ku ? wah ! sepertinya semenjak menikah suamimu benar - benar sudah merubah sifatmu. "


fanny hanya tersenyum mendengarnya " hmm dia memang merubah hidupku " gumam fanny.


***


sore hari


devan sudah lebih dulu sampai dirumah, dia segera membenahi diri dengan mandi. setelah itu dia hanya memakai kaos biasa saja.


tok...tok...tok


" paket "


devan segera menuju ke pintu , dia bingung kenapa ada kurir paket yang datang.


" ada keperluan apa ?" tanya devan.


" ini pak , ada paket untuk nona tiffanny. "


devan mengambilnya paket itu cukup besar


" saya permisi pak "


devan menutup pintunya dan membawa paket itu masuk , dia taruh dimeja dan diamatinya apa isi dari paket.


" selama ini aku tidak pernah tau jika dia juga suka memesan sesuatu " pikirnya.


ada sebuah kertas dipinggir nya yang tertempel disana , jadi devan ambil dan buka.


" sayang ku tiffanny , aku tau kita masih saling menyimpan kenangan lama. aku juga masih , coba buka ini kau pasti menyukainya "


" siapa sebenarnya yang mengirim ini " batinya.


jadi tanpa pikir panjang dia membuka paket itu , betapa terkejutnya dia isi dari paket itu.


seseorang mengirimkan foto preweding pernikahan brian dan tiffanny. juga ada sebuah kaset disana. hati devan memanas melihatnya dia ambil kaset itu dan membuka laptopnya.


play

__ADS_1


*didalam video itu Brian dan Tiffanny sedang berada di Disneyland. mereka memperhatikan setiap macam model kartun yang ada disana.


Saat itu brian sedang merangkul mesra tiffanny*.


" kau suka ini kan ?"


" *tentu saja "


" jika liburan musim panas tiba nanti aku akan membawamu ke pantai. dan juga aku berjanji akan menikahimu di pantai nanti "


" benarkah ? dengan rambut yang diurai dan gaun putih "


" tentu saja , apapun itu untukmu. berjanjilah untuk tetap bersamaku apapun yang terjadi nanti ".


" hmm aku berjanji "


lalu brian mencium puncak kepala fanny , membuat fanny tersenyum dan menyenderkan kepalanya di bahu rian*.


betapa kesalnya devan melihat itu , dia mencengkram keras kertas yang dipegangnya itu.


" Siapa yang mengirimnya , tidak mungkin fanny akan melakukan ini " ucap batinnya dengan yakin.


" aku pulang " teriak fanny.


devan berusaha membuat wajah senatural mungkin tidak terlihat kesal, namun dia ingat belum memindahkan kotak paket itu.


" sayang " tergesa - gesa devan menghampiri fanny.


fanny menatap kardus itu , seketika wajahnya berubah datar saat melihat semua kenang - kenangannya itu.


" siapa yang mengirimnya kemari ?" tanya fanny.


" itu ... aku , aku juga tidak tau. sayang ... apa yang mengirimnya brian ?" tanya devan.


fanny menatap dalam devan " tidak, dia tidak akan melakukanya. " ucap fanny dengan yakin.


" kenapa kau sangat yakin ?"


" karena aku mengenalnya ! " ucap fanny dengan agak berteriak.


" apa sekarang kau sedang berteriak kepadaku ?"


" apa kurir yang baru aku lihat di depan perempatan jalan tadi , ya .. aku yakin pasti dia " pikir fanny.


fanny mengambil kembali ponselnya yang ditaruh di meja , " mau kemana ?" tanya devan.


" aku ingin ke kantor kurir yang membawa tadi "


" berhentilah mengejarnya , tetaplah dirumah "


" tidak , aku harus tau siapa orang nya " tolak fanny.


" kau melakukannya untuk membela kekasihmu ? takut aku berpikir macam - macam terhadapnya kan ?"


perkataan devan membuat fanny tercengang bagaimana mungkin dia berpikir seperti itu.


" devan "


" jika kau tetap keluar , aku akan menganggap kau masih mencintainya " pancing devan , sebenarnya dia ingin tau bagaimana perasaan tiffanny terhadap nya.


dengan cara ini dia bisa menemukan jawabannya.


" devan jangan seperti anak kecil " lirih fanny.


" tidak , itu sudah keputusanku. aku tidak melarangmu keluar tapi aku menganggapnya kau masih mencintainya


fanny merasa terpojok , dia tidak bisa melakukan apapun. padahal dia ingin mencari tau siapa yang mengirimkan kealamat ini sekarang dia harus wasapada seseorang sudah meneror nya , dia tidak peduli jika tentang nya saja tapi ini menyangkut banyak orang.

__ADS_1


ada brian dan juga devan keduanya saling berhubungan saat ini walau tidak ingin tapi tetap saja hubungan itu ada.


fanny menatap kesal wajah devan , dia memutuskan untuk tidak pergi dan naik ke kamarnya.


__ADS_2