Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
kejutan untuk suami


__ADS_3

pagi harinya


devan masih tidur dalam kondisi yang sama seperti semalam, dia tidur di bahu tiffanny. sedangkan tidur menyenderkan kepalanya di kepala devan.


dia terbangun saat ponselnya bergetar , dia meraba ponsel yang ada di sebelahnya lalu mengusap layar.


" astaga ini sudah siang " batinnya.


" ah " lehernya agak sakit karena tidur dalam posisi itu , bahunya juga merasa pegal karena ditiduri devan semalaman.


mendengar desisan tiffanny itu membuat devan terbangun dia mengusap kepalanya di ceruk leher tiffanny membuat tiffanny terkejut membulatkan matanya.


" selamat pagi sayang "


" hmm eh ... selamat pagi " balasnya kaku.


" ada apa ?" devan terbangun dari bahu tiffanny dan baru sadar jika dia ketiduran.


" apakah aku tidur dipundakmu semalaman , sayang ? " yang langsung dibalas anggukan oleh tiffanny.


" maaf aku ... aku tidak tau , seharusnya bangunkan aku pasti sakit ya ? mau aku pijat ?" tawarnya yang sudah mengangkat tangan nya.


" ehh tidak - tidak. tidak apa devan hanya sedikit pegal saja sebentar lagi juga hilang , turunkan tanganmu heheh " ujarnya sambil terkekeh dia tidak bisa dipijat seperti itu..


" tapi kan "


" sudahlah ,ini hari minggu apa kau akan bekerja lagi ?" tanya tiffanny.


" tidak sayang kenapa ? "


" hmm tidak " tiffanny menggelengkan kepalanya.


jika dia tidak bekerja bagaimana mungkin aku menyiapkannya , aku harus melakukan sesuatu


***


setelah selesai sarapan devan sedang mencuci piring , tiffanny mengintipnya dari balik tembok. dia mengernyitkan dahinya seolah berpikir apa yang harus dia lakukan.


" micheal " gumamnya , dia yang sedang memegang ponsel lalu mencari kontak nama micheal dan pergi dari dalam lalu ke halaman belakang rumah.


" halo micheal "


***


dikediaman rumah nya micheal dan juga kalista baru saja terbangun padahal ini sudah siang, micheal membangunkan kalista yang ada disebelahnya.


" kalista ... kalista , bangun " dia menggoyangkan bahu kalista.


" hmm "


" kau mau ikut aku ?" tawarnya.


kalista langsung membuka matanya saat itu juga " kemana ? belanja ? " tanyanya cepat.


" astaga kau sangat cepat sekali jika mengajak belanja , ini tugas pertemanan ayo kita bersiap dan bangun kita harus kerumah tiffanny "


" lagi ? "


" ya " micheal mengangukkan kepalanya.


" hei kenapa dia suka mengganggu tidurku , dasar tiffanny itu "


" awas saja aku akan minta balasan yang lebih nanti " gerutunya.


micheal hanya bisa terkekeh melihat kalista , begitulah dia tapi hatinya sangat lah baik.


***


" sayang "


" sayang kau dimana ?"


tiffanny menoleh saat suara devan terdengar sampai kehalaman belakang , devan sudah ada dibelakangnya membuat tiffanny tersenyum.


" devan "


" kenapa disini sendirian ? cuacanya agak panas "


" hanya ingin " devan merangkul bahu tiffanny menatapnya dengan dalam.


" devan , tadi ... micheal menelpon ku katanya bisa tidak dia meminta bantuanmu keluar sebentar ?"


" hmm kemana ?"


" entahlah , kalista akan menemaniku disini saat kalian berdua pergi "

__ADS_1


" ikutlah dengannya setidaknya kita harus balas budi bukan " timpal tiffanny yang berusaha membuat devan setuju.


" baiklah , apa aku harus kerumah nya ?"


" tidak - tidak dia akan kemari sebentar lagi sebaiknya kau bersiap "


didalam kamar mereka tiffanny membongkar baju devan , sedangka devan hanya menyaksikan nya saja. tiffanny sibum memulihkan pakaian yang harus dipakai devan padahal yang devan pakai hari ini sudah lebih dari cukup.


" ya , ini dia " gumam tiffanny memegang baju kaos berwarna hitam , lalu dia memilihkan jam tangan devan dengan warna senada.


" ini gantilah " memberikannya kepada devan, devan hanya tersenyum dan menurutinya saja.


dia langsung membuka kaosnya disana , tiffanny mengarah ke lain agar tak melihat itu.


" kenapa sayang bukankah kau sering melihatnya , bahkan sudah sering menyentuhnya bukan " goda devan.


" A-aku , aku ... jangan menggodaku devan cepat ganti saja "


" kau membuatku tampan seperti ini bagaimana jika banyak perempuan yang melihatku "


" siapa yang berani melihat bahkan menyentuh milikku ? semua orang tahu kita sudah menikah " jawab tiffanny


devan merangkul tiffanny dari belakang , tiffanny hanya tersenyum dan memegang tangan devan yang sedang memeluknya.


" apa aku terlihat tampan dengan ini sayang ?" tanya devan ditelinga tiffanny.


walau agak risih dan merinding tiffanny mengangukkan kepalanya " hmm sangat "


pict nya devan heheh 😅



cup


cup


cup


cup


devan tak henti - hentinya mencium pipi tiffanny sampai tiffanny merasa geli karena ulahnya.


" hentikan devan " ujarnya .


" aku suka begini " dia terus mengusel - usel wajah istrinya itu sangat candu menurutnya.


" dengar itu mobi micheal ! " ujar fanny.


" ck kenapa cepat sekali dia datang kan aku masih suka seperti ini "


" hentikan mari kita turun dan temui dia " ajaknya yang menggeret devan sampai ke bawah.


ceklek


tiffanny membuka pintunya sudah ada micheal dan kalista yang menatapnya.


" lama sekali membuka pintunya , hampir jamuran kami disini "


" aku sedang menciumnya kalian saja datang terlalu cepat " ceplos devan.


hal itu sontak membuat tiffannt dan micheal membelalakkan matanya.


" astaga kau frontal sekali " gumam micheal .


" kau bisa melanjutkannya nanti malam sekarang pergi dan temanilah " kata kalista.


" ayo dokter devan " ajak micheal.


" sayang aku pergi ya "


cup


sekali lagi dia mengecup bibir tiffanny.


" hei devan ! " teriak fanny.


" hukuman " devan berguman tak bersuara seperti dia menggoda fanny.


kalista hanya menggelengkan kepalanya melihat kebucinan dokter itu.


***


tiffanny menyusun kue dan beberapa keik kecil yang sudah dia pesan dari toko kue. sebuah kue utama yang besar dan juga seorang pria memakai baju dokter lengkap dengan stetoskopnya.


dibantu oleh kalista yang juga meniup balon dan membuat beberapa aksesoris lainnya.

__ADS_1


banyak hal yang mereka lakukan , terkadang mereka berselisih paham karena letaknya.


pada akhirnya tiffannilah yang menang , dia menaruh kue dalam posisi semula.


" ha lega sekali , lalu apa lagi yang kurang " pikir kalista.


" lilin "


" benar ! lilin nya ! "


" Fan kau dimana ?" teriak kalista.


fanny muncul dari balik kamarnya , menatap kalista yang sedang menatap.


" ada apa ?"


" lilinnya dimana ? cepatlah atau mereka akan kembali "


" aku baru mengambilnya " ujarnya seraya menuruni anak tangga.


secepatnya dia memasang lilin di kue itu


ting


" mungkin itu makanannya " gumam fanny.


" kau disini saja biar aku yang ambil "


fanny mengangukkan kepalanya , beberapa menit lagi devan dan micheal segera kembali. kalista dan dibantu oleh kurir makanan itu membawa pesanan mereka ke dalam dekat dapur.


" terima kasih banyak sisanya ambil sebagai tip " ujar kalista


" terima kasih nona "


mereka memesan banyak sekali makanan ada pizza , pasta , kentang goreng , bola - bola ayam minuman coffe , cola dan lain - lainnya.


***


" kenapa kau tidak ajak kalista saja jika ingin membeli pakaianmu , waktu liburku terbuang begitu saja. aku ingin terus bersamanya hari " gerutu devan di dalam mobil, micheal yang sedang menyetir itu tidak menjawabnya.


seandainya kau tau ini ulah siapa. batin micheal berkata.


****


micheal baru saja menghentikan mobilnya namun devan memilih lebih keluar dahulu , pintu itu terlihat dikunci jadi dia menekan bel nya.


ceklek


pintu itu terbuka dengan sendiri nya bergegas dia masuk kedalam , namun langkah nya terhenti begitu saja.


tiffanny berdiri dihadapannya memegang sebuah kue ulang tahun lalu dibelahnya ada kalista yang memegang dua balon.


" sayang "


" Selamat ulang tahun " ucap tiffanny , lalu dia mendekat ke arah devan langkah berhenti mereka hanya berjalak beberapa cm saja sekarang.


" ini semua ... "


" ya ... ini semua rencananya dia. dia bilang ingin memberikanmu kejutan yang paling bagus " saut kalista.


tiffanny hanya tersenyum mendengarnya , entah apa yang harus dikatakan devan namun dia sangat bahagia hari ini dia hampir menangis dibuanya.


" terima kasih , terimakasih sayang " dia menempelkan dahinya di dahi tiffanny sambil memejamkan matanya.


micheal yang baru datang hanya tersenyum dan ikut berdiri di sebelah kalista.


" hei dokter devan alanglah baiknya tiup dulu lilinnya baru bermesraaan " ujar micheal.


" Devan " gumam fanny.


" iya sayang , maaf aku lupa "


devan menatap kue itu , kue yang persis seperti dirinya " hu " devan meniup beberapa lilin yang ada di kue lalu kedua matanya menatap tiffanny.


" apa aku terlambat ?" rian tiba - tiba datang begitu saja , penampilan nya sangat lah casual dan tampan hari ini , membuat semua orang melongo melihatnya.


" wah rian ! apa ini dirimu ?" ujar micheal sambil tertawa.


" ck fan aku tepat waktu kan ?" melirik ke tiffanny, yang dibalas anggukan oleh tiffanny.


" dokter devan , selamat ulang tahun untukmu ... ini ( memberikan kotak kecil berwarna hitam ) hadiah mu dari istrimu itu " devan menerima kotak itu dia buka perlahan ada sebuah kunci mobil disana.


" ini "


" lihatlah kedepan " ajak fanny , kalista mengambil kue itu kemudian dia taruh di meja makan. fanny dan devan keluar bersama rian dan juga micheal.

__ADS_1


" sayang apa maksudnya ini ?" tanyanya seakan tak percaya itu.


__ADS_2