Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Novel Romantis


__ADS_3

tak ... tak ... tak


suara sandal yang turun dari tangga , dia fanny dia sudah selesai memakai pakaian. namun dia hanya memakai sweeter panjang dan celana panjang.


devan yang melihatnya turun segera menghampirinya.


" Bukannya kau bilang ingin menemui ibu temanmu ? kenapa kau memakai baju ini?"


" oh itu ... sebenarnya , tidak jadi. ya ... Dia bilang ada keluarganya yang kerumah jadi nanti saja "


" Tiffanny sayang! " panggil nenek yang baru tiba dari bagian belakang rumah.


" nenek ... bi kali " gumamnya.


nenek langsung memeluknya dengan bahagia membuat semua orang bahagia.


" Apa kabar nek ? aku ingin pulang tadinya aku berniat untuk menjenguk nenek "


" ayo duduk lah dulu nek , bi " ujar devan yang mengajak semuannya duduk.


dan mereka akhirnya duduk di ruangan televisi yang terlihat hangat dan nyaman itu..


" ah sudahlah, nenek baik - baik saja. dan tambah baik setelah mendengar kabar baik "


" kabar baik ?"


" ya ! akhirnya ... tidak lama lagi, nenek akan mendapatkan cicit. rasanya sudah lama nenek tidak menggendong bayi setelah kau kecil dulu. "


fanny melotokan matanya saat mendengar ucapan neneknya, cicit ? astaga bahkan dia tidak berpikir seperti itu.


" Terushlah berusaha , kalau perlu setiap malam. hmm dalam beberapa hari saja kalian bisa mendapatkannya. oh ya devan , kau kan seorang dokter jadi tau masa - masa subur wanita itu kapan. nah jadi lakukan di saat yang tepat nenek jamin tidak butuh waktu lama rumah kalian akan ramai dengan suara tangisan. "


nenek begitu semangat mengatakannya, devan hanya tersenyum menanggapinya. sedangkan fanny hanya mendengarkannya saja.


" Nenek , hentikan. sudah jangan banyak bicara nanti haus. kenapa nenek kesini , apa nenek akan ke yayasan lagi ?"


" Apa nenek tidak boleh menemui mu ? dasar cucu tidak punya perasaan. lihat devan , nenek yakin sekali pasti dia selalu mengatakan hal yang buruk bukan denganmu. "


bi kali dan devan hanya tersenyum mendengar nya melihat nenek dan cucu selalu saja berdebat.


" bukan begitu nek, baiklah...baiklah aku tidak akan menanyakan apapun lagi. "


" oh cucu nenek , jangan kesal ... maaf - maaf, nenek hanya bercanda sayang. hmm nenek sangat merindukanmu , rasanya dirumah sangat sepi ... seperti kau meninggalkan nenek ke luar negeri padahal jarak kita hanya 30 menit saja . " nenek memeluk fanny dan mengelus rambutnya , fanny juga membalasnya dia juga merindukan neneknya.


mereka berdua pun melepaskan pelukan itu nenek tidak pernah melepaskan tangan fanny.


" Jangan khawatir nek kami berdua sesekali akan menginap disana. kami juga akan sering mengunjungi nenek " ujar devan.


***


" Sayang kau sudah pulang ?" Agatha menyambut brian di depan pintu saat brian datang. dia mengambil tas brian dan memegangnya.

__ADS_1


" Aku akan kembali ke hotel , aku pulang untuk mengganti pakaian. "


" kembali lagi ? Mas apa kau tidak merindukan aku sedikitpun ? aku ... menunggumu berhaari-hari " raut muka agatha berubah menjadi sedih saat devan tak membalas pertanyaannya.


" Aku pergi untuk bekerja "


" Hari ini kau tidak boleh pergi, aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Aku ingin hari ini kau terus bersamaku. " dia memeluk brian dan dengan manjanya menyenderkan kepalanya di dada bidang brian.


brian tidak membalasnya namun juga tidak melarang agatha.


" Jika ayahmu pulang dan melihat hotel tak terurus dengan baik. ayahmu akan marah padaku. "


" Tidak akan ada seseorang yang berani memarahimu, ayah sekalipun. aku akan menemuinya dan bicara padanya. " katanya yang masih memeluk manja brian.


" agatha ... " brian melepaskan pelukan agatha.


" ini hari minggu " gumam agatha yang masih bisa didengar brian.


" aku tau. aku hanya keluar sebentar lalu segera kembali. "


" baiklah , tapi pulanglah sebelum malam "


agatha memasang muka cemberut dia seperti anak - anak yang merajuk pada orang tuanya. dia selalu begitu jika permintaannya tidak dipenuhi maka dia akan melakukan sesuka hati.


brian pun masuk kedalam kamarnya, setelah seminggu lebih dia pergi ke kanada membuatnya merasa lelah. dia mandi di kamar mandi badan putih dan atletisnya nampak menggoda bagi siapapun yang melihatnya.


dia memakai sampo dan menyabuni tubuhnya.


dia terus mengingat bagaimana seseorang mengatakannya sewaktu di kanada itu, hidupnya berantakan setelah dia menjual dirinya demi keluarga dan tiffanny.


***


brian melintasi jalanan yang nampak sepi di jalan raya kota bandung itu. dia menyetir dengan santai dan pelan, dia berhenti tepat di hadapan lampu merah.


sambil menunggu lampu kembali hijau dia melirik kesana - kemari namun matanya terhenti ketika melihat sesosok pria yang dia yakini sebagai adiknya.


" Raka ... apa dia benar raka ?" pikirnya.


tin ... tin ... tinnn


lampu kembali hijau membuatnya tersadar dia segera memutar mobilnya dan dia berhenti tepat di depan cafe dimana raka bekerja.


dia keluar dari mobil dan memperhatikan raka yang sedang melayani pengunjung dimeja kasir.


" Bahkan kau sudah bisa bekerja sekarang, Bagaimana kabarmu raka ? kakak ingin bertemu denganmu dan juga ibu ... namun maafkan kakak. " lirih nya yang terus memperhatikan raka dari dinding kaca.


didalam cafe itu saat sudah selesai melayani tamu yang datang raka merasa seperti diawasi seseorang , dia menoleh ke dinding kaca namun secepatnya brian mengumpat sampai raka tidak tau dan merasa hanya ilusinya saja.


" Permisi, saya pesan carbonara dan Hot Lychee. "


" Ada yang ingin ditambah ?"

__ADS_1


" tidak itu saja "


brian segera pergi dari tempat itu takut adiknya akan melihatnya. namun selama masih di satu kota kemungkinan besar mereka akan tetap bertemu walau brian terus menghindarinya.


...


sore hari dikediaman devan , tampak sunyi dan sepi. fanny duduk seorang diri di sebuah kursi dan membaca bukunya.



dia suka membaca di waktu luang. nenek sudah pulang dari tadi. sedangkan devan mungkin sedang ada pekerjaan di ruang kerjanya.


fanny terus membaca setiap bab demi bab dari buku itu , sehingga dia menemukan sepenggal kalimat yang membuatnya termenung dan berpikir.


 "Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, menggetarkan jantung. Hanya orang – orang yang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya." 


seketika dia diam saat membacanya .


" Saling bertatap .. dan waktu akan berhenti , cinta sejati ... " gumamnya.


dari ujung devan memperhatikan fanny yang sedang membaca buku namun sepertinya dia juga sedang melamun pikirnya. dia tersenyum ketika menemukan fanny.


" Saat kau tak tersenyum saja , kau masih cantik. Rasanya tidak sia - sia .. sendiri selama 30 tahun. dan akhirnya menemukan bidadariku sendiri. " ucap batinnya.


fanny mengingat saat - saat dia menatap devan, jantungnya selalu berdetak cepat dan seakan waktu berhenti disana.


" cinta sejati , apa itu benar ada " pikirnya.


" Sayang kau disini ?" tanya devan yang kini duduk dihadapannya.


fanny menatapnya dan memperhatikan wajah devan.


" Cinta sejati ... tatapan yang membuat waktu berhenti... "


devan bingung kenapa fanny terus memperhatikan wajahnya dengan lekat. dia melirik pada sebuah buku yang sedang fanny baca , dia menutup buku dan melihat judulnya.


devan tertawa melihat itu , tidak menyangka fanny akan membaca buku seperti ini pikirnya.


" Hey , kembalikan ! " pinta fanny.


" sayang ! aku baru tau kalau istriku suka membaca novel romance seperti ini , apa kau tau percintaan dari buku seperti ini ?" goda devan.


" tidak ! kembalikan ! , ini punyaku. " fanny merebutnya dari cengkraman devan.


" sayang aku benar kan ? kau tau percintaa dari novel ini ?" goda devan lagi.


" Aku tidak perlu novel romantis untuk tau tentang percintaan. aku sudah melakukannya bertahun - tahun lamanya. " balas fanny yang kembali membaca buku itu.


" memangnya apa yang kau lakukan ?" selidik devan yang tak suka saat mendengar fanny mengatakan itu.


Fanny melirik devan dan menatapnya , dia tidak suka saat devan bertanya tentang masa lalunya sekarang.

__ADS_1


" Tidak " fanny kembali membaca bukunya jawaban singkat itu sebagai pertanda jika dia tidak ingin berkata apapun lagi.


__ADS_2