Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Mengatakan Pada Dunia


__ADS_3

" hadirin tamu undangan yang berbahagia , kami ucapkan selamat datang diacara peresmian hotel terbaru dari Group wang yang berada di Norwegia. sekaligus acara pemberian penghargaan kepada Tiffanny Wang yang akan diberikan langsung oleh bapak kementrian pariwisata kita , dengan rasa hormat dan membahagiakan untuk kita semua acara inti dimulai " ucap MC perempuan dengan lembut dan tutur kata yang ramah.


semua yang ada di panggung itu bersiap - siap , rian memberikan gunting kepada tiffanny dan dibelakangnya ada sebuah layar besar LED yang menunjukkan kemegahan hotel nya dengan ketinggian 100 lantai.


" kepada pimpinan CEO hotel Wang kami persilahkan untuk mengesahkan hotel , yaitu ibu tiffanny wang. "


suara tepuk tangan gemuruh dari penonton tak lupa juga diuujung sebelah kanan ada brian yang ikut hadir sebagai undangan penanam saham.



tiffanny dengan perlahan dan senyuman bahagianya , dia memotong pita itu lalu bertepuk tangan kecil setelahnya.


" dengan ini kami nyatakan hotel resmi dibuka " kata MC itu lagi.


namun mata tiffanny saat ini hanya tertuju untuk satu pria saja , dia adalah devan yang sudah duduk sejajar di hadapannya.


devan membentuk jempolnya dengan tanda oke , tiffanny mengangukkan kepalanya " terima kasih " ucapnya tanpa kata namun hanya gerak mulut saja.


" baik acara selanjutnya adalah acara penghargaan yang aka diberikan oleh bapak kementrian secara langsung , atas penghargaan untuk wanita paling berpengaruh dalam perkembangan bisnis "


seorang pria berumur 50 tahunan memberikan piala gold untuknya, diterimanya dengan baik kemudian mereks berjabat tangan.


" selamat untukmu , jadilah panutan yang baik untuk perempuan - perempuan lainnya. "


" terima kasih , akan saya lakukan yang terbaik sesuai kemampuan saya pak "


pria itu mengangukkan kepalanya lantas tersenyum menghadap kekamera untuk berfoto. bebera orang disampingnya memberikan buket bunga.


" untuk ibu tiffanny silahkan mengucapkan pidato atas peresmian hotel juga penghargaannya. " kata MC.


rian memberikannya subuh microfon


" terima kasih saya ucapkan sebesar - besarnya pada semua tamu undangan yang telah hadir di acara ini juga bapak kementrian yang telah menyempatkan hadir , rekan - rekan sekalian. saya tidak ingin terlalu banyak bicara hanya saja , ini adalah hasil kerja keras kita semua. " rasanya ingin menangis saat ini juga matanya telah berkaca - kaca saat menerima semua apa yang diberikan kepadanya hari ini.


" hotel ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya , papa , mama ini untuk kalian. ( dengan sedikit air mata yang jatuh ) dengan hal ini saya juga ingin menyampaikan kepada generasi muda sekalian khususnya wanita yang ada diluar sana. jangan takut untuk bermimpi , saat tidak ada siapapun dibelakangmu ... percayalah dengan dirimu sendiri, karena dirimu sendiri adalah penyemangat paling berpengaruh untukmu. "


katanya lagi sambil mengingat masa lalunya yang berusaha berjuang keras menghidupkan kembali hotel kedua orang tuanya semenjak usia 17 tahun.


" sekaligus penghargaan ini ( menunjukkan piala gold nya ) saya rasa saya tanpa seseorang dibelakang saya , saya tidak ada pernah mendapatkannya. "


" dia , pria yang duduk sejajar dihadapan saya adalah suami saya "


membuat semua orang yang hadir memperhatikan devan , devan hanya bisa tersenyum dengan tindakan tiffanny dia tidak pernah tau jika dia akan disebutkan oleh tiffanny.


" namanya Devandra Atmaja , seorang dokter yang sangat hebat untukku. dia selalu berada disampingku dan membimbingku menjadi manusia yang bisa menghargai orang lain. dulu saya hanya menganggapnya pria biasa , namun seiring jalannya waktu ... hidup dengannya membuatku sadar , dia pria yang istimewa yang telah berhasil mengubah hidupku menjadi lebih baik. devan ... terima kasih untuk semuanya. "

__ADS_1


membuat yang hadir tampak terhanyut dengan perkataanya begitu juga dengan devan yang hampir ingin menangis dibuatnya.


namun tidak dengan brian yang hanya bersikap biasa walau sebenarnya hatinya sangat sakit.


" juga , aku mencintaimu ! aku sangat mencintaimu ! kau selalu bilang ingin mendengarnya langsung dan mengatakan kepada dunia jika aku mencintaimu , maka hari ini , biar aku katakan sekali lagi ... AKU MENCINTAIMU DEVANDRA ATMAJA. "


devan langsung berdiri saat itu juga dia ingin menghampiri tiffanny , melihat itu tiffanny juga berjalan menemui devan sampai akhirnya di tengah - tengah panggung tatapan semua orang hanya tertuju padanya.


dengan manik mata berbinar dan saling mengunci mereka saling menatap , hari ini benar - benar hari yang paling istimewa untuk devan. tiffanny benar - benar berani melakukannya dan membuktikan jika dia sangat mencintai dirinya.


" aku mencintai mu devan "


" aku lebih mencintaimu dari apapun yang ada didunia ini "


lalu keduanya saling memeluk saat itu , juga sekali lagi tepuk tangan diberikan kepada keduanya. banyak orang merasa baper bahkan merekam momen - momen itu.


karena sudah tak tahan dengan keadaan didalam sini brian memutuskan untuk pergi , raka melihatnya dari jauh betapa bahagianya tiffanny dan betapa hancurnya kakaknya kini.


namun itu semua tak membuatnya harus membela kakaknya saja , dia tau yang tiffanny dapatkan sekarang karena masa lalu yang diciptakan oleh kakaknya sendirilah.


***


kembali nya dari acara perempian itu , tiffanny mengganti pakaiannya dan akan menemani devan untuk menemui tempat yang akan dijadikannya sebagai tempat prakteknya.


didalam mobil itu tak pernah lepas tangan keduanya dari satu sama lain.


" aku hanya ingin mewujudkan permintaanmu , bukan hal besar bagiku. dan ... aku memang ingin melakukannya agar semua orang tau , kalau kita berdua ... saling mencintai. "


" kalau begitu mau kan penuhi permintaanku selanjutnya ?"


" hmm apa ?"


" anak "


tiffanny hanya tersenyum kecil mendengarnya. " kenapa sayang kau tersenyum ? aku memang tampan. "


" sudahlah kau memang begitu PD dihadapanku . " ucap fanny sambil terkekeh.


shitt


tak lama mobil devan telah sampai disebuah bangunan yang hampir jadi itu dengan perpaduan warna putih dan juga hijau muda.


cukup luas jika ini dibilang hanya sebuah klinik atau tempat praktik ini seperti rumah sakit minimalis.


didalam rumah sakit itu yang tampak kosong karena masih dalam pembangunan. tiffanny memutar seluruh matanya mengamati hasil kerja keras suaminya.

__ADS_1


" kau bilang hanya akan membeli tanahnya lalu ini semua ?"


" tadinya iya , tapi setelah aku lihat dengan baik ada bangunan yang tidak dipakai dan dijual dengan harga yang standar aku pikir jika aku membeli ini maka aku bisa menggunakan uang lainnya untuk membeli peralatan rumah sakit. jadi kita bisa berhemat dan juga , tempat sangat strategi , jika jarak dari tempat ini menuju rumah sakit kluwit membutuhkan waktu 1 jam lebih. namun jarak dari rumah kita sampai ke sini hanya butuh 30 menit saja. "


tiffanny mengangguk mengerti sekarang , dia berjalan seorang diri menelusuri bagian resepsionis.


" kapan semuanya selesai ?"


" satu bulan akan selesai dengan pembangunan dan setelah itu , aku juga mengisi semua peralatan kebutuhan medis dengan lengkap nanti walau hanya 1 atau 2 setiap alat tapi setidaknya semuanya ada. ayah dan ibu juga menawarkan pelaratan canggih dari jerman aku akan menggunakannya sekaligus dari produk lokal walau sebagus apapun produk luar tapi produk lokal juga tak kalah saing. "


" kau benar "


kryuuk....kruyukkk.


" sayang , kau lapar ?"


" aku ... " tiffanny memegangi perutnya.


" didekat sini ada taman dan ada yang menjual sosis bakar apa kau mau sayang ?"


" hmm aku mau "


ditaman itu saat devan sedang memesan sosis nya , tiffanng duduk seorang diri. memperhatikan sekitarnya dengan suasana yang sejuk.


namun saat itu devan cepat kembali dengan air minum ditangannya.


" mana sosisnya ?"


" dia akan mengantarkannya , ini minumlah dulu "


glek..glek..glek


tiffanny menerimanya dan hampir menghabiskannya.


" sayang menurutmu apa aku akan berhasil dengan pilihanku ?"


tiffanny agak terkejut mendengar devan mengatakan hal itu dia tersenyum sambil menoleh kearah devan.


" tidak ada usaha yang akan menghianati hasilnya. semua orang tau bagaimana cara mu menjadi dokter. untuk apa kau takut. "



" benar sekali , sekarang aku sudah tidak takut lagi. ada kau istriku yang akan selalu mendukungku kan ? " tanngannya menggengam tangan tiffanny.


" tentu saja " balas fanny lembut.

__ADS_1


" maaf pak ini pesananya " seorang pria mengantarkan 3 kotak sosis kepadanya.


" terima kasih " dia merimanya dan pria itu langsung pergi , lalu keduanya menikmati sosis bakar ditaman yang menyejukkan itu.


__ADS_2