Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Last Episode


__ADS_3

sesampainya dirumah tiffanny tidak melihat devan mungkinkah devan belum pulang pikirnya. jadi dia langsung membersihkan diri di kamarnya.


tak lama devan sudah pulang, melihat pintu kamar mandi yang tertutup dan juga suara gemercik air devan yakin pasti tiffanny sedang mandi.


dia dekati pintu itu dan ternyata tidak dikunci dia masuk saja kedalam, nyatanya tiffanny hanya baru mencuci muka nya saja.


" sayang aku pulang " katanya memeluk tiffanny dari belakang.


" ah kau mengagetkanku " ujar tiffanny.


" hehehe sayang besok aku libur saja, mari kita belanja perlengkapan bayi kita. tadi ... aku melihat-lihat dari jendela toko sangat lucu sekali. "


" Benarkah ? kalau begitu ayo "


" sedang mandi ya ?" tanya devan.


" iya, kau mau duluan ?"


" tidak aku maunya mandi bersama. "


" kau tidak minta aneh-anehkan ?"


" tidak kalau tidak khilaf "


" kita mandi saja, aku lelah sekali lagipula aku belum memasak. "


Mendengar keluh kesah tiffanny seperti itu membuat devan merasa kasihan kepadanya, sebelumnya tiffanny tidak pernah kelihatan seperti ini apakah faktor usia kehamilan pikirnya.


" iya sayang aku hanya bercanda, malam ini tidak usah memasak kita pesan saja oke. "


" hmm "


****


setelah pesanan mereka datang keduanya duduk diruangan televisi sembari menikmati makan malam nya. namun perut nya tiba-tiba merasa keram dan merasa mulas.


mulanya dia masih bisa menahannya tapi kenapa lama-lama menjadi sangat sakit.


" sayang menurutmu kenapa rumah sak... "


" sayang kenapa ? "


" shhh sakit devan "


" astaga apa kau akan melahirkan ?"


" tidak tau hiks hiks sakit sekali. "


" kita kerumah sakit sekarang. "


devan menggendongnya dan membawanya kerumah sakit miliknya diperjalanan terlihat macet sekali karena ini malam minggu " sabar sayang sebentar lagi sampai. "


" sakit devan hiks aku tidak kuat. "


devan begitu kasihan dan khawatir melihat tiffanny yang kesakitan itu, dia tidak bisa menolongnya jika bisa dia yang menggantikan posisi itu.


tin


tin


tin


" ahhh "


" sayang jangan mengedan sebentar lagi ya "


" aku ... aku tidak kuat devan. "


tinnnnnnnn


akhirnya devan bisa melewati kemacetan itu dan dia menyetir agak ngebut sehingga 5 menit kemudian dia sudah sampai di rumah sakit.


" ayo sayang "


tiffanny terus menahan sakitnya, beberapa suster membawakan brankar untuknya dan segera devan taruh di brankar.


" sayang yang kuat ya, jangan putus asa ... anak kita akan lahir " ucapnya menyemangati tiffanny yang terlihat pucat dan mengerang kesakitan.


" hmm sakit sekali devan "


" dokter Re bagaimana ? apa yang harus dilakukan ?" tanyanya ketika seorang dokter perempuan datang menghampirinya.


" bawa dulu masuk kedalam "


alhasil tiffanny masuk kedalam ruangan dimana devan terus saja menemaninya dan menyemangatinya.


dokter tersebut memeriksa kondisi tiffanny dan mengecek darah tiffanny.


" melihat kondisi istri anda dok, maka sebaiknya dilakukan operasi caesar saja. "


" Lakukan yang terbaik " jawab devan segera.


" suster siapkan semuanya " kata dokter re.


****


Ruang Operasi


tep


lampu operasi dihidupkan, tiffanny sudah dipasangkan oksigen dan perlengkapan operasi lainnya. begitupun dengan devan yang setia menemaninya.


" nghh "


tiffanny merasakan sakit saat dokter menyuntikkan obat bius kepada tubuhnya bukan hanya sekali tapi beberapa kali.


air matanya mengalir saat itu dan devan mengelapnya " maaf sayang kau harus merasakan semua ini, maafkan aku ... aku berjanji tidak akan menyakitimu. "


" Ajaklah terus berbicara agar bu tiffanny tidak merasa gugup. " kata dokter re.

__ADS_1


suara nafas tiffanny yang berdesir cepat karena merasa gugup " sayang kau dengar aku hmm "


" hmm "


" apa masih sakit ?"


" sedikit, kali ini aku bisa menahannya" katanya yang berusaha tersenyum.


cup


" aku tau istriku sangat kuat "


" devan ... " lirihnya


" iya sayang "


" Apakah aku bisa melihat anak kita tumbuh besar nanti ?"


" Tentu saja kita bisa melihatnya tumbuh besar dan menjadi anak yang sukses. "


" Jika tidak bisa , jaga anak kita dengan baik "


" apa yang kau katakan aku tidak menyukainya. lebih baik kau diam saja. " devan mulai menangis mendengar celotehan tiffanny yang sangat tidak masuk akal pikirnya.


" Devan ... "


" diamlah "


" aku... aku sangat bahagia bisa menjadi istrimu , aku sangat mencintaimu... " air matanya terus saja mengalir


" dokter pasien melemah. " kata suster.


***


oek


oek


oek


mendengar suara tangisan bayi membuat devan terkejut dan tiffanny menangis lega " selamat bu, dokter devan bayi nya laki-laki dan sangat sehat. " ucap dokter itu lalu suster menggendongnya dan mencium kannya di pipi tiffanny.


" bayi kita. " gumam devan.


tiffanny tersenyum " boleh aku memeluknya ?" tanyanya dengan suara yang lemah.


suster menaruh bayi mungil itu di dada tiffanny dan devan juga memeluknya.


" keluarga kita lengkap sekarang. "


cup


" terima kasih sayang, terima kasih untuk semuanya. "


namun tiffanny menutup matanya setelah itu, hingga suster mengambil kembali anak nya dan dokter mulai mengurusi tiffanny.


" kondisi bu tiffanny sangat lemah. "


" dev... an "


" sayang .. sayang jangan buat aku takut, buka matamu sayang. "


" Sepertinya , aku ... tidak bisa menamimu membesarkan anak kita.. "


" hentikan ! aku tidak suka itu hiks " devan menangis tersedu-sedu melihat tiffanny yang terlihat lemah dan pucat


" beberapa tahun terakhir kau memberikanku kehidupan baru , dan sekarang aku melahirkan seorang anak untukmu ... aku sangat bahagia , sudah menjadi sosok yanh sempurna untukmu ... "


" Maaf , aku banyak menyusahkanmu "


" sayang bertahanlah hiks..hiks ini demi anak kita... dia membutuhkanmu sayang "


" Anak kita ... akan tumbuh dengan baik bersamamu, jaga dirimu baik-baik dan ... hiduplah dengan wanita yang bisa mencintaimu dan juga ... menyayangi anak kita. "


" aku mohon jangan bicara seperti itu, tiffanny sayang ... kau cinta pertama dan terkahir ku apapun yang terjadi aku tidak akan menerima wanita manapun selain dirimu. "


" tuhan ... akan mengabulkan doaku, tidak lama lagi ... aku akan bertemu kedua orang tuaku... "


" Devandra Atmaja , aku ... mencintai...mu "


tiffanny menutup matanya dan seketika melemas, suara monitor detak jantung itu langsung berubah menjadi garis lurus.


tit...tit..ttiittttt


" sayang !!!!!! " teriak devan.


malam ini devan kehilangan cinta pertamanya, cinta terkahir didalam hidupnya, pria itu menangis memeluk mayat tiffanny.


satu kehidupan yang baru saja tiba dan diganti dengan satu kehidupan yang pergi dari dunia ini.


apa jadinya devan tanpa tiffanny, bagaimana dia bisa hidup tanpa kekasih hatinya.


****


taburan bunga diatas gundukan tanah itu sangatlah banyak menghiasinya, semua nya menangis kehilangan sosok tiffanny. hanya ada kenangan yang tersisa darinya.


devan tak pernah berhenti menangis memeluk pusara makam tiffanny.


" Devan ... " ujar brian


" dokter devan " saut kalista dengan mata sembab dia juga kehilangan sosok teman yang selalu bertengkar dan berdebat kecil dengannya.


" Aku ingin tiffanny ku, aku ingin dia kembali "


Aku tidak pernah bermimpi tuhan akan mengambil nyawa wanita yang sangat aku cintai. mengapa kau mengambil nyawanya dengan cepat, untuk kali pertama aku mencintai seorang wanita. bagaimana aku bisa hidup tanpanya tuhan...


****


hari demi hari devan lalui dengan mengurus putra mereka, dia tidak pernah ke rumah sakit lagi dan hanya mengurus bayinya seorang diri.

__ADS_1


setiap hari teman dekatnya baik kalista dan micheal juga rian dan vania menjenguknya dan membantunya mengurus si kecil.


dia menggendong anaknya sampai tertidur lalu ia taruh di ranjang bayi.


cup


dia mengecup kening putranya yang diberi nama Abigail Ariendra Atmaja Wang


dia sengaja memasukkan nama keluarga tiffanny agar dia selalu mengingat tiffanny , jika suatu saat nanti ia lupa maka dia akan terus mengingatnya.


saat dikamar keduanya dia menatap foto tiffanny yang sangat cantik itu " Hari ini aku memberikannya susu yang terbaru, yang kemarin dia tidak menyukainya. anak kita sangat aktif sekali, usianya sudah 6 bulan ... dan kau tau sayang, besok ....Rian dan vania akan menikah. seandainya kau ada disini dan menjadi saksi pernikahan rian kau pasti senang. "


" hiks ... hiks kenapa ! kenapa kau meninggalkan aku sendirian ha ? aku merindukanmu ... sedang apa kau disana hmm ?"


" Devan "


dia menoleh kebelakang , dia meliha6t sosok tiffanny berpakaian putih dan sangat bercahaya sedang berdiri dihadapannya.


" sayang "


" sayang itu kau ! apa benar itu kau ?"


tiffanny mengangukkan kepalanya seraya tersenyum " kau mengurus putra kita dengan baik sekali. aku selalu melihatmu dari sana. kau kurus sekali kau tidak makan dengan benar ya. "


" bagaimana bisa aku mengurus diriku dengan baik tanpamu. "


" Sayang bawalah aku bersamamu, aku merindukanmu sayang. "


lagi-lagi tiffanny mengangukkan kepalanya " aku sangat bahagia disini. dan kau juga pasti bahagia bersama anak kita, suatu saat nanti ... kita pasti akan bertemu. "


" Tapi kapan ?"


" tidak tau "


" Sayang kenapa kau harus pergi dariku ha ?"


" Karena aku pernah berdoa agar aku bisa bertemu orang tuaku. aku terlalu sangat merindukan mereka. " jawabnya seraya tersenyum.


" hiks hiks hiks andai saja aku tidak meminta anak kau masih bersamaku. "


" Jangan bicara seperti itu, anak kita ... ada aku didalam diri anak kita. "


" jangan pergi ya. aku membutuhkanmu sayang " devan mendekatu berusaha memeluk tiffanny, tapi tiffanny memundurkan tubuhnya seraya tersenyum dan menghilang saat itu juga.


" sayang ! sayang ! " teriak devan


" sayang !!!!!! "


****


24 tahun kemudian


seorang laki-laki postur tubuhnya tinggi, putih , rahang tegas , hidung mancung dan sangat cool berjalan diantara rerumputan hijau membawa bunga ditangannya.


dia memakai jas berwarna hitam berpaduan dengan kemeja putihnya. langkahnya terlihat pelan dan juga berkarisma.




dan langkahnya terhenti begitu saja , dia menatap kedepannya dimana ada dua makam yang berdampingan dengan nama Tiffanny wang dan Devandra Atmaja.


" Mama ... papa "


ditaruhnya bunga itu ditengah-tengah makam dan mengusap batu nisan keduanya.


" Abigail datang sesuai janji. Iihat apa yang Abigail bawa. "


dia mengambil sebuah kartu identitas yang disimpan dibalik jas nya disana tertera sebuah foto dan juga nama


" Dr. Abigail Ariendra Atmaja Wang,. Sp. Bs "


" hari ini Abigail resmi menjadi dokter bedah seperti papa, dan pemimpin hotel seperti mama. "


" Abi ! "


seseorang datang memanggilnya dia sudah tua berubah namun tetap tampan seperti waktu muda dulu.


" Paman Brian "


ya , dia brian william. terlihat menghampiri abigail yang tampan itu.


" Selamat nak paman mendengar nya kalau kau lulus menjadi dokter "


" terima kasih paman "


" pasti tiffanny dan devan bangga padamu. "


" hmm aku yakin mama dan papa paati senang " dia menundukkan kepalanya teringat papa dan mamanya.


brian mengelus pundaknya " Kau pria yang hebat ! kuat dan cerdas seperti kedua orang tuamu. "


" Aku tidak pernah tau seperti apa mama, tapi aku banyak mendengar kisahnya yang sangat hebat. dan papa ... kebersamaanku hanya selama 15 tahun. papa pergi begitu saja menyusul mama. "


" kedua orang tuaku sudah bertemu sekarang, cinta papa sangatlah tulus untuk mama. "


" Benar sekali kidah cinta mereka berdua sangatlah bersejarah. "


" Ayo abigail yang lain sudah menyiapkan makan malam untukmu. "


" pa , ma , abigail pamit. "


Terima kasih papa untuk segala yang kau lakukan, dan mama ... meninggalkan kenanngan yang tak bisa dilakukan oleh mama -mama lainnya. hari ini abigail bisa menjadi seperti mama dan papa, aku bahagia walau aku juga sedih .


abigail bahagia akhirnya papa menemui mama, papa sangat merindukan mama selama belasan tahun. dan aku akan merindukan kalian berdua seumur hidupku.


**terima kasih kepada readers yang sudah berkenan membaca novel " Cinta Di hatiku " dengan rasa sesal author merilis bab akhir di kisah perjalanan kisah cinta tiffanny dan devandra yang berakhir bersama untuk selamanya di alam mereka.


Nantikan extra part nya dan kisah abigail selanjutnya ❤**

__ADS_1


__ADS_2