Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
umpatan devan


__ADS_3

karena devan membuka pintu terlebih dahulu sebelum dia mendorong pintu. mata keduanya bertemu satu sama kain , rambut panjang tiffanny yang terurai itu menutupi sebagian wajah devan.


devan menyibakkan rambut itu perlahan " kenapa kau ada disini?" selidik fanny


" kau nyaman dalam posisi seperti ini ya ?" ujar dev.


tifaanny segera berdiri dari sana diikuti oleh devan .


" sekarang katakan " ujar fanny.


" aku akan tidur disini" jawab dev santai.


fanny menatapnya serius , matanya menekuk tajam pada devan.


" kenapa ? tidak suka ? tanyakan saja pada nenek dia yang menyuruhku tinggal disini " sambung dev yang paham dengan raut muka fanny.


" aku tidak pernah memasukkan pria kedalam rumah" ucap fanny.


devan tersenyum mendengarnya " lalu sekretarismu rian ? apa dia bukan pria ?" tanya devan.


" dia berbeda , aku mengenalnya sudah lama" bela fanny.


" membela diri ... kau tenang saja aku tidak akan melakukan apapun padamu walaupun kau menganggapku orang asing " ujar dev.


tiffanny tak mau lagi mendengar ucapan dev dia segera naik ke lantai atas kamarnya , dan menutup pintu sedikit keras dia tidak sengaja melakukannya.


" fanny...fanny kau begitu hanya untuk pria seperti brian" guman devan.


***


seperti malam biasanya fanny tidak bisa tidur , dia memutuskan untuk tidur dikamar orang tuanya. dalam posisi gelap dia terus berjalan . membuka pintu perlahan-lahan namun dia dapat melihat ada sosok yang sedang tidur dengan nyenyak disana.


dia tidak mau mengganggunya lalu menutup pintu pelan-pelan. ditangannya ada obat pil yang dia bawa , dia menatap obat itu dan menelannya.


lalu berlari mengambil air minum


glek...glek...glek


satu gelas penuh dia habisi air itu , lalu merebahkan diri di sofa dekat televisi. tak lama akhirnya dia bisa tertidur dengan tenang.


tepat pukul 5 pagi devan sudah terbangun , dia ingin berjalan pagi hari ini. namun dia melihat fanny yang sedang tertidur pulas di sofa itu.


dia mendekatinya dan membenarkan posisi selimut tiffanny.


" lihat dirimu seperti ini , kau sangat cantik. kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik daripada brian " ucapnya yang terus memperhatikan fanny itu.


" tapi sepertinya rasa cintamu sangat besar " sambungnya.


devan meninggalkan fanny sendirian dia lebih memilih untuk berlari pagi karena memang cuaca sedang sangat cerah dan bagus.


hingga satu jam dia selesai dia kembali pulang dan akan menyiapkan diri untuk kerumah sakit.dia melihat fanny yang sudah rapi dengan pakaiannya dan akan pergi.


📱" belikan apa saja , dan peganglah besok aku akan datang sendirian. hari ini kau boleh libur " ucap fannny


setelah itu dia mematikan handphonenya dan mendapati devan yang berdiri di hadapannya.


" rapikan kamar itu , aku pulang nanti tidak ada benda yang berubah sedikitpun" tegas fanny.


" aku akan menginap disini lagi " jawab devan.


" aku akan bilang pada nenek untuk menyuruhmu pulang, kau tidak akan dimarahi olehnya " ujar fanny.

__ADS_1


" kenapa kau kerasa kepala ? kau sok-sokan tidak butuh orang tapi dengan jelas kau bergantung hidup dengan sekretarismu itu " teriak devan.


" apa masalahmu jika kau tidak suka ya pergilah " teriak fanny lagi.


" aku tidak akan pergi , benar kata nenek kau orang yang harus dibantah. berhentilah menyakiti diri sendiri dan mulailah pikirkan hidupmu "


fanny pergi begitu saja seperti biasa dia tidak suka ada orang yang ikut campur urusannya apalagi orang yang tidak dekat dengannya.


" kebiasaan sekali " umpat devan.


***


sesampainya di kantor fanny segera masuk kedalam ruang kerjanya , sesekali matanya melirik ke arah undangan itu .


" besok hari pernikahanmu , apa aku harus ada ?" guman nya.


tok..tok...tok


ceklek


pintu itu terbuka memperlihat seorang bapak yang masuk rumah sakit itu berjalan kearah nya dengan hormat pada fanny .


" bu " pangilnya lembut.


" pak agus " gumam fanny.


fanny berdiri dari kursinya dan mendekati pak agus


" bu terima kasih banyak " ucap pak agus yang menundukkan kepalanya.


" tegakkan kepalamu ketika bicara denganku" ujar fanny.


bapak itu segera menurut , lalu tiffanny mengarahkan kakinya untuk duduk ke sofa nya .


" eh... iya " jawab pak agus.


" bagaimana keadaanmu?" tanya fanny.


" sudah lebih baik bu. saya ingin mengucapkan terima kasih banyak padamu untuk kebesaran hatimu yang sudah melonongku "


" jangan panggil aku "bu" panggil aku fanny. aku sudah lihat bagaimana rumahmu dan kehidupanmu bersama putrimu "


" apa kau tidak mau menyekolahkannya ?" tanya fanny


" saya ingin tapi saya hanya bekerja sebagai tukang sapu jalanan " jawab pak agus.


dan tiba-tiba Rian masuk kedalam lalu berdiri di samping kursi yang fanny duduki


" bekerjalah di hotel ini , Rian akan memberimu posisi " jelas fanny.


lalu fanny memberikan kode pada Rian agar memberikan sesuatu yang dipegangnya. Rian mengerti akan kode itu lalu menganggukkan kepalanya.


" aku sudah menempatkan mu pada posisi HS , dan ini kunci rumah dari perusahaan juga sepeda motor " brian memberikan Surat Rumah dan kunci motor.


" tapi ... ini sangat berlebihan bu " ucap pak agus.


" anggap ini sebagai tanda terima kasihku , kau boleh pergi sekarang dan temuilah anakmu katakan dia bisa bersekolah sekarang"


" terima kasih bu fanny... terimakasih " ucap pak agus dengan menundukkan kepalanya berupang kali.


***

__ADS_1


dirumah sakit devan baru saja selesai mengoperasi pasien , dia mengganti pakaiannya menjadi kemeja dan setelan jas .


dia melirik ke arah jam tangan nya sudah menunjukkan pukul 7 malam. dia harus kembali , dia akan kembali kerumah Nenek Ji.


dengan penuh kharismatik dia berjalan menuju keparkiran dan mengendarai mobilnya. ditengah perjalanan dia melihat sosok pria yang diketahui Brian itu bersama dengan Calon istrinya yang sedang berada di dalam mobil yang sama.


" agatha caroline samuel , pemilik rumah sakit namanya Kleuwit Samuel, aku juga diundang di pernikahan itu . apa mungkin mereka ayah dan anak " pikir devan.


tin...tin...


mobil belakang tarus mengklakson karena lampu lalu lintas telah menunjukkan lampu merah. devan pun tersadar dan melanjutkan perjalanannya.


***


" devan sudah pulang nak ? bagaimana kabarmu ?" tanya nenek ji.


" aku baik-baik saja nek , nenek juga bagaimana keadaannya?" tanya devan.


" nenek sehat , ayo kita makan. kali sudah membuatkan makan malam spesial untukmu" ajak nenek.


" benarkah ? wah kalau begitu aku harus menyiapkan perutku " timpal devan.


nenek terkekeh mendengarnya " ayo...ayo kau boleh menghabiskan semuanya"


malam harinya tepat pukul 12 malam fanny sudah tiba dirumah nenek, dia segera mencuci wajah dan turun kebawah mencari makanan.


melihat-lihat isi kulkas namun hanya ada buah-buahan mungkin kali belum sempat membeli bahan makanan. dia ambil satu apel dan langsung memakannya.


" aakh" dia merasa pusing dikepalanya lalu duduk di kursi yang ada di dekat meja masak.


" sakit sekali" desisnya.


cukup lama dia mengeram menahan rasa sakit dikepalanya , dirasa cukup hilang dia mulai berjalan untuk masuk kedalam kamarnya.


dia segera merebahkan diri disana dan seperti biasa dia akan meminum obat untuk segera tidur.


****


" rian ada apa ? apa ada dokumen yang ketinggalan?" tanya nenek ketika rian masuk kedalam kamar tiffanny.


" nenek , nona tiffanny menyuruhku mencarikan gaun yang cocok untuknya sebentar lagi dia pulang " jawab rian.


" Gaun untuk apa ?" tanya nenek lagi.


" pernikahan brian"


" kenapa dia datang ? tidak jangan pilihkan apapun untuknya. biar nenek yang bicara padanya nanti" cegahnya.


" Nek dia sudah memutuskannya, bukan untuk dirinya tapi untuk perusahaan aku akan datang bersamanya " jelas Rian.


" tapi rian tiffanny itu or.."


" Rian keluarlah dulu aku akan bersiap-siap" kata tiffanny yang muncul dari balik pintu.


" tiffanny" gumam nenek.


" nenek , aku baik-baik saja percayalah padaku" ujar tiffanny.


" tapi nak "


" tidak nek biarkan aku melakukannya " sambung tiffanny.

__ADS_1


" baiklah tapi ingat ! harus ada rian didekatmu . dan rian ... kau jaga dia jarakmu harus dekat sedekatnya !" tegas nenek.


" baik nek" jawab rian.


__ADS_2