
" jadi , apa kau menerimaku sebagai suamimu ?" tanya devan pelan.
jleb
fanny merasa gugup dan kaku mendengarnya, menikah ? yang benar saja pikirnya.
" Kau ....kau itu kan seorang dokter bedah, kau ... kau juga tidak terlalu buruk mana mungkin tidak ada wanita yang mencintaimu " ujarnya asal saja karena tidak tau apa yang harus dia katakan.
devan terkekeh mendengarnya melihat wajah fanny yang seperti salah tingkah itu membuatnya senang. dia melihat wajah itu dengan penuh cinta.
" Aku tidak yakin dengan wanita diluar sana" balas devan.
" Aku belum ingin menikah " ujarnya.
" kenapa ?" tanya devan cepat.
" aku ... ehhh hanya ... belum siap saja " jawabnya sambil berpikir.
" aku masih ada pekerjaan " sambung tiffanny yang membawa laptopnya itu kemudian dia segera bergegas naik kelantai 2. dia sudah tidak ingin ditanyai berbagai pertanyaan aneh sekarang.
setelah sampai dikamarnya , dia taruh laptop di ranjangnya kemudian dia masuk kedalam kamar mandi disana dia melihat wajahnya di pantulan kaca.
" Apa diusia ku sekarang sudah sangat terlambat hingga semua orang mempertanyakan pernikahan kepadaku "
" apa ini ... kenapa aku memikirkan itu, menikah hanya dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai. sedangkan aku ... " pikirnya.
" Tiffanny, Kau tidak harus menikah sekarang. sebaiknya pikirkan pekerjaanmu saja. ya ! benar sekali perkerjan " ucapnya kemudian dia mengambil sabun wajahnya untuk mencuci wajah agar tidur dengan bersih nanti.
***
keesokan harinya.
siang ini nenek sudah berada di indonesia, dia didalam perjalanan menuju kerumah. sengaja tidak ingin memberi tahu semua orang karena ingin memberikan kejutan.
ditangannya ada sebuah kotak kecil berwarna hitam , dia tersenyum dan senang sekali melihatnya.
Flashback on
" Nenek sebenarnya kesini ada maksud dan tujuannya, nenek juga ingin melihat rumah kalian juga. sekaligus hmm nenek ingin memberitahu kalian sebuah rahasia " kata nenek saat ibunya devan dan ayahnya devan mereka sedang duduk di kursi sambil menikmati kopi dan halaman rumah yang seperti perkebunan itu.
" rahasia ? " kata mereka serempak dan membuat mereka bertanya - tanya hingga saling melihat.
" hahaha jangan khawatir , Nenek bertanya pada kalian ... bagaimana jika Devan dan Fanny menikah ?" tanyanya.
" uhukk...uhukk" ayah devan hars , yang sedang meminum kopinya pun langsung tersedak mendengarnya.
segera anja mengelus punggungnya perlahan.
__ADS_1
" ibu serius ?" tanya hars.
" ya , serius "
" tapi bu ... tiffanny dia , apa dia mencintai devan ?" tanya anja.
" Cinta akan datang setelah mereka bersatu. ini juga ... salah satu keinginan dari Diana mamanya " ujar nenek sambil menundukkan kepalanya.
" ibu kami setuju saja malahan senang jika mereka berdua menikah. Devan sering mengatakan kalau dia akan menikahi fanny karena dia mencintainya. tapi kami khawatie terhadap fanny , bagaimana nanti dia beradaptasi dengan devan jika dia saja tidak mencintainya. fanny akan merasa terkekang "
" perasaannya , setiap orang pasti punya rasa cinta dihatinya. walau tidak diungkapkan langsung. tetapi dengan memaksa nya ... aku rasa itu akan membuat fanny semakin sedih " sambung anjaa
" Kau benar. tapi kalian tidak perlu khawatir , devan mencintai fanny dan begitu juga sebaliknya. fanny akan mencintai devan dengan usaha devan sendiri. devan pria yang baik dan punya sopan santun tinggi. Fanny akan mencintainya '" ucap nenek seperti meyakinkan pasangan suami istri itu.
hars sedikit berpikir dia diam seperti sedang mencari jawaban untuk nenek, begitu juga dengan anja. dia berpikir karena itu adalah putra satu-satunya dan juga putri dari temannya.
" Saya setuju " kata hars yang memutuskan tiba - tiba.
lantas nenek tersenyum mendengarnya, namun anja masih diam tak bersuara.
" istriku ... Anak kita itu tidak pernah meminta apapun kepada kita. Dia tidak pernah menyusahkan hidup kita. Kenapa kita tidak membantunya mendapatkan wanita yang dia cintai , dia akan bahagia dengan ini " hars mengelus telapak tangan anja lembut dia mengerti bagaimana perasaan nya.
" ya , kau benar . mari kita nikahkan mereka berdua. fanny seperti putriku , jika mereka berdua menikah maka dia akan punya ibu lagi ... aku akan membuatnya melupakan kesedihannya "
" tunggu disini bu " kata anja yang masuk kedalam rumah, nenek dan hars tersenyum saja mendengarnya. tak lama anja pun kembali membawa kotak hitam ditangannya.
" bu , nanti setelah ibu pulang ... berikan ini kepada mereka sebagai cincin pernikahan. aku membelikan ini untuk mereka berdua "
Flashback off
" tidak lama lagi nenek akan melihatmu menikah, itu artinya tugas nenek akan selesai " ucapnya.
***
" Terima kasih pak anda telah terlalu banyak memuji hotel ini. Saya bisa berjanji kalau Anda tidak akan merasa kecewa setelah menjadi Partner Bisnis ini " kata tiffanny yang sedang mengantar seorang pria yang berusia sekitar 50 tahun yang baru saja habis dari ruangannya karena membahas masalah pekerjaan.
bapak itu mengangukkan kepalanya , merasa senang atas ucapan terima kasih.
" saya akan mengantar anda sampai ke bawah " kata fanny.
" baiklah terima kasih " balas Bapak itu.
mereka berdua pun turun menggunakan lift , dan tak lama mereka keluar dari sana. namun saat fanny baru saja keluar dia melihat agatha sudah berdiri di depan liftnya dengan wajah datar.
" Bu Fanny , terima kasih untuk hari ini. saya merasa puas atas Hotel ini , Bu fanny tidak perlu repot lagi. saya akan menuju mobil sendiri " ujarnya sambil memandang fnany.
" terima kasih banyak pak " ucapnya seraya menundukkan kepalanya sedikit.
__ADS_1
bapak itu segera bergegas pergi , dan kini hanya ada mereka berdua Fanny dan Agatha. mata keduanya bertemu tetapi tidak menunjukkan reaksi berlebihan.
" Kau punya waktu ?" tanya agatha.
...
Didalam ruangan fanny.
mereka duduk bersama di sofa namun tiffanny duduk di sofa 1 sedangkan dia di sofa yang agak panjang. didepannya ada sajian minuman untuk agatha sebagai tanda menghormati tamu yang datang.
agatha meminumnya dan setelah itu dia menatap tiffanny yang tidak menatapnya.
" Sepertinya kau baru saja kembali dari liburan panjang" kata agatha yang memulai percapakann diantaranya.
tiffanny diam dia tidak ingin menjawab pertanyaan itu.
" Aku tau bahwa aku merebut brian darimu. sebagai wanita perebut aku sadar bagaimana pria itu akan memberlakukan aku sebagai apa "
tiffanny masih mendengarkan saja tidak berniat ingin membuka suaranya.
" diawal pernikahan ... ralat 1 bulan pernikahan , brian memperlakukan aku sebagai istrinya dengan baik. sampai aku merasa aku sudah berhasil menaklukkan hatinya. tetapi tidak ... aku salah ... "
" Dia tidak pernah melupakanmu, dia masih mencintaimu ... Dalam tidur pun terkadang sering menyebut namamu, membuat hatiku sakit. "
" Agatha katakan saja apa maksudmu aku masih banyak pekerjaan , bukan hanya untuk mendengarkan semua masalahmu dengan nya " katanya dengan raut muka dingin.
" Brian masih mencintaimu sampai sekarang "
mata fanny melirik kepada agatha, wanita itu seperti sedang menahan tangisnya. apakah ini yang dinamakan posisi berubah ? dahulu dia menangis karena wanita ini tetapi sekarang wanita inilah yang menangis karenanya. seperti itulah pikirannya dan tatapannya kepada agatha.
" Aku tau aku merebutnya dengan cara yang salah. Demi melindungimu dia terpaksa menikahiku "
" apa maksudmu demi aku ?" tanya fanny yang kini mulai penasaran.
( jadi dia belum tau ) pikir agatha.
" Tidak , lupakan saja. fanny aku mohon padamu. Jangan mengganggu hubunganku dengannya , aku sangat mencintainya. Aku tau kau tidak pernah melakukan apapun pada nya tetapi brian lah yang terus mengejarmu tetapi cobalah untuk menghindarinya " pintanya dengan raut muka memohon.
" Aku mohon padamu " lirih agatha lagi.
fanny membuang nafas kasarnya dan kini tatapannya tertuju pada agatha dengan tajam.
" Aku juga dulu mencintainya , sama besarnya seperti dirimu. tetapi aku tidak pernah mengemis cinta kepada siapapun. Rasa sakit karena kehilangan orang yang kita cintai itu sangat sakit sama seperti kehilangan raga. tetapi ingatlah ... Agatha , kau seorang perempuan yang terhormat. Kau tidak harus memohon seperti ini seperti sekarang kepadaku " tegasnya namun dia mengatakannya dengan pembawaan tenang.
" Aku sudah tidak peduli lagi dengan derajat itu, Terhormat seperti yang kau katakan. aku hanya seorang istri yang ingin dicintai dengan tulus " balas fanny.
" maka kau datang diorang yang salah. Brian lah orang yang tepat untuk kau ajak bicara "
__ADS_1
" Maafkan aku , aku harus kembali bekerja " ujar fanny meninggalkan agatha dikursinya dan kembali duduk di kursi kebesaraannya.
dia membuka laptopnya dan mengetik asal di dokumen itu, agatha pun berdiri namun sesaat dia memandang fanny yang baginya terlihat fokus beekerja hingga dia pun meninggalkan ruangan itu.