
seperti biasanya devan mengantar tiffanny kehotel tapi kali ini , dia mengantar sampai ke dekat hotel. karena masih banyak waktu jadi dia ingin lebih banyak waktu dengan tiffanny.
" Terima kasih " ujar fanny lembut.
" Iya , aku akan menjemputmu nanti sore "
" Eh ... sepertinya, aku akan pulang agak terlambat. akan ada rapat dengan karyawan lainnya , beberapa hari lagi tahun baru. biasanya hotel akan mengadakan acara "
" Benarkah , kalau begitu nanti telpon saja. aku pasti datang menjemputmu."
" Hmm , terima kasih. aku ... pergi "
tiffanny segera keluar dari mobil devan, devan melihat fanny yang sedang menuju masuk kedalam hotelnya. dia disambut ramah oleh petugas yang berdiri di depan pintu.
dia juga melihat rian yang datang ke arah tiffanny dengan tersenyum. yang dibalas senyuman oleh tiffanny. ada rasa cemburu di hatinya.
(bahkan Kau tidak pernah senyum seperti itu kepadaku )
tidak ingin berlama- lama dia segera melajukan mobilnya ke rumah sakit. hanya beberapa menit dia sudah sampai dirumah sakit itu dan segera memasuki rumah sakit.
Dion juga baru datang menggunakan mobilnya dan mereka saling menyapa.
" Hai pengantin " sapa dion.
" hmm , apa ada jadwal operasi hari ini ? " tanya Devan.
" hari tidak ada , tapi aku benar - benar dilema. malam tahun baru aku masuk shift malam sedangkan istriku ingin mengajaku merayakan tahun baru. jika aku tidak ambil maka aku kehilangan bayaran besar malam itu tapi jika aku mengambilnya istriku akan merajuk "
" Devan , mari tukaran " ajak dion.
" tidak , aku ingin merayakan dengan istriku "
" he kau akhirnya menikah juga dan bisa menyebut seseorang dengan kata istriku. aku pikir kau tidak akan menikah. oh ya, ngomong - ngomong apa kalian sudah ... " dion menggantungkan kalimat nya.
" Halo dokter Devan " sapa suster yang lain. devan mengangukkan kepalanya.
" aku tidak seperti mu , seperti predator "
" sembarangan "
" masuklah keruangan mu dan ganti pakaian , ada banyak pasien yang harus kau rawat " ujar devan , dia sudah ada di depan ruangannya lalu masuk kedalam dan memakai jas kebanggaannya yang berwarna putih.
***
fanny dan rian sedang makan bersama di Restoran hotel, banyak orang yang memperhatikan keduanya. tetapi semua karyawan tau hubungan mereka hanya dekat sebagai Rekan kerja.
fanny memakan sushi itu sedangkan rian ikan salmon.
drttt...drttt
***Devan Message
📱 " jangan lupa kabari aku nanti***
fanny mengambil ponselnya dia berniat untuk membalas pesan itu.
^^^📱 " iya ""^^^
disisi lain devan terkejut karena tiffanny langsung membalasnya, dia tersenyum sambil berjalan di lorong rumah sakit dia membalas pesan itu.
**📱 " kau sedang apa ? jangan lupa makan siang "
^^^📱** " sedang makan siang bersama rian "^^^
__ADS_1
📱 " kapan - kapan ayo kita makan siang bersama , nanti aku kehotel atau kita keluar saja jika tidak ingin dilihat orang "
^^^📱 " iya "^^^
📱 " yasudah, makan lah. sampai jumpa "
fanny hanya melihat tanpa membalas kemudian dia melanjutkan makan siangnya.
" Dokter devan ?" tanya rian.
" iya "
" Kita juga harus mengundangnya di acara tahun baru, karena dia juga pemilik saham "
" iya aku akan bicara padanya "
" Kau sudah menghubungi semua pihak kan? setelah rapat langsung buat persiapan " sambung fanny.
" iya , kau tenang saja "
***
malam harinya
Rumah itu terlihat sepi , karena nenek sedang pergi keluar kota. nenek suka menjadi relawan di panti asuhan dan panti jompo membantu para pekerja disana.
nenek juga menjadi donatur utama di sebuah yayasan pendidikan. hal itu menjadi aktivitas nenek, nenek tidak suka hanya duduk menikmati masa tuanya dengan bersantai - santai. baginya tua ataupun muda hidup haruslah bermanfaat untuk orang lain. selagi hidup maka berbagilah kebaikan , usia tidak ada yang tau jadi persiapkan semuanya dengan membawa amal yang baik.
Tifanny masuk kedalam kamar nenek dan mengisi obat nenek yang baru, dia tidak pernah melupakan tugasnya sebagai cucu yang merawat nenek nya.
dia mematikan lampu setelah selesai dan naik ke atas untuk masuk kedalam kamar devan.
ceklek
" aku hanya ingin lihat apa pekerjaanmu " jawab devan seraya tersenyum.
lalu fanny naik ke atas ranjang dan mengambil laptop dari pangkuan devan ke pangkuannya.
" aku sedang membuat undangan resmi untuk acara tahun baru nanti, kau juga diundang karena pemilik saham " jelas tiffanny sambil tangannya 10 jari dengan cepat mengetik.
" Mari kita datang bersama "
tiffanny menoleh kearahnya " Pernikahan kita tidak ada yang tau kecuali orang dekat, jika kita pergi bersama ... "
" Kalau begitu ayo umumkan pernikahan kita " kata devan yang memotong pembicaraan fanny.
" Kau sendiri yang bilang jika akan memberitahukan ke semua orang setelah akan diadakan Resepsi "
" ya tidak masalah. kau juga sudah menikah denganku "
" memangnya siapa yang mau menikah dengamu ?" ujar fanny santai.
" fanny kau tau , aku menikah denganmu sudah paling tepat. karena tidak ada laki - laki yang cocok untukmu selain aku " balas devan dengan santainya juga.
kini devan merebahkan tubuhnya di samping fanny sampai dia terus memandangi wajah fanny yang sedang fokus itu.
" Kenapa Ayah dan ibumu tidak hadir saat pernikahan.?"
" ayah sedang ada penelitian di laboratorium pusat dijerman , jadi tidak bisa pergi. ibu juga tidak mungkin meninggalkan ayah sendiri. jadi mereka akan datang saat resepsi nanti " jelas devan.
" Aku Sudah memutuskan untuk mengadakan acara resepsi bulan depan " ungkap devan.
" secepat itu ?" fanny menoleh kewajah devan dan mengernyitkan dahinya .
__ADS_1
" ya , aku ingin semua orang tahu kalau kita sudah menikah. lagipula , diumurku sekarang semua orang banyak bertanya kapan aku menikah , apa aku akan terus melajang ? dan aku yakin semua orang jugas pasti memikirkan hal yang sama tentangmu. kita sudah sama - sama dewasa jadi hal seperti ini , tidak harus terlalu lama ditutupi "
" Hmm terserah kau saja " tiffanny mengangukkan kepalanya. devan senang tiffanny setuju padanya dan semenjak semalam dia terlihat berubah dan lebih lembut saat bersamanya.
tiffanny sudah selesai mengerjakan pekerjaannya sehingga dia menutup laptopnya dan dia bergegas masuk kekamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci wajah. devan sudah tau rutinitas fanny jadi dia hanya menunggu di kasur itu.
drrt...drrtt
📱62876543091
Ponsel fanny bergetar devan yang ada disebelah nya lantas melihatnya .
" ini kan nomor brian " pikirnya.
" ponselku " kata fanny.
" oh ... seperti nya , brian terus menelponmu " kata devan yang menyodorkan ponsel fanny.
" Biarkan saja "
( jika kau cuek seperti ini, apakah artinya kau sudah melupakan cintamu. jika itu benar , maka aku sangat bahagia. ada harapan untukku dihatimu. )
fanny sudah tidur di sebalahnya, dia memejamkan matanya berusaha untuk tidur karena hari juga sudah larut. devan membenarkan posisi selimut itu. tidak ingin jauh dari fanny jadi dia tidur lebih dekat dengan cara memeluk fanny.
fanny belum tertidur dia tau devan memeluknya tetapi dia membiarkanny saja. daripada devan meminta lebih , dia belum siap untuk itu. karena dia tau apa yang ada di hatinya sekarang.
***
di meja makan itu , terlihat ada beberapa makan yang sudah jadi, bi kali menatanya dengan rapi tapi hari ini dia terlihat gelisah dan tidak semangat entah kenapa.
sedangkan dari arah tangga pasangan pengantin baru itu baru menuruni anak tangga bersama. devan terus menggandeng tangannya padahal fanny selalu berusaha untuk melepaskannya.
" Lepaslah ada bi kali " ujar fanny.
" kita sudah menikah fanny , tidak harus malu " balas devan.
Saat dimeja makan keduanya menata piring bersama. fanny sesekali melirik bi kali.
" Ada yang ingin bibi katakan ?" tanyanya.
" Nona , sebenarnya.. bibi ... bibi dapat kabar kalau anak bibi sakit " jawabnya tertunduk lesu.
" bibi ingin pulang ?" tanya fanny.
tapi bi kali tidak menjawab , Fanny mengerti dengan keadaan bi kali.
" pulang saja , dan urus anak bibi. Bibi boleh kembali setelah anak bibi sembuh "
" Iya bi , fanny benar " timpal devan.
" tapi , bagaimana dengan nona. tidak akan ada yang memasak nanti "
" Tidak apa , aku akan beli dan pesan saja "
" Ada aku bi. aku bisa memasak untuknya " ujar devan seraya melirik fanny.
" Pulanglah , aku akan pesankan tiket dan akan mengirimkan uang untuk biaya pengobatan " kata fanny.
" maaf nona merepotkann, tapi tidak perlu "
" tidak bi, jika nenek ada pasti dia juga akan melakukan hal yang sama "
" terima kasih nona "
__ADS_1