Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Menyambut Tahun Baru


__ADS_3

" hmm kau sudah selesai , ayo makan. aku sudah menyiapkan bubur untukmu. kau bilang tidak terlalu suka makan nasi dipagi hari jadi aku membuat bubur agar tidak terasa. " devan menaruh dua mangkuk di meja , fanny segera duduk dan mengambil sendok lalu memekannya.


" bagaimana ?" tanya devan.


" Lumayan " jawab fanny.


" Nanti malam kita pergi bersama saja, untuk pertama kalinya kita merayakan tahun baru sebagai pasangan. "


fanny menaruh sendoknya , dia sejenak diam berpikir lalu menoleh kewajah devan.


" Sebaiknya kita pergi masing - masing saja. Aku rasa ... jika kita pergi bersama akan ada banyak pertanyaan dari semua orang. "


" Apa ada media ?"


" Kami tidak pernah mengundang media , tapi dia selalu datang. Aku tidak ingin semua orang menyorotmu dan mencari Identitasmu , jika ada hal yang menurut mereka ganjal. mungkin semua orang akan mencarimu. Lebih baik untuk sekarang kita jalani seperti biasa saja. "


" hmm baiklah "


***


di ruangan untuk acara penyambutan tahun baru itu , semua sudah rampung dan siap. Terlihat sangat elegan dilihat, Karena akan ada banyak tamu yang datang dari penanam saham dan juga karyawan serta Anggota Perhotelan lainnya.


Fanny sangat bahagia dalam dirinya. tidak menyangka dia bisa menyambut tahun baru seperti ini. tadinya , dia hampir pupus dan ingin menyerah. tetapi tuhan masih memberikannya nyawa.


Karena dia seseorang yang tidak pandai mengutarakan perasaannya , dia selalu diam. Dari ujung rian sedang berbicara pada seorang karyawan saat menoleh melihat tiffanny seperti terkagum pada tempat itu dia pun tersenyum.


" Akhirnya aku bisa melihatmu lagi seperti ini " ujarnya dalam hati.


fanny memutuskan untuk kembali kedalam ruangannya di lantai 20, dia kesana sendirian melewati lift.


ting


dia kembali berjalan , ressa dan Eva menundukkan kepalanya ketika melihatnya. dia masuk ke ruangannya dan duduk di kursi.


Tok...tok...tok


" Maaf bu , ini ada kiriman makanan dari Dokter Devan " kata ressa yang mengangarkan paper bag berwarna coklet.


fanny berdiri lalu dia mengambilnya. " siapa yang mengantarnya ?" fanny memeriksa isi paper bag itu.


" Langsung dari Kurir restoran "


" baiklah terima kasih "


" Sama - sama bu, saya permisi "


ressa segera keluar dan menutup kembali pintu itu. fanny menaruhnya di atas meja dia buka satu per satu yang ternyata ada steak ayam , nasi dan juga beberapa rebusan jagus , Kacang polong dan juga wortel. lalu didalamnya ada minuman Teh.


fanny mengambil ponselnya dari atas mejanya dan mencari nama devan di dalam kontaknya. lalu dia menelponnya.


" devan "


📱 ( makanannya sudah sampai ya , aku sengaja memesankannya. saat aku memesan nya aku mengingatmu dan mengirimkannya lewat kurir. makan lah jangan sampai terlambat ) kata devan yang berdiri di halaman rumah sakit.


" Terima kasih, Aku akan membalasnya lain kali. Aku tutup telponnya kau juga harus bekerja "


📱 ( tunggu sebentar )

__ADS_1


" kenapa ? "


📱 ( Aku merindukanmu , sampai bertemu nanti malam )


" hmm sampai jumpa nanti " fanny segera mematikan ponselnya , dia melihat lagi kotak makanan itu. secuil senyuman tertarik dibibirnya.


***


malam harinya


didalam gedung itu semua orang nampak sudah hadir di dalam sana. berbagai macam hidangan dari berbagai negara dan juga minuman.


tamu undangan terlihat sangat senang, sambil mengobrol mereka tertawa. Ini baru jam 10 malam tetapi suasana terlihat ramai.


ada rian yang sudah tampan memakai jas berwarna Putih, Bu Fatmala yang cantik dengan dress warna Gold dan warna bibir yang terang membuat nya terlihat sangat glamor. ada juga pasangan suami istri yang duduk dengan tenang di meja mereka siapalagi kalau bukan Brian dan Agatha.


Mereka tampak serasi dengan Brian yang memakai Jas hitam dan Agatha memakai Dress warna biru muda.


devan , dia baru saja hadir dan berdiri di papan Layar setiap tamu yang hadir akan berfoto disana. dia tidak ingin tapi semua tamu diharuskan berfoto. jadi dia berdiri di sana. dia tampan dengan tuxedo warna hitam.



" Dia tampan sekali , putih dan juga keren. aku jadi ingin menikah dengannya sekarang "


" wah tampan sekali "


" Dia sangat bersinar "


" Apa dia Rekan kerja tiffanny wang ?"


semua orang yang melihatnya menjadikannya bahan pembicaraan, dia mendengar dengan jelas setelah itu dia pergi dia tidak suka jika dibicarakan oleh perempuan - perempuan yang tidak dikenalnya.


" Dokter devan, ayo ikut denganku " ajak rian yang menghampirinya , devan pun mengangukk dan mengikutinya.


namun , dia mencari wajah seseorang disana , yang dari tadi belum bisa dia temui. siapa lagi kalau bukan tiffanny.


" Dia masih ada urusan di belakang , akan keluar nanti " kata rian yang mengerti bahasa wajah devan.


sementara itu , dimejanya Brian hanya diam saja. agatha menuangkan minuman kedalam botol nya.


" Sekali ini saja , aku akan membiarkanmu " kata agatha.


jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi tiffanny masih belum keluar , semua orang menunggu sang pemilik hotel sekaligus tuan rumahnya. hanya tersisa waktu 1 jam sebelum tahun baru membuat semua orang tidak sabar.


dari tangga yang menjulang tinggi itu , sosok perempuan yang memakai hiels silver menginjakkan kakinya ke tangga itu , tangannya yang putih menyentuh gaunnya yang berwarna merah tanpa lengan untuk sedikit mengangkat sisi gaun agar tidak terlalu terjatuh ke lantai


dia menuruni anak tangga itu dengan perlahan , saat itu rian sedang menatap ke arah lain namun saat melihat kedepan dia menatap ke arah tangga dan tak pernah berhenti berpaling dari tatapannya.


" Hey dia sudah datang "


" wah ! aku suka gayanya yang selalu elegan "


" Kapan aku bisa melihatnya terlihat biasa saja , dia selalu cantik di mataku "


devan yang mendengar semua itu lantas menoleh dan sepertinya dia terbius akan kecantikan tiffanny malam ini. begitu juga brian yang terus menatapnya membuat agatha terlihat kecewa.


__ADS_1


fanny tersenyum kepada semua orang , hal yang jarang dia tunjukkan.


" halo nona tiffanny, anda terlihat selalu cantik. saya ucapkan selamat tahun baru untukmu " seorang laki - laki yang memegang minuman itu memberikan selamat kepada tiffanny. tiffanny membalasnya nya.


" terima kasih tuan Axcel , anda terlalu memuji. saya ucapkan selamat tahun baru juga untukmu " balas tiffanny.


tiffanny kembali berjalan tetapi semua orang banyak menghentikannya hanya untuk sekedar mengucapkan kata selamat.


dari hadapannya dia bisa melihat ada rian yang sudah duduk di sebelah kursinya , karena tempat duduk sudah dibuat nama devan tidak bisa duduk di dekat fanny karena dia ada dibagian kursi penanam saham.


kebetulan devan duduk sangat dekat dengan brian dan juga agatha , dia ingin pindah namun tidak bisa.


" devan menyuruhmu menemuinya di Kamar hotel nomor 901 " kata rian.


" untuk apa ?" tanya fanny.


" Tidak tahu dia hanya memintaku mengatakan hal itu " balas rian.


Fanny pun menoleh ke belakang, tujuannya untuk melihat devan. namun disana juga dekat dengan brian dan agatha membuatnya terdiam.



( Kenapa devan bisa duduk di dekat nya )


agatha menatap fanny yang melihat kearahnya , dia pikit fanny menatap brian.


" Dia menatapmu kesini " guman agatha.


brian tidak menjawabnya hanya diam saja dan membalas tatapan itu , padahal fanny tidak sedang menatapnya.


devan memandangi brian yang sedang memandang tiffanny, lalu dia pun berdiri dari duduknya dan segera pergi dari gedung itu.


Fanny pun berdiri , dia kembali keluar namun dari pintu belakang.


...


fanny sedang menuju kedalam kamar yang sudah dipesan devan , dia melihat kamar 899 lalu 900 dan yang terkahir 901.


dia berdiri menatap pintu itu dan memasukkan kartunya alhasil pintu itu pun terbuka.


" Devan " panggilnya ,dia tidak menemukan devan disana. lalu dia melihat pintu yang terbuka untuk menuju ke balkon, pasti devan ada disana pikirnya.


" Kau datang ?"


" Aku ... kenapa memintaku datang kesini ?" tanya fanny.


devan mendekati fanny lalu dia menarik fanny dan memeluknya.


" aku merindukanmu " gumam devan.


" Devan ... Dibawah sedang ada acara "


" 10 Menit lagi pergantian tahun, aku hanya ingin di waktu itu ... hanya ada aku dan dirimu, kita berdua. " devan melepaskan pelukan fanny dan menatapnya dalam.


" Baiklah "


devan sangat senang, lalu dia merangkul fanny dan mengajak fanny melihat keluar pemandangan Kota Bandung Dari ketiinggian kamar itu.

__ADS_1


Fanny melirik ke wajah devan, dia tatap wajah itu. Dia merasa nyaman ketika devan melakukannya seperti ini.


__ADS_2