Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Datang Walau Terlambat


__ADS_3

keesokan harinya


sekarang fanny sudah ada di ruangan meeting , dia terus memikirkan janjinya dengan devan hari ini. tamu yang datang ini sangat lama sekali berpresentasi , ini sudah jam 3 lewat 15. jika dia tidak pergi sekarang maka dia akan terlambat menonton.


devan akan menunggunya di bioskop itu , dia akan menyusul tapi rasanya sangat lama mendengar penjelasan dari pria yang sedang menyampaikan sesuatu itu.


dibawah meja fanny terus menghidupkan layar ponselnya melihat jam yang terus berjalan.


Rian yang ada disebelahnya pun menjadi curiga tidak pernah fanny seperti ini jika ada seorang tamu apalagi sedang membicarakan sesuatu yang penting.


" ada apa ?" bisik rian pada fannya.


" ha ? eh itu , apa masih lama ?" tanyanya.


rian mengernyitkan dahinya " kenapa ? tumben sekali " tanya balik rian.


" Aku sudah berjanji dengan dokter devan untuk menonton bioskop bersama sebentar lagi filmnya dimulai " jelas fanny.


mendengarkan penjelasann fanny , dia merasa tiffanny sudah berubah lebih mementingkan urusan pribadinya dari pekerjaannya. dulu tiffanny tidak suka melakukannya tapi semenjak bersama devan dia selalu melakukan hal - hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


" Tunggu saja sebentar lagi " bisik rian.


15 menit kemudian fanny sudah merasa akan telat , rasanya dia ingin keluar dari tempat dan berlari menemui devan sekarang. entah kenapa hatinya sangat ingin tergerak menemui devan.


" mungkin hanya itu saja penjelasan dari saya , selebihnya akan kita serahkan dengan pimpinan hotel ini jika ada tambahan " ujar sang pria yang berdiri di dekat layar.


" saya rasa sudah cukup. saya harus permisi sekarang , jika ada sesuatu katakan pada sekretaris saya. " buru - buru dia meninggalkan ruangan itu , sampai membuat semua orang keheranan dengannya.


tiffanny berjalan dengan cepat menuju ke bassment , ini sudah 3.35 mungkin devan sudah di tempat sekarang.


sesampainya di bassment dia berlari menuju ke mobilnya dia masuk dengan cepat dan terburu - buru lalu menginjakkan gas mobilnya.


sedangkan di sebuah mall itu devan sudah menunggu di depan mall tempat pintu masuk. sekarang sudah hampir jam 4 kurang 10 menit , dirinya terus melihat - lihat jam tangan.


wajahnya selalu menatap dengan penuh harap di tempat masuk mobil itu. ini kali pertama mereka seolah - olah mereka sedang berkencan sebagai pasangan. menonton bioskop dan menikmati popcorn yang renyah.


sampai akhirnya jam nya harus segera dia masuk ke dalam, dia mendekati kasir dan membuka dompetnya.


" Tolong , jika ada seorang perempuan cantik bernama tiffanny wang berikan kepadanya. katakan aku menunggu didalam " dia masih berharap tiffanny akan datang hari ini.


" baik tuan " jawab penjual tiket itu , dengan langkah lesu dia memasuki area bioskop banyak sepasang kekasih yang datang kesana , tak lupa dia juga membeli pop corn porsi big dan dua minuman.


krek


lampu dimatikan dan film itu akan dimulai.


Apa kau lupa sayang , aku sangat berharap kau datang


dia memandangi arah pintu yang tertutup itu tak ada tanda - tanda fanny akan datang sehingga dia menatap layar bioskop.


beberapa menit berlalu , fanny memasuki bagian bioskop dari sekian banyak nya orang yang ada disana. dia bisa mengenali devan yang duduk di Barisan bangku yang paling belakang , devan duduk sendirian disana sedang fokus menonton.


dia mendekati devan dengan langkah pelan , ditatapnya terus wajah devan itu.


" Maaf harus terlambat " ucapnya yang berdiri dihadahapan


" sayang kau datang " devan terkejut melihatnya dan segera memindahkan popcornya ke sebelah kursi kosongnya.

__ADS_1


fanny pun duduk disebelah devan , dia menatap devan dengan tersenyum.


" aku sudah berjanji padamu " katanya lagi , sehingga membuat devan merasa senang dalam dirinya wajah fanny menatap ke layar bioskop itu



" Apa konfliknya sudah dimulai ?" tanya fanny tanpa menoleh.


" Baru saja akan dimulai " jawabnya.


mereka menikmati menonton bioskop itu, devan menaruh popcorn ditengah - tengah lalu memberikan fanny satu cup minuman yang telah dia beli.


fanny menyedot minuman itu sambil menyemil. saat akan mengambil popcorn tangan mereka bersentuhan di dalam wadah itu.


lalu saling menatap dengan dalam , sampai mereka sama - sama tersenyum. terkadang devan menyenderkan kepalanya di bahu fanny , bermanja - manja dengannya tetapi fanny tidak mempermasalahkannya dia juga menyukai tingkah devan yang seperti ini.


***


3 jam berlalu mereka keluar dari ruangan bioskop, tangan devan tak pernah melepaskan genggamannya kepada fanny.


" sayang topimu bagus boleh aku pinjam ?" dia bertanya tapi dia sudah mengambilnya dari kepala fanny dan memakainya sendiri.


" bagaimana ? tampan tidak ?"


" hmm , mau aku belikan topi ?" tanya fanny.


" boleh " devan mengangukkan kepalanya.


lalu mereka mencari ke bagian aksesoris pria , setelah ketemu mereka memasukinya dan memilih - milih.


" devan kemari " panggil fanny saat dia memegang sebuah topi berwarna cream , devan mendekatinya tadinya dia melihat - lihat dasi yang ada di dalam kotak.


" bagus sekali " gumamnya seraya tersenyum , dia menarik tangan devan menuju kesebuah kaca besar, mereka tersenyum menatap pantulan itu.


" itu sangat cocok untukku , punyaku warna hitam dan punya mu warna merah " ujar fanny sedikit dia mendongakkan wajahnya.


" kita beli yang ini " sambung fanny.


setelah selesai membayar mereka kembali mengelilingi mall itu. devan membelikan fanny sosis bakar keduanya menikmati sosis itu berdua sambil tertawa bersama. sehingga membuat penjual itu merasa senang menatapnya.


" Semoga pernikahan kalian langgeng , dan cepat diberikan anak - anak yang cantik seperti ibunya dan tampan seperti ayahnya " ujar penjual itu , dia seorang wanita yang sekitaran usia 40 an .


" hmm doakan saja , aku juga tidak sabar menggendong bayiku nanti " saut devan , mendengar itu membuat fanny merasa malu.


" devan , ayo kita pulang. aku belum menyiapkan keperluan untuk besok "


" baiklah , bu kami permisi " ucap devan .


" iya ... iya hati - hati "


" ha ... memang sebaiknya lebih besar cinta seorang pria dibanding wanita , dengan begitu pria itu akan selalu membuatnya bahagia " sambung ibu itu.


***


keesokan paginya


rian sudah datang membawa mobilnya sendiri kerumah devan dan tiffanny. dirinya memasukkan koper tiffanny kedalam jok belakang.

__ADS_1


kebetulan devan belum berangkat jadi dia bisa melihat tiffanny dulu pagi ini.


" apa ada lagi ? kau bawa baju hangat , jaket atau sweeter kan ?" tanya rian seperti khawatir pada fanny.


" hei aku suaminya , jadi aku tau kebutuhannya " ujar devan dengan santainya.


fanny hanya bisa menghela nafas melihat nya " Devan sudah menyiapkannya semalam , kau juga sudah mengingatkan aku semalam " lerai nya yang dibalas anggukan oleh rian.


" sayang " mengambil kedua tangan tiffanny dan mengelusnya , juga matanya yang menatap fanny.


" terus kabari aku ya , aku tidak tenang jika tidak melihatmu. " katanya lagi.


" hmm aku akan menghubungimu jika sudah sampai , ini sudah hampir jam 8 bukankah kau juga harus ke rumah sakit. "


" Ayo fan " ajak rian yang sudah membukakan pintu mobil untuk fanny.


" devan aku pergi " katanya yang pamitan dengan devan.


devan mengangukkan kepalanya , tetapi sebelum itu dia ingin mencium tiffanny , dia hanya mencium fanny di bagian keningnya.


" hati - hati " ucapnya.


fanny melepaskan cekalan tangan devan itu , dia masuk kedalam mobil rian. rian menutup pintunya lalu menatap devan yang sedang memperhatikannya.


" kami pergi " pamitnya.


" kau harus memastikan dia tidak kelelahan "


" aku tau "


dia masuk kedalam mobilnya , hingga mobil itu meninggalkan rumahnya , dari kaca spion samping fanny masih bisa melihat devan yang berdiri dibelakangnya.


didalam mobilnya rian mengendari dengan kecepatan sedang. mereka akan langsung menuju ke puncak karena sudah berjanjian dengan beberapa mobil lainnya untuk menunggu di suatu tempat.


" kau sudah sarapan ? jika belum ada roti di belakang " tanya rian sambil fokus menyetir.


" devan membuatkan aku bubur ayam , nanti saja jika lapar aku akan mengambilnya "


" Dia mengurusmu dengan baik. "


fanny meliriknya " dia suamiku jadi dia harus mengurusku " kata Fanny.


rian sedikit tersenyum mendengarnya " Bukankah terbalik , seharusnya dirimulah yang mengurusnya "


" ya benar , tapi dia tidak mengizinkannya. "


" kalau begitu kau beruntung , jarang ada suami seperti itu "


" itu mereka " tunjuk fanny saat beberapa mobil berwarna hitam berbaris di sebuah pinggir jalan, rian menepikam mobilnya lalu fanny keluar dan juga dirinya.


" kalian sudah sampai ?" tanya fanny.


krek


pintu mobil terbuka , sepatu kets berwarna putih terlihat turun dari mobil itu membuat fanny menatap orang itu. saat pria itu berbalik dia menatapnya .


Brian

__ADS_1


" kak , aku boleh mengajak kakakku kan ?" tanya raka.


__ADS_2