Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Aku Hanya Bersikap Biasa


__ADS_3

" Aku baru tau bagaimana rasanya melihat orang yang kita cintai menikah dengan orang lain adalah sesuatu hal yang menyakitkan untuk kita. kau pasti mengalami hal yang berat karena ku dulu. apakah aku sudah tidak ada peluang lagi ?"


fanny yang berada di tengah- tengah jembatan itu hanya mematung saja , tak berniat untuk menjawab brian.


" jika kau terlalu sakit hati aku mengerti , tapi ... aku juga sangat sakit hati melihatmu seperti ini " sambung brian dengan muka sedih.


" jika kita meminta dokter devan untuk melepaskanmu pasti dia akan melakukannya demi dirimu "


" Brian " panggil fanny lembut.


sejenak dia diam setelah mengatakan itu hanya matanya saja yang selalu menatap brian.


brian mendekatinya dengan tulus seolah - olah dia akan mendapatkan tiffanny kembali.


brian tersenyum seketika sudah dihadapannya.


" aku tidak menyangka jika diantara kita , akan tiba dihari yang seperti. hari dimana aku melihatmu aku hanya bersikap biasa saja. "


jleb


pernyataan fanny sangatlah menusuk hatinya , dia kira fanny akan luluh dengan perkataannya tadi.


" kau mencintai dokter itu ?" brian menatap nanar tiffanny.


" Aku suka , saat dia bersamaku. aku juga suka ... saat dia mengatakan sesuatu kepadaku , dia ... selalu mencintaiku walau aku dulu tidak pernah menggubrisnya. cinta atau tidaknya diriku , aku yakin ... aku pasti akan mencintainya " ucapnya dengan penuh keyakinan.


" 8 tahun itu ... dan kau secepat ini menyukainya ?"


" tidak ... tidak ada yang instan , dulu aku sering menolak perlakuannya kepadaku. sampai aku bisa melihatnya sendiri bagaimana besarnya cinta dokter itu , kau tau bagiku , perkataan saja tidak akan pernah cukup. tapi dia selalu membuktikannya "


" 8 tahun yang lalu akan kuingat sebagai masa laluku , karena dari sana aku belajar. selama apapun kita memiliki hubungan tapi jika tidak ada keyakinan maka hubungan itu hanya akan sia - sia "


" kini aku tau bagaimana cinta seseorang yang tulus padaku "


" maafkan aku , tapi aku harus pergi sekarang " fanny meninggalkan brian yang mematung sendirian di tengah - tengah jembatan itu.


*Akan kuhitung sampai tiga , jika dia melihatku itu artinya dia masih menyimpan cinta untukku.


satu*


fanny masih terus berjalan lurus


*dua


tiga*


fanny berhenti dari jalannya , dia menatap kedepan dia menghela nafasnya disaat mengatakan itu ada kelegaan sendiri dihatinya , dia lanjutkan jalannya tanpa menoleh ke belakang.


baiklah , kau benar - benar sudah melupakan aku sekarang. tapi bagiku , kau tetaplah tiffanny yang paling aku cintai.


***


di area belakang villa itu semua orang sedang bermain ada yang berenang , bermain tenis berfoto dan lain - lain dia hanya bisa melihatnya dari balik jendela besar dekat kolam renang.


" Fan kau darimana ? aku mencarimu , aku telpon tapi kau meninggalkannya dikamar ?" rian menepuk bahu fanny sehingga membuatnya terkejut , dia menutup matanya.


" ah itu , aku ... aku hanya berjalan - jalan saja , oh ya ... rian "


" ada apa ?"


" aku akan pulang sekarang, aku pinjam mobilmu nanti aku suruh seseorang membawa mobilmu lagi kesini "


" Kau tidak suka disini ?"

__ADS_1


" tidak , ah maksudku bukan begitu. aku sudah janji dengan devan untuk kembali hari ini juga ,sebenarnya ... dua hari lagi kami akan pergi ke rumah orang tuanya di jerman "


" berapa lama ?" rian sangat penasaran mendengarnya.


" dia tidak memberi tahuku, tapi aku menitipkan hotel padamu seperti biasanya. "


rian mengangukkan kepalanya dia sudah biasa memimpin hotel di kala tiffanny tidak ada " kalau begitu aku saja yang mengantarmu pulang. disini juga ada micheal biar dia bersama yang lainnya "


" terserah kau saja "


dihalaman depan semua karyawan nya , micheal , kalista , raka dan brian mengantar tiffanny sampai ke tempat parkiran mobil.


" Fan , hati - hati ya. aku akan menjaga mereka disini " ujar micheal.


" aku juga kak " saut raka.


" terima kasih. lakukan apa yang ingin kalian lakukan disini, nikmati waktu libur 2 hari kalian semua "


" baik bu " jawab semua karyawannya.


raka berlarian untuk membukakan pintu mobil rian untuk dimasuki fanny.


" Fan ayo " ajak rian.


" kakak masuklah " kata raka.


" terima kasih raka "


setelah masuk mobil rian langsung meninggalkan arena villa itu untuk menuruni puncak.


***


Rumah Sakit Kleuwit


" terima kasih dokter. anda sudah merawat saya dengan baik " puji pasien itu.


" sama - sama " jawab devan seraya tersenyum.


" suster tolong bantu administrasi milik ibu dan berikan resep obat yang sudah kutuliskan tadi " kata devan pada suster yang bersama.


" iya dokter "


devan segera meninggalkan ruangan itu dia kemudian membuka ponselnya. fanny memberinya pesan kalau dia sudah dijalan pulang.


saat dia akan membalas , samuel sudah ada dihadapannya sekarang. mata mereka saling menatap , membuat devan memasukkan kembali ponsel nya.


***


halaman belakang rumah sakit sangatlah sepi hanya ada devan dan samuel saja , mereka saling berdiri berdampingan dengan jarak 1 meter.


" bagaimana hubunganmu dengan nya ?" tanya samuel dengan datar.


" apa maksud anda ?" tanya balik devan.


" saya adalah ayah dari seorang putri yang telah direbut kebahagiaannya oleh istrimu " jawabnya menatap devan.


devan menghembuskan nafas kasarnya , wajahnya terlihst tidak suka sekarang " apa yang istriku lakukan sehingga membuat kalian selalu mengecapnya sebagai perebut kebahagian ? " tanya devan dengan nada yang agak pelan dan ditekan.


" turunkan emosi mu, walau bagaimana pun juga kau bekerja dengan ku sekarang. itu artinya ... kau sangat rendah dibawahku "


devan tersenyum miring mendengarnya " bahkan aku bisa melepaskan pekerjaanku ini sekarang juga " jawab devan.


" kau hanya orang baru bagi ku dan bagi istrimu juga , kau tidak pernah tau apa yang mereka lakukan sewaktu masih berpacaran dulu . ataukah mungkin ... mereka sudah melakukan , hubungan intim " samuel ingin mempengaruhi devan sekarang karena tujuan sebenarnya ingin membuat devan membenci tifffanny.

__ADS_1


ingin rasanya devan memukul pria ini , tangannya sudah mengeram keras sekarang " sia - sia jika kau memukulku , karena aku akan langsung membunuh istrimu saat ini juga "


" kau hanya pria yang suka menghasut pikiran orang lain. dan jangan pernah menuduh istriku yang tidak pernah dia lakukan , dia perempuan yang baik dan lebih baik dari putrimu "


" kau " tunjuk samuel.


" Bagaimana kau tau dia perempuan baik - baik ha ? pikirkan saja mereka 8 tahun berpacaran kenapa mereka tidak pernah melakukan hal kotor "


" Aku tidak perlu membuktikan dia baik di hadapann orang jahat sepertimu. sebaik apapun dia akan tetap jahat dimata orang jahat sepertimu. "


devan segera meninggalkan samuel disana tak ingin berlama - lama mendengarkan omong kosong dari seorang pria jahat pikirnya.


" dengarkan aku , akan ada hari dimana istrimu mengalami kehancuran yang sama seperti diriku . dia ... akan kehilangan orang yang paling dia sayangi didunia ini !!! " teriak samuel.


devan tak menggubrisnya dia hanya terus berjalan anggap saja dia orang tidak waras pikirnya.


***


sore harinya


devan sudah selesai bekerja hari ini, entah kenapa dia sedari tadi terus bersin - bersin dan merasa tidak enak badan tapi dia menghiraukannya saja.


dia berjalan menuju ke parkiran , ternyata disana fanny sudah berdiri di dekat mobilnya.


devan tersenyum melihatnya " sayang " dia menghampiri fanny dan langsung memeluknya.


" kita baru saja bertemu pagi tadi " ujar fanny.


" ini berbeda sayang , aku selalu bilang akan terus merindukanmu bukan "


fanny tersenyum kecil sampai tak ada bisa seseorang pun yang melihatnya. saat dia menyentuh tangan devan dia merasa sedikit panas.


" devan kau demam ?" tanyanya.


" tidak sayang "


" tapi tubuhmu ... "


" sudahlah lupakan sekarang ayo kita pulang , aku lelah sekali " katanya dengan agak manja.


" baiklah , berikan kunci mobilmu biar aku yang menyetirnya " pinta fanny.


devan memberikan kunci mobilnya " jangan mengebut " kata devan.


"hmm "


****


didalam perjalanan itu devan merasa lelah dan mengantuk , lambat laun dia tertidur dikursi penumpang itu. fanny meliriknya sesekali , melihat jalanan sepi sehingga dia memutuskan untuk menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


untuk beberapa saat dia pandangan wajah lelah suaminya itu , bibirnya yang kemerahan dan rahang yang tegas.


" devan " panggilnya


" hmm "


" kau tidur ? "


" aku lelah sekali hari ini , aku ingin tidur sebentar "


" baijlah tidurlah. setelah sampai aku akan membangunkanmu "


devan yang masih tidur itu meraih tangan fanny lalu menciumnya. kembali tiffanny menjalankan mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2