Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Uluran Tangan Seorang Ibu


__ADS_3

fanny masuk menggunakan tangga di sebalah pintu itu , sehingga tidak ada yang melihatnya dari ruang tamu. dia segera membersihkan diri di kamar mandi.


sedangkan dibawah nenek menunggu kehadiran devan dan fanny semenjak tadi tapi belum juga datang. saat nenek berdiri dia bisa melihat devan sendirian datang.


" loh ! kemana fanny ?" tanya nenek.


" dia naik ke atas nek " jawab devan.


" ck anak itu , ya sudah kalian tunggu disini ya aku panggilkan fanny. devan duduklah nanti bi kali sedang membuatkan sesuatu di dapur " jelas nenek.


setelah kepergian nenek devan duduk di sebelah ibunya , ibunya sangat senang karena nenek mengurus devan dengan baik menurtnya hingga dapat terlihat devan sedikit berisi.


" pasti fanny sangat cantik kan devan ?" tanya ibunya.


" semua wanita itu cantik bu " jawab devan.


" masa , tapi kenapa dia wajah ayah hanya ibumu yang cantik " saut ayahnya dan hal itu lantas membuat pipi anja merah merona


" ayah jangan membuat ibu merona begitu , lihat pipinya " kekeh devan.


" ayahmu itu memang suka sekali jahil " timpal anja.


" eh mana bisa ayah jahil pada mu sayang "


saat yang bersamaan nenek telah berhasil membawa fanny untuk turun , fanny baru pertama kali mendengar gombalan untuk seorang istri didepan anaknya. dia seperti membayangkan mungkin keluarganya juga akan seperti ini jika semuanya masih utuh pikirnya


" ayo fanny temui paman dan bibi dulu " nenek menyeret tangan fannya hingga kini fanny berdiri di hadapan ketiga orang itu.


karena ini sudah malam fanny hanya mengenakan baju biasa saja , tetapi tetap terlihat cantik. semuanya memperhatikannya dengan takjub.


" diakah fanny nek ? dia sudah besar tumbuh dengan baik dan sangat cantik " puji ibunya devan.


" iya dia fanny anaknya teman kalian " timpal nenek.


" fanny apa kau mengingat kami nak ? paman dan bibi ?" tanya ayahnya devan.


fanny melirik kearah nenek yang sudah dipastikan nenek kalau fanny sedang bertanya padanya.


" fanny ... dia ibu dan ayahnya devan , bibi anja dan paman Hars teman baik mama dan papamu dulu " jelas nenek.


" oh itu , iya aku ingat " ucap fanny.


" halo nak apa kabarmu ?" tanya ibunya devan yang memegang lengan fanny.


" ba...baik " jawabnya.


***


malam harinya kali sedang menata makanan dan piring di meja makan seorang diri , ibunya devan berniat membantu tetapi ditolak oleh kali dia sudah terbiasa katanya tamu harus dilayani dengan baik.


semuanya sudah duduk rapi disana kecuali fanny yang sedang mengurus pekerjaan karena ada rian yang datang tadi melaporkan hasil kerja hari ini.


devan tampak menoleh kesana kemari seperti mencari sesuatu " ada apa nak ? butuh yang lain?" tanya ibunya.


" hmm tidak bu , nek apa fanny sudah dipanggil ?" tanya devan.


" sebentar lagi mereka berdua turun katanya masih ada pekerjaana" jawab nenek.

__ADS_1


" sepertinya fanny sangat sibuk ya yah , terlihat dia sangat pintar dan mandiri " ucap anja.


" iya tapi tidak apa semangat anak muda sekarang harus lebih besar dari generasi kita " timpal ayah devan.


suara sepatu dan sendal terdengar dari ruangan kerja itu , rian dan fanny sudah selesai mengerjakan sesuatu dan kini mereka akan makan di meja makan.


" nona besok saya akan jemput jam berapa ?" tanya rian.


" sebaiknya tidak usah aku akan menyetir sendiri " jawab fanny.


" ayo sayang , nak rian duduklah mari makan " ajak nenek.


" terima kasih nek " ucap rian.


fanny duduk di sebelah nenek dan sebelahnya rian juga dihadapan fanny ada devan. bi kali mengambilkan makanan untuk fanny dan rian dia tidak suka dia lebih suka mengambil sendiri katanya tidak mau merepotkan bi kali.


" hanya itu nak ? sedikit sekali apa kenyang ?" tanya anja.


" iya bi ini sudah cukup" jawab fanny.


" dia memang tidak terlalu suka makan , lebih suka bekerja dan bekerja sampai lupa harus apa iyakan sayang " kata neneknya.


fanny tau apa maksud neneknya, dia hanya diam tidak mau menjawab lagi kemudian dia makan dengan khusyuk baru pertama kalinya devan melihat fanny makan bersama di meja makan seperti ini.


***


" nona besok kita akan tau hasil keputusan rapat para dewan nanti semoga kita yang pilih dan segera membangun proyek baru kita di Norwegia " kata rian pada fanny yang kini mereka sudah ada di halaman rumah .


" aku yakin kita bisa memenangkannya , pulanglah kau harus istirahat " ujar fanny , dia memang dengan rian suka bicara banyak tapi tidak terlalu suka bercanda selalu serius.


" tunggu " cegat fanny.


" iya nona ?"


" jangan panggil aku nona sekarang panggil saja namaku , jika dihotel kau panggil aku ibu tapi jika sedang berdua atau siapapun yang bukan rekan kerja panggil aku fanny , umurmu lebih tua 3 tahun dariku "


rian tersenyum entah kenapa dia ingin tertawa , baru kali i ini fanny banyak bicara padanya tapi dia suka karena akhirnya fanny sedikit melunak " baik fanny " jawab rian dengan tulus.


" hmm pulanglah " usir fanny.


rian menggelengkan kepalanya seraya tersenyum , sedangkan fanny meninggalkan rian sendirian yang akan masuk kedalam mobil. dia berniat untuk mencari angin segar di rumah.


berjalan di halaman yang luas seorang diri , ditemani angin sepoi - sepoi dan dedaunan yang runtuh ke bawah membuat nya tenang. serasa sudah lelah dia duduk di ayunan berwarna putih.


" Bulan madu mewah putri konglomerat agatha dan tuan CEO brian "


rasanya sesak mengingat berita itu , memang tersiar kabar kalau agatha dan brian sedang berbulan madu di maldives. ia ingin melupakan segala tentang brian tapi bagaimana bisa karena dia selalu terlibat oleh orang - orang yang akan selalu terhubung dengan brian.


" fanny sayang "


fanny segera menoleh ke arah sumber suara dimana nenek sudah berdiri tersenyum menghadapnya.


" nenek " gumam fanny.


" boleh ikut duduk ?"


" iya " nenek pun ikut duduk disebelahnya wajahnya tak henti menatap tiffanny yang mungkin sedang merasa sangat kesepian.

__ADS_1


" sedang apa disini sendirian ?" tanya nenek lagi.


" tadi mengantar rian sampai kedepan , lalu ingin duduk disini saja " jawabnya.


nenek memainkan tangannya di rambut tiffanny " kau kesepian ya ?"


" aku setiap hari seperti ini nek "


" boleh nenek mengatakan sesuatu ? tapi mungkin agak menyakitimu" tanya nenek hati - hati.


" katakan saja "


" kenapa kau masih mencintai brian ? apa kau masih mengharapkannya lagi ?"


deg


pertanyaan itu seolah - olah menusuk jantung tiffanny detak jantungnya berdegup kencang pertanyaan yang sebenarnya tidak pernah dia harapakan. kepala memutar kearah nenek.


" nek aku tidak mau membahasnya " jawabnya pelan sambil menunduk.


" kau terluka nak , salah satu obatnya kau harus mencari penggantinya. cobalah buka hatimu dan lihat akan ada banyak pria yang seribu lebih baik darinya "


" kamu pintar , cerdas , kaya dan cantik hampir tidak ada kurang dalam dirimu "


" pintar , cerdas , kaya dan cantik. semua itu sangat indah memang tapi tidak menjamin apa itu membuat seseorang bahagia " ujar fanny.


" iya kau benar sayang , benar sekali. tapi kau juga seorang wanita diusia mu sekarang seharusnya sudah menikah dan hidup berumah tangga. apa kau tidak ingin semua itu sayang ?"


" nek ... aku akan menikah tapi nanti , tidak tau kapan "


" bagaimana dengan devan menurutmu ?"


fanny mengernyitkan dahinya tak mengerti kenapa ujung - ujungnya membicarakan devan " kenapa ... nenek, mengatakan itu ? " tanya fanny ragu - ragu.


" nenek menyukai devan, jujur saja nenek berpikir untuk menikahkanmu dengan devan "


" nenek jangan khawatir , aku pasti menikah. tapi untuk sekarang aku tidak mau nek masih banyak yang harus kukejar "


" baiklah nenek tidak akan memaksa untuk menikah sekarang. tapi berjanjilah untuk merubah semua nya , terbuka lah pada semua orang , berteman seperti orang biasa dan jangan menutupi kesedihan mu , ingat ! ada nenek, ada rian , ada bi kali dan ada devan yang akan mendengaarkanmu "


" hmm iya nek " fanny menggukkan kepalanya , nenek pun berdiri karena tidak tahan dengan dinginnya cuaca malam.


" fanny ayo masuk disini dingin "


***


pagi sekali fanny sudah rapi dengan gaun selutut warna putihnya dan ditambah blezer hitam di luarnya sebagai outfit tambahan. rambutnya yang di buat bergelombang di bawah terlihat sangat cantik. dia memakai hak tinggi berwarna hitam dan segera turun untuk kekantor.


ini baru jam 6 pagi tapi dia tidak menyangka ibunya devan sudah bangun dan rapi sedang menyiapkan sarapan di meja makan . saat sedang menata piring anja melihat fanny yang turun itu lantas mendekatinya.


" fanny kenapa pergi pagi sekali ayo sarapan dulu "


" tidak bi , aku akan makan di kantor "


" tidak ada tapi - tapian ayo makan. bibi tidak akan membiarkan seseorang pergi dengan perut kosong " bibi menarik paksa tangan fanny dan mendudukannya di kursi kosong. dia tercengan atas tindakan anja yang berani padanya , dia merasa tersentuh karena kali pertama seorang ibu menyentuh tangannya.


" aku seperti merasa sangat dekat dengan mama ketika seorang ibu menyentuh tanganku " ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2