Cinta Di Hatiku

Cinta Di Hatiku
Bukti Tambahan


__ADS_3

semua arah mata memandang ke arah sheira , dia tersenyum lebar seolah - olah tak terjadi apapun dalam hidupnya.


dia menuruni anak tangga dan bergabung bersama perempuan lainnya. micheal yang melihatnya itu mulai mengatur strateginya agar bisa membujuk dan merayu sheira.


" Dia sheira , wanita yang rela melakukan apapun demi uang " jelas pria.


" bagaimana kau bisa tau tentang semuanya ?"


" karena ... aku sudah berkali - kali memakai jasanya "


" oh " fanny hanya mangut - mangut saja, dia sudah mengerti sekarang , mungkinkah dia melakukan semuanya atas uang yang ditawarkan.


***


sementara itu , dirumah devan terus menelpon tiffanny , sudah beberapa jam dari dia mengantarnya ke bandara pikirnya tiffanny mungkin sudah sampai.


" sebenarnya kemana dia, telpon tidak diangkat sms juga tidak dibalas " pikirnya.


" dia juga tidak memberi tahu mau kemana , seharusnya aku bertanya padanya. aku memang tidak berguna " gerutunya.


***


dengan beribu cara micheal menaklukan sheira , dia membuat dirinya se cool mungkin dan seakan tak tergoda dengan sheira.


banyak wanita yang merangkul micheal tapi membuatnya tak tertarik , saat itu sheira melihatnya. dia terus memperhatikan micheal. sesekali micheal melihatnya dalam hatinya dia merasa senang.


Sebentar lagi tikus akan masuk ke dalam perangkap , sheira ... sheira kau pikir keju ini bisa menjadi sasaranmu.


" ehem , apa yang kalian lakukan. dia tidak suka dilakukan seperti ini " ujar sheira dengan menggoda.


micheal tak menjawab dia terus berwajah dingin.


" ck ayo...ayo dia selalu menguasai semua pria " ajak wanita yang ada di dekat micheal sehingga semua wanita itu pergi.


di meja bar itu tiffanny mulai bosan mendengar cerita pria ini, pria ini terus saja bicara tetapi dia hanya menjawab iya bahkan senyuman saja.


Fanny pun memutuskan untuk turun dari kursi itu , sehingga membuat pria itu menoleh.


" Cantik kau mau kemana ?"


" hmm aku bosan disini, aku ingin duduk diujung sana " tunjuknya.


" aku temani " dia juga turun dari kursi itu.


" oh tidak usah terima kasih , sebenarnya ... aku bersama pria ke sini "


" waw! baiklah semoga malam kalian menyenangkan" ucapnya


" haha terima kasih "


fanny memutar tubuhnya namun dia bertabrakan dengan pelayan yang membawa nampan berisi minuman.


" ha " dia terkejut saat itu juga


" maaf , maafkan aku nona . aku tidak sengaja " ucap wanita itu tertunduk - tunduk. fanny hanya membersihkan bajunya.


" saya akan membantumu mengeringkannya , maafkann saya nona tolong jangan mengadu " wanita itu bicara dengan penuh ketakutan.


saat fanny menatap wanita itu , dia tidak tega melihatnya " tidak perlu ini hanya basah saja. kembalilah bekerja "


" terima kasih nona "


Fanny kembali ke luar mengambil baju gantinya , untung dia sudah mempersiapkan semua hal yang mungkin terjadi. dia masuk kembali ke dalam kasino dan mencari sebuah toilet.


dia mengganti pakaiannya sekarang. setelah itu langsung kembali.


" ahhh , ampuun "

__ADS_1


fanny berhenti berjalan saat mendengar suara teriakan. dia mewaspadai terhadap semua hal sekarang.


" ampuni saya hikks "


Aku yakin ini suara orang kesakitan , tapi dimana. tidak ada pintu lain kecuali toilet ini.


dia sangat penasaran dengan tempat ini kenapa seperti menyeramkan ketika di bagian atasnya. dia terus mendengar suara aneh itu , mengelilingi bagian sekitar dan terus merekam semuanya.


" Sakit hiks hiksss " suara itu semakin dekat , namun membuat nya menjadi takut juga. dia menempelkan telinga nya ke dinding. "


" Yakin kau meninggalkan pekerjaan ini ha ! ikuti langlah sheira , dia seperti kerbau yang dicolok hidungnya. aku suka wanita seperti itu " teriak seorang pria didalam sana.


fanny terus berusaha mencari pintu dari tempat itu , sampailah dia bertemu pada sebuah pintu yang tertutup rapat.dia yakin itu adalah tempatnya.


dengan hati - hati dan pelan - pelan dia membuka pintu itu tanpa menimbulkan suara , matanya melotot melihat nya.


seorang wanita tak berbusana sedang dipukuli habis - habisan oleh dua pria berpakaian hitam itu. wanita itu sangat mengenaskan.


fanny ingat harus segera pergi jika tidak dia akan ketahuan. dia menutup kembali pintu itu perlahan lalu menuruni ruangan itu.


nafasnya memburu saat sudah kembali ke bawah bersama orang - orang disana , syukurlah dia tidak ketahuan. namun saat melihat micheal sepertinya micheal sudah melakukan tugasnya dengan baik , buktinya sheira mulai bergelayut manja dan mabuk disana.


hanya beberapa jam lagi devan, semua nama baikmu akan kembali. aku tidak akan membiarkan orang lain mencelakaimu dan menjelakkan namamu lagi.


dalam hatinya dia merasa senang, dia memutuskan untuk duduk di meja bar itu. dirasa sudah cukup waktunya dia membuka ponselnya mencari nama micheal


drtt...drrtt


micheal langsung menjawab panggilan itu


( Aku sudah berhasil menaklukkannya )


📱 " kita memang sudah berhasil micheal, aku menemukan hal baru yang selama ini tidak pernah kita sangka ( sambil tersenyum smirk) bawalah dia ketempat yang sudah kita siapkan "



tut


keduanya saling menutup telpon , tiffanny benar - benar senang baru kali ini dia senekad seperti sekarang.


" Mau kemana hmm " sheira sudah mabuk berat sekarang , terus bergelantungan di tangan micheal.


" iya , iya sayang. kita kerumahku , malam ini kita akan berpesta "


cih ... sayang apanya , aku bahkan jijik menyentuhmu


" hmm kalau begitu cepatlah " rengak.


" ya ..ya..ya , kau tidak sabar sekali rupanya "


***


micheal membawa sheira ke sebuah apartemen , tiffanny menghidupkan lampunya. sheira benar - benar pingsan sekarang , lalu ditidurkan di ranjang.


" haaa tiffanny sungguh , aku baru kali melihat wanita seperti dia " ujar micheal yang agak kelelahan.


tiffaanny menatap sheira dengan raut wajah marah. ini sudah pukul 12 malam , dia ingat belum mengabari devan.


" Micheal aku lupa memberitahu devan , aku ke balkon sebentar "


" ini sudah malam mungkin dia sedang tidur "


" tidak, jika aku tidak memberikan kabar dia tidak akan bisa tidur "


tiffanny melenggang pergi dari kamar itu , dia membuka ponselnya yang selama ini dia matikan notifnya.


saat ia buka kembali notifikasinya , ada 120 telpon tak terjawab dan 50 sms dari devan. semua sms itu berisi pertanyaan kabarnya.

__ADS_1


dia memutuskan untuk menelpon devan


tut...tut...tut


( halo sayang , sayang kau dimana ? sudah sampai ? aku mengkhawatirkanmu kenapa ponselnya tidak aktif ha ? aku ingin marah rasanya , kau baik - baik saja kan ?) dirumah itu devan benar - benar lega saat tiffanny menelponnya dia tidak bisa tidur karena memikirkan istrinya.


📱 " aku tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu. tapi aku baik - baik saja , ponselku mati karena lupa menchargenya. ini sudah malam kenapa kau tidak tidur ?" tanya tiffanny lembut di balik telponnya.


( bagaimana aku bisa tidur saat aku belum mengetahui kabar dirimu , sayang jangan pernah lakukan ini lagi. sungguh rasanya aku tidak ingin hidup jika tidak ada kabarmu) sambil mengusap kepalanya dia mengatakan itu.


📱 tiffanny tersenyum kecil mendengarnya " sekarang tidurlah , aku sudah lelah. rasanya ingin cepat tidur "


( Aku merindukanmu sayang , ini tiba - tiba sekali dan perkataanmu tadi siang membuatku banyak pikiran seakan - akan kau mau pergi jauh dariku )


📱 " jangan memikirkan hal yang lainnya , besok sore aku akan pulang. dan ya ... kau harus bersiap - siap untuk kembali memakai Jas kebangganmu itu "


( sayang apa maksudmu aku tidak mengerti ?)


📱 " kau akan tau nanti , sudah ya aku tutup "


dirumah itu devan masih kurang puas bicara dengan tiffanny , tapi setidaknya dia sudah mengetahui kabar tiffanny jadi dia bisa tidur sekarang.


sementara itu di apartemen itu micheal menghampiri tiffanny.


" Kau tidak mau ganti baju ? " tanyanya.


" oh iya , tunggulah disini " jawab fanny , dia masih mengenakan baju bar nya tadi. dia pun masuk ke dalam sebuah kamar untuk berganti pakaian.


micheal yang sudah kelelahan itu terduduk di sofa putih susu dan menuangkan air dari wadah ke gelas.


drtt...drtrt


" Kalista Message "


dia mengernyitkan dahinya melihat ponsel atas nama kalista pikirnya semenjak kapan kalista meng-sms nya di tengah malam seperti ini.


📱 " Kenapa kau tidak pulang ?"


suara sandal berbunyi , dia melirik kebelakang ternyata tiffanny yang sudah memakai baju kaos biasa.


" Kalista ?" tanya fanny.


" ya , tapi aku tidak habis pikir kenapa dia menghubungiku tengah malam begini. biasanya tidak pernah "


" jawablah dulu , dia mengkhawatirkanmu " ujar fanny yang juga duduk si sofa itu.


" oke "


sehingga dia pun membalasnya dengan bertanya aku ada di apartemen.


setelah itu dia melirik fanny yang sedang memakan buah apel itu , dia penasaran apa yang akan tiffanny katakan.


" apa yang ingin kau katakan tadi ?" tanyanya.


fanny menatap micheal dan menaruh apel di piring nya.


" kau lihat pria yang bersamaku disana ? " micheal langsung mengangukkan kepalanya.


" dia menjelaskan semuanya kepadaku. sheira adalah bintang di kasino king itu, banyak pria yang menyewanya. lalu ada satu hal yang baru pertama kali aku lihat seumur hidupku. saat aku ke toilet aku mendengar suara rintihan dan tangisan wanita , aku mencarinya dan aku lihat. ada wanita yang di borgol tangannya sambil berdiri dia ... dia tidak berbusana , tubuhnya banyak luka lebam dan pukulan " menjelaskan itu dia merasa sedih dan kasihan, dia saja tidak bisa melihat itu lebih banyak tapi wanita itu dianiaya dengan brutal.


" kau merekam semuanya kan ?"


fanny mengangukkan kepalanya.


" bagus , kita sudah dapat bukti satu lagi. ternyata tidak sulit untuk menjatuhkan mereka "


Visual Leonardo Micheal

__ADS_1



__ADS_2