
diruangan kantornya bukannya bekerja tiffanny malah menelungkupkan kepalany di atas meja , dia tertidur di atas meja sana padahal ini baru jam 10 pagi.
kebetulan saat ini rian membawa berkas di tangannya , dia segera datangi tiffanny yang bersikap tak seperti biasanya itu.
" Fan kamu kenapa ?"
tiffanny langsung terbangun, dengan mata yang masih mengantuk " kau " lirih fanny.
" kamu kenapa ? apa sakit ?" tanyanya lembut.
tiffanny menggelengkan kepalany sambil menahan kantuknya. " lalu kenapa ?"
" aku ... rian. " tatapnya
" ya "
" aku hamil "
" apa ? apa itu benar ?" rian seakan tak percaya mendengarnya , dia makin mendekati tiffanny yang masih duduk di kursinya.
" kemarin devan membawaku kerumah sakit , dokter bilang aku sedang hamil. "
rian tersenyum mendengarnya " kalau begitu aku ucapkan selamat untukmu. pasti dokter devan sangat senang mendengarnya. " ucapnya dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.
" dia sangat senang. rasanya aku tidak pernah melihatnya sebahagia itu sebelumnya. aku suka saat melihatnya merasa senang karena diriku. "
rian hanya tersenyum menanggapinya , keduanya saling tersenyum kemudian bersiap - siap untuk memulai rapat.
***
ceklek
seorang perempuan dan anak laki - lakinya tadi memasuki sebuah apartemen sederhana dengan bahagia. sang anak langsung meloncat ke sofa dengan senangnya.
" mama ! mama ! apa mama sudah mendaftarkan dirga kesekolah ?" tanyanya sambil bermain loncat - loncat di sofa.
" besok dirga akan pergi kesekolah , sebelum itu pakai seragam yang lama dulu saja ya. setelahnya baru kita beli pakaian baru. " jawab perempuan itu sambil membawa koper mereka masuk kedalam kamar.
" iya mama , mama ! mama ! apa anak - anak akan bertanya dimana papa saat berkenalan nanti ?"
deg
wanita itu tersentuh mendengarnya, dia lepaskan pegangan koper yang ada di tangannya. dia menatap anaknya dengan rasa kasihan, dia tersenyum dan menghampirinya.
" dirga " ucapnya lembut dan saling menatap dengan anaknya.
" ada mama yang akan menjadi papamu , jangan takut pada mereka ya. dirga kan anak laki - laki jadi harus kuat dan .. "
" dan tidak menangis ! " sambung dirga .
dia tersenyum mendengar anaknya yang sangat pintar namun dibalik senyumannya hatinya juga sedih mendengar pertanyaan anaknya sendiri.
" sekarang mandilah dan ganti pakaianmu , kita akan makan malam disini. "
" siap mama "
***
sehabis menjemput tiffanny devan membereskan masakan yang sudah dia masak ke meja makan , tak lama tiffanny turun kebawah untuk makan malam dengan pakaian tidur.
namun hal yang paling menonjol saat ini , ada begitu banyak kotak susu yang ada di meja makan dan beragam gelas susu.
" kau akan meminum semua susu itu ?" tanya tiffanny.
devan menggelengkan kepalanya " bukan untukku tapi untukmu sayang.bukankah tidak suka dengan susu yang kubeli jadi aku beli semua rasa susu dan silahkan dicicipi. "
" tapi kemarin aku meminta susu tapi bukan susu "
__ADS_1
" jangan mengeles sekarang makanlah dulu baru minum susunya. tidak ada tapi - tapian. " devan mendudukkan tiffanny di kursi meja makan.
" kau tau devan kata orang suami tidak boleh memaksa istrinya yang sedang hamil. "
" memangnya aku memaksa apa hmm , aku tidak meminta jatah malam ini kan. "
" hei devan ! " tiffanny melotokan matanya.
" tapi benar juga sudah beberapa hari aku tidak di beri jatah. bagaimana jika malam ini hmm " dengan suara yang menggoda membuat pipi tiffanny memerah.
" sayang lihat pipimu memerah , kau malu sayang ?"
" tidak ! untuk apa malu denganmu ?" dia mulai mengambil sup yang dibuat devan sendiri , devan hanya tersenyum lebar melihat tingkah istrinya.
" sayang jadi kau tidak menolakku malam ini ?" goda devan lagi.
" aku tidak mau " jawab cepat tiffanny.
" tapi aku mau "
devan mengambil tangan tiffanny dari balik meja dan meggenggam nya.
" mau merasakannya " goda devan lagi.
" hei devan ! kau sudah tidak waras " katanya yang grogi padahal devan hanya menakut - nakutinya saja " hahhaha " devan tertawa puas melihat wajah tiffanny yang ketakutan itu.
" aku bercanda sayang , maaf-maaf " mengelus tangan tiffanny dengan lembut.
setelah selesai makan malam , keduanya tidur diranjang dengan posisi saling memeluk. devan masih terjaga dengan sebuah buku ditangannya berbeda dengan tiffanny yang sudah menutup kedua matanya.
saat dia memindahkan lembar yang lain tak sengaja matanya melirik ke tiffanny yang tertidur dengan imut itu. dia ambil ponsel yang ada di dekat nakas lalu memfotonya.
"bagaimana pun keadaannya mukannya tetap cantik " gumam devan.
seketika pikiran nya berubah lain , dia membuka aplikasi instagram dan memasukka foto tiffanny yang tertidur memeluknya.
" kata apa yang cocok disini " pikirnya.
kembali dia hapus tulisan itu dan berpikir lagi " istriku dengan anakku yang sedang dia kandung , selamat malam sayang ❤. "
ting
" apa istimu hamil dokter ?" komentar dari salah satu akun dan postingan itu langsung disukai oleh orang banyak.
" aku pikir juga begitu beberapa waktu yang lalu aku melihat keduanya keluar dari dokter kandungan. " komentar yang lain lagi.
" sehat - sehat ya baby 😍 "
melihat banyaknya orang yang mendoakan nya dan juga banyak yang beranggapan posistif bermunculan membuatnya senang.
" aku mencintaimu sayang " ucapnya kemudian mengecup bibir tiffanny singkat.
***
di studionya saat sedang makan bersama ibunya dan raka , brian membuka sosial media dan digemparkan dengan postingan dari devan.
banyak media yang mengucapkan selamat dan berita kehamilan tiffanny langsung menyebar begitu saja.
" kak tiffanny hamil ?" ujar raka.
" sungguh ? bagaimana bisa kau tau nak ?" tanya ibunya.
" semalam dokter devan memposting sebuah foto menyebut kak tiffanny dan anak , semua orang beranggapan kak tiffanny sedang hamil. " jelas raka tentu hal itu membuat brian terkejut.
" kalau begitu syukurlah , sepertinya mereka juga sudah lama menikah. jadi wajar saja kan "
" brian kenapa melamun ?" tanya ibunya.
__ADS_1
" tidak bu aku tidak apa " jawabnya mengeles.
***
" hoam " tiffanny terbangun dari tempat tidurnya , karena ini hari minggu dia tidak akan ke hotel.
" selamat pagi sayang " ucap devan yang ada disebelah.
" selamat pagi " jawab tiffanny.
namun tiba - tiba rasa mual melandanya , wajahnya berubah menjadi tidak enak lalu segera dia berlalu kekamar mandi.
" hoek "
" hoek "
" tunggu sebentar sayang " teriak devan yang membawakan minyak herbal untuk dihirup tiffanny.
" cium ini " kata devan saat didalam kamar mandi.
" hoek "
" ah de-van , ha ... " nafasnya terengah - engah semenjak kehamilannya dia selalu muntah muntah setiap pagi atau yang sering disebut dengan morning sickeness.
" Hoek " tangannya sambil memegang perutnya yang terasa kosong itu.
seketika tubuhnya melemas devan langsung menggendongnya dan membawanya kembali ke kasur.
" devan " lirihnya.
" iya sayang ?"
" menurutmu sampai kapan aku sering mual seperti ini? aku merasa obat itu tidak berguna sama sekali. "
" sayang , setiap perempuan yang hamil pasti akan mengalami morning sickness. dimasa awal - awal kehamilan apalagi dipagi hari memang begitu. tapi tenang saja setelah 3 bulan tidak akan terlalu sering. " jelas devan dengan lembut dan penuh cinta sambil mencium kening tiffanny.
" aku ingin tidur saja agar aku tidak merasa mual. " gumamnya yang bangun dari pelukan devan dan kembali ke ranjang.
" mau makan apa pagi ini ? aku buatkan ya "
" aku mau tidur. "
" sayang "
" yasudah aku belikan bubur yang didepan saja ya "
" hmm "
cup
dia mengecup bibir tiffanny singkat dan bergegas mengambil kunci mobilnya.
benar - benar pikir tiffanny dia sangat mual tapi juga merasa tidak enak jika tidak mandi pagi. akhirnya dia putuskan untuk mandi terlebih dahulu.
***
devan telah selesai membeli bubur ayam dia berada di dalam mobil untuk kembali pulang , tidak butuh waktu lama sekarang dia sudah sampai dihalaman rumah.
saat di dalam dia lepaskan jaketnya dan mengambil mangkuk juga nampan , dia bawa bubur itu kedalam kamarnya.
ceklek
yang hanya dia lihat tiffanny tengah tertidur kembali dengan pulas dan juga sangat wangi.
" sayang bangun " katanya dengan mengelus - ngelus bagian tangan tiffanny.
__ADS_1
" maaf kan aku " pikirnya dia yang telah meminta ini , namun hal itu membuat tiffanny tersiksa. dia merasa sangat bersalah kepada tiffanny.
" aku akan berjanji untuk menjagamu dan merawatmu dengan baik dan anak kita "