
Mall Of Berlin
suasana hiruk pikuk di luar area mall itu sangatlah ramai pengunjung. kedua pasangan itu saling bergandengan tangan keempatnya mulai melangkahkan kakinya kedalam gedung.
dengan kaca mata hitam menbuat mereka tampak seperti keluarga couple dan bergaya.
" Sayang ayo kesana , ada baju yang bagus - bagus tas , sepatu , dan perhiasan " tunjuk anja pada sebuah departemen khusus itu.
" baik ibu " anja menarik tangan tiffanny dari genggaman devan membuat devan kehilangan fanny , dia melirik ke ayahnya namun ayahnya hanya tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.
" begitulah kalau perempuan sudah melihat surganya " ujar hans sambil menepuk - nepuk bahu devan.
keduanya mengejar kedua istri mereka itu , anja dan fanny tampak antusias berbelanja anja terlihat sedang memilih - milih pakaian untuk tiffanny yang sekarang tiffanny menjadi model ukuran dari baju itu.
" ini bagus sayang tapi terlihat , ah yang ini " dia memegang sebuah dress berwarna cokelat muda itu "
" ah cantiknya " puji anja.
" ibu tidak membeli ?" tanya fanny.
" ibu hanya ingin membelikanmu sesuatu nak , baju ini cocok untukmu bagaimana kau suka ?"
" hmm ini bagus "
anja tersenyum mendengarnya
" Bitte wickle diese ein " panggilnya kepada seorang pelayan
( tolong selesaikan ini )
" sayang kalian cepat sekali berjalan , apa ada yang dibeli ?" tanya hars.
" hmm aku membelikan menantuku sebuah dress yang cantik untuknya "
" sayang kau bilang kau mau membeli sesuatu apa itu ?" tanya devan.
" oh itu ... kemarin aku melihatnya ada di etalase sebelah sana " tunjuknya di bagian kiri.
" kalau begitu ayo , biarkan ibu dan ayah berdua saja "
" iya pergilah " kata hars.
akhirnya mereka berdua pun pergi bersama , tak butuh lama mereka sampai dibagian yang ditunjuk tiffanny.
" sayang kau mau membeli sepatu ? "
" hmm kemarin ada di sini , tapi dimana sekarang "
"entschuldigung ich möchte fragen " dia bertanya dan menyuruh pelayan untuk datang kearahnya sekarang.
" Yesterday I saw here there are silver shoes, where are they now? " tanya tiffanny menggunakan bahasa inggris itu.
" Sorry, Miss, the shoes have been sold and there is only 1 left. Coincidentally, there are only 5 pairs in Germany " jelas pelayan tersebut.
" sayang apa tidak mau yang lain ? lihat yang warna cream itu juga bagus " tunjuk devan dan mengambilnya dari rak.
fanny menggelengkan kepalanya " tidak usah aku sudah banyak yang seperti itu " jawabnya.
" ayo temui ibu dan ayah saja "
" sayang kau marah ?"
" untuk apa , sepatunya sudah dibeli " jawabnya namun mukanya terlihat murung.
" kalau begitu kita cari lagi kan tidak mungkin hanya ada 5 "
" tidak devan , merk itu tidak pernah membuat banyak hanya terbatas. "
" baiklah , baiklah aku mengerti tapi jangan murung ya. "
__ADS_1
" ada apa nak ? apa sudah selesai ? " anja dan hars menghampirinya dengan beberapa paper bag belanjaan di tangan hars.
" istriku ingin membeli sepatu tapi sudah habis " jelas devan.
" sungguh ? astaga disini memang begitu nak semua barang terkenal akan habis hanya dalam waktu sehari "
" tidak apa bu , lupakan saja "
" devan temani ayah ke melihat jam tangan disana , ibumu bilang ingin bersama tiffanny berdua "
" tapi yah "
" pergilah " saut fanny.
" baiklah , hati - hati ya "
cup
sebelum pergi dia mencium kening tiffanny sesungguhnya tiffanny malu tapi perlakuan memang begitu dimanapun dan kapanpun selalu mencium keningnya.
anja dan hars tampak tersenyum lalu mereka berpisah.
****
sore harinya mereka pulang ke rumah karena malam harinya devan dan fanny akan melanjutkan perjalanannya. belanjaan didalam mobil terlihat penuh oleh paper bag belanjaan.
kini semuanya duduk di ruang televisi mengistirahatkan diri.
" bu , banyak sekali belanjaan ibu hari ini " ujar devan.
" istrimu yang membelinya. saat ibu menyentuh dan mengantakan bagus dia bilang , bungkus semuanya , ayah juga dibelikan "
" ibu , kenapa ibu tidak menolaknya. " kata hars
" iya bu , aku ...
" aku hanya ingin membelikannya , apa tidak boleh ?" tanya tiffannny yang muncul dari kamar.
" ibu bilang ayah sangat menyukai kemeja bergaris kecil jadi aku membelikannya. aku pikir ... aku tidak pernah memberikan apapun kepada kalian berdua , hanya hadiah kecil ini yang mampu kuberi "
" sayang " lirih devan.
" kalian sendiri yang bilang kalau sudah menganggapku sebagai anak. apa seorang anak tidak boleh bersikap begini ? "
" tidak nak bukan begitu kami sangat senang sekali. hanya saja ini pertama kalinya bagi kami diberikan hadiah sebanyak ini karena devan tidak pernah memberikannya " saut hars.
" hei kau pelit juga ternyata " tuduh fanny yang memicinkan matanya.
" ayah ! kenapa menyalahkan aku ayah sendiri bilang pilihan bajuku jelek jadi ya sudah aku tidak pernah membelikannya "
semuanya tertawa mendengar itu sedangkan tiffanny bersikap biasa namun dia merasa seperti sedang berada di dalam keluarga nya sendiri , keluarga sungguhan pikirnya.
***
malam ini mereka kembali melanjutkan perjalanan ke swiss , ayah dan ibu devan tadi sudah mengantar mereka ke bandara.
pesawat sudah lepas landas , tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk ke swiss karena jerman berbatasan langsung dengan swiss sehingga hanya berjarak 8 menit menggunakan penerbangan. jarak itu adalah jarak penerbangan terpendek.
dan hingga akhirnya mereka sudah sampai di swiss , pertama - tama mereka mendatangi sebuah hotel yang sudah dipesan oleh devan.
keduanya memasuki lift bersama dan setelah keluar mencari nomor kamarnya.
" 1054 , ya ini dia " ujar devan yang menempelkan kartu di pintu itu sehingga terbuka.
" ayo sayang " ajaknya , tiffanny memasuki kamar itu namun disana , hotel itu dibuat seolah - olah ini adalah malam pertama mereka.
lampu remang - remang dengan lilin aroma dan bunga mawar merah dimana - mana. dua angsa terbentuk di tengah kasur.
" kita tidak salah kamar ?" tanyanya melirik devan.
__ADS_1
" tidak , aku sengaja memesannya kau tidak ingat sayang saat malam pernikahan hanya kamar biasa ditempat tidurku lalu setelah resepsi kita tidak bisa melakukan apa - dan sekarang sebagai gantinya aku melakukan ini "
" ah aku ingin kekamar mandi dulu , aku gerah dan lelah sekali "
" eeehhh mau kemana hmm " devan mencegahnya dan menarik tangan tiffanny yang menghindarinya itu.
" devan aku harus mandi "
" bohong ! pasti akan berlama - lama dikamar mandi. aku tau sayang kau sudah mandi sebelum pergi tadi " dia membelai wajah fanny dengan lembut.
" besok saja aku mengantuk sekali " rengek fanny.
" sekali saja " gumam devan.
" semuanya sia - sia jika kau menolaknya, sayang " sambungya lagi.
" janji ?" dia menjulurkan jaring kelingkingnya agar devan tidak akan mempermainkannya karena biasa devan selalu memintannya lagi.
" haruskah begitu ?"
" tentu saja ! "
" baiklah , setuju " membalas dan menautkan jari kelingkingnya.
segera dia gendong tiffanny dan merebahkannya di kasur
cup
mengecup singkat bibir tiffanny. " Besok kita mau kemana ?" tanya tiffanny , padahal devan ingin merangsangnya terlebih dahulu dengan tindakan lembutnya.
" hanya disini saja , masih 6 hari lagi dan aku akan menggunakan waktu ku untuk membuat devan junior "
" hmm " desahnya saat tangan devan mulai masuk kedalam kaos nya.
cup
dia mencium bibir pink itu lalu beralih ke bagian leher memberikan beberapa tanda kepemilikan disana.
drtt....drrttt
drttt....drtttt
" devan sebentar saja "
devan mengambil ponsel itu lalu mematikan dayanya begitu saja .
" devan " menatapnya kesal , sedangkan devan hanya bersikap santai sambil membuka kaos nya.
" kan aku sudah bilang sayang tidak ada handphone saat kita sedang fokus "
dia kembali menindih tiffanny sampai dia benar - benar melakukannya sekarang.
tiffanny mengatur nafas nya dia mendorong tubuh devan dari atas tubuhnya.
" aku mengantuk "
" sekali lagi ya " pinta devan dengan wajah memelas
" aku benar - benar ingin istirahat. kau sudah berjanji padaku "
" yasudah , cup ( mengecup singkat bibir fanny ) tapi besok aku akan memintanya berkali - kali "
" sayang " devan seperti mengingat sesuatu oleh karena itu saat dia juga akan tertidur dia menyentuh bahu fanny pelan.
" hmm "
" mandi dulu ya , aku lupa memberitahumu sayang , tidak boleh langsung tertidur setelah berhubungan "
" haaa terserahlah aku sangat mengantuk " rengeknya yang tak mau diganggu.
__ADS_1
" yasudah kali ini tidak masalah "
setelah itu dia berangkat dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.