
dikediaman samuel itu
brian duduk sendirian di belakang rumah itu, pikirannya terus tertuju pada tiffanny. dia ingin menelpon untuk memastikan kabarnya tetapi dia takut tiffanny tidak akan membalasnya.
ditangannya sudah ada ponsel dia ragu menelpon tiffanny. namun saat dia mengingat bagaimana wajah samuel terhadap fanny dia curiga apa benar samuel berniat membunuh tiffanny atau hanya ancaman saja untuknya.
" Sayang " panggil agatha yang datang dengan senyuman mereka dibibirnya.
" Aku mencarimu didalam tapi tidak ada jadi aku kesini " ujar agatha lagi .
" ada apa ?" tanya brian.
" Temani aku belanja ya , aku tidak ingin sendirian kali ini. aku ingin membeli tas keluaran terbaru kemarin. " jawabnya dengan semangat.
" Ayah memberiku uang tadi, katanya aku tidak boleh merepotkanmu. ayo " agatha sudah bergelayut manja di lengan brian.
brian ingin menolak namun saat itu ada micheal yang memperhatikannnya dia tau setiap apapun kegiatannya dirumah ini pasti diawasi oleh nya.
" baiklah " dia mengangukkan kepalanya , agatha merasa senangu untuk pertama kalinya brian menyetujuinya.
sementara itu devan melihat isi kulkas yang sudah kosong, melihat tiffanny yang hanya duduk di depan televisi dia berniat mengajak tiffanny untuk berbelanja.
" sayang kebutuhan dapur habis, ayo kita belanja. atau kita tidak bisa memasak nanti malam " ujarnya sambil mendekati fanny.
fanny menoleh kebelakang diliriknya jam yang baru jam 11 siang. " Sekarang ?"
devan langsung mengangukkan kepalanya. " baiklah , tapi aku malas mengganti baju "
" kau akan tetap terlihat cantik, lagipula ... untuk apa berdandan cantik disana semua pria akan melihatmu , lebih baik begini saja " godanya.
" Hmm Aku tau kau akan menjawabnya begitu " kata fanny sambil memangut-mangutkan kepalanya.
....
Bandung Trade Center Mall
devan dan fanny berjalan sama memasuki mall , keadaan sangat ramai karena ini hari minggu. keduanya hanya memakai pakaian sederhana saja , terlihat seperti pasangan biasa yang sedang berkencan.
devan tak pernah melepaskan tangan tiffanny, dia terus menggengam tangannya.
" Sayang apa kau pernah belanja seperti ini ?" tanya devan.
" Aku pernah tapi tidak tau kapan , sudah sangat lama "
" jadi ini yang pertama kalinya setelah kunjungan terkahir kali ?
fanny mengangukkan kepalanya. " bagaimana jika ingin membeli pakaian atau alat kecantikan , apa rian yang membelinya ?"
" Kadang dia tapi jarang. aku selalu memesannya dari luar negeri aku tidak pernah membeli baju disini "
" Mana mungkin , pasti bohong kan. " devan terkekeh mendengarnya.
" terserah jika tidak percaya, aku tidak suka belanja ditempat banyak orang. jadi aku pesan dari orang - orang yang bekerja di Brand ternama , hanya beberapa hari pakaiannya datang " jawabnya santai.
" oke ... oke aku tau istriku ini milyarder, oh ya besok aku gajian ayo kita makan malam diluar "
fanny meliriknya dan tersenyum kecil entah kenapa dia merasa lucu ketika mendengar itu.
" ada apa ?"
mereka berdua mulai menaiki escalator bersama.
" Tidak , aku hanya merasa ... aku seperti seorang wanita yang benar - benar menikah dan menerima gaji dari suaminya. tapi aku tidak bisa melakukan semua pekerjaan seperti itu. "
devan ingin tertawa mendengarnya jadi dia tertawa kecill saja agar tidak ada orang yang mendengar.
sambil mengobrol sambil mereka mengambil troli dan memasukkan semua kebutuhan rumah mereka.
__ADS_1
" Kan aku sudah bilang sayang, tidak perlu melakukan pekerjaan rumah tangga jika diranjang pun kau bisa memuaskanku. "
fanny langsung menutup mulut dengan menggunakan telapak tangannya " apa kau sudah gila ? ini tempat umum " desisnya dengan mata sedikit melotot tapi hal itu tidak membuat devan takut.
" Iya ... iya jangan cemberut atau aku tidak bisa menahannya disini " ancam devan.
" Benar - benar mesum " umpat fanny yang kemudian dia meninggalkan devan ingin mengambil makanan ringan di rak itu.
dia mengambil cukup banyak makanan ringan yang dia sukai, biasanya saat dirumah dulu dia suka menitip makanan ringan ini dengan nenek. mengingat nenek dia penasaran bagaimana kabar nenek sekarang.
" sayang apa kita akan berjualan ? ini terlalu banyak itu tidak baik untuk kesehatan , tidak ... tidak aku tidak mengizinkannya. ambillah 5 jenis saja " cegah devan yang takjub fanny hanya mengisi penuh troli dengan makanan ringan.
" Aku yang akan membayar ini , aku tidak suka nasi jadi itu sebabnya aku memakan ini agar merasa kenyang "
" tidak boleh ! ( sambil dia menaruh lagi makanan itu di rak ) ini tidak baik untuk kesehatan sayang, dengarkan aku ... aku ini dokter tau apa yang baik atau tidak untuk kesehatan " sambil menggerutu.
" Sekali ini saja , aku ingin membelinya " fanny tidak mau kalah, dia ingin mengambil apa yang ada di tangan devan namun devan malah menjijit membuat nya tak sampai.
dan secara kebetulan , brian juga agatha melewati bagian dimana fanny dan devan sedang bertengkar kecil namun terlihat mengemaskan.
brian tak sengaja melihat mereka dan berhenti untuk menatapnya, membuat agatha menjadi heran. disana fanny terus meminta snack yang dipegang namun devan suka menjahilinya hingga mereka saling menjinjit.
" Wah ! sepertinya mereka sudah saling mencintai " ucap agatha.
brian merasa cemburu melihatnya.
" devan ayolah " ucapnya dengan kesal.
cup
lalu devan mengecup bibir fanny singkat , fanny semakin kesal dibuatnya. hal itu dilihat oleh brian dia semakin cemburu dan panas melihatnya.
agatha merasa iri melihatnya, dulu dia selalu bersikap di depan tiffanny seolah memiliki brian seutuhnya namun semuanya berbanding terbalik justru tiffanny lah yang mendapatkan pria yang benar - benar mencintainya dan memiliki seutuhnya.
" Ayo kita pergi " ajak agatha yang juga tidak tahan melihatnya. brian masih keras dan ingin melihat itu , namun agatha terus memaksanya jadi dia hanya bisa pasrah.
" sayang aku ingin melihat sepatu "
fanny mengangukkan kepalanya dan mereka berdua masuk bergandengan tangan.
" Permisi tuan , ini sepatu couple terbaru edisi bulan ini. " ujar pelayan yang mengenalkan produk itu.
" Kami beli ini " ucap devan cepat.
fanny meliriknya " untuk siapa ?" tanyanya penasaran.
" untuk kita sayang, minggu depan kita akan berolahraga bersama. "
" Silahkan ke kasir tuan "
mereka berdua pun kekasir setelah membayar keduanya berjalan lagi. devan terus mengajak fanny bicara , namun tanpa disadari mereka berpapasan dengan agatha juga brian.
mata keempat orang itu saling berbalasan tatapan. brian yang melihat tiiffanny , devan yang melihat wajah brian dan agatha yang memandang devan.
" Hay ! " sapa agatha.
" hmm " balas devan begitu saja, namun fanny tak berniat untuk menjawabnya. mata brian tak pernah berhenti menatap tiffanny.
" kalian disini juga ? apa yang kalian beli ?" tanya agatha.
devan melirik ke wajah tiffany yang berubah menjadi datar itu.
" Kebutuhan rumah kami habis , jadi kami membelinya "
" rumah ? wah ! kalian sudah punya rumah ?" tanyanya lagi.
" Iya "
__ADS_1
" Wah selamat ya ! kalian ingin terus berduaan dan romantis setiap saat, hmm aku jadi iri mendengarnya. rasanya ... ingin kembali di saat - saat masih baru menikah "
" Maaf , kami permisi " fanny langsung menarik tangan devan begitu saja, brian menatapnya yang pergi dari hadapannya itu.
" Kau dengar itu kak ? mereka sudah bahagia sekarang, apa kau ingin terus mengharapkannya ?"
" Aku terus mengharapkannya untuk bahagia walau tidak bersamaku " balas brian.
di parkiran depan mall itu , tiba - tiba tiffanny merasa harus ke kamar kecil , devan yang sedang memasukkan belanjaan ke dalam mobil itu mencari fanny disampingnya yang sudah tidak ada.
drtt...drrt
" Wife ❤ "
" aku ketoilet sebentar "
dia tenang setelah tau keberadaan fanny jadi kembali memasukkan barang belanjaan di mobil.
sementara itu fanny sudah selesai di kamar mandi, dia menuju ke halaman parkir depan. namun saat itu dia melihat seorang pria tua yang terlihat acak - acakan dan kumal bersama seorang anak yang kisaran usia 7 tahunan.
dia memperhatikannya , mereka mencari makanan sisa dari tong sampah.
" bagaimana bisa tempat ini dimasuki oleh orang seperti ini " gumamnya, bukannya dia tidak suka hanya saja dia tidak tega melihat dua orang itu.
lalu ada dua orang perempuan yang menenteng makana dari dalam mall menggunakan paper bag, matanya menatap tajam benda itu.
" tunggu " ceganya.
" ada apa ya ?" tanya wanita itu.
" biarkan aku membayar makananmu, aku akan bayar dua kali lipat " kata fanny seperti sedang menodong orang saja.
" ha ? " wanita itu sejanak berpikir, fanny tidak suka menunggu lalu dia mengeluarkan beberapa lembar kertas uang dari dompetnya dia langsung merebut itu dan memberikan uangnya.
" ya ... apa dia menyombongkan uangnya itu " gerutu wanita.
" hei , tidak masalah. lihat bahkan kita bisa membeli 3 kali lipat makanan itu " saut temannya.
fanny melangkahkan kakinya mendekati pria dan anak itu lalu menyodorkan paper bag itu. sontak pria itu melihatnya.
" Untuk anakmu " katanya.
" untuk kami ?" tanyanya.
" usiamu mungkin tidak terlalu tua tapi kau mengajak anakmu mencari makanan dari tempat sampah ini. lihatlah dia , sangat kumal " ucapnya dengan sedikit sombong.
anak itu takut melihat tiffanny dan segera sembunyi dibalik tubuh ayahnya.
" kau menakutinya " ujar bapak itu pelan.
" ambillah dan berikan untuknya, "
tangan pria itu terjulur mengambil makanan itu. tanpa menunggu lama fanny segera pergi dari sana dan membiarkan mereka melihat isi tas itu.
" Dia sombong " ucap anak itu.
" dia bukannya sombong, tapi tidak tau cara memberi dengan benar , tapi dia sudah membuatmu tidak kelaparan hari ini ... ucapkan terima kasih padanya. "
" terima kasih, tante yang galak " ucapnya.
pria itu tertawa mendengarnya kemudian dia mencari sebuah tempat dimana bisa makan dengan tenang.
" Wajahnya sangat mirip dengan temanku " pikir orang itu.
" ayah lihatlah ! " anak itu terkejut saat melihat isi tas itu, pria itu segera melihatnya dan ada beberapa lembar uang kertas didalamnya.
" Apa dia orang yang sama seperti temanku " pikirnya lagi.
__ADS_1